Pages

Wednesday, September 16, 2009

FENOMENA: Patuh

(thoughtful)

  • Pada suatu masa, ada seorang guru yang khotbahnya selalu diikuti oleh banyak orang dari segala lapisan.
  • Ia tidak pernah menggunakan penjelasan yang bersifat skolastik, melainkan berbicara langsung dari hatinya kepada para pendengarnya.
  • Suatu hari, seorang guru dari sekte lain menghadiri khotbahnya.
  • Ia merasa iri dan bertekad berdebat dengan guru yang populer itu.
  • "Sebentar guru," sergahnya, "Orang lain boleh mendengar dan mematuhi apa yang engkau katakan.
  • Tapi saya sama sekali tidak menghormatimu.
  • Mampukah Anda membuatku mematuhimu?"
  • "Datanglah ke sini dan akan kutunjukkan kepadamu."
  • Guru yang iri hati itu dengan angkuh menyibak kerumunan dan duduk di sebelah guru yang sedang berkhotbah.
  • Guru yang sedang berkhotbah itu berkata, "Duduklah di sebelah kiriku."
  • Guru yang iri hati itu duduk di sebelah kiri sambil mendenguskan hidungnya.
  • "Lihat, Anda telah mematuhiku.
  • Saya pikir kamu ini orang yang lembut.
  • Sekarang duduk dan dengarkan baik-baik."
  • Kalahkan iri hati dan keangkuhan dengan sikap simpati dan rendah hati.

    MOTTO:
  • "Saya melewati hari ini hanya sekali;
  • karenanya setiap perbuatan baik yang dapat saya lakukan atau kebaikan apapun yang bisa
    saya perbuat kepada siapapun,
  • biarlah saya melakukannya sekarang.
  • Jangan biarkan saya mengabaikannya,
  • karena pasti saya tidak akan melewati hari ini lagi." (RSP).


indo community

0 comments:

Post a Comment

Terima Kasih Telah Memberikan Waktu dan Komentarnya
Thanks for your feedback