Pages

Showing posts with label Kumpulan bacaan inspirasi. Show all posts
Showing posts with label Kumpulan bacaan inspirasi. Show all posts

Tuesday, November 8, 2011

KERJA KERJA KERJA.


Pada jaman dahulu kala, ada seorang Kaisar yang mengatakan pada penunggang kuda jika dia bisa naik kuda dan menjangkau lahan sebanyak yang ia suka, maka Kaisar akan memberikan kepadanya daerah tanah yang telah terjangkau

Friday, November 4, 2011

Karen Corkern Babb - Chicken Soup for the Couple's Soul


Kamar rumah sakit, tenang dan remang-remang, bagiku terlihat  tidak nyata. Waktu berlalu lamban, sepertinya aku sedang menonton  tablo yang dimainkan di dalam gedung teater yang gelap.  Sayangnya, yang kulihat itu nyata - saudara-saudaraku dan aku sendiri, tenggelam dalam pikiran masing-masing, duduk membisu memandang ibu kami yang  duduk di samping tempat tidur Ayah, menggenggam tangannya, dan berbisik  lembut kepadanya meskipun Ayah tidak sadar. 

Tuesday, November 1, 2011

Lima Pelajaran Berharga



Ini lima buah Pelajaran Berharga, yang sangat bagus untuk kita, mari kita renungkan bersama
·         Pelajaran Penting ke-1
Pada bulan ke-2 diawal kuliah saya, seorang Profesor memberikan quiz mendadak pada kami. Karena kebetulan cukup menyimak semua kuliah-kuliahnya, saya cukup cepat menyelesaikan soal-soal quiz, sampai pada soal yang terakhir.

Tuesday, October 18, 2011

"NDESO"


oleh : Ika S. Creech *)
Deso (baca ndeso) itulah sebutan untuk orang yang norak, kampungan,udik, shock culture, countrified dan sejenisnya. Ketika mengalami atau merasakan sesuatu yang baru dan sangat mengagumkan, maka ia merasa takjub dan sangat senang, sehingga ingin terus menikmati dan tidak ingin lepas, kalau perlu yang lebih dari itu. Kemudian ia menganggap hanya dia atau hanya segelintir orang yang baru merasakan dan mengalaminya. Maka ia mulai atraktif, memamerkan dan sekaligus mengajak orang lain untuk turut merasakan dan menikmatinya, dengan harapan orang yang diajak juga sama terkagum-kagum sama seperti dia.

BERTERIMA KASIH

  • Sering kita bertanya pada diri kita sendiri:
Kenapa kita harus mengalami kesulitan sementara orang lain bisa senang
Kenapa kita harus bekerja keras sampai harus lembur sementara orang lain sudah pulang ke rumah
Kenapa kita selalu menjadi karyawan sementara orang lain bisa jadi usahawan sukses
Kenapa kita harus berhujan-hujan naik angkutan umum sementara orang lain merasa nyaman di kendaraan pribadinya

Tuesday, September 20, 2011

Adigang Adigung Adiguna

Bangsa Indonesia, termasuk juga orang Jawa, dikenal memiliki perasaan halus, serta tenggang rasa tinggi. Karena itulah mereka tidak menyukai orang sombong. Yaitu, orang yang congkak, pongah, angkuh, takabur, menghargai diri sendiri berlebihan dan cenderung meremehkan (merendahkan) orang lain. Di Jawa, sombong dianggap sifat yang buruk (tak terpuji), dan sebaiknya dihindari karena akan jadi gangguan serius bagi komunitas dan lingkungannya.
Menurut pandangan masyarakat Jawa, orang sombong memiliki sifat sebagaimana unen-unen (peribahasa) yang berbunyi: ‘adigang adigung adiguna’.

Friday, October 8, 2010

Mengubah Penderitaan Menjadi Kedamaian

Oleh Eckhart Tolle

Bila tidak ada jalan keluar, akan selalu ada jalan tembus. Jadi jangan menolak kesedihan. Hadapi. Rasakan sepenuhnya. Rasakan saja—jangan memikirkannya! Bila perlu, ungkapkanlah, tetapi jangan menciptakan situasi dramatis mengenai hal itu di pikiran Anda. Curahkan semua perhatian Anda pada perasaan, bukan pada pribadi, kejadian, atau situasi yang tampaknya menjadi penyebab.

Jangan biarkan pikiran menggunakan kepedihan itu untuk menciptakan identitas korban bagi diri Anda sendiri dari kepedihan itu. Mengasihani diri sendiri dan menceritakan kisah Anda pada orang lain , akan membuat Anda tetap terjebak dalam penderitaan.

Karena tidak mungkin melarikan diri dari perasaan, satu-satunya kemungkinan perubahan adalah bergerak masuk ke dalamnya ; kalau tidak, takkan ada yang bergerak.

Jadi berikan perhatian Anda sepenuhnya pada apa yang Anda rasakan, dan berusahalah menahan diri untuk tidak memberikan label secara mental. Sementara Anda memasuki perasaan itu, waspadalah sepenuhnya.

Pertama-tama, tampaknya Anda seakan-akan sedang memasuki tempat yang gelap dan mengerikan, dan ketika datang dorongan untuk melarikan diri, amati hal itu, tetapi jangan bertindak sesuai dorongan itu. Tetapi curahkan perhatian Anda pada kepedihan, tetap rasakan kesedihannya, ketakutannya, kengeriannya, kesepiannya, apa pun itu.

Tetaplah waspada, tetaplah hadir—hadir dengan seluruh Keberadaan Anda, dengan setiap sel tubuh Anda. INILAH NYALA API KESADARAN ANDA.

Tuesday, May 25, 2010

Belajar Dari Raccoon "Culun"

Anda tahu Rakun ? Bukan..bukan makanan ! Apaa ? Wah bukan..yang di leher itu mah jakun ! Rakun itu binatang. Jika Anda penggemar kartun, Anda paling tidak pernah melihat bentuk "culun" nya lewat film-film keluaran Disney. Raccoon dengan nama latin Procyon Lotor, adalah binatang yang punya kampong halaman di Amerika Utara sono.

Memiliki ukuran panjang antara 41-71 cm dan berat badan 3,6-9 kg. Mamalia yang satu ini memang unik, selain bentuknya yang merupakan penggabungan tupai, kucing dan musang, beberapa fakta mengenai binatang itu sangat menarik. Aku sendiri baru mengetahuinya ketika iseng menonton sebuah film satwa yang diproduksi oleh salah satu stasiun TV asing. Nah mari kita mulai…

Pertama, ia termasuk binatang yang enggan berenang, tetapi jika diperlukan ia adalah perenang yang tangguh. Saking tangguhnya Raccoon sanggup melawan derasnya arus sungai.

Kedua, indra penglihatannya kurang baik. Beberapa ahli malah membuktikan jika Raccoon sebenarnya buta warna. Tetapi jika sedang berburu, ia dapat menangkap makanan yang jaraknya demikian jauh. Bukan lewat matanya, tetapi dengan menggunakan indra pendengarannya.

Kemudian ketiga,Raccoon termasuk binatang yang mencari makanan dekat dari sarang. Tetapi jika makanan disekitarnya sudah habis, Raccoon dapat berjalan hingga tujuh mil untuk mendapatkan makanan dan kembali lagi kesarangnya !

Keempat, untuk tempat tinggal biasanya Raccon memanfaatkan celah atau sarang yang sudah ada, tetapi jika tempat itu tidak ditemukan. Maka ia akan membuat sendiri sarangnya dengan tangannya yang luar biasa.

Kelima, sebenarnya Raccon punya habitat di mixed forest, tetapi karena penebangan hutan, area hutan mulai terbatas. Anehnya itu tidak membuat Raccoon punah, malah sebaliknya. Raccoon dapat hidup di mana saja. Pegunungan, ladang, pantai bahkan perumahan penduduk.

