(nice story) True Love.
Ayahku mengecatkan kuku jari kaki ibuku. Aku melihatnya ketika ia mulai melakukan hal itu. Seluruh keluarga sedang berlibur di tempat peristirahatan di Oregon untuk merayakan ulang tahun perkawinan orangtuaku yang keempat puluh.
Ibuku selalu dianggap sebagai ratu kecantikan sejak ia memenangkan gelar tersebut di SMA. Ia memang cantik dan memiliki tangan serta kaki yang indah. Ia senang berdandan, merawat wajah, dan memakai parfum; ia juga selalu mengecat kuku jari kaki dan tangannya.
Tapi ketika kami sedang duduk-duduk di tepi kolam renang, kuperhatikan kali itu kuku kakinya tidak diberi kuteks. Kutanyakan sebabnya, dan ia berkata bahwa sekarang ia sudah terlalu tua dan tubuhnya sudah kaku uantuk bisa membungkuk sejauh itu; selain itu, ia merasa konyol sekali kalau mesti pergi ke salon kecantikan hanya untuk mengecatkan kuku.
Ayahku adalah laki-laki bertubuh besar dan kasar yang sepanjang hidupnya menjadi pelatih sepakbola. Aku sangat terkejut ketika ia mengatakan pada ibuku bahwa ia bersedia mengecatkan kuku jari kaki ibuku. Ketika ibuku bertanya mengapa ia mau melakukan itu, ayahku menjawab, "Sebab aku mencintaimu dan aku ingin kau terus merasa cantik sepanjang hidupmu."
Lima tahun kemudian, ayahku masih tetap mengecatkan kuku jari kaki ibuku.
Myrna, Seattle, WA
______________________________________________________________________________
There is a story living in us that speaks of our place in the world.
It is a story that invites us to love what we love and simply be ourselves.
The story is not given to us, it flows naturally from within; to hear it
we only have to be silent for a moment and turn our face to the wind.
0 comments:
Post a Comment
Terima Kasih Telah Memberikan Waktu dan Komentarnya
Thanks for your feedback