Pages

Sunday, September 13, 2009

Kisah Bejo dan Relativitas

  • Panggung 1: Jauh di sebuah dusun nelayan dengan bau laut yang kental.
  • Seorang paman menanyakan kabar keponakannya yang telah lama pergi ke kota.
  • Dengan bangga, ibunya menjawab, "Syukurlah, sekarang hidup Bejo sudah enak.
  • Dia bekerja sebagai petugas kebersihan di gedung tinggi."

  • Panggung 2: Di sebuah gedung perkantoran di tengah kota yang sibuk.
  • Seorang bos berdasi menanyakan tentang seorang pegawai yang tampak lusuh.
  • Dengan gugup, manajernya menjawab, "Namanya Bejo pak!
  • Pegawai rendahan di bagian kebersihan.
  • Sayang, nasibnya tidak sebaik namanya."

  • Aha! Betapa relatifnya nilai sebuah pekerjaan.
  • Dari satu sudut pandang, sesuatu yang dibanggakan ternyata tak ubahnya cemoohan.

  • Namun dari sudut lain, sebuah ejekan ternyata sumber harapan panjang.
  • Begitulah bila pikiran mulai menilai-nilai apa yang disebut "kemujuran" hidup, maka pada saat
  • yang sama ia memisah-misahkan orang ke dalam kelas-kelas yang berbeda.
  • Padahal, melalui tatapan hati nurani, tiadalah lebih berharga jabatan tinggi dihadapan jabatan rendah.
  • Ketika anda menghargai dan membebaskan diri dari peringkat-peringkat "keberuntungan", di saat itu anda mampu mendengar bisikan nurani.


Regards,

Gundolo Sosro

0 comments:

Post a Comment

Terima Kasih Telah Memberikan Waktu dan Komentarnya
Thanks for your feedback