Sudah berapa tuh..? Oke ini yang keenam. Raccoon sebenarnya adalah pemakan serangga, tetapi jika menu makanan yang satu ini habis. Ia bisa makan apa saja, dari mulai ikan, burung, kulit kayu, hingga dedaunan. Mengagumkan bukan ?

Ngemeng-ngemeng soal Raccoon. Pikiranku langsung bercermin. Jika Raccoon didesign sedemikian rupa sehingga mampu mengatasi apa saja "permasalahan" hidupnya. Bagaimana dengan kita, manusia. Puncak dari segala ciptaan Sang Khalik. Manager sekaligus Pemimpin yang diserahi kekuasaan atas binatang dan seluruh kekayaan alam bumi ini.

Pasti nya kita didesign jauh lebih dashyat dari seekor Raccoon. TUHAN pasti sudah memperlengkapi kita dengan segala perlengkapan 1000 kali lebih hebat dari mahluk manapun juga dimuka jagat ini. Kalau Raccoon diperlengkapi dengan kemampuan fisik dan insting yang mengagumkan, untuk kita pastilah Ia sudah melengkapi kita dengan benih ilahi. *Wong kita ini special pake telor kok !!* Tinggal bagaimana kita menyadari dan memanggil keluar kekuatan ilahi yang tertanam dalam diri kita.

Seperti halnya Raccoon kemungkinan besar kemampuan luar biasa itu bisa muncul kepermukaan jika "ditrigger" oleh permasalahan hidup. Kesulitan-kesulitan membuat "kuasa" itu mencuat kepermukaan. Jika itu benar, berarti kita harus mengubah sikap dan pandangan psikologis kita terhadap sebuah persoalan.

Persoalan, kesulitan dan tantangan bukan musuh, melainkan guru, yang akan membuat kita menyadari betapa hebatnya kita didesign oleh Sang Pencipta. Manusia selalu jauh lebih dahsyat dari persoalan hidup apapun !! Segala hormat hanya bagi Dia, yang bersemayam dalam kekekalan, dari selama-lamanya sampai selama-lamanya.

*"In the middle of every difficulty lies opportunity"

(Albert Einstein) *

Sebagai penutup. Ada kejadian lucu yang aku alami sendiri waktu kecil, yang mungkin dapat dijadikan sedikit gambaran tentang uraian diatas. Waktu itu lutut ini sering mengalami nyeri-nyeri terutama ketika menjelang sore. Wah rasanya nggak enak banget. Setiap sore – terutama jika musim hujan- orang tua ku harus menyiapkan botol berisi air panas yang digunakan untuk mengkompres kaki.

Benar-benar merepotkan. Kebetulan ada seseorang yang menyarankan ku agar melatih kaki ini dengan cara jogging teratur. Saran yang waktu itu aku pikir lebih mirip sebuah *ledekan*. *Boro-boro* lari, jalan aja linu ! Waktu berlalu. Dan terjadilah sesuatu yang merubah semua itu.

Aku memang terkenal suka buah. Tetapi persoalannya buah itu didapat bukan dengan cara membeli tetapi lewat "maling". Suatu kali aku kena batunya. Pada saatsedang mencuri mangga di sebuah taman kanak-kanak sebelah rumah, keluarlah seekor anjing peliharaan yang pada saat itu kebetulan sedang tidak dirantai.

Bagaikan disambar petir rasanya. Tanpa mengeluarkan tembakan peringatan alias gonggongan, Si Hitam segera berkelebat kearah ku. Karena panik, aku segera berlari sekencang-kencangny a. Tunggang langgang. Dan terjadilah kejar-kejaran yang sangat seru antara "pencuri mangga" dan "penjaga mangga".

Beberapa yang orang sempat memergoki adegan dashyat tapi memalukan itu,malah bertepuk tangan sambil berteriak-teriak. Seolah sedang menonton pertandingan lari tujuh belasan. Aseemm tenan !!! Cukup lama dan panjang rute yang kami tempuh, dan Si Hitam tetap tidak sanggup menyusulku.

Tiba-tiba saja dalam waktu sepersekian detik, aku dapat wangsit. Teringat pesan kakek bahwa anjing takut jika kita berjongkok dan berpura-pura mengambil batu. Tanpa memperhitungkan jarak antara aku dan Si Hitam, aku sekonyong-konyong berjongkok mengambil batu sebisanya.

Reaksi ku yang tiba-tiba itu, tampak membuat Si Hitam gelagapan. Wajah sangar itu tiba-tiba berubah kecut. Kaki-kakinya yang tadi begitu bernafsu memburuku itupun,terlihat sibuk ngerem, "ngepot" kesana-sini sebisa mungkin, kemudian ngibrit menjauhiku. Ini dia…it's my turn..dengan refleks batu ditangan segera ku ayunkan kearahnya. Ia terlihat semakin panik.

Kini adeganpun berganti "penjaga mangga" terbirit-birit dikejar "pencuri mangga". Supporter dipinggir jalanpun ngakak nggak karuan. Ha..ha..ha.. aku pemenangnya. Tetapi bukan itu intinya, setelah insiden tidak berdarah itu, entah mengapa nyeri lututkupun berkurang. Dan aneh, aku jadi suka jogging.

Alhasil extrakurikuler yang kuikuti pada saat SMP adalah atletik. Hal itu berlanjut,jadi ikutan berlatih Taekwondo tiga kali seminggu, berenang disela-sela waktu luang karena kebagian ticket gratis, bahkan jadi hobby naik gunung ketika SMA. Wah kegiatan yang sama sekali tidak terpikirkan sebelumnya olehku. Apa jadinya jika waktu itu Si Hitam tidak mengejar aku. Mungkin sampai saat ini aku tetap ditemani botol culun berisi air panas untuk mengkompres lututku.

***

with friendship, respect & blessing

*Made Teddy Artiana, S. Kom

Friday, May 21, 2010

"Pencinta Sedekah" mengirimi Anda pesan di Facebook...


Posted by: "Heri" heri@kido.co.id

Dear all

  • Lebih baik tangan diatas dari pada tangan dibawah.
  • Insyaallah dengan sering bersedekah Rizki kita semakin banyak,,,,
  • "karena bersedekah itu bisa Menjauhkan diri dari segala penyakit dan juga melancarkan rizki"
  • Harta yang kita infak dan sedekahkan itu tidak akan hilang tetapi menjadi tabungan untuk kita diakhirat nanti, amiiiieeeen ya robbal alamin
Salam senyum Sedekah

Heri muslimin

Dengan meneruskan Email ini berarti kita turut bersedekah memberi pengetahuan dan kesadaran kesemua orang"Pencinta Sedekah" mengirimi Anda pesan di Facebook...

*******

"Sedekah itu seikhlasnya" kalimat itu biasanya yang saya gunakan kalo diminta sumbangan. "Maksudnya seikhlasnya apa sih Pak" tanya temen saya,"kalo Ada uang ya ngasih kalo gak Ada uang ya jangan dipaksakan", jawab saya. " sering sedekah?" tanya temen saya, " ya karena jarang punya uang ya jarang", jawab saya. " Lagian juga kalo punya uang kalo ngasihnya gak ikhlas percuma aja gak Ada pahalanya", saya nambahin.

Lain waktu, "Pak Ada Mobil keliling yang suka minta sumbangan tuh di depan rumah",kata anak saya, "Bilangin gak Ada ", jawab saya. "Belum tentu dananya juga bener disalurkan jangan2 dipake sendiri, daripada ngasihnya gak ikhlas mendingan gak usah aja" kata hati saya.

Lain waktu lagi, "Pak nih Ada edaran dari Panitia Pembangunan Mesjid di kompleks Bapak diminta jadi donatur untuk pembangunan Mesjid", kata istri saya. "Males ah, nyumbang pake diumumin segala, itu riya namanya nanti gak ikhlas jadinya", jawab saya.

