Kanker payudara termasuk salah satu kanker yang paling umum di negara negara barat seperti Inggris dan Amerika. Tahun lalu, di Inggris, sekitar 39.000 perempuan didiagnosa dengan kanker payudara. Di tanah air, kanker payudara juga mulai menjadi salah satu masalah kesehatan. Berikut, beberapa cara mengurangi risiko mengembangkan penyakit ini.
Ubah jenis lemak
Jaringan payudara sebagian besar terdiri dari sel-sel lemak yang deprogram untuk menyimpan estrogen. Estrogen dikenal memicu pertumbuhan tumor. Lemak-lemak jenuh seperti yang terdapat di dalam daging merah mendorong sel-sel lemak menyimpan estrogen. Pilih lemak-lemak sehat seperti omega-3 dari ikan dan omega-9 yang tedapat di dalam minyak zaitun. Lemak omega-3 yang mempunyai khasiat anti-inflammatory pada sel-sel diduga dapat membantu mencegah pembentulkan sel-sel yang bersifat kanker.
Selain benjolan, perhatikan juga tanda tanda lainnya
Hampir sernua orang tahu, benjolan harus diperiksa. Tapi, yang juga sama pentingnya adalah, memperhatikan setiap perubahan yang terjadi pada payudara Anda. Perhatikan biasanya payudara Anda seperti apa sehingga Anda bisa tahu jika terjadi perubahan atau jilka ada yang tidak biasa. Jangan menunda memeriksakan diri ke dokter. Minta dokter memeriksa setiap perubahan yang ada.
Berhenti merokok dan hindari merokok pasif
Merokok dan merokok pasif membuat risiko kanker payudara meningkat hampir 2 kali lipat. Studi-studi lainnya menemukan, pasien yang merokok mempunyai tingkat survival yang lebih rendah. Merokok meningkatkan risiko sernua jenis kanker, tak terkecuali kanker payudara.
Turunkan kelebihan berat badan
Diet tinggi lemak dapat melepaskan racun seperti dioxin di dalam tubuh, yang dapat memicu perubahan sel-sel bersifat kanker. kelebihan berat badan sesudah menopause menggandakan risiko kanker payudara, begitu menurut sebuah laporan didalam British Medical Journal. Kelebihan lemak di sekitar pinggang diduga lebih bermakna dibanding lemak di paha dan pinggul.
Tingkatkan serat
Serat mengandung senyawa senyawa tumbuhan alamiah yang disebut phytates dan lignans. Keduanya menurunkan produksi radikal-radikal bebas dalam tubuh. Radikal radikal bebas ini menyerang sel-sel sehat di dalam tubuh. Kadar serat tinggi juga membuat senyawa-senyawa yang berpotensi menyebabkan kanker tidak berada lama di dalam perut. Serat juga merupakan sumber vitamin E yang baik, yang melindungi sel-sel dari kerusakan yang dapat menyebabkan kanker.
Kurangi alkohol
Perempuan yang minum alkohol 2 sampai 5 gelas sehari meningkatkan risiko kanker payudara sampai 1,5 kali, begitu menurut American Cancer Society. Alkohol diduga meningkatkan kadar estrogen. Tapi, minum 1 gelas saja masih dibolehkan. Para ahli tidak menganjurkan sama sekali meniadakan alkohol karena dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung.
Konsumsi menu Asia
Perempuan barat berkemungkinan 20 kali lebih tinggi meninggal karena kanker payudara dibanding perempuan Jepang, Cina, atau Muang Thai. Diet Asia terdiri dari makanan-makanan yang kaya phyto-oestrogen. Contohnya kedelai. Cara kerja phyto-oestrogen diduga sama dengan obat kanker payudara lamoxifen, yaitu dengan mencegah sel-sel memproses estrogen dan menghambat pertumbuhan sel-sel kanker.
Olahraga secara teratur
Perempuan yang olahraga secara teratur mempunyai risiko kanker payudara yang lebih rendah. Mereka juga mempunyai siklus haid yang lebih lama, yang berarti memproduksi kadar estrogen yang lebih rendah.
Makan 5 porsi buah dan sayuran setiap hari
Buah dan sayuran kaya vitamin vitamin antioksidan yang membantu melindungi sel-sel dari kerusakan yang dapat menyebabkan kanker. Karotenoid, pigmen yang mewarnai buah dan sayuran, mempunyai senyawa antioksidan yang kuat.
Kurangi stres dan kecemasan
Stres mempunyai efek negatif terhadap sistem imun, mengurangi jumlah dan kadar aktivitas sel-sel imun, dan menurunkan jumlah oksigen yang diangkut sel-sel darah merah. Sistem imun yang lemah kurang mampu memerangi perubahan sel-sel yang bersifat kanker.
Deteksi awal kanker payudara yang bisa menyelamatkan hidup
beberapa waktu lalu, 2 periset Denmark menganalisa studi-studi mammography terdahulu yang mengatakan mammogram dapat mengurangi kematian kanker payudara sampai sekitar 30% pada perempuan usia 50 sampai 69.
Mereka menyimpulkan,studi-studi tersebut cacat karena seleksi partisipan yang buruk atau metodologi yang salah. Dan tak ada bukti yang dapat diandalkan, bahwa perempuan yang mendapatkan mammogram bertahan hidup lebih lama dengan kanker payudara disbanding perempuan yang tidak mendapatkan mammogram.
Pernberitaan hasil penelitian ini membuat masyarakat bingung. Ditambah lagi dengan berita lain yang mengatakan, rumah sakit atau pusat pelayanan kesehatan menganjurkan pemeriksaan ini sebagai upaya agar uang yang diinvestasikan untuk membeli alat mammogram cepat kembali. Akibatnya, sebagian dokter menganjurkan pemeriksaan mammogram padahal sebetulnya belum diperlukan. Mana yang benar?
