- Kita mengatakan bahwa cahaya biasa berwarna "putih"; kita menyebutkan cahaya putih atau cahaya matahari.
- Tapi cahaya ini sebenarnya adalah gabungan dari semua warna.
- Ketika sinar matahari mengenai cermin siku-siku atau tepi prisma gelas,atau permukaan buih sabun, kita melihat berbagai warna dalam cahaya.
- Apa yang terjadi adalah cahaya putih dibiaskan menjadi berbagai panjang gelombang cahaya yang terlihat oleh mata kita sebagai merah, jingga,kuning, hijau, biru, dan ungu.
- Panjang gelombang cahaya ini membentuk pita garis-garis paralel, tiap warna bernuansa dengan warna disebelahnya.
- Pita ini disebut "spektrum". Di dalam spektrum, garis merah selalu berada pada salah satu ujung dan biru serta ungu disisi lain, dan ini ditentukan oleh perbedaan panjang gelombang.
- Ketika kita melihat pelangi, sama saja dengan ketika kita melihat spektrum.
- Bahkan, pelangi adalah spketrum melengkung besar yang disebabkan oleh pembiasan cahaya matahari.
- Ketika cahaya matahari melewati tetesan air, ia membias seperti ketika melalui prisma kaca.
- Jadi didalam tetesan air, kita sudah mendapatkan warna yang berbeda memanjang dari satu sisi kesisi tetesan air lainnya.
- Beberapa dari cahaya berwarna ini kemudian dipantulkan dari sisi yang jauh pada tetesan air, kembali dan keluar lagi dari tetesan air.
- Cahaya keluar kembali dari tetesan air kearah yang berbeda, tergantung pada warnanya.
- Dan ketika kau melihat warna-warna ini pada pelangi, kau melihatnya tersusun dengan merah di paling atas dan ungu di paling bawah pelangi.
- Pelangi hanya dapat dilihat saat hujan bersamaan dengan matahari bersinar, tapi dari sisi yang berlawanan dengan si pengamat. kau harus berada diantara matahari dan tetesan air dengan matahari dibekalangmu.
- Matahari, matamu dan pusat busur pelangi harus berada dalam satu garis lurus.
(sumber : arkady leokum aku ingin tahu # 3)
Fatin Shidqia Lubis - Aku Memilih Setia
12 years ago
0 comments:
Post a Comment
Terima Kasih Telah Memberikan Waktu dan Komentarnya
Thanks for your feedback