Pages

Monday, August 24, 2009

Tidak tamak

(thoughtful)

Setiap orang pada dasarnya memiliki sifat egois. Sehingga memiliki harta, kedudukan membuat kita merasa senang dan bangga. Bagi yang merasa dirinya belum kaya, bernafsu mengejar ketinggalannya,sekalipun jalan yang ditempuh itu berbahaya dan melanggar hukum.

Menghilangkan ego pada diri kita bukan hal yang mudah. Tapi untuk mendapatkan ketenangan lahir batin, kita harus berusaha menghilangkan ego. Jalan yang ditempuh harus jalan yang wajar dan benar, sehingga nantinya tidak mencelakai diri sendiri.

Menurut legenda, ada dewa yang menjelma menjadi manusia dan turun ke bumi. Saat ia di bumi, ia melihat seorang anak kecil sedang berdiri di pinggir jalan sambil menangis sedih. Melihat bocah itu, dewa kasihan dan bertanya, "Adik, apa yang membuatmu bersedih hati? Maukah kamu menceritakannya? "

Dengan tersendat-sendat, anak itu menjawab, "Kak, ibu saya sedang sakit. Saya tidak punya uang untuk membeli obat. Kak, saya bingung, tidak tahu harus berbuat apa!"

Mendengar jawaban bocah itu, dewa jadi terkesima, "Sungguh mulia jiwa manusia sekarang ini. Seorang anak kecil saja sudah berbakti pada orang tuanya," pikir dewa dalam hati.

Dengan penuh haru, dewa berkata, "Dik, kakak akan membantumu untuk mengobati ibumu." Setelah berkata demikian, dewa mengangkat tangannya dan menunjuk sebuah batu yang ada di pinggir jalan. Dalam sekejap, batu itu berubah menjadi sebongkah emas. Lalu ia mengambil bongkahan emas itu dan memberikan pada si bocah.

Tetapi anak itu menggeleng, "Saya tidak mau!" tolaknya halus. Mendengar penolakan itu dewa bertambah terkejut. Lalu ia berpikir, "Betapa jujurnya manusia di dunia sekarang ini. Emas yang saya berikan saja ditolak."

Maka dewa dengan penuh kasih sayang berkata, "Adik, kalau kamu tidak mau emas, lalu apa yang kamu inginkan?" Dengan tegas bocah itu menjawab, "Saya ingin jarimu!"

"Untuk apa jariku, Dik?" tanyanya heran.
"Memang emas yang kamu berikan itu tinggi nilainya, tapi suatu waktu pasti akan habis juga. Jika kamu memberikan jarimu padaku, tentu semua keinginanku akan terpenuhi. Saat aku ingin memiliki uang, aku bisa menunjuk batu menjadi emas. Dan tentu aku tidak akan pernah kehabisan uang."

Mendengar perkataan bocah itu, dewa benar-benar menjadi putus asa. Ternyata, keserakahan manusia sedemikian parahnya, sehingga seorang bocah yang seharusnya masih berpikiran murni, sudah terpengaruh dan dirasuki oleh nafsu keserakahan.

Dikutip dari "Bagaimana menambah kebahagiaan hidup"


Indo community

0 comments:

Post a Comment

Terima Kasih Telah Memberikan Waktu dan Komentarnya
Thanks for your feedback