(inspirational story) Dinasti Tang 618 sampai 907)
Suatu hari di penghujung abad ketujuh, sang kaisar Tang-Kao yang "hebat" ingin mengunjungi sebuah kota yang terletak beberapa ratus kilometer dari istana kekaisaran. Akibat musim paceklik dan wabah penyakit, banyak petani yang kelaparan meninggalkan tanah mereka dan menjadi orang-orang jalanan yang kejam.
Mereka berulang kali menawan dan bahkan membunuh para pengembara di rute-rute yang tidak dijaga. Tidak ada yang berani meninggalkan kota itu tanpa perlindungan yang lengkap. Beberapa dari bandit-bandit yang paling terkenal kejahatannya sering menyerang daerah-daerah pinggiran ibu kota. Sang kaisar benar-benar merasa khawatir akan keselamatannya, dan mengutus seorang penelusur yang cakap Wai Yuan Jong, sebagai unit terdepan, untuk mengamankan jalan itu.
Seraya menerima tugas yang berat ini dengan penuh keyakinan, pejabat itu membuat semua koleganya terkejut ketika ia dengan tegas menolak tawaran untuk dikawal para tentara kekaisaran yang terlatih dengan baik sebagai pengawal-pengawalnya,dan dengan tiba-tiba pergi ke sebuah penjara dekat situ.
Setelah beberapa menit melakukan pengamatan dengan cermat, ia memilih sendiri seorang bandit yang terkenal kejahatannya. Ia dengan murah hati memberinya pakaian-pakaian yang bersih dan makanan yang lezat, dan segera menyewanya sebagai pengawal.
Setelah beberapa hari melakukan pengamatan yang intensif, si pejabat dengan penuh keyakinan mengangkat pengawal ini menjadi inspektur utama untuk unit terdepannya. Bandit ini tercengang akan nasib baik yang tidak terduga dan sangat menghargai si pejabat karena posisi barunya ini.
Untuk membuktikan kemampuannya dan membayar kembali kebaikan tuannya , bandit itu, dengan sepuluh tahun pengalaman sebagai seorang penjahat, melakukan penjagaan terbaik untuk menjamin ketenangan perjalanan kekaisaran ini. Dengan beratus-ratus kereta yang sarat muatan dan beribu-ribu pelayan dan orang kasim, rombongan kerajaan itu merupakan sasaran yang mudah dan empuk. Tetapi sang kaisar berjalan dengan tenang. Tidak da satu sen pun yang hilang.
Setiap orang berguna pada saat-saat tertentu dalam keadaan tertentu. Dengan bimbingan yang benar, seeokor simpanse dapat berkomunikasi dengan orang. Di sisi lain, pada kesempatan dan waktu yang tidak tepat, seorang pria yang berpendidikan dapat menjadi seorang penipu yang tidak tahu malu atau seorang pembunuh yang berbahaya.
Orang selalu menghargai peluang dan pengakuan. Melalui pengamatan, seorang yang bijaksana dapat memotivasi, menggunakan, dan memaksimalkan dengan tepat potensi kemampuan orang lain dan mendapatkan seorang pelayan yang setia dan berdedikasi.
(from Wisdom's way by Walton C.Lee)
______________________________________________________________________________
If you begin to live life looking for the God that is all around you,
every moment becomes a prayer.
Indo community
0 comments:
Post a Comment
Terima Kasih Telah Memberikan Waktu dan Komentarnya
Thanks for your feedback