Kata "ikhlas" menjadi senjata pamungkas saya sebagai tameng untuk tidak memberi. Percuma memberi kalo gak ikhlas, Dan sialnya ikhlas itu lama banget datangnya ke diri saya sehingga bertahun tahun saya menjadi orang yang jarang memberi.

Pertemuan saya dengan komunitas TDA ( Tangan Di Atas ) di Milad 3 yang menghadirkan Ustad Lihan mengubah pola pikir saya dalam bersedekah. Buku2 Dan ceramah Ustad Yusuf Mansur serta tulisan Ippho Santosa banyak member I wawasan baru mengenai nilai2 sedekah.

Untuk bersedekah sebenarnya gak usah nunggu ikhlas dulu, lakukan aja sesering mungkin. Bisa saja dalam 10 kali Kita bersedekah yang 6 tidak ikhlas awalnya tapi masih lumayan Ada 4 yang ikhlas. Dan kalo sering bersedekah lama2 akan jadi kebiasaan sehingga Nilai ikhlasnya sudah lebih banyak lagi yang pada akhirnya nanti bersedekah itu sudah menjadi kebiasaan sehari2.

Kalo bersedekah Ada unsur riya juga lakukan aja, toh yang rugi diri Kita sendiri kalo yang menerima sih masih bisa merasakan kebahagian. Lumayan masih tidak merugikan orang lain. Semua kegiatan yang baik memang awalnya harus dipaksa dulu sambil jalan diharapkan kesadaran mulai muncul.

Coba simak;

  • Sholat itu harus khusyu, memang kalo gak khusyu gak usah sholat?
  • Puasa itu harus bisa menjaga hawa nafsu, memang kalo gak bisa menjaga hawa nafsu gak usah puasa?
Bukannya lebih baik;

  • Sholat aja dulu nanti juga lama2 bisa khusyu
  • Puasa aja dulu nanti juga lama2 bisa menahan hawa nafsu
  • Sedekah aja dulu nanti juga lama2 bisa ikhlas.....
  • Jadi untuk bersedekah ternyata gak usah nunggu ikhlas dulu yang penting lakukan saja jangan dipikir jangan dihitung.... ..Just Action !!!

 

Salam berbagi

Tuesday, May 18, 2010

Bahaya Peranan Uang Dalam System Ekonomi Kapitalis


By : alihozi
Kita semua mengetahui bahwa peran asli uang adalah sebagai skala nilai umum dan sebagai media pertukaran, sebagai pemecah kesulitan-kesulitan yang timbul dari system barter. Tapi sekarang ini dalam masyarakat kita uang sudah memainkan peran lain yang tidak terkait dengan peran aslinya yaitu peran menimbun dan mengakumulasi kekayaan dan bahkan mendorongnya dengan melegalisasi system bunga.

Dengan uang banyak orang tidak hanya bisa membeli komoditas apapun yang ia inginkan, namun juga bisa menyimpan uang selama yang ia kehendaki. Hal inilah yang dikemukakan baik oleh JM Keynes dan Milton Friedmen dalam teori-teori mereka tentang permintaan atas uang dalam masyarakat kapitalis.

Peran insidental uang sebagai instrument penumpukan dan akumulasi kekayaan, merupakan peranan yang terpenting dalam naungan system ekonomi kapitalis. Peran ini mendorong terjadinya penumpukan kekayaan, ini akan menggoncang keseimbangan antara permintaan total dan penawaran total dari keseluruhan komoditas, baik secara produktif maupun konsumtif.

Akibatnya banyak kekayaan yang dihasilkan yang tersimpan tak dibelanjakan. Pasar kapitalis akan sulit menariknya keluar dan mengalami krisis penumpukan kekayaan yang dihasilkan. Keadaan ini akan bisa mematikan pergerakan produksi dan pada gilirannya kehidupan ekonomi secara umum. Dalam rentang waktu yang panjang, kapitalisme tidak menyadari ancaman kesulitan-kesulitan yang muncul tsb dari penumpukan kekayaan akibat peran insendital uang ini.

Kekayaan akan terkosentrasi di tangan segelintir individu, kesengsaraan akan merata menimpa sebagian besar anggota masyarakat karena orang kebanyakan tidak bisa memenuhi kebutuhan berbagai komoditas untuk hidup mereka karena menurunnya daya beli mereka.

Dalam system ekonomi Islam tidak seperti system ekonomi kapitalis tsb, Islam sangat menentang penumpukan kekayaan dengan membebankan zakat atas harta yang ditumpuk, dan mendorong pembelanjaan uang dalam ranah-ranah produktif maupun konsumtif.

Firman Allah,SWT dalam Al-Qur'an : "..supaya harta itu jangan hanya beredar diantara orang-orang kaya saja diantara kalian". Qs 59:7

Dalam suatu riwayat Imam Ja'far Ash-Shadiq salah satu keturunan Rasulullah,SAAW yang terkenal menyatakaan, " Allah,SWT telah menganugerahi kalian kekayaan yang melimpah agar kalian membelanjakannya. Dia tidak menganugerahi kalian dengan semua itu untuk kalian timbun".

Oleh karena itu untuk mencegah bahaya peranan uang dalam system ekonomi kapitalis yang telah diuraikan diatas, kita semua harus mempunyai kesadaran penuh untuk melakukan introspeksi diri masing-masing apakah selama ini kita sudah menjalankan system ekonomi Islam dalam kehidupan kita sehari-hari yaitu :

  1. Melaksanakan kewajiban membayar zakat , infaq dan sedekah dari harta kekayaan yang kita miliki.
  2. Membelanjakannya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari - hari tanpa berperilaku boros dan berlebih-lebihan
  3. Membelanjakannya untuk membantu orang-orang yang tidak mampu baik dari sanak family kita sendiri maupun orang lain, walaupun mungkin family kita tsb atau orang lain tidak meminta-minta kepada kita, tapi terlihat dari tanda-tanda mereka kalau mereka memang membutuhkan bantuan pertolongan kita.
  4. Membantu kegiatan-kegiatan agama Islam dan kegiatan-kegiatan sosial di masyarakat.
  5. Menginvestasikan harta kita di ranah-ranah produktif
Ya Allah Ya Tuhan Kami, kami berlindung kepadaMu dari Sifat Bakhil atau Kikir dan berilah petunjukMu kepada kami agar kami bisa menggunakan harta kami sebaik-baiknya di jalan yang Engkau ridhai...Amiin

Wallahua'lam

Salam
Al-Faqir

Tuesday, April 20, 2010

Diam Tidak Selalu Emas


Remaja membutuhkan lebih dari kehadiran dan perhatian orang tua

Berbagai macam problematika hidup yang dihadapi oleh seorang anak dan para remaja kerap kurang mendapatkan perhatian dari sisi orang tua. Tidak heran, kasus bunuh diri yang dilakukan oleh sejumlah remaja di ibu kota terjadi karena kurang berfungsinya keluarga sebagai pranata sosial dalam menemani sang anak menghadapi permasalahan keseharianya.

Permasalahan tersebut timbul dari hal yang kecil hingga hal besar, dari kenakalan remaja, putus cinta, sampai penggunaan obat-obat terlarang. Para anak dan remaja membutuhkan lebih dari sekedar perhatian dan kehadiran kita untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ia hadapi.

Seperti dilansir psychologytoday.com, Steve Sisgold yang merupakan seorang Body Centered Therapist, mengungkapkan bahwa para orang tua dan guru harus mampu mengajari remaja dan anak didik mereka untuk mendengar dan percaya kepada insting keberanian mereka.

Dikarenakan bahwa tubuh memiliki sistem pengamanan alamiah yang berasal dari otak manusia. Ia menambahkan bahwa apabila para remaja mampu menyesuaikan dengan kekuatan yang mereka miliki, mereka akan mendapat kesempatan untuk membuat keputusan yang jauh lebih baik.

