Rekan-rekan dan saudara/i sekalian melalui email ini saya ingin berbagi pengalaman dengan rekan-rekan sekalian mengenai musibah yang saya alami pada hari Senin tanggal 7 Oktober 2002. Kejadian ini terjadi di depan Kampus Syahdan (tepatnya didepan Rumah makan Sakura) ketika saya sedang menunggu mikrolet mau pergi ke acara studi banding di Kampus Anggrek.
Ketika saya sedang menunggu mikrolet tiba-tiba ada seorang lelaki yang menghampiri saya. Lelaki itu mengaku bernama Ismail, orang Malaysia dan mengaku baru pertama kali datang dari Malaysia bersama dengan kapal yang memuat barang2 elektronik yang murah harganya.
Dan dia mengaku sudah dibohongi oleh Taksi Prestasi yang mengantarnya ke daerah BiNus padahal dia minta diantarkan kepusat elektronik, dan mengaku sudah membayar Rp 400.000 kepada supir Taksi itu.
Tidak lama kemudian muncul seorang Bapak-bapak kira2 berumur 50-60 tahun yang mengaku bernama Bintang,SE, bapak ini seolah-olah mau menyeberang dan akhirnya tidak jadi menyeberang karena dipanggil oleh Ismail menanyakan kembali dimana tempat pusat elektronik di Jakarta (saya kira Bapak Bintang itu dosen BiNus-red).
Bapak Bintang lalu menjelaskan tentang Glodok (seperti baru kenal dengan Ismail-red) kepada Ismail dan menanyakan mengenai barang2 elektronik yang dibawanya. Bapak Bintang sangat interest sekali dengan penjelasan Ismail bahwa barang elektronik yang dibawanya harganya sangat murah sekali dibandingkan dengan harga di pasaran.
Tidak lama setelah itu Bapak Bintang mengajak saya dan Ismail untuk ngobrol didalam mobil saja (mobilnya kijang kapsul warna silver,diparkir didepan Rumah Makan Nusa Indah-red) karena tidak enak mengobrol di pinggir jalan begitu alasan Bapak Bintang.
Dan usul itu disetujui oleh Ismail, saya waktu itu tidak mau diajak ke dalam mobil tetapi saya juga tidak tahu kenapa tiba-tiba saja mau dan mengikuti mereka masuk kedalam mobil. Begitu didalam mobil Bapak Bintang menanyakan apakah ada jam Rolex?
lalu Ismail mengatakan ada dan segera mengeluarkan satu jam tangan lalu dengan segera ditest dengan cara dibakar oleh Bapak Bintang dan mengatakan bahwa jam itu asli.
Lalu mereka langsung mengadakan transaksi, Bapak Bintang membayar 10.000 dolar. Tidak lama setelah itu muncul satu orang lagi yang mengaku benama Thomas (sebagai supir & adik Bapak Bintang- red).
Setelah mereka mengadakan transaksi, Ismail menawarkan kepada saya tetapi saya tidak mau dan bilang tidak punya uang sebanyak itu.Tetapi tidak tahu kenapa saya mau menuruti permintaan Ismail itu dengan menebusnya dengan berapa saja, padahal jam itu palsu dan sudah rusak.
Akhirnya mereka mengantarkan saya menarik uang (BCA dan Citibank) serta membelikan mereka emas (kalung dan gelang) dengan menggunakan credit card serta memberikan kepada mereka handphone dan cincin. Setelah itu saya diturunkan di Jalan Thamrin dan dicarikan taksi.
- Ciri-ciri Ismail : umur 25-30 tahun, tinggi 160 cm, kulit hitam,rambut cepak belah samping
- Ciri-ciri Bintang : umur 50-60 tahun, tinggi 170 cm, kulit sawomatang, memakai kacamata
- Ciri-ciri Thomas : umur 25-30 tahun, tinggi 170 cm, kulit putih kecoklatan, agak gendut, orang Batak
Rekan-rekan sekalian saya berbagi cerita ini berharap semoga kejadian ini tidak menimpa rekan -rekan semua karena sepertinya mereka menggunakan modus operandi yang sama/mirip.
Yang sebaiknya kita lakukan sekarang adalah jangan meladeni orang yang tidak dikenal mengajak berbicara dengan kita dan usahakan jangan pergi sendirian.
Salam,
---------------------------------------------------------------
Liliana Haryanto, S.Kom
Public Relations Department Bina Nusantara University
0 comments:
Post a Comment
Terima Kasih Telah Memberikan Waktu dan Komentarnya
Thanks for your feedback