Menurut para ahli kanker, analisis dari periset Denmark itu sendiri juga tidak konsisten dan banyak cacat. Pertama, beberapa studi yang dikaji ke-2 periset ini sudah berusia 30 tahun. Padahal mammography dan pengobatan kanker payudara yang sekarang sudah lebih baik, yang berarti angka yang bisa bertahan hidup juga lebih tinggi.
Kedua, banyak ahli yang membantah, kedua periset Denmark ini terlalu terburu-buru dalam memberikan kesimpulan awal. Selain itu, beberapa perempuan dalam studi menunggu 2 tahun di antara mammogram. ltu yang menyebabkan para pengkaji studi tidak menemukan pengurangan angka kematian.
Keahlian dari kedua periset Denmark ini juga dipertanyakan. Keduanya bukan spesialis kanker payudara. Yang satu dokter spesialis penyakit dalam dan yang satu lagi adalah ahli statistik. Mereka menyimpulkan berdasarkan kriteria mereka sendiri. Padahal sebagian besar studi mammography menunjukkan, pemeriksaan ini dapat mengurangi angka kematian.
Sebuah studi baru skala besar di Swedia yang melibatkan 1/3 dari jumlah perempuan di sana menunjukkan, pemeriksaan mammogram secara teratur mengurangi angka kematian sampai lebih dari 44%. Ini merupakan studi mammography terbesar yang pernah dilakukan pada saat ini.
American Cancer Society - ACS, menganjurkan semua perempuan melakukan pemeriksaan mammogram tahunan mulai usia 40. National Cancer Institute menganjurkan pemeriksaan setiap 1 sampai 2 tahun sekali. Sampai saat ini,mammography masih merupakan alat terbaik untuk deteksi awal kanker payudara. Deteksi awal ini juga meningkatkan opsi yang dimiliki perempuan dalam hal pengobatan.
Benarkah memeriksa payudara sendiri tidak membantu?
Sebuah studi selama 1 dekade terhadap lebih dari 260.000 perempuan pekerja pabrik di Shanghai yang diterbitkan daLam Journal of the National Cancer Institute menemukan, perempuan yang memeriksa payudara sendiri setiap bulan untuk mendeteksi benjolan tidak mengurangi risiko meninggal karena kanker. Benarkah begitu?
Menurut para ahli kanker payudara, sulit menarik kesimpulan hanya dari 1 studi. Pertama, hasil tersebut mungkin tak bisa diterapkan di Amerika. Orang-orang Cina cenderung lebih kurus dibanding orang Amerika, dan konsumsi diet rendah lemak,tinggi kedelai yang bisa mengurangi risiko kanker payudara. Selain itu, jika Anda menemukan benjolan ketika memeriksa payudara sendiri, langkah penting berikutnya adalah mendatangi dokter untuk mendapatkan pemeriksaan mammogram. Keduanya harus bekerja bersama agar efektif.
Perempuan di dalam studi ini mungkin tidak melakukan hal ini karena tak bisa mendapatkan jenis pemeriksaan yang berikutnya. Di tempat-tempat di mana banyak perempuan melakulkan pemeriksaan payudara sendiri dan mendapatkan mammogram rutin, bisa mendeteksi lebih banyak benjolan dan diobati sejak dini.
Kesimpulannya, ACS dan sebagian besar ahli kanker payudara tetap menganjurkan kaum perempuan melakukan pemeriksaan payudara sendiri setiap bulan mulai usia 20. Lebih sering terjadi perempuan menemukan sendiri benjolan yang bisa teraba.
Pemeriksaan ultrasound tambahan
Sebuah studi terhadap 11.130 pasien di sebuah klinik radiologi New York menemukan, pemeriksaan dengan ultrasound, atau yang dikenal sebagai sonogram,dapat mendeteksi kanker yang luput dari pemeriksaan mammography pada perempuan dengan payudara padat. Studi yang diterbitkan dalam jurnal Radiology ini melaporkan, mammography hanya bisa mendeteksi 48% kanker pada perempuan dengan payudara padat.
Dari sekitar 5.000 perempuan dengan payudara padat yang mendapatkan mammogram normal, 33 kanker ditemukan dengan ultrasound. Hal ini disebabkan payudara padat tampak putih pada mammography sehingga sulit membedakan tumor-tumor kecil dengan film sinar X. Ultrasound yang menggunakan gelombang suara dan bukan radiasi, dapat melihat dengan lebih mudah ke dalam jaringan padat dan melihat kanker.
Menurut para ahli medik, studi ini tak bisa dijadikan pegangan karena hanya melibatkan pasien dari 1 pusat radiologi dan mereka tidak dipilih secara acak. Selain itu, studi ini relatif kecil dan tidak mengukur apakah pemeriksaan ultrasound menurunkan angka kematian akibat kanker payudara. Tapi, para ahli menilai, studi ini cukup membangkitkan rasa ingin tahu untuk melakukan studi lebih lanjut.
Kesimpulannya, jika Anda mempunyai payudara padat, bicarakan dengan dokter Anda tentang apakah Anda perlu mendapatkan pemeriksaan tambahan sonogram di luar mammogram. Perempuan di bawah usia 50 secara umum mempunyai payudara yang lebih padat dibanding perempuan yang usianya lebih tua.
(sumber Aura januari 2003)
________________________________________________
Search for love, for it is the most important ingredient of life.
Without it, your life will echo emptiness.
With it, your life will vibrate with warmth and meaning.
Even during any hardship, love will shine through.
0 comments:
Post a Comment
Terima Kasih Telah Memberikan Waktu dan Komentarnya
Thanks for your feedback