Budaya didik kita yang selama ini dikenal kaku sehingga mengikat kebebasan berpikir dan berkespresi cukup berpengaruh terhadap perkembangan psikologis seorang anak untuk menyatakan kekhawatiran dan ketidaknyamanan yang ia rasakan.

Terkadang remaja hanya memilih untuk diam menerima kenyataan pahit yang sedang ia rasakan. Tidak heran, apabila tidak ditangani dengan serius, efek stress atau depresi dapat menyebabkan para remaja mencari pelarian atau jalan keluar dengan mengkonsumsi obat-obatan terlarang dan mungkin memutuskan untuk mengakhiri hidup.

Kepercayaan dan kebebasan yang terkontrol dapat menjadi solusi bijak bagi kesehatan jiwa dan pikiran seorang remaja. Apalagi di era kebebasan informasi saat ini, orang tua dan para pendidik juga harus semakin cerdas dan tanggap untuk mencegah dampak negatif yang dapat mengancam kesehatan psikologis pada seorang remaja. Karena cyber bullying kerap terjadi dan mengancam seorang remaja baru-baru ini, sedangkan orang tua apabila tidak melek teknologi jadi tidak bisa mengawasi hingga ranah tersebut.

Andi Primaretha

Tuesday, April 6, 2010

Wonderful Explanation of God's plan


Kadang kita bertanya dalam hati dan menyalahkan Tuhan, "Apa yang telah saya lakukan sampai saya harus mengalami ini semua?" atau "kenapa Tuhan membiarkan ini semua terjadi pada saya?"

Here is a wonderful explanation...

Seorang anak memberitahu ibunya kalau segala sesuatu tidak berjalan seperti yang dia harapkan. Dia mendapatkan nilai jelek dalam raport, putus dengan pacarnya, dan sahabat terbaiknya pindah ke luar kota. Saat itu ibunya sedang membuat kue, dan menawarkan apakah anaknya mau mencicipinya, dengan senang hati dia berkata, "Tentu saja, I love your cake."

  • "Nih, cicipi mentega ini," kata Ibunya menawarkan.
  • "Yaiks," ujar anaknya.
  • "Bagaimana dgn telur mentah?"
  • "You're kidding me, Mom."
  • "Mau coba tepung terigu atau baking soda?"
  • "Mom, semua itu menjijikkan."
Lalu Ibunya menjawab, "Ya, semua itu memang kelihatannya tidak enak jika dilihat satu persatu. Tapi jika dicampur jadi satu melalui satu proses yang benar, akan menjadi kue yang enak." Tuhan bekerja dengan cara yang sama. Seringkali kita bertanya kenapa Dia membiarkan kita melalui masa-masa yang sulit dan tidak menyenangkan.

Tapi Tuhan tahu jika Dia membiarkan semuanya terjadi satu per satu sesuai dengan rancanganNya, segala sesuatunya akan menjadi sempurna tepat pada waktunya. Kita hanya perlu percaya proses ini diperlukan untuk menyempurnakan hidup kita.

Please bear in mind, Tuhan teramat sangat mencintai kita. Apakah Anda tidak menyadari bahwa Dia mengirimkan bunga setiap musim semi, sinar matahari setiap pagi. Dia mendengarkan setiap saat kita ingin bicara. Dia ada setiap saat kita membutuhkanNya, Dia ada di setiap tempat...

All you have to do is believe that whatever happen to you now is a part of his beautiful plan...


 

Sumber ; conectique

Ucapan Terima Kasih untuk Tuhan


Aku bermimpi suatu hari aku pergi ke surga dan seorang malaikat menemaniku dan menunjukkan keadaan di surga. Kami berjalan memasuki suatu ruang kerja penuh dengan para malaikat.

Malaikat yang mengantarku berhenti di depan ruang kerja pertama dan berkata, "Ini adalah Seksi Penerimaan. Di sini, semua permintaan yang ditujukan pada Allah diterima". Aku melihat-lihat sekeliling tempat ini dan aku dapati tempat ini begitu sibuk dengan begitu banyak malaikat yang memilah-milah seluruh permohonan yang tertulis pada kertas dari manusia di seluruh dunia.

Kemudian aku dan malaikat-ku berjalan lagi melalui koridor yang panjang lalu sampailah kami pada ruang kerja kedua. Malaikat-ku berkata, "Ini adalah Seksi Pengepakan dan Pengiriman. Di sini kemuliaan dan rahmat yang diminta manusia diproses dan dikirim ke manusia-manusia yang masih hidup yang memintanya".

Aku perhatikan lagi betapa sibuknya ruang kerja itu. Ada banyak malaikat yang bekerja begitu keras karena ada begitu banyaknya permohonan yang dimintakan dan sedang dipaketkan untuk dikirim ke bumi.

Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai pada ujung terjauh koridor panjang tersebut dan berhenti pada sebuah pintu ruang kerja yang sangat kecil. Yang sangat mengejutkan aku, hanya ada satu malaikat yang duduk disana, hampir tidak melakukan apapun. "Ini adalah Seksi Pernyataan Terima Kasih", kata Malaikatku pelan. Dia tampak malu.

"Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada pekerjaan disini?", tanyaku. "Menyedihkan" , Malaikat-ku menghela napas. "Setelah manusia menerima rahmat yang mereka minta, sangat sedikit manusia yang mengirimkan pernyataan terima kasih". "Bagaimana manusia menyatakan terima kasih atas rahmat Tuhan?", tanyaku. "Sederhana sekali", jawab Malaikat. "Cukup berkata : Terima kasih, Tuhan. Dan berbuatlah kebajikan bagi sesamamu serta jauhilah kejahatan".

"Lalu, rahmat apa saja yang perlu kita syukuri", tanyaku. Malaikat-ku menjawab,

  • "Jika engkau mempunyai makanan di lemari es, pakaian yang menutup tubuhmu, atap di atas kepalamu dan tempat untuk tidur, maka engkau lebih kaya dari 75% penduduk dunia ini.
  • "Jika engkau memiliki uang di bank, di dompetmu, dan uang-uang receh, maka engkau berada diantara 8% kesejahteraan dunia".
  • "Dan jika engkau mendapatkan pesan ini di komputer mu, engkau adalah bagian dari 1% di dunia yang memiliki kesempatan itu".
  • Juga.... "Jika engkau bangun pagi ini dengan lebih banyak kesehatan daripada kesakitan ... engkau lebih dirahmati daripada begitu banyak orang di dunia ini yang tidak dapat bertahan hidup hingga hari ini".
  • "Jika engkau tidak pernah mengalami ketakutan dalam perang, kesepian dalam penjara, kesengsaraan penyiksaan, atau kelaparan yang amat sangat .... Maka engkau lebih beruntung dari 700 juta orang di dunia".
  • "Jika orangtuamu masih hidup dan masih berada dalam ikatan pernikahan ... maka engkau termasuk orang yang sangat jarang".
  • "Jika engkau dapat menegakkan kepala dan tersenyum, maka engkau bukanlah seperti orang kebanyakan, engkau unik dibandingkan semua mereka yang berada dalam keraguan dan keputusasaan".
  • "Jika engkau dapat membaca pesan ini, maka engkau menerima rahmat ganda, yaitu bahwa seseorang yang mengirimkan ini padamu berpikir bahwa engkau orang yang sangat istimewa baginya, dan bahwa, engkau lebih dirahmati daripada lebih dari 2 juta orang di dunia yang bahkan tidak dapat membaca sama sekali".
Nikmatilah hari-harimu, hitunglah rahmat yang telah Allah anugerahkan kepadamu. "Dan ingatlah tatkala Tuhanmu menyatakan bahwa, 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambahkan lebih banyak nikmat kepadamu' ".

Ditujukan pada : Departemen Pernyataan Terima Kasih. "Terima kasih, Allah! Terima kasih, Allah, atas anugerahmu berupa kemampuan untuk menerjemahkan dan membagi pesan ini dan memberikan aku begitu banyak teman-teman yang istimewa untuk saling berbagi".

