Pages

Tuesday, August 25, 2009

Waspadai Berat Badan Anda !

Dulu banyak orang percaya "gemuk itu lambang kemakmuran". Namun, setelah terbukti obesitas (kegemukan) potensial mengundang beragam penyakit, banyak orang gemuk beralih ingin langsing. Segala cara dihalalkan, yang penting kurus. Alhasil, badan belum langsing, kepala sudah pusing tujuh keliling. Ya pusing karena masih gendut, ya pusing lantaran banyak duit terkuras.

Ada beberapa cara konvensional untuk mengatasi kegemukan, seperti banyak melakukan olahraga, mengatur pola makan, hidup teratur, atau dengan menggunakan "alat bantu" semisal slimming tea, metode pengobatan akupuntur,sampai pemakaian obat modern yang mengandung bahan kimia. Namun, cara-cara di atas tidak semuanya aman. Tak jarang malah menimbulkan efek sampingan cukup mengganggu.

Dari keluarga obat-obatan yang lumayan kerap digunakan adalah orlistat, yang bekerja menahan penyerapan lemak dan menghambat pemecahan molekul lemak dalam usus besar. Efek sampingan biasanya timbul berupa buang air kecil tidak terkontrol dan munculnya rasa tidak nyaman pada perut. Bahayanya, jika obat jenis ini digunakan terus-menerus, tubuh bisa dengan mudah kehilangan vitamin A, D, E, K yang larut dalam lemak.

Jenis obat kurus kedua berasal dari keluarga amfetamin, sanggup bekerja sebagai penahan nafsu makan. Namun, obat ini pun punya efek sampingan, yaitu sukar tidur (insomnia), gelisah, gemetar (tremor), sakit kepala, hipertensi,hingga jantung berdebar. Obat lainnya, berasal dari golongan furosemid lebih bersifat diuretika atau memperbanyak pengeluaran cairan tubuh. Berat badan berkurang lantaran mengecilnya sel-sel tubuh. Risikonya, dehidrasi dan kerusakan ginjal.

Obat laksansia (pencahar) kadang digunakan pula buat menurunkan berat badan,meski sesungguhnya tak dibenarkan. Laksansia memang dapat mempercepat proses keluarnya kotoran dari usus, terutama jika terjadi gangguan pada saluran pembuangan. Namun, penggunaan laksansia dalam waktu yang panjang dan terus menerus berpotensi menyebabkan gangguan pada usus serta gangguan elektrolit,terutama kehilangan kalium yang dapat menyebabkan obstipasi (gangguan "pembuangan" yang parah).

Contoh menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT):

Berat Badan (BB) : 80 kg, Tinggi Badan (TB): 160 cm = 1,6 m
IMT : BB (Kg) = 80 = 31,25 Kg/m2
TB (m)2 (1,6)2

Dengan nilai tersebut, Anda sudah masuk kategori: Kegemukan (Obesitas)

Menurut klasifikasi World Health Organization (WHO), jika seseorang memiliki nilai IMT > 30 maka orang tersebut dikategorikan dalam kondisi kegemukan (obesitas), dan jika nilai IMT > 25 – 29,9 maka orang tersebut dikategorikan dalam kondisi Overweight.

Berikut tabel klasifikasi nilai IMT:
Kategori IMT (kg/m2) Resiko penyakit penyerta
Underweight < 18.5 Rendah
Normal 18.5 - 24.9 Rata-rata
Overweight 25.0 - 29.9 Meningkat
Obese I 30.0 - 34.9 Meningkat Sedang
Obese II 35.0 - 39.9 Parah
Obese III 40.0 Sangat Parah

Jika kondisi tubuh Anda termasuk kelebihan berat badan atau kegemukan,sebaiknya Anda mulai melakukan penatalaksanaan berat badan untuk mencapai kondisi tubuh yang ideal. Tetapi sebelumnya, ada baiknya Anda mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan kelebihan berat badan dan kegemukan.

Selain cara-cara di atas, ada cara mencapai langsing lainnya yang kecil kemungkinannya bikin pusing. Yakni dengan memanfaatkan tanaman obat.

Cara ini belakangan banyak dipilih orang, lantaran dianggap lebih aman,tidak mempunyai efek sampingan, bahannya mudah didapat, dan yang paling penting: tak bikin isi kantung ludes. Enggak harus belanja ke toko atau apotik lagi!

Secara empiris, beberapa tanaman obat yang pernah digunakan untuk menurunkan bobot badan, antara lain buah matang mengkudu (Morinda citrifolia), buah matang nanas (Ananas comosus), daun jati belanda (Guazuma ulmifolia), buah delima (Punica granatum ), rimpang temu giring (Curcuma heyneana), rimpang bangle (Zingiber purpureum).

Silahkan dicermati, apakah anda sudah kelebihan berat badan? atau sudah amankah suplemen penurun berat badan anda?


Salam,


Indra Harjanto

0 comments:

Post a Comment

Terima Kasih Telah Memberikan Waktu dan Komentarnya
Thanks for your feedback