Tidak sedikit orang yang mengaku jengkel dengan masalah ketombe. Selain mengganggu karena rasa gatal yang luar biasa, ketombe yang bandel pun sering membuat malu.
"Saat kulit kepala berkeringat, gatalnya bukan main. Tapi kalau digaruk,serba salah juga, karena ketombenya pasti akan beterbangan ke mana-mana. Malu kan?" ujar Wendy, karyawati sebuah bank ternama di Jakarta.
Wendy mengaku telah mencoba berbagai merek shampo dan obat perawatan kulit kepala untuk mengatasi ketombenya. Tapi bukannya membaik, malah semakin parah. Bahkan, uang ratusan ribu yang dia keluarkan setiap bulan untuk menghalau ketombe itu sepertinya terbuang sia-sia, karena semakin hari dia merasa ketombenya justru kian merajalela.
Wendy pun nyaris putus asa. Namun, seorang pakar farmakologi kesehatan,yang juga Ketua Sentra Pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional (SP3T) Sumatera Selatan, Prof Dr Azwar Agoes, memberinya secercah harapan. Pasalnya, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya itu saat melakukan uji klinik ekstrak buah mengkudu (Morindra citrifolia), menemukan bahwa air dan serat perasan mengkudu ternyata sangat ampuh untuk membasmi ketombe, bahkan yang paling bandel sekalipun.
"Tidak percaya? Coba Anda cari buah mengkudu. Lalu, haluskan dan peras hingga tidak ada lagi airnya. Gunakan airnya untuk keramas, sedangkan seratnya cukup dioles-oleskan pada kulit kepala. Jika rutin menggunakan,hanya dengan empat kali perawatan maka Anda akan benar-benar terbebas dari masalah ketombe," papar Prof Azwar dalam media workshop mengenai "Khasiat Buah Mengkudu" yang diselenggarakan oleh PT Jamu Puspo Internusa di Jakarta
Prof Azwar menjelaskan, dari sejumlah penelitian terhadap "buah ajaib" itu,oleh para pakar dari dalam maupun luar negri, diyakini bahwa mengkudu atau pace sangat berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Selain untuk menghilangkan ketombe, sari buah mengkudu juga bisa membantu memulihkan stamina tubuh, meningkatkan kekebalan tubuh, menghambat sel-sel kanker dan tumor, serta dipercaya sebagai suplemen penambah vitalitas.
Pakar Farmakognosi (ilmu bahan obat alam) dari Universitas Padjadjaran,Bandung, Prof Dr Sidik, menambahkan bahwa dalam mengkudu terdapat 156 jenis senyawa yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Dia mencontohkan, golongan senyawa tersebut antara lain karbohidrat, serat, alkaloid, flavonoid,antrakinon, vitamin, serta mineral.
Prof Sidik menuturkan, melalui uji farmakologi terhadap kandungan senyawa-senyawa itu terbukti buah mengkudu berkhasiat menurunkan kadar gula darah, tekanan darah (tinggi), kolesterol darah, memperbaiki penyakit dispepsia (perut kembung), menghilangkan rasa nyeri, antikanker, mengatasi depresi, juga meningkatkan daya tahan tubuh.
"Jika stamina oke, secara otomatis kita akan bergairah untuk melakukan aktivitas apa pun. Ekstrak buah mengkudu telah terbukti sangat membantu untuk mendapatkan kondisi tubuh agar tetap prima," katanya.
Banyak Pilihan
Penelitian lain, seperti dilakukan oleh dr Schecter dari Institut Pengobatan Alami di California, Amerika Serikat, menemukan ekstrak buah mengkudu dapat merangsang produksi sel T, yakni sel yang berperan penting dalam melawan berbagai penyakit.
Oleh karena itu, mengkudu berkhasiat untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh, terutama makrofag dan limfosit dari sel darah putih, serta mempunyai efek anti bakteri dan anti rasa sakit (analgesik).
Penelitian Mona Harrison dari Boston University School of Medicine di Amerika Serikat juga membuktikan khasiat mengkudu yang bisa meningkatkan fungsi kalenjar tiroid dan timus, sebagai kalenjar yang dipercaya bisa melawan infeksi dan masalah-masalah yang berhubungan dengan system kekebalan tubuh.
Direktur medis di DC General Hospital itu juga menemukan bahwa ekstrak mengkudu mampu menghambat pertumbuhan sel kanker karena bersinergi dengan mikronutrien lain dan menghambat aliran darah yang menuju sel-sel kanker atau tumor.
Dengan kecanggihan teknologi, kini pemanfaatan mengkudu tidak terbatas hanya mengonsumsinya dalam bentuk buah. Tidak heran jika "keajaiban" buah mengkudu pun banyak dilirik bukan hanya dari sisi medis, tetapi justru lebih banyak unsur bisnisnya.
Berbagai jenis "ekstrak mengkudu" ditawarkan secara bebas di pasaran. Ada yang berupa sirup, jus dalam kemasan, minuman instan, tablet, mapun kapsul. Semuanya mengaku mengandung ekstrak buah mengkudu, asli, dan 100 persen dijamin halal.
Pilihan sepenuhnya menjadi hak konsumen. Hati-hati dan teliti dalam membeli, tampaknya hanya itu pesan bagi para peminat ekstrak mengkudu.
Henny A Diana
------------------------------------------------------------
0 comments:
Post a Comment
Terima Kasih Telah Memberikan Waktu dan Komentarnya
Thanks for your feedback