Pages

Thursday, September 17, 2009

Perilaku Jelek yang Mengganggu Keharmonisan

(relationship)
Pernikahan memang indah. Tetapi, jika lengah, Anda bisa terjebak melakukan kesalahan-kesalahan yang mungkin tak Anda sadari. Sayangnya,perilaku tersebut, walau tak terasa mengganggu diri Anda sendiri, bias mengganggu keharmonisan rumah tangga.

Walau ini bukan berita baru, mungkin Anda belum mengetahui bahwa ada beberapa hal perilaku wanita yang bisa membuat pria marah, jengkel, atau kesal. Mungkin saja si wanita melakukan hal-hal tersebut tanpa sengaja,karena ketidaktahuannya tentang sifat pria sesungguhnya. Soalnya,wanita biasanya jarang mendapat informasi yang tepat tentang pria.

Nah,jangan khawatir Anda akan melakukan kesalahan yang banyak dilakukan oleh wanita lain, karena dalam bukunya Brothers Lust & Love: Thoughts on Manhooo! Sex and Romance, William July II, menuliskan hasil wawancaranya dengan pria tentang tingkah laku wanita yang tidak mereka sukai. Inilah beberapa di antaranya.

TAK MEMBERI"RUANG"
Jika Anda sering menelpon suami ke kantor dan menanyakan jam berapa ia akan pulang dan jam berapa ia akan sampai di rumah, hentikan kebiasaan itu. Pria membutuhkan keleluasaan untuk mengatur waktunya sendiri.

Memang ada beberapa pria yang mengatasnamakan keleluasaan untuk melakukan hal-hal negatif seperti selingkuh, misalnya. Tapi, kebanyakan pria tidak begitu,mereka membutuhkan keleluasaan untuk bisa bekerja dengan baik, atau bersosialisasi dengan teman-temannya. Jika Anda terlalu menuntutnya untuk lebih sering menghabiskan waktunya bersama Anda, pria akan merasa terjebak.

TERLALU MENUNTUT
Siapa yang tak ingin tinggal di rumah yang indah, memiliki mobil bagus,dan keleluasaan dalam berbelanja? Menginginkan kenikmatan hidup semacam itu memang tidak salah, tapi kalau Anda tak bisa menyesuaikan dengan kenyataan, suami bisa frustrasi.

Apalagi jika Anda terus menerus mengingatkan atau menuntut suami Anda akan keinginan Anda itu. Mungkin maksud Anda hanyalah untuk memacunya bekerja lebih giat lagi. Tapi, ia bias menganggap jerih payahnya tidak dihargai, atau merasa ia gagal membahagiakan istrinya.

TIDAK BICARA JUJUR
Tidak seperti wanita, pria sangat lemah dalam membaca bahasa tubuh, dan menurut William inilah salah satu penyebab rusaknya komunikasi rumah tangga. Wanita biasanya menggunakan bahasa tubuh untuk menyampaikan apa yang ingin ia katakan.

Misalnya, berkata acuh tak acuh tanpa memandang suaminya dan mengatakan "Ya nggak apa-apa deh kamu pergi sama temanteman kamu malam ini". Walau di mulut si wanita mengatakan tak apa-apa, bahasa tubuhnya mengisyaratkan keberatannya.

Dengan melakukan ini, si wanita berharap suaminya dapat menangkap pesan yang ia sampaikan. Padahal, buat pria, kalau kata-katanya "ya" itu berarti "ya". Parahnya lagi, wanita juga sering marah tanpa menjelaskan penyebabnya karena menganggap pria seharusnya sudah tahu sendiri.

Ketika si suami pada contoh di atas akhirnya benar-benar pergi, si wanita jengkel, dan ketika ia pulang si istri membanting pintu, berbicara kasar, dengan muka ditekuk. Ketika suaminya bertanya ada apa, si istri menjawab "Kamu seharusnya tahu kenapa aku marah". Padahal, suami benar-benar tidak tidak tahu, dan biasanya menganggap istrinya marah tanpa alasan, dan menjadi marah juga.

