Pages

Monday, October 12, 2009

O B R O L A N M A L A M

( Paus Sastra )

Pada pertengahan tahun 1950-an, kami kuliah masih di depan RSUP – dulu namanya CBZ. Di sanalah letak Fakultas Sastra - Universitas Indonesia. Sudah itu pindah ke Rawamangun - lalu sudah itu pindah lagi ke Depok. Di Depok disatukan semua atau beberapa fakultas menjadi Universitas Indonesia.

Yang di Depok ini menurut saya - dan saya sudah menjalaninya - sangat bagus sebagai perkampungan atau kampus umum buat mahasiswa - jauh dari kota besar yang hiruk-pikuk. Masih ada hawa dan nafas asli hijau hutannya – masih banyak pohon-pohon besar - teduh dan jauh dari kebisingan.

Tahun 50-an pada pertengahannya, saya kuliah di Fakultas Sastra bagian sinologi. Pada waktu giliran pelajaran Bahasa Jawa Kuno, kami diperbolehkan ikut hadir dalam kuliah Bahasa Jawa Kuno itu.

Yang saya ingat ketika itu,saya duduk berdampingan dengan HB Jassin - penguasa sastra Indonesia – dan kritikus yang paling disegani di Indonesia. Jassin juga digelari sebagai Paus Sastra begitulah berkuasanya dia sebagai pengamat sastra sebagai kritikus yang ketika itui baru satu-satunya dan paling menonjol. Kami para pengarang muda ini - pabila sudah "masuk hitungan" HB Jassin – merasa barulah jadi sastrawan benaran!

Dalam pada itu kami sering juga ke rumah Jassin ini - terutama kami berdua dengan SM.Ardan, teman saya yang paling dekat ketika itui. Jassin tinggalnya di Jalan Siwalan Tanah Tinggi Senen. Suatu waktu ketika saya melihat Jassin sedang mau ikut kuliah Bahasa Jawa saya juga ikut bersamanya dan duduk berdampingan.

Rasanya ketika itu yang memberi kuliah yalah Prof. Tjan Tjoe-sim - Pak Sim adiknya Prof Tjan Tjoe-som - gurubesar saya di sinologie. Pak Sim memang sangat akhli bahasa Jawa. Dan salah seorang mahasiswanya adalah HB Jassin ini.

Saya sih hanya ikut mendengarkan - karena matakuliah ini tidak ada hubungan dengan pelajaran kami dalam bahasa dan sastra Tiongkok. Sambil mencatat – dan sedikit bisik-bisik , Jassin memang bener-benar menjadi murid yang sangat baik - tekun dan teliti.

Ketika matakuliah Bahasa Jawa selesai,- dan Pak Sim sudah mau keluar, saya lihat Jassin masih tetap di ruangan itu. Saya juga memang berniat akan mengikuti kuliah selanjutnya - yaitu matakuliah Sastra Indonesia Modern.

O ya, kata saya dalam hati. Matapelajaran itu juga akan diadakan di ruangan yang sama - di situ juga. Nah, ada adegan agak lucu. Begitu Pak Sim selesai memberi kuliah - HB Jassin segera maju ke depan ke podium maka kini giliran dialah yang menjadi dosen – guru besarnya buat matakuliah Sastra Indonesia Modern.

Adegan ini sangat menarik - beberapa detik mendekati akhir kuliah dan mulai kuliah baru - dari Bahasa Jawa Kuno ke Sastra Indonesia Modern - HB Jassin yang tadinya - barusan saja menjadi mahasiswa – kini beralih menjadi mahaguru! Di antara kami banyak yang tertawa gembira melihat adegan menarik ini.

Dan saya ikut dua mata kuliah itu - Bahasa Jawa Kuno dan Sastra Indonesia Modern - walaupun dua matakuliah ini tidak masuk dalam acara dan rencana pelajaran kami Bahasa dan Sastra Tiongkok. Saya hanya tertarik pada perbandingan bahasanya buat pembanding pada pelajaran kami.

Pulang dari kuliah - dua matakuliah itu - saya tetap sama-sama dengan Jassin. Mungkin banyak orang tidak percaya - bahwa HB Jassin itu tidak bisa bersepeda. Orangnya pendek - gemuk - padat sintal - tetapi sangat tahan jalan kaki - dan selalu jalan kaki. Ada tahi lalat dekat bibirnya dan berkacamata tebal sekali. Orangnya lincah walaupun gemuk dengan tinggi tak sampai 160 cm tapi beratnya 80 kg.

Orang pertama yang menggelarinya "Paus Sastra" yalah Gayus Siagian – seorang jurnalis - kolumnis yang ketika itu sangat aktive menulis di berbagai majalah - dan suratkabar. Sampai kini gelaran Paus Sastra pada diri HB Jassin tetap melekat - walaupun sudah lama dia meninggal. Dan saya dan kami para sastrawan muda yang ketika itu merasa diasuhnya - sangat merasa kehilangan,- Jassin yang baik, saya sangat teringat akanmu kini,-

----------------------------------------------
~ Yogha

0 comments:

Post a Comment

Terima Kasih Telah Memberikan Waktu dan Komentarnya
Thanks for your feedback