(relationship) Savanah, Georgia.
- "Aku yang bayar" atau "I'll get that," tiga kata ini pasti akrab di telinga ketika Anda tengah kencan dengan pasangan Anda.
- Entah saat hendak membeli tiket di bioskop atau sesudah makan malam yang romantis.
- Bagi sebagian perempuan, ketika tiga kata itu diucapkan pasangannya, mereka merasa tersanjung, bisa jadi tiga kata itu berarti sejuta makna.
- Three little words may be music to many woman's ears.
- Perempuan, bisa menafsirkan pasangannya rela mengeluarkan sejumlah uang yang tidak sedikit - apalagi di tengah kondisi ekonomi yang susah begini - untuk menunjukkan cintanya.
- Bisa juga perempuan berpikir si lelaki menunjukkan rasa hormatnya, ketertarikannya tanpa peduli berapa pun jumlah uang yang harus ia dikeluarkan.
- Sayangnya perkiraan tadi meleset, setidaknya berdasarkan riset pendahuluan atau penelitian awal yang dilakukaan Bill Altermatt dari The University of Michigan-Flint yang baru-baru ini dipresentasikan dalam pertemuan rutin The Society for Personality and Social Psychologi.
- Para lelaki, ternyata sering memperolok-olok bahkan sinis terhadap kebisaan umum,atau tradisi "lelaki yang membayar ketika kencan".
- Beberapa lelaki juga agak menaruh rasa "kurang hormat" terhadap perempuan, ketika mereka terus menerus dihadapkan pada berbagai tagihan saat kencan.
- Sebaliknya bagi perempuan, tradisi tersebut membuat ia menghormati si lelaki, merasa lebih romantis dan pasangannya juga terlihat lebih menarik, terhormat, sopan, lebih "gentleman", dibandingkan bila pada saat makan malam masing-masing membayar tagihan sendiri-sendiri, fifty-fifty atau membayar secara bergantian.
- Kepada Reuters Health, Altermatt mengatakan bahwa tradisi "lelaki yang harus membayar tagihan" hanyalah salah satu kebiasaan dari ritual "tatacara ksatria" yang berlaku pada masa pacaran orang Amerika tempo dulu, dimana umumnya lelaki bekerja dan perempuan tidak.
- Ritual lainnya, seperti menarik kursi dan mempersilakan perempuan duduk terlebih dahulu, membukakan pintu atau memakaikan mantel, adalah bagian lain dari tradisi tersebut.
- Namun, hal-hal yang terakhir ini ternyata masih disukai baik oleh lelaki maupun wanita sampai saat ini, setidaknya demikian yang ditunjukkan dari penelitian awal ini.
- "Namun hasil penelitian ini harus di follow up dengan sejumlah riset untuk menjawab sejumlah pertanyaan," ujarnya.
- Namun,Altermatt curiga dan kecurigaan ini perlu didukung riset lanjutan bahwa sebenarnya lelaki-lah yang memprakarsai kebiasaan "membayar tagihan" tersebut, dengan sejumlah motivasi atau rencana- rencana strategis di belakang kepalanya.
- Apakah memang demikian?
- Ya agaknya memang perlu dikaji lebih mendalam, karena yang dilontarkan baru stigma-stigma berdasarkan studi awal dengan jumlah sample yang masih sangat sedikit untuk sampai pada sebuah kesimpulan bahwa perempuan bersikap terlalu naif atau lelaki bersikap terlalu sinis ketika menghadapi tagihan saat kencan.
- Pertanyaanya adalah apakah tradisi "lelaki harus membayar tagihan" ini tetap dipertahankan atau sebaiknya dihilangkan?
- Altermatt mengatakan tradisi ini ibarat dua sisi mata pedang, ada sisi buruk adapula sisi baiknya.
- Tradisi ini menempatkan perempuan pada posisi terhormat, sekaligus menempatkan mereka pada posisi kurang cakap,tidak tangguh dan membutuhkan bantuan finansial laki-laki.
- So, sebagaimana laiknya sebuah kesimpulan, akhirnya diambil jalan tengah, sebagian tradisi ini sebaiknya tetap dipertahankan seperti memperlakukan perempuan dengan manis, dengan santun, namun tanpa mengurangi "keberadaan" mereka sebagai sosok yang pantas dihargai.
- Tata cara kencan macam apakah itu?, "We don't know yet," ujar para peneliti dari Michigan tersebut.
- Ya kita tunggu saja hasil riset lanjutan untuk menemukan tatacara yang tepat bagaimana lelaki dan perempuan harus bersikap ketika menghadapi tagihan pada saat kencan.
Indo community
0 comments:
Post a Comment
Terima Kasih Telah Memberikan Waktu dan Komentarnya
Thanks for your feedback