MEMBICARAKAN PRIA LAIN
Pria tidak suka istrinya terus menerus berbicara tentang pria lain. Masalahnya bisa saja karena egonya terganggu bila si istri membandingkannya dengan pria teman kerjanya, misalnya. Pria biasanya sangat ingin merasa dirinya dianggap penting dan istimewa oleh pasangannya. Karena itu,bila istrinya sering berbicara tentang pria lain, ia menganggap dirinya tidak terlalu istimewa dan penting lagi untuk istrinya. Karena itu, hindari topik-topik semacam ini.

BERUBAH SETELAH MENIKAH
Ketika pacaran, banyak wanita yang berdandan "habishabisan" ketika akan bertemu dengan pacarnya. Ketika menikah, mereka hanya berdandan jika akan keluar rumah atau menemui tamu, dan berpenampilan asal-asalan ketika "hanya" berdua dengan suaminya.

Menurut salah satu pria responden William, ini menjengkelkan karena ia merasa disepelekan oleh istrinya,justru setelah mereka menikah. "Dulu ia berdandan untuk saya, sekarang ia berdandan untuk orang lain," katanya. Karena itu, William menyarankan para wanita untuk "tampil apa adanya" saja ketika berpacaran.

Kalau Anda memang tak suka dandan, tak usah berusaha terlalu keras tampil menarik di hadapan pacar Anda. Bukankah lebih menyenangkan jika pria pujaan Anda bisa menerima Anda apa adanya sejak awal.?

Masalah Seputar Seks
Selain masalah "sehari-hari" tadi, ada masalah lain yang mengganggu pria. Apa itu? Apalagi kalau bukan seks. Menurut William, seks merupakan salah satu hal terpenting buat kebanyakan pria. Dan, tentang seks ini,paling tidak ada 3 hal yang tak disukai pria, yaitu:

Performance yang Buruk
Seks adalah kecakapan yang dipelajari. Seperti menyetir mobil, semua orang bisa mempelajarinya, tapi kemudian ada yang menjadi sangat mahir,dan ada yang tetap "begitu-begitu saja". Performance buruk meliputi : tak ada inisiatif, tak ada kreativitas, kurang "irama", atau teknik bercinta yang buruk.

Akar masalah ini bisa saja psikologis, atau kurang komunikasi. Kalau saja Anda bisa membicarakan masalah ini secara terbuka dengan pasangan, sebagian besar masalah Anda sudah teratasi. Jika sudah sangat mengganggu dan sulit dipecahkan, mungkin Anda butuh bantuan ahli seperti seksolog atau penasihat perkawinan.

Seks Membosankan
Seks yang membosankan tidak selalu sama dengan performance yang buruk. Mungkin teknik Anda baik, inisiatif bagus, tapi kalau dilakukan ditempat yang itu-itu juga, dengan posisi dan waktu yang sama, lama-lama akan terasa membosankan. Biasanya, ini terjadi ketika Anda merasa hubungan seks sebagai kewajiban berdua sebagai pasangan. Yang terjadi adalah seks dengan semua gerakannya tapi tanpa jiwa, tanpa nafsu dan gairah yang menggelora.

Seks Sebagai Senjata
Yang paling dibenci pria adalah bila wanita menggunakan seks sebagai senjata untuk mengancam atau membujuk suami. Misalnya, menolak bercinta ketika suami tak mau membelikan Anda baju baru, atau menemani Anda belanja. "Anda harus bisa memisahkan mana hal-hal yang memang bisa merusak mood Anda brcinta, atau hal-hal yang hanya mengecewakan Anda saja," kata William. Jika karena hal kecil saja Anda sudah menolaknya bercinta,suami akan merasa diperalat, kata William lagi. (Fara)

Sumber: Majalah Lisa


Be more concerned with your character than your reputation,
because your character is what you really are,
while your reputation is merely what others think you are
***********************************************************

0 comments:

Post a Comment

Terima Kasih Telah Memberikan Waktu dan Komentarnya
Thanks for your feedback