(Inspiration)
Dari Milis tetangga.........................
Ini ada renungan dan saran dari seorang teman, perlu dipertimbangkan dan semoga kita bisa menjalankan.
Sudah beberapa bulan ini gue perhatikan bahwa kehidupan di Indonesia semakin lama semakin sulit. Gue ngobrol dengan banyak orang: supir angkot, satpam, tukang jual majalah, tukang gorengan, etc --dan mereka semua mengeluhkan keadaan yang sama bahwa Indonesia semakin berat dan tampak sekali dari cara mereka bercerita bahwa mereka sudah sangat terjepit dengan kehidupan di kota.
Selain tidak terdistribusinya uang dengan baik, juga memang keadaan politik yang tidak menentu cukup menyumbang banyak dalam hal ini. Alasan gue menulis e-mail ini adalah untuk mengajak kawan-kawan (terutama yang ada di dalam negeri, especially Jakarta) untuk mulai memainkan peran kita untuk menjaga keseimbangan komunitas kita. Kalau bisa kita buat daftar di sini apa yang bisa kita lakukan untuk menolong orang kecil.
Gue tidak bicara soal kita "menyumbang", karena urusan menyumbang adalah urusan pribadi. Tapi gue mau menolong orang kecil dengan cara menyatukan dengan kehidupan sehari-hari. Kita lakukan dengan cara membeli jasa mereka atau pun hasil produksi mereka, ketimbang kita membeli dari rangkaian bisnis yang besar.
Gue punya daftar, yang cukup mungkin untuk dilakukan (gue harap kawan2 bisa menambahkan daftar ini sehingga bisa lebih panjang):
- Kalau beli majalah, jangan beli di dalam supermarket atau toko buku.
Tetapi usahakan untuk membelinya dari kios pinggir jalan atau pun dilampu merah. Sehingga uang keuntungan akan masuk ke orang kecil. - Kalau beli sayur-sayuran, mungkin bisa beli di tukang sayur yang lewat di rumah daripada beli di supermarket. Kebanyakan dari kita tidak ada di rumah pada saat tukang sayur lewat,tetapi bisa juga kita titipkan dengan pembantu/tetangga. Agak lebih repot sedikit, tetapi uangnya akan masuk ke orang kecil.
- Ada baiknya secara berkala, misalnya satu bulan sekali, kita panggil tukang nasi goreng/tukang sate yang lewat di depan rumah. Walaupun kita tidak terlalu ingin makan nasi goreng atau sate, tetapi boleh lah sekali-sekali membeli dagangan mereka.
- Sering kita berjalan-jalan dan mendapati beberapa orang berjualan kue, misalnya kue pancong, kue ape, dsb. Beli. Untuk kita uangnya tidak seberapa, tetapi untuk mereka akan sangat berguna. Tentu saja jangan keseringan, karena nanti kita juga bosen.
- Gue orang yang paling anti sama pembajakan, tetapi saat ini masalahnya udah lebih jauh daripada sekedar prinsip-prinsip dasar. Gue mulai membeli VCD bajakan, karena dengan itu uang yg gue keluarkan akan dapat membantu si penjual (dan bukan masuk ke hollywood). Cara buruk untuk membenarkan pembajakan, tetapi: orang-orang kita sedang terpuruk dan ada agenda yg lebih penting untuk di selesaikan.
- Untuk yang cowok -- mungkin jika tidak terlalu pusing sama model rambut, ada baiknya mulai potong rambut di barbershop ketimbang di salon. Lumayan bisa menolong mereka.
- Kalo mo service ke bengkel,mendingan nggak ke dealer tapi ke bengkel umum /biasa.
- Sebulan sekali gaji yang kita peroleh bisa kita sisihkan ke yatim piatu atau janda janda tua atao orang yang berhak / yang membutuhkan.
- Bagi yang punya mobil ada baiknya kita sewaktu waktu naik angkutan umum, kayak bis,mikrolet, bajai dan becak, buat nambah penghasilan mereka.
Kalau di dalam mailing list ini ada 30 orang, rasanya uang yang turun kebawah cukup lumayan. Jika kita beli nasi goreng seharga 4000 rupiah satu kali sebulan, maka uang yang kita "berikan" ke orang kecil sudah mencapai 120 ribu sebulan -- itu hanya dari urusan nasi goreng.
Gue rasa kalau kita membiasakan diri untuk melakukan ini, maka mudah-mudahan secara perlahan kita bisa menyeimbangkan distribusi uang ke bawah.
Apalagi jika Anda mau meneruskan usul ini.
Atau jika itu terlalu muluk -- paling tidak kita sudah memainkan peran kita untuk menolong orang kecil.
indo community
0 