Sumber ; conectique

Monday, April 5, 2010

Tuhan Tidak Pintar Matematika

conectique.  Dari pengamatan saya terhadap keseharian yang saya temui, saya dapat menyimpulkan satu hal: Tuhan memang serba bisa, tapi Dia tidak pintar matematika. Kesimpulan ini bukan tanpa dasar lho. Banyak bukti empiris yang mendukung kesimpulan saya ini.

Sebagai seorang "fresh graduate", saya tak mungkin mengharapkan penghasilan tinggi dalam waktu sekejap. Terlebih karena saya memegang prinsip bahwa hal yang terpenting dalam bekerja adalah kepuasan hati. Saya lebih memilih pekerjaan yang mungkin tak segemerlap pekerjaan yang dipilih teman-teman seangkatan saya, tapi mampu "memuaskan" idealisme saya.

Saya memang sangat mencintai dan menikmati pekerjaan saya saat ini. Tapi saat saya berbincang dengan seorang teman yang bekerja di ibukota, ia mulai membandingkan penghasilan kami (dari sisi finansial tentunya). Jelas saja saya kalah telak darinya. Saya sempat jengkel sebentar. Bagaimana tidak. Selama bermahasiswa, sepertinya prestasi kami sejajar, bahkan saya lebih dahulu lulus ketimbang dia. Tapi kenapa Tuhan tidak menitipkan rejeki yang sama besarnya dengan yang dititipkan pada teman saya ini?

Tapi, begitu saya merenungkan kembali segala kebaikan Tuhan saya menemukan satu hal yang luar biasa. Ternyata penghasilan saya yang tak seberapa itu cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saya, bahkan untuk mengirim adik ke bangku kuliah.

Padahal logikanya pengeluaran saya per bulannya bisa sampai dua kali lipat penghasilan saya. Lalu darimana sisa uang yang saya dapat untuk menutupi kesemuanya itu? Wah, ya dari berbagai sumber. Tapi saya percaya tanpa campur tangan-Nya, itu semua tidak mungkin. Nah, ini salah satu alasan mengapa Tuhan tidak pintar matematika. Lha wong seharusnya neraca saya sudah njomplang kok masih bisa terus hidup.

Bukti kedua adalah kesaksian seorang teman.Ia mengaku kalau semenjak lajang, penghasilannya tidak jauh berbeda dengan sekarang. Anehnya, pada saat ia masih membujang, penghasilannya selalu pas. Maksudnya, pas akhir bulan pas uangnya habis.

Anehnya, begitu ia berkeluarga dan memiliki anak, dengan penghasilan yang relatif sama, ia masih bisa menyisihkan uang untuk menabung. Aneh bukan? Berarti kalau bagi manusia 1 juta dibagi satu sama dengan 1 juta dan 1 juta dibagi dua sama dengan 500 ribu, tidak demikian bagi Tuhan. Dari kesaksian teman saya, satu juta dibagi 3 sama dengan satu juta dan masih sisa. Betul kan bahwa Tuhan itu tidak pintar matematika?

Ah, saya cuma bercanda kok. Buat saya, kalau dilihat dari logika manusia Dia memang tidak pintar matematika. Mungkin murid saya yang kelas 2 SD lebih pintar dari Dia. Tapi satu hal yang harus digaris bawahi: MATEMATIKA TUHAN BEDA DENGAN MATEMATIKA MANUSIA. Saya tidak tahu dan mungkin tidak akan pernah sanggup mengetahui persamaan apa yang digunakan Tuhan. Tapi kalau boleh saya menggambarkan, ya kira-kira demikian:

X= Y dimana

X = pemberian Tuhan

Y = kebutuhan

Ya, Tuhan selalu mencukupkan apapun kebutuhan kita. Tanpa kita minta pun, Dia sudah "menghitung" kebutuhan kita dan menyediakan semua lewat jalan-jalan- Nya yang terkadang begitu ajaib dan tak terduga.

Menyadari hal itu, saya bisa menanggapi cerita teman-teman yang "sukses" dengan penghasilan tinggi di luar kota dengan senyum manis. Soal penghasilan Tuhan yang mengatur. Untuk apa saya memusingkan diri dengan berbagai kekhawatiran sementara Dia telah menghidangkan rejeki di hadapan saya. Yang perlu saya lakukan hanyalah melakukan bagian saya yang tak seberapa ini sebaik mungkin, dan Ia yang akan mencukupkan segala kebutuhan saya.

Tuesday, March 30, 2010

Kahlil Gibran Sang Maestro


Di tengah situasi politik yang sedang menghangat kini, ada baiknya kita rehat sejenak ya…agar hati lebih sejuk, nyaman dan tenang, mari kita berbicara, menyimak dan larut sedikit ke dalam keindahan cinta yang dilukiskan melalui sastra.

Ketika suatu cinta sudah tertanam dan bersenandung dalam relung hati dan kedalaman jiwa kita, tak terelakkan raga kita akan turut larut pula dalam alur cinta yang menguasai diri kita tersebut. Di antara keriuhan yang bergemuruh dalam sukma itu, peran karya sastra akan terasa penting dalam meng-ejawantah-kan segala sesuatu yang mengaliri darah kita.

Hal ini juga sebagaimana direfleksikan oleh seorang Kahlil Gibran sebagai seorang penyair, pelukis, filofof besar dunia. Cinta serta kegalauan yang demikian itu cukup banyak tersirat dan tersurat dalam berbagai jenis karya sastra yang telah Gibran ciptakan. Dimulai dari karangan puisinya, logat pemikirannya dan gaya lukisannya, sampai kepada sikap, perilaku kehidupan pribadinya.

Sebelum lebih jauh kita mendalami bara cinta dalam seorang Kahlil Gibran, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu siapa dia, sehingga mampu melahirkan berbagai karya yang sedemikian hebat dan memikat. Karya-karyanya dapat kita baca dan nikmati sampai kini, tak lekang oleh waktu dan dimakan zaman. Seolah-olah bara cinta yang Gibran tuangkan dalam sebentuk sastra tiada pernah padam.

Kahlil Gibran lahir pada tanggal 06 Januari 1883 dekat Holy Cedar Grove-semak cedar berduri yang suci-di tepianWadi Qodisha-lembah kudus atau lembah suci-dalam sebuah kota Beshari, Lebanon. Gibran terlahir dari seorang ibu yang merupakan anak dari seorang pendeta bernama Istiphan Rahmah. Kamilah-nama ibu Kahlil Gibran-ketika menikah dengan ayahnya Kahlil Gibran sudah mempunyai seorang putra yang bernama Boutros, hasil dari perkawinannya yang pertama dengan Hanna Abdes-Salaam Rahmah.

Kahlil Gibran mempunyai dua orang adik perempuan, dan satu kakak tiri laki-laki. Sekitar rahun 1885 adik perempuan pertama Gibran terlahir, bernama Miriana, disusul dua tahun kemudian adik perempuannya yang kedua terlahir pula bernama Sulthanah. Kurang delapan tahun setelah Sultanah terlahir, pada tahun 1895, keluarga Gibran berimigrasi ke Amerika Serikat dan menetap di Cina Town, Boston. Sementara ayahnya tidak turut serta dan memilih tetap tinggal di Libanon. Baru sekitar 1897 Gibran kembali lagi ke Libanon.

Sekembalinya dari Amerika Serikat, Gibran mengikuti kursus yang cukup intensif di sekolah Al-Hikmah Libanon. Gibran mempelajari berbagai macam mata pelajaran di luar kurikulum sekolah, Kahlil Gibran cenderung lebih memilih membenamkan dirinya ke dalam kesusastraan Arab, baik yang kuno maupun yang modern. Salah satu keseriusan Gibran dalam menggeluti kesusastraan Arab adalah dengan aktif menggiatkan munculnya kesusastraan kontemporer Arab.

