Pages

Wednesday, April 22, 2009

Black Widow

(info) Racun Janda Hitam Kembalikan Keperkasaan Pria

Si Janda Hitam, laba-laba beracun yang gigitannya mematikan ternyata bisa menggantikan viagra. Para peneliti dari Chile mengungkapkan bahwa mereka berniat mengembangkan obat baru untuk mengatasi impotensi sekaligus mencegah kehamilan menggunakan racun laba-laba black widow sebagai bahan dasarnya.

Black widow (Latrodectus hesperus dan Latrodectus mactans) –disebut demikian karena sang laba-laba betina suka menyantap pasangannya setelah mereka berhubungan seks-- memiliki racun yang menyebabkan ketegangan otot,mempercepat degup jantung dan berakhir pada kematian.

Namun para ilmuwan di Universitas La Frontera di Temuco, kota di selatan Chile, menemukan kegunaan lain dari racun itu setelah menelitinya selama tujuh tahun. Dengan cara mengisolasi beberapa komponennya, racun tersebut ternyata dapat digunakan menjadi obat penguat jantung dan membantu pria mengembalikan keperkasaannya.

Sekaligus Mencegah Kehamilan
Dari percobaan yang dilakukan, salah satu komponen racun --selain berfungsi sebagai perangsang ereksi pada pria seperti halnya pil Viagra—memiliki efek lain yaitu membuat sperma menjadi tidak subur sehingga bisa dipakai mencegah kehamilan.

"Kandungan racun ini dapat mengatasi ketidakmampuan ereksi pada pria sekaligus berfungsi sebagai alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan," ujar Fernando Romero, pimpinan peneliti di laboratoriumnya yang dipenuhi laba-laba beracun berwarna hitam itu. "Efek kontrasepsi obat ini akan bertahan selama lebih dari 20 menit, tergantung dosisnya," lanjut Romero.

Romero dan tim-nya telah mendapatkan bantuan dana dari pemerintah Chile untuk meneruskan riset mereka yang diharapkan dapat menghasilkan obat jenis baru. Obat itu akan memiliki kegunaan sama dengan viagra namun tidak akan mempengaruhi detak jantung karena para peneliti akan menghilangkan senyawa racun yang mempengaruhi jantung.

Laba-laba black widow betina sangat ditakuti karena gigitannya yang mematikan. Racunnya disebut-sebut 15 kali lebih mematikan dibanding bisa ular derik (rattlesnake) Amerika utara. Walau demikian kebanyakan korban bisa diselamatkan karena laba-laba ini hanya menyuntikkan racun dalam jumlah sangat kecil saat menggigit. (Rtr/CNN/wsn)

Copyright © 2002 PT. Kompas Cyber Media

0 comments:

Post a Comment

Terima Kasih Telah Memberikan Waktu dan Komentarnya
Thanks for your feedback