Pages

Thursday, September 17, 2009

Cinta dan Jatuh Cinta..!

  • Benarkah ia mencintaiku?
  • Aku ingin tahu Bagaimana denganmu?
  • Apa yang kamu inginkan?

"Dapatkah Anda memberi penjelasan kepada saya perbedaan yang sering dikatakan laki-laki?," tanya seorang gadis dalam sebuah konsultasi. Mereka memisahkan "love" dan being "in love".

Laki-laki acap berlama-lama membuat komitmen dengan alasan ia hanya "mencintai" pasangannya, tetapi tidak "jatuh cinta" kepadanya. Dalam kasus gadis yang bertanya tadi, ia sudah menjalani hubungan selama dua tahun bersama pacarnya, tetapi tak kunjung ada kepastian, apakah hubungan itu akan berlanjut serius?

Atau hanya main-main? Selama dua tahun tersebut si laki-laki kadang begitu "menyayangi", tetapi di lain waktu "menghilang" begitu saja.

Sejumlah psikolog menegaskan kepada kita untuk memahami dan membedakan cinta antara keluarga dan teman dengan cinta romantis antara laki-laki dan perempuan. Jika seorang laki-laki mencintai perempuan hanya sebagai teman baik, maka ia tak akan membuat komitmen apa-apa.

Dalam hubungan yang mengambang, seorang perempuan menginginkan sesuatu yang lebih dari sekedar permainan "mendekat" dan "menjauh", come close,go away, apalagi bila itu berlangsung selama bertahun-tahun. Kesalahan perempuan dalam hal ini adalah: Ia bekerjasama dalam permainan tersebut. Artinya, hal itu tak akan terjadi --apalagi selama bertahun-tahun-- bila perempuan bisa bersikap tegas, begitu kan?

Sayangnya, perempuan tidak bisa bersikap tegas ketika ia begitu mencintai seseorang.
"Dalam keadaan ini, mungkin laki-laki melihat Anda sebagai teman yang menyenangkan dan malas untuk pergi menjauh.

Atau, ia tidak ingin menjadi laki-laki "jahat" yang memutuskan hubungan begitu saja, apalagi jika tahu Anda begitu mencintainya. Bisa jadi pula, ia menunggu Anda berkata "Cukup!" dan ia akan pergi," kata Judith Sobiesk, psikolog yang berpraktek di Chicago dalam ulasannya di WebMD.

Bagaimana dengan si gadis dalam kasus tadi? Apa yang ia inginkan? Yang jelas terlihat adalah ia "jatuh cinta" dan menginginkan laki-laki tersebut bersikap sama padanya, tapi jika itu tak kunjung terjadi,mungkin memang tidak akan pernah terjadi. Selama ini, si gadis sudah memberi cukup waktu (dua tahun) dan keleluasaan agar hubungan itu berkembang menjadi "sesuatu", tetapi tidak juga terwujud.

Kawan, apabila Anda mengalami hal ini, apa yang Anda lakukan? Tetap mencintainya dengan segala kesedihan yang ada. Atau Anda ingin hidup Anda berlanjut? Kalau pilihannya yang terakhir, tentu sangat menyedihkan, Anda akan kehilangan kebahagiaan yang didapat saat bersamanya, dan sulit untuk merasa sendirian lagi.

Tetapi ada dua hal yang mungkin terjadi, kata Sobiesk. Jika Anda berani bersikap dan mengatakan, "Oke!semua ini sudah cukup. Selamat tinggal!", laki-laki mungkin akan mengangkat bahu dan berlalu. Atau sebaliknya,pada saat itu dia baru menyadari bahwa sebenarnya benar-benar jatuh cinta pada Anda. Entahlah apa yang akan terjadi, tetapi biarkan laki-laki menghadapi pilihan itu.

Yang Anda perlukan hanyalah menjaga perasaan kehilangan itu agar tidak menjadi buruk. Siapa tahu sesudah kesedihan itu, Anda menemukan bahwa hidup Anda tanpa dia ternyata lebih menyenangkan, dan Anda malah bingung, mengapa itu tidak dilakukan lebih cepat?