Dua tahun setelah Gibran berada di Libanon, saat datangnya liburan musim panas di Beshari, Gibran mengalami jatuh cinta yang cukup serius dengan serang perempuan muda yang cantik bernama Selma, putri dari salah seorang teman terdekat ayahnya. Gibran menggambarkan kisah cintanya itu dalam bentuk semi otobiografi yang berjudul Al-'Ajnihah Al-Mutakassirah-

The Broken Wings (Sayap-sayap patah). Buku karya Kahlil Gibran yang sangat popular tersebut, ditulisnya pada musim gugur ketika dalam perjalanannya kembali ke Boston. Kali ini Kahlil Gibran sebelum ke tujuan utamanya yaitu Boston, melewati kota Paris terlebih dahulu untuk sekedar melihat keindahan dan berbagai keunikan, keberagaman karya seni kota Paris.

Dalam salah satu filosofinya Gibran mengungkapkan dalam bahasa kepuitisannya bahwa; "Setiap kecantikan atau pun keagungan di dunia ini dihasilkan berkat pemikiran atau perasaan dalam diri manusia. Segala sesuatu yang dibuat generasi terdahulu yang kita lihat kini sebelumnya merupakan pikiran dalam otak laki-laki atau getar perasaan dalam hati perempuan."

Pemikiran yang berdasarkan cinta, selalu Gibran dengungkan melalui setiap berbagai karyanya. Ungkapan di atas merupakan wujud cinta yang Gibran paparkan. Di sana Gibran mencoba mengungkap cinta yang terlahir antara cintanya seorang laki-laki yang lebih mengedepankan logika dari otaknya. Sedangkan cinta seorang perempuan lebih banyak menyodorkan tentang perasaan, nurani dan nalurinya untuk meraba hasrat cinta.

Beberapa tahun kemudian Gibran kembali lagi ke Libanon sebagai pemandu jalan/ wisata yang sekaligus sebagai penerjemah bagi satu keluarga Amerika. Pada saat itu pula tahun1902, Gibran mendengar berita kematian adiknya Sulthanah dan sakit keras yang menimpa ibunya, sehingga Gibran segera kembali lagi ke Boston untuk menjenguk keluarganya.

Di tahun berikutnya, pada bulan Maret 1903 kakak tirinya, Boutros meninggal dunia, yang tiga bulan kemudian disusul oleh kematian ibunya. Keluarga Gibran meninggal akibat tuberkolosis, sehingga di Boston Gibran tinggal berdua saja dengan adiknya Miriana.

Keseriusan Gibran dalam bidang seni yang ditunjang pula oleh bakat alamnya yang besar, menarik perhatian seorang fotografer ternama kala itu, Fred Holland Day, yang menjadi pendukung pertama. Pada Januari 1904 Gibran mengadakan pameran lukisan pertamanya disertai dengan gambar dirinya. Pameran itu sendiri diadakan di studionya Fred Holland Day.

Dalam pameran yang kedua, yang diadakan bulan Februari, Gibran membuka pamerannya di Cambridge School, yang merupakan lembaga pendidikan swasta yang dimiliki dan dikelola langsung oleh Mary Haskell. Mary Haskell adalah teman terdekat Gibran yang berperan juga sebagai pelindung dan sponsornya dalam setiap kegiatan kesusastraanya.

Di Cambridge School, Gibran berjumpa dengan seorang perempuan muda yang cukup impulsive dan terbilang sangat cantik berasal dari Perancis, bernama Emilie Michel, yang di kalangan teman-temannya dipanggil Micheline. Gibran sempat jatuh cinta pada perempuan tersebut. Berikut ungkapan cinta mistik Gibran ;

"Wahai yang diungkapkan jiwa dan yang disembunyikan oleh malam…wahai roh yang indah, yang melayang-layang di langit mimpiku, engkau telah melewatiku seperti hembusan angin, membawakan bagi diriku yang lapar wewangian bunga syurga; engkau telah menyentuh inderaku dan membuatnya gelisah serta bergetar seperti dedaunan. Izinkanlah aku melihatmu sekarang kalau engkau manusia, atau perintahkanlah tidur untuk menatap mataku agar aku dapat melihat kebesaranmu lewat bathinku. Izinkanlah aku menyentuhmu; izinkanlah aku mendengar suaramu.

Singkapkanlah selubung yang menutupi keseluruhan maksudku, dan hancurkanlah dinding yang menyembunyikan keilahianku dari mataku, lalu pasanglah sepasang sayap pada diriku agar aku bisa terbang di belakangmu menuju ruang-ruang alam semesta yang tinggi. Atau sihirlah mataku agar aku dapat mengikutimu menuju penyergapan Jin kalau engkau adalah salah seorang mempelai wanita mereka. Kalau aku layak, letakkanlah tanganmu pada hatiku dan kuasailah hatiku."

Sebenarnya ungkapan di atas bukanlah pernyataan Gibran tentang cintanya pada seorang perempuan yang berasal dari Perancis tersebut, atau pastinya tidak ada kaitannya dan hubungannya dengan kejatuh hatianya saat di Cambridge School. Hal ini hanya merupakan senandung cinta Gibran yang sedikit berbau/beraroma mistik, dan sengaja saya petikkan untuk para pembaca, mengingat kedalaman imajinasinya Gibran akan sebuah cinta.

Gibran pun pernah menjalin hubungan cinta yang sastrawi dengan seorang penulis Libanon yang tinggal di Mesir, bernama May Zaidah. Jenis hubungan ini sangat unik pada masanya, karena sebuah perkenalan dan cinta yang hanya lewat surat-menyurat dan berlangsung kurang lebih selama dua puluh tahun. Hakikat yang mereka peroleh sebenarnya semacam suatu keintiman dan harmoni pemahaman yang langka, yang hanya mampu diputuskan oleh kematian Gibran.

Telah banyak karya tulis yang sudah Gibran bukukan dan diterbitkan, di antaranya yang paling popular adalah : Sang Nabi (The Prophet), Sayap-sayap Patah (Al-'Ajinhah Al-Mutakassirah-The Broken Wings), Yesus Anak Manusia (Jesus the Son of Man). Yang disebut terakhir ini adalah karyanya yang terpanjang dan fenomenal, karena ditulis oleh Gibran yang notabene masih mempunyai garis keturunan dari pendeta Nasrani.

Kahlil Gibran meninggal dunia pada hari Jum'at 10 April 1931 di St. Vincent Hospital, New York, setelah sakit berat dan berlangsung cukup lama. Gibran meninggal dunia akibat terkena sirosis hati dengan tuberkolosis awal dalam sebelah paru-parunya.

Sebelum meninggal Gibran sempat menulis dua buah buku sastra, Wonderer (Peziarah) yang sudah diselesaikannya, dan baru diterbitkan pada tahun 1932 setelah Gibran tiada. Sedangkan satunya lagi, Garden of The Prophet (Taman Sang Nabi) yang belum selesai sepenuhnya ditulis oleh Gibran, sehingga dalam garapannya dilengkapi oleh Barbara Young, penyair Amerika yang pernah menemani Gibran selama tujuh tahun terakhir. Karya tersebut baru beredar sekitar tahun1933.

Sumber : kompas

Monday, March 29, 2010

Antara Dokter, Pasien dan Obat….


Belum ada chart.

Belum ada chart.
Dunia medis Indonesia tidak terlepas dari tiga unsur penting,

  1. yaitu Dokter (obyek),
  1. Pasien (obyek),
  2. dan Obat (alat).
Selanjutnya didukung oleh oleh peralatan penting lainya.  Seringkali dokter itu bersikap acuh, sombong banhkan terkesan maunya sendiri. Dan ternyata ini menjadi banyak guncingan banyak orang di sekitar kita. Parahnya lagi, ternyata tidak sedikit dokter yang lemah di dalam men-diaognosa. Wah hasil, terjadilah sesuatu yang tidak diinginkan oleh obyek (pasien). Wajarlah jika banyak masyarakat mengatakan:" paling dokter itu belajarnya nyontek ya…? kok diagnosanya sangat lemah, dan tidak akurat.

