Pages

Thursday, October 1, 2009

Buat yang belum menikah

(relationship) Why people in love not always marriage to each other...

  • Benarkah menikah didasari oleh kecocokan?
  • Kalau dua-duanya doyan musik,berarti ada gejala bisa langgeng..kalau sama-sama suka sop buntut berarti masa depan cerah...(That simple?)

  • Berbeda dengan sepasang sandal yang hanya punya aspek kiri dan kanan, menikah adalah persatuan dua manusia, pria dan wanita.
  • Dari anatomi saja sudah tidak sebangun, apalagi urusan jiwa dan hatinya.

  • Kecocokan minat dan latar belakang keluarga bukan jaminan segalanya akan lancar.. Lalu apa?
  • Menikah adalah proses pendewasaan, dan untuk memasukinya diperlukan pelaku yang kuat dan berani.
  • Berani menghadapi masalah yang akan terjadi dan punya kekuatan untuk menemukan jalan keluarnya.
  • Kedengarannya sih indah, tapi kenyataannya?

  • Harus ada komunikasi dua arah, ada kerelaan mendengar kritik, ada keikhlasan meminta maaf, ada ketulusan melupakan kesalahan, dan keberanian untuk mengemukakan pendapat.
  • Sekali lagi menikah bukanlah upacara yang diramaikan gending cinta, bukan rancangan gaun pengantin ala cinderella, apalagi rangkaian mobil undangan yang memacetkan jalan

  • Menikah adalah berani memutuskan untuk berlabuh, ketika ribuan kapal pesiar yang gemerlap memanggil-manggil
  • Menikah adalah proses penggabungan dua orang berkepala batu dalam satu ruangan dimana ciuman, pelukan, dan hubungan cinta yang berkepanjangan hanyalah bunga

  • Masalahnya bukanlah menikah dengan anak siapa, yang hartanya berapa, bukanlah rangkaian bunga mawar yang jumlahnya ratusan, bukanlah perencanaan berbulan-bulan yang akhirnya membuat keluarga saling tersinggung, apalagi kegemaran minum kopi yang sama...

  • Menikah adalah proses pengenalan diri sendiri maupun pasangan anda.
  • Tanpa mengenali diri sendiri, bagaimana anda bisa memahami orang lain...
  • Tanpa bisa memperhatikan diri sendiri, bagaimana anda bisa memperhatikan pasangan hidup ?

  • Menikah sangat membutuhkan keberanian tingkat tinggi, toleransi sedalam samudra,serta jiwa besar untuk menerima dan memaafkan

Dikutip dari salah satu artikel yang ada di majalah Kosmopolitan

0 comments:

Post a Comment

Terima Kasih Telah Memberikan Waktu dan Komentarnya
Thanks for your feedback