Anda Dan Bayi Anda
Setiap ibu hamil pasti akan mengalami perubahan fisik yang sangat "luar biasa". Perubahan bentuk tubuh ini biasanya akan mempengaruhi citra seorang wanita terhadap dirinya sendiri.
Pada saat hamil, seorang wanita cenderung untuk bersikap kritis dan kurang percaya diri terhadap penampilan barunya tersebut. Perasaan ini biasanya timbul ketika sang calon ibu tersebut berusaha untuk memperbaiki penampilannya .
Perasaan tidak menarik dan tidak nyaman akan bentuk tubuh barunya tersebut, dapat mempengaruhi perasaan seorang wanita. Karenanya, cobalah untuk memahami, setiap ibu hamil pasti akan mengalami perubahan-perubahan ini.
Dan yang paling penting, yakinkan pada diri sendiri bahwa perubahan yang terjadi hanyalah bersifat sementara. Selama hamil, berat badan ibu biasanya meningkat.
Peningkatan ini tergantung pada makanan yang dikonsumsi, berat janin, plasenta, peningkatan suplai darah ke rahim, jumlah air ketuban dalam rahim, jumlah cairan dalam tubuh,penambahan penimbunan lemak, dan pembesaran berbagai organ tubuh (rahim dan payudara).
Peningkatan berat badan yang normal selama hamil berkisar antara 6,5-15 kg. Kehamilan akan menyebabkan beberapa perubahan bentuk tubuh yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Hal ini bisa diatasi dengan berolahraga secara rutin sebelum hamil. Bila sudah terbiasa berolahraga secara rutin, maka setelah melahirkan pun akan lebih mudah mengembalikan bentuk tubuh kepada keadaan semula.
Kalau sebelum hamil biasa berolahraga secara teratur, seperti jalan, berenang, bersepeda,atau jogging, ibu hamil akan tetap dapat melakukannya selama hamil. Namun ada baiknya berkonsultasi dulu dengan dokter untuk mengetahui kondisi fisik dan jenis olahraga yang bisa dilakukan. Berolahragalah sekurang-kurangnya tiga kali dalam seminggu selama 20 menit.
Perkembangan fisiologis janin
Setelah terjadinya proses peleburan antara sel telur dengan sel sperma,terbentuklah noktah yang besarnya tidak lebih dari titik pada huruf "i",satu jam kemudian terjadilah serangkaian proses yang akan menentukan masa depan calon bayi tersebut. Semua aspek pendukung kehidupan, yakni berupa materi genetik yang lebih dikenal sebagai gen, saling dipertukarkan.
Noktah tersebut selanjutnya akan membelah diri. Dari satu sel menjadi dua,empat, delapan, enam belas, dan seterusnya. Pada akhir minggu pertama kehamilan, noktah tersebut telah menjadi sebuah bola yang terdiri dari ratusan sel.
Sambil terus membelah diri bola tersebut akan menggelinding di sepanjang saluran telur menuju rahim dan akan membenamkan diri di dalam dindingnya.
Di awal minggu ke-4, bola tersebut berubah bentuk, dari bundar menjadi lonjong, salah satu ujungnya tetap menempel pada dinding rahim. Panjangnya tidak lebih dari 6 mm, dan disebut embrio.
Dalam minggu ke-5, embrio panjangnya antara 10-12 mm dengan berat sekitar 13 gram. Tunas tangan dan kakinya terus berkembang dan semakin menunjukkan bentuk sesungguhnya.
Pada tahap ini, meskipun tengkoraknya belum terbentuk,tapi proses pembuatan otak sudah dimulai. Tunas otak tersebut awalnya berupa dua buah tonjolan yang tumbuh pada bagian kepala, dan nantinya akan menjadi dua belahan otak besar.
Pada bagian kepala embrio akan terlihat dua bintik hitam yang merupakan cikal bakal mata si kecil. Pada usia 10-11 minggu, janin telah mencapai panjang 3,5 cm, tangan dan kakinya semakin sempurna bentuk dan fungsinya.
Pada usia ini, si kecil telah aktif bergerak, mulai dari menyentuh wajahnya dengan salah satu tangannya sampai gerakan-gerakan lain yang rumit. Bahkan dia mampu bersalto dan membalikkan tubuhnya 360 derajat.
Selain itu, janin dapat menemukan posisi-posisi baru yang lebih nyaman. Bahkan dalam satu jam, si kecil bisa berubah posisi 20 kali.
Memasuki usia kehamilan 16 minggu, Anda mulai dapat merasakan kehadiran si kecil. Karena pertumbuhannya yang pesat, panjang tubuhnya akan mencapai 10 cm dan beratnya 20 gram. Anda akan agak sulit mengancingkan celana panjang dan rok bawah, karena perut sudah mulai menyembul.
Tidak seperti sebelumnya,kini setiap gerakan janin dapat Anda rasakan. Hanya saja gerakannya tidak akan selincah dulu, karena tubuhnya semakin besar. Pada minggu ke-21 jenis kelamin si kecil mulai dapat dibedakan.
Perkembangan pesat dalam tubuh janin pada awal bulan ke-7 terjadi pada sistem saraf pusatnya, terutama pada otaknya. Bagian otak yang mengalami perkembangan paling pesat adalah adalah otak yang mengelola proses penyampaian informasi kepada organ pendengaran serta organ penglihatan.
Perkembangan ini memungkinkan si kecil mampu mengenali dan membedakan antara suara sang ibu dan anggota keluarga lainnya, meskipun suara yang didengar belum sejernih suara aslinya.
Kelopak matanya juga telah dapat membuka dan menutup. Bola matanya telah dapat digunakan untuk melihat. Bila si ibu berdiri di tempat yang cukup terang, si kecil dapat melihat siluet benda-benda di sekitar ibunya.
Memasuki bulan ke-9, proses yang terjadi bukanlah proses pembentukan, tapi lebih bersifat penyempurnaan. Hanya saja memang ada beberapa organ yang sengaja ditunda masa tugasnya, di antaranya adalah organ-organ yang termasuk dalam sistem pencernaan janin.
sumber: kompas
Fatin Shidqia Lubis - Aku Memilih Setia
12 years ago
0 comments:
Post a Comment
Terima Kasih Telah Memberikan Waktu dan Komentarnya
Thanks for your feedback