Catatan: Kita harus siap melepaskan segala sesuatunya. Seperti dikatakan Andrew Matthews, jika Anda pernah mencintai sseorang, dan Anda tidak pernah benar-benar melepaskannya dari benak Anda, tidak akan ada seorang pun yang akan menggantikannya. Di saat Anda sungguh-sungguh melepaskan dan benar-benar melupakannya, dan melihat kemungkinan-kemungkinan baru,Anda akan mendapatkan kekasih baru(zrp)

Rahasia Awet

Kadang-kadang kita bingung, mengapa ada orang yang bertahan sedemikin lama dalam hubungan cinta atau perkawinannya, tapi ada juga yang putus di tengah jalan. Konon, ada beberapa hal yang menyebabkan hubungan tetap awet, yaitu:

*1* Komunikasi
Kebahagiaan ditentukan oleh dua orang. Berarti, mesti ada timbal balik.
Salah satu cara mencapainya adalah dengan komunikasi.
Bila Anda sudah mulai berakting seperti orang asing dengan pasangan,artinya Anda kehilangan komunikasi. Komunikasi tak berarti hanya bicara,tapi juga mendengarkan.
Adopsilah sikap yang baik dalam berkomunikasi, yaitu mendengarkan orang berbicara sampai selesai, sebelum Anda mengutarakan pendapat sendiri.

*2* Kejujuran
Memang banyak orang yang merahasiakan sesuatu dari pasangannya.
Kadang-kadang, menyembunyikan sesuatu bahkan jadi jalan keluar yang terbaik. Tapi, lebih banyak lagi pasangan yang berpendapat bahwa justru kejujuranlah yang membuat perkawinan atau hubungan mereka bertahan lama. Boleh jadi, kebenaran itu pahit ketika didengarkan, tapi kejujuran akan menyelamatkan hubungan.

*3* Rasa saling percaya
Betapa pahit dan sedihnya hidup ini apabila Anda terus-terusan tegang dan curiga, apa benar semua yang dikatakan pasangan. Misalnya, ketika ia pulang terlambat dengan alasan lalu-lintas macet atau ada rapat mendadak,haruskah itu selalu jadi bahan kecurigaan? Bila ada rasa percaya, hal-hal kecil semacam itu tak akan pernah jadi ancaman.

*4* Tertawa
Hampir semua orang mengakui bahwa tertawa adalah obat mujarab bagi suatu hubungan. Bahkan dalam saat-saat yang memalukan, ledakan tertawa bisa jadi penyelamat yang menyejukkan suasana. Lakukanlah hal ini, dan buat kerut-merut di ujung bibir Anda menjadi sesuatu yang menyenangkan.

*5* Berteman dengan pasangan
How can we be lovers, if we can't be friends, kata Michael Bolton dalam salah satu lagunya. Ia benar, sebab bercinta dengan orang yang tidak bias jadi teman, tak akan bertahan lama. Hubungan cinta, butuh lebih dari sekedar emosi.

*6* Saling menghargai
Tak ada hubungan yang sukses bila seseorang memandang rendah pasangannya.
Harus ada respek, harus ada penghargaan dalam meniti hidup ini. Dari siapa lagi hal itu diperoleh bila bukan dari pasangan sendiri? Tapi, jangan lupa,untuk memperoleh respek dari pasangan, Anda harus menghargai diri Anda terlebih dahulu.

*7* Cinta sepanjang masa
Apa namanya hubungan asmara tanpa cinta? Jadi, yakinkan diri Anda, (kalau perlu pasangan Anda juga), bahwa Anda mencintainya dan ia mencintai Anda.
Dan kedua orang ini harusyakin akan hal itu.

*8* Kompromi
Seperti ketika kita mempelajari ilmu ekonomi, kita tahu bahwa keseimbangan akan tercapai bila kurva permintaan dan penawaran bertemu pada satu titik.
Dalam percintaan, hal ini tak jauh beda. Keinginan Anda darinya, dan begitu pula sebaliknya, perlu kompromi untuk mencapai keseimbangan. Ada hal kecil yang harus Anda korban-kan untuk memperoleh kebahagiaan. Begitu pula sebaliknya.

*9* Saling memaafkan
Beri maaf dan jangan menyimpan dendam. Untuk kesalahan yang sedemi-kian besar, 'hukum' ini juga tetap berlaku. Sekali Anda melempar dendam, maka hubungan tak akan bertahan lama.


Regards,

Gundolo Sosro

0 comments:

Post a Comment

Terima Kasih Telah Memberikan Waktu dan Komentarnya
Thanks for your feedback