(inspiration
- Seorang petinggi perusahaan besar pernah berujar, "Betapa irinya saya pada mereka."
- Sore itu tampak dari jendela kantor, ribuan pekerjanya sedang bergegas pulang seolah memburu gelincir matahari di barat. "
- Lihatlah wajah mereka berseri-seri.
- Mereka bisa pulang sambil tertawa, bersenda gurau dengan rekan-rekan mereka.
- Sedangkan saya, seringkali harus pulang larut malam membawa setumpuk persoalan.
- Lebih buruk lagi, tak seorang pun dapat diajak bercanda ria.
- Semua pegawai, bila berjumpa saya, hanya berbicara tentang urusan pabrik. Ah,betapa bahagianya mereka!"
- Tak perlu khawatir, wahai tuan direktur.
- Semakin tinggi, semakin sendirilah pucuk cemara.
- Dan, hanya cemara yang terkuatlah yang mampu berdiri setinggi ini.
- Ah!, betapa sederhananya cermin ukuran sebuah kebahagiaan: tertawa!
- Berbahagialah mereka yang masih bisa tertawa lepas; tertawa jujur; tertawa karena kegembiraan.
- Anda bisa berpura-pura sedih.
- Namun anda tak bias berpura-pura tertawa.
- Kegetiran mudah tercium di sana.
- Belajarlah tertawa, wahai tuan direktur.
- Tertawa bukan hanya mengobati kepahitan hidup.
- Tertawa membersihkan jiwa dan menyingkirkan iri dengki.
- Meski hanya sesaat, tertawa benar-benar nyanyian jiwa, begitulah kata seorang bijak
Indo community
0 comments:
Post a Comment
Terima Kasih Telah Memberikan Waktu dan Komentarnya
Thanks for your feedback