Pages

Saturday, September 19, 2009

Ketukan Extra

(thoughtful story)

  • Ada seorang wanita miskin bernama Kalubi, yang sedang bersedih karena dimusim kemarau ini dia tidak punya uang untuk membeli makanan bagi anak-anaknya.
  • Kalubi berkeinginan untuk minta pertolongan Bapak Alhakim yang kaya raya dan dermawan.

  • Di dalam perjalanannya menuju ke rumah Bapak Al hakim, Kalubi bertemu dengan Alkamal.
  • Alkamal adalah seorang pengemis yang juga hendak mengemis kerumah Bapak Alhakim.
  • Alkamal menasehati Kalubi katanya, "Bila kamu ke rumah Bapak Alhakim, kamu harus mempunyai kesabaran karena Bapak Alhakim itu orangnya sudah tua.
  • Beliau tinggalnya di kamar tingkat paling atas sehingga untuk membukakan pintu harus menuruni tangga yang begitu banyak.
  • Dan beliau juga sudah kurang pendengarannya."

  • Akhirnya mereka tiba dirumah Bapak Alhakim, Kalubi di pintu sisi Barat dan Alkamal dipintu sisi Selatan.
  • Keduanya mulai mengetuk pintu.
  • Sudah berkali-kali Kalubi mengetuk pintu sampai buku-buku jarinya terluka, pintu tetap tidak terbuka akhirnya dia memutuskan untuk mengetuk sampai 100 kali lagi bila tidak terbuka dia akan pulang.
  • Setelah 100 kali diketuk pintu tetap tidak terbuka, akhirnya pulanglah Kalubi.

  • Di dalam perjalanan Kalubi bertemu dengan Alkamal yang ditangannya penuh dengan sekeranjang makanan dan beberapa lembar uang.
  • Kalubi merasa keheranan, mengapa si Alkamal mendapatkan makanan tersebut sedangkan dia tidak.
  • Alkamal menjelaskan, "Sebenarnya saya juga sudah putus asa seperti kamu dan memutuskan untuk pulang setelah mengetuk 100 kali lagi, akan tetapi saya berpikir untuk menambahkan bonus 1 ketukan lagi.
  • Nah ... ternyata,setelah ketukan tersebut Bapak Alhakim membukakan pintu untukku dan memberikan apa yang saya butuhkan.

  • Dari ilustrasi ini dapat kita lihat bahwa di dalam berdoa kita tidak boleh mudah putus asa.
  • Teruslah berdoa kalau perlu berikan tambahan bonus seperti yang dilakukan oleh Alkamal.
  • Tuhan selalu mendengarkan doa kita hanya kapan waktunya
  • Dia menjawab yang tidak pernah kita ketahui.


Indo community

0 comments:

Post a Comment

Terima Kasih Telah Memberikan Waktu dan Komentarnya
Thanks for your feedback