Pasien adalah fihak yang lemah. Ketika dokter mendiagnosa dengan oenyakit tertentu. Maka, tidak ada kekuatan apapun untuk melawan titah seorang dokter, belum lagi resep obatnya tidak bisa dibaca oleh banyak orang. Dengan alasan" Nanti bisa dipergunakan semena-mena, atau apakah? Yang jelas, dokter itu ibarat pekerjaan sakral yang tidak boleh digugat, bahkan disalahkan. Apalagi merasa bersalah, walaupun sudah nyata-nyata salah? Begitu ampuhnya kekuatan dokter, sehingga tidak ada kekuatan yang bisa menyentuhnya….

Obat…adalah bagian dari dunia medis. Seringkali dokter itu kolaborasi dengan dunia parmasi untuk mengeruk kantong pasien dalam-dalam. Memang ini tidak bisa dipungkirii, karena dokter sendiri sekolahnya mahal. Sehingga, ada sebagian mereka yang tujuan ilmunya hanyalah profit oriented. Bukan menolong pasien yang menderita dan tidak berdaya.

Coba lihatlah….langka sekali dokter itu miskin, di daerahku rata-rata mobilnya bagus (mewah) rumahnya mewah. Kaluapun ada dokter yang miskin, pasti ada yang mencibir. Dokter kok miskin, apa ngak laku ya?. Memang, tidak semua dokter itu kaya, saat ini banyak sekali lulusan dokter yang nganggur karena sulitnya pekerjaan dan ruwetnya peraturan praktek.

Prof. Dr. Ahmad Tafsir pernah menyampaikan kuliah di UIN malang, bahwa saat ini tidak sedikit dokter yang pengangguran. Di beberapa daerah, ada dokter yang memang tidak bisa mengembangkan ilmunya. Mereka kadang numpang praktek kepada mitra sesama dokter, dengan tujuan agar bisa membeli makan, atau apalah….?

Jadi, mestinya antara dokter, pasien, dan parmasi itu memiliki filsafat kedokteran yang menjungjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Sebagaimana baju putih yang dikenakan oleh para dokter. Kenapa para medis menggunakan baju putih? ada yang menjawab" Biar tidak sama dengan dukun? bener juga jawaban ini.

Trus, apa ada jawaban lain? menurut teman saya" Agar supaya terlihat jelas jika ada kotoran yang menempel, karena seorang dokter itu harus bersih dari kotoran, dan menjadi contoh bagi pasienya. Kan lucu jika seorang dokter memakai pakaian yang kumuh, atau warna warni. Lagi pula dokter itu kan bukan penari atau penyanyi.

Jawaban ini belum mengena. Menurut saya pribadi: Sesungguhnya, pakaian putih seorang dokter itu adalah filsafat, artinya seorang dokter itu mesti tulus dan profesional di dalam memberikan pelayanan  kemanusiaan kepada pasien. Putihnya baju itu mesti mencerminkan putihnya tujuan seorang dokter.

Jangan sampai putihnya baju itu kotor dengan uang, atau menjadikan pasien itu sebagai komoditas dagangan. Menjual obat dengan harga yang mahal, padahal ada obat generik yang bisa. Jika telah dikotori dengan beragam cara untuk mendapatkan uang. Berarti, sang dokter itu tidak pantas mengenakan pakaian putih. Lebih bagus memakai pakaian hitam yang artinya sama dengan DUKUN?



Sumber : kompas

5 Kategori Manusia


Sunan Gunung Djati-Dalam aktifitas kehidupan sehari-hari, mungkin kita dapat membagi manusia dalam 5 kategori:

  1. Orang yang WAJIB ADA, yakni orang yang harus ada dalam suatu aktifitas atau situasi, sebab jika dia tidak ada, semua urusan menjadi berantakan.

  2. Orang yang SUNNAT ADA, yakni orang yang keberadaannya lebih baik daripada jika dia tidak ada. Jika dia ada, dia memberi banyak manfaat, sehingga berbagai kegiatan menjadi lancar. Tetapi, tidak apa-apa juga sih kalau dia tidak hadir. Kegiatan akan tetap berjalan, sekali pun menjadi kurang sempurnya. Ungkapan yang biasa digunakan jika dia tidak ada kira-kira begini, "Ah, hanjakal si eta teu hadir…"

  3. Orang yang MAKRUH ADA, yakni orang yang lebih baik tidak ada dalam suatu kegiatan daripada ada. Jika dia ada, suasana menjadi kurang menyenangkan. Kegiatan akan tetap berjalan, sekali pun menjadi agak terganggu.

  4. Orang yang HARAM ADA, yakni orang yang jika dia ada segala sesuatu menjadi berantakan, karena itu dia wajib tidak ada.

  5. Orang yang MUBAH ADA, yakni orang yang ada dan tidak adanya nggak ngaruh apa-apa…
Salam,
Afif Muhammad

Friday, March 26, 2010

Menyembelih Perasaan


Have you heard sound of silence ?"
It's like soul of cages, trapped between reality and fantasy......"
Pierre-Auguste Renoir (1841 - 1919)

Jauh sebelum bibit permusuhan antara kerajaan Alengka lawan kerajaan Ayodya meruyak, tiga bersaudara; Rahwana, Kumbakarna dan Gunawan Wibisana dari Alengka; itu persis saudara kembar yang tak mudah dibedakan wajah maupun tingkah lakunya.

Meski Rahwana dan Kumbakarna bertampang raksasa namun ketika rakyatnya membandingkannya dengan Gunawan Wibisana, si ksatria yang tampan, selalu saja mereka mendapatkan wajah Wibisana memancar dari wajah-wajah Rahwana maupun Kumbakarna. Begitu juga, setiap wajah Wibisana ditatap, selalu saja wajah kedua kakaknya itu semburat mewarnai wajah adiknya. Dari sini tumbuhlah ketiga bersaudara itu hidup dalam keharmonisan sama rata sama rasa.

Gunawan Wibisana yang jenius dalam hal politik, ekonomi, sosial, kebudayaan, manajemen dan perbankan dengan sendirinya menjadi jubir dan duta keluarga untuk melanglang buana. Bertemu dengan semua maharaja dan pemimpin-pemimpin tertinggi dunia, Wibisana berjasa besar dalam memajukan hidup berdampingan dalam damai antar negara.

Namun apa mau diharap jika kemudian panas setahun, musnah oleh hujan sehari, terjadi. Ketika Rahwana untuk pertama kalinya melihat Dewi Sinta; permaisuri Rama; nah, dari sinilah awal malapetaka; Rahwana jatuh cinta. Mabuk kepayang ini tak tertanggungkan lagi, lebih-lebih ketika Rahwana menobatkan dirinya sebagai maha-raja Alengka.

Sejak Rahwana tak kesampaian maksudnya mempersunting Sinta, Rahwana lalu menyerap segala kekuatan untuk menambah kekuatan dirinya yang sesungguhnya sudah amat tegar itu. Manusia, binatang, tumbuhan dan benda-benda dibunuhnya, untuk disedot kekuatannya.

Wibisana, yang sangat mencintai kakaknya selalu mencoba mengingatkan; "Kakanda Rahwana adalah yang paling berhak atas perasaan cinta kakanda sendiri, meskipun begitu jangnlah didahului dengan menentukan nasib orang lain." "Wibisana, kau tahu apa tentang perasaan cinta ?' sergah Rahwana.

