(relationship)
Sekian tahun yang lalu, suami saya bertemu dengan seorang pria yang menawarkan untuk memberi kami kayu bakar gratis yang cukup untuk satu musim dingin. Saat itu kami tinggal di California selatan, jadi kami kira jumlahnya sekitar satu batang.
Ternyata yang datang adalah 3,5 meter kubik kayu tua bekas pondok lapuk yang dirobohkannya. Kami tidak benar2 memerlukannya, tetapi karena gratis, kami
pikir tidak ada ruginya.
Kami menyimpan sebagian dari kayu itu dalam keranjang perapian kami ; sisanya kami simpan di beranda belakang. Walaupun musim dingin itu tidak mendatangkan badai salju California selatan yang terkenal, kami memanfaatkan juga sebagian kayu bakar itu. Dan tampaknya, bukan kami saja.
Beberapa minggu setelah membawa kayu bakar itu ke rumah, saya mulai melihat tumpukan serbuk kayu di lantai dekat sofa. Lengan sofa kami terbuat dari kayu -kayu yang sekarang tampaknya mengeropos di depan mata kami.
Ketika saya menunjukkan ini pada suami saya, ia berkomentar mungkin itu sisa serbuk gergaji dari terakhir kali saya membuat baso. Ia separuh benar. Itu memang serbuk gergaji, tetapi bukan jenis yang ditemukan di dapur. Itu adalah jenis yang anda temukan kalau ada rayap yang berpesta makan sepuasnya di mebel anda.
Karena kami baru saja memberli rumah itu, dan telah melewati pemeriksaan rayap yang cermat, tidak butuh waktu lama bagi kami untuk menemukan darimana datangnya tamu tidak diundang itu.
Kayu bakar itu tentu saja. Setelah diamati lebih dekat, kami menemukan kayu itu digerogoti rayap! Hadiah "gratis" itu ujung2nya harus kami bayar dengan sofa,sebuah rak kayu, dan pembasmian rayap yang mahal. Sayang kami tidak lebih memperhatikannya ketika membawa kayu itu ke rumah.
Begitu juga kita harus memperhatikan hal2 berbahaya apa yang kita bawa keperkawinan kita. Di permukaan, hal2 ini mungkin tidak merugikan. Bahaya macam apa yang bisa dilakukannya?
Namun dalam kenyataannya, hal2 itu mungkin menggerogoti hubungan kita, dan kita bahkan tidak menyadari kerusakan yang diakibatkannya sampai yang tersisa pada kita hanyalah setumpuk serbuk gergaji.
Apakah anda membawa sesuatu atau seseorang ke dalam kehidupan anda yang bias menggerogoti hubungan anda? Apakah nilainya sepadan dengan resikonya??
(taken from "I love you STILL, by Martha Bolton)
______________________________________________________________
You will find as you look back upon your life that the moments
when you have really lived are the moments
when you have done things in a spirit of love.
Fatin Shidqia Lubis - Aku Memilih Setia
12 years ago
0 comments:
Post a Comment
Terima Kasih Telah Memberikan Waktu dan Komentarnya
Thanks for your feedback