Selama ini Aku selalu sibuk dgn pekerjaanku,ketika berangkat kerja anaku masih tertidur dan ketika aku pulang kerja anakku sudah tidur Tak terasa anaku Larasati sudah berumur 5.thn dan tak kuduga sudah mulai kritis dgn apa yg terjadi dgn apa yg tidak sesuai dgn pikirannya
Ketika bangun pagi dia tidak mau pergi ke sekolah, dan wajahnya masih terus ditutup bantal lalu ku tanya
- "ayo Larasati bangun nanti telat kesekolah"
- "aku sebel sama Papa, aku tidak mau sekolah" kata larasati bermalas-malasan
- "Kenapa ?" tanyaku
- "aku selalu kalah sama teman2ku, kapan aku menang? kapan Papa pulang kerja sore?" jawab larasati.
- lalu aku bertanya dgn istriku ada apa nih?, lalu dia cerita Setiap sore banyak temen2 Larasati main didepan rumah,waktu itu sekitar jam 5-6 sore, dan waktu mereka bermain ada salah satu bapak mereka pulang,lalu anak yg bapaknya pulang berteriak ...
- "horee...aku juara satu... bapakku pulang duluan.. " begitu sterusnya..
dan yang paling mengenaskan sampai hatiku sedih...anaku Larasati selalu kalah,sampai teman2nya bubar dia masih jongkok menunggu Papanya dan haripun gelap - Tanpa kita sadari, segala sesuatu yg kita anggap sepele dan biasa ternyata sangat bearti buat orang yg kita sayangi
- Jangan sia-siakan waktu anda, berkumpullah bersama orang-orang yang menyayangi dan anda sayangi.
- Sudah siapkah Anda?
- Tiga bulan yang lalu saya mengalami musibah kematian Ibu saya. Saya terkejut dan sedih. Ia adalah satu-satunya orang tua saya yang masih hidup, dan kini akhirnya meninggalkan kami.
Pengalaman ini bukan yang pertama kali. Beberapa tahun lalu saya kehilangan ayah, sahabat, teman, oma, tante. - Lain pula kisah yang terjadi pada tetangga tiga hari lalu. Yang meninggal adalah pemimpin keluarga itu, sang ayah. Karena begitu kayanya, peti mati yang digunakan sangat bagus. Di salah satu sisinya terukir nama almarhum dengan lapisan emas 24 karat
- Maut dapat menjemput kapan saja pada setiap orang. Itu bisa terjadi pada anak kecil, juga pada orang tua.
- Mungkin saja, hari di mana Anda membaca renungan ini adalah hari terakhir hidup Anda. Bukan untuk menakut-nakuti,namun demikianlah adanya. Setiap orang tak ada yang tahu dengan tepat kapan ia tiada.
- Mungkin kita tak diantarkan dengan peti mati yang mahal bila kita dipanggil pulang, seperti yang tadi saya kisahkan. Namun, hidup kita "mahal" dan sangat berharga karena telah dijalani dengan cinta, pengabdian dan pengorbanan bagi-Nya.
- Saat itu kita akan meninggalkan segala yang fana didunia dengan tenang dan penuh kepercayaan bahwa kita akan disambut dengan gegap-gempita malaikat surga. Kita begitu berharga saat itu... sangat percaya diri.
Dan saat ini, mampukan aku menjalani kehidupan ini seturut kehendak-Mu agar aku dapat bersukacita ketika kembali pulang kepada-Mu?
bukan dengan peti mati yang mahal berlapis emas,
bukan dengan hantaran isak-tangis keluarga,
bukan dengan ratusan untaian karangan bunga bela-sungkawa,
bukan dengan pengawalan ratusan mobil sirene
tetapi dengan tulus ikhlas dan amal ibadah yang telah aku jalani selama ini . .
sudah siapkah diri anda menghadap-NYA??.....
Indo community
0 comments:
Post a Comment
Terima Kasih Telah Memberikan Waktu dan Komentarnya
Thanks for your feedback