- Panggung 1: Jauh di sebuah dusun nelayan dengan bau laut yang kental.
- Seorang paman menanyakan kabar keponakannya yang telah lama pergi ke kota.
- Dengan bangga, ibunya menjawab, "Syukurlah, sekarang hidup Bejo sudah enak.
- Dia bekerja sebagai petugas kebersihan di gedung tinggi."
- Panggung 2: Di sebuah gedung perkantoran di tengah kota yang sibuk.
- Seorang bos berdasi menanyakan tentang seorang pegawai yang tampak lusuh.
- Dengan gugup, manajernya menjawab, "Namanya Bejo pak!
- Pegawai rendahan di bagian kebersihan.
- Sayang, nasibnya tidak sebaik namanya."
- Aha! Betapa relatifnya nilai sebuah pekerjaan.
- Dari satu sudut pandang, sesuatu yang dibanggakan ternyata tak ubahnya cemoohan.
- Namun dari sudut lain, sebuah ejekan ternyata sumber harapan panjang.
- Begitulah bila pikiran mulai menilai-nilai apa yang disebut "kemujuran" hidup, maka pada saat
- yang sama ia memisah-misahkan orang ke dalam kelas-kelas yang berbeda.
- Padahal, melalui tatapan hati nurani, tiadalah lebih berharga jabatan tinggi dihadapan jabatan rendah.
- Ketika anda menghargai dan membebaskan diri dari peringkat-peringkat "keberuntungan", di saat itu anda mampu mendengar bisikan nurani.
Regards,
Gundolo Sosro
0 comments:
Post a Comment
Terima Kasih Telah Memberikan Waktu dan Komentarnya
Thanks for your feedback