"Kakanda, cinta itu adalah hak setiap orang dan hanya mereka yang mengalaminya mampu merasakan hakikinya perasaan tersebut." dengan lembut Wibisana berusaha menerangkan pada saudaranya tercinta. "Karena akulah yang mengalaminya, kau tidak berhak untuk mengguruiku ! Wibisana, rebutlah Sinta untuk kakakmu ini," desak Rahwana.

"Cinta bagi saya bukanlah seperti yang dirasakan oleh kakanda, kepada sesama mahluk kakanda menundukan diri, padahal Hyang Widi-lah sebagai tujuan akhir cinta. Dia menciptakan mahluk agar mengenal-Nya. Bila sudah mengenal-Nya mereka akan menyembah-Nya dan mencintai-Nya. Bila sudah mencintai-Nya,dibukakanlah rahasia-rahasia kerajaan-Nya. Dan ketika menyaksikan cahaya kekuasaan-Nya, bertambahlah kenikmatanku,"kata Wibisana.

Wibisana melanjutkan kata-katanya "Kakanda, apabila memang bersikeras untuk jatuh cinta kepada istri orang dan tetap membunuh semua mahluk, pancunglah saya ! Seraplah seluruh kesaktianku, jiwa, ruh dan nyawa hingga kau puas dan rasakanlah bahwa ini bentuk cinta-ku pada Hyang Widi."

Akhirnya Rahwana membunuh Wibisana. Jiwa, ruh dan nyawanya disedot Rahwana ketika mencuat dari tenggorokannya. Begitu terisap kekuatan prahara si Adik,kaget bukan kepalangnya Rahwana mendengar suara Wibisana, " I hear the voice whispering on me. Do you have sufferance ? The answer of that question is just only your reflection but I have my own,.......that is You, brother."

Wibisana meng"kurban"kan dirinya sendiri untuk rasa kasihnya pada saudara dan cintanya kepada terminal akhir, Sang Hyang Widi.

Ridho Hasan Rosid

Wednesday, March 24, 2010

Masalah


oleh Cahyo Sukaryo

Dalam hidup, tiap orang pasti akan selalu berkutat dengan masalahnya masing2.. Besar atau kecilnya, mungkin tak kan pernah ada yg tahu, selain mereka yg merasakan. Berat ringannya; tergantung pada apa yg mereka inginkan dlm hidup, pada apa yg mereka impikan atau cita2kan, on how much or how far they've been reaching or fighting for it, on their past experiences, pain, and sorrow..

Masalah akan menjadi masalah (dg cetak tebal & garis bawah), tergantung pada bagaimana kita menghadapi & menyikapinya. Dan pilihan yg biasanya tersedia adalah;

  • Apakah kita akan selalu berusaha menghindarinya - dg segala daya upaya? Misalkan pengalaman terdahulu mengajarkan kpd kita bhw suatu perbuatan "A" atau suatu hubungan "B" akan membawa masalah pada kehidupan kita, to our simple world and comfort zone; maka akibatnya kita akan cenderung utk menolak melakukan hal2 tsb. People like this would say, "..Hey, I'm happy with my life now.." Padahal tanpa mereka sadari, mereka hanya berkutat di bawah tempurung (kelapa) mereka sendiri.
  • Apakah kita akan bersikap tidak peduli dan masa bodoh; dan yakin bahwa semua masalah akan teratasi dg sendirinya seiring dg berlalunya waktu ("..udahlah, nggak usah dipikirin; ntar jg beres..yg penting selesai dulu deh!!.." --> sounds very familiar, eh?:p),
  • Apakah kita akan menghadapinya dg gagah berani; memperjuangkan dg segenap kemampuan dan hidup kita? Karena yakinlah, bahwa Yang Maha Kuasa tidak akan pernah merubah nasib seseorang, hingga orang itu sendiri mau memperjuangkan nasibnya. Insya 4JJI..!!
Because life and love is merely a choice; take your chance(s), and committed to it! No matter what and for whatever it takes.


 

For my dear friends and loved one,

just keep on smiling on LIFE and stay happy..


 

regards,

CSU

Dimana Letak Keindahan Pakaian?


Mungkin Anda memiliki seorang sahabat atau saudara yang selalu terlihat pantas mengenakan pakaian dengan warna dan motif apapun. Seorang sahabat saya, salah satu yang demikian. Hampir setiap kali saya bertemu dengannya, komentar singkat selalu saya berikan untuk pakaian yang dikenakannya, "Bajunya bagus. Tambah ganteng saja pakai baju itu…"

Orang yang sangat sederhana, setiap kali mendapat komentar itu, ia selalu menjawabnya dengan kalimat standar, "Alhamdulillah, murah kok ini mas… bukan baju mahal"

Nampaknya, ia tahu persis jawaban yang kemudian keluar dari mulut saya selanjutnya. Bahwa saya akan selalu mengatakan, "keindahan pakaian,bukan terletak pada motif dan desainnya. Bukan pula karena harganya,melainkan pada seberapa besar rasa syukur kita saat memiliki dan mengenakannya"

Kemudian ia pun akan terkekeh, bukan menertawakan kalimat saya,melainkan malu mendapatkan kalimat itu ditujukan kepadanya. Tetapi jujur saja, saya memang sangat mengenal sahabat yang satu ini dengan rasa syukurnya yang luar biasa. Setidaknya, ia sangat konsisten untuk senantiasa bersyukur atas setiap nikmat yang didapatnya. Caranya pun beragam, dari `sekadar' ucapan "Alhamdulillaah" hingga bersedekah.

Allah, katanya, akan menambah nikmat untuk setiap nikmat yang kita syukuri. Jangan pernah berharap Allah akan menambah nikmat jika kita belum bisa mensyukuri yang ada. Bukan nikmat, justru adzab yang bakal didapat jika kita mengingkari nikmat dari-Nya.

Kembali ke soal pakaian. Saya pun mengenal seseorang yang cukup dekat. Puji syukur ia diberi kenikmatan oleh Allah mendapatkan kekayaan harta. Namun saya tahu, ia sering meninggalkan shalatnya dengan berbagai alasan. Pakaian-pakaiannya selalu ber-merk terkenal dengan harga di atas 500 ribu rupiah. Tak hanya pakaian, sepatu atau alas kakinya pun tak pernah berharga di bawah 400 ribu sepasang.

Yang cukup mengejutkan, saat saya tahu ia kerap menghabiskan uang dalam jumlah yang banyak hanya untuk membeli pakaian. "Satu baju paling hanya dipakai 2-3 kali saja, selebihnya dibiarkan menggantung rapih di lemari," ujar isterinya suatu kali.

Menurut sang isteri, suaminya itu selalu merasa tidak puas dengan pakaian yang dikenakannya. Setiap kali mengenakan pakaiannya, ia sering menggerutu, mengeluhkan kekurangan-kekurang an pakaian yang baru dibelinya itu. Karenanya, setiap pekan selalu ada dua atau tiga kemeja baru yang dibelinya.

Begitu pun dengan barang-barang lainnya, dari sepatu hingga kendaraan yang sering gonta-ganti. Sebulan sekali ia ganti sepatu, sedangkan mobil bisa bertukar satu tahun sekali. Beruntung isterinya cukup dermawan, menghibahkan sepatu-sepatu yang tentu saja masih bagus itu, juga pakaian-pakaian sangat layak pakai untuk orang-orang yang lebih membutuhkan.

Jadi, dimana letak keindahan pakaian? Bukan karena harganya yang mahal, bukan pula pada warna, desain atau motif indahnya. Kita senantiasa akan terlihat rapih, pantas dan berseri mengenakan pakaian apapun jika mengiringinya dengan rasa syukur.

Tidak peduli berapa harga pakaian tersebut, sebab rasa syukur itu memberikan aura kebahagiaan yang memancarkan pesona bagi siapa saja yang ditemuinya. Seperti sahabat saya itu, baju seharga 20 ribu rupiah pun tetap membuatnya menyenangkan untuk dilihat dan diajak bergaul. Semoga… (Gaw)

Sumber ; milis