Pages

Thursday, October 1, 2009

Dorongan bagi seorang pria

(relationship)

Menurut suami saya, saya bilingual. Saya lancar dalam bahasa inggris dan mencereweti. Tetapi apa yang disebutnya mencereweti, lebih suka saya sebut memberi dorongan secara kompulsif.

Tidak peduli sekeras apa saya berusaha menyimpan sendiri kecerewetan - maksud saya dorongan kompulsif itu - saya tetap tidak tahan untuk tidak mengeluarkannya. Saya mendorongnya untuk memangkas rumput, untuk membuang sampah, memunguti kaus kakinya, mengecat rumah, makan lebih lambat, mengemudi lebih hati2 - daftar dorongan itu bisa tanpa akhir.

Tetapi itu bukan hal yang baru. Sepanjang sejarah, para istri dikenal karena kecenderungan kuatnya untuk memberi dorongan secara kompulsif. Ketika Nuh sedang mengisi bahteranya, apakah menurut anda istrinya tidak mendorong Nuh untuk tidak lupa membawa penyegar udara?

Dan setiap kali Napoleon berpose untuk dilukis,saya yakin Josephine punya kata2 dorongan juga untuknya. "Sekali ini saja,Napoleon, tidak bisakah kau mengeluarkan tanganmu dari saku dan berpose seperti orang lain?"

Tahukah anda bahwa semua dorongan ini dimulai dari Hawa? Alkitab mungkin tidak merinci ketika Hawa memberikan buah itu kepada Adam, dan ia memakannya, tetapi saya yakin kalau kita bisa meraih kaset video dan memutarnya kembali, adegan itu mungkin berlangsung kira2 seperti ini :

"Adam! Apa kau akan tidur sepanjang hari?! Turun dari tempat tidur, dan makan buah ini! Aku sudah bilang bertahun-tahun, kau perlu makan lebih banyak serat,tapi apa kau pernah mendengarkan aku? Tidak! Buat apa juga aku repot2 bicara?"

Adam memang makan buah itu, dan setelahnya saya yakin ia juga punya beberapa dorongan kompulsif untuk Hawa. Sekali lagi, tanpa kaset video sukar mengetahui seperti apa tepatnya percakapan itu berlangsung., tetapi mungkin seperti ini :

"Ayolah, Hawa. Tuhan menunggu kita! Ia tidak terlalu senang dan kau membuat kita terlambat. Memangnya berapa lama sih untuk mengenakan tiga lembar daun?"

Mencereweti atau mendorong, bagaimanapun anda menyebutnya, sudah ada sejak lahirnya waktu. Dan anda harus mengakui, kadang2 sedikit kecerewetan ada bagusnya bagi kita. Siapa tahu?

Andaikan Musa mendengarkan istrinya dan bertanya arah yang tepat, mungkin mereka akan tiba di negeri perjanjian dalam dua puluh tahun bukannya empat puluh. Sekali lagi, tidak ada kaset video, tetapi anda jadi bertanya-tanya bukan?

(From I Love You ... STILL by Martha Bolton)
______________________________________________________________
Find time to realize that there is one person who mean so much to you,
for you might wake up one morning losing that person
who you thought meant nothing to you.

0 comments:

Post a Comment

Terima Kasih Telah Memberikan Waktu dan Komentarnya
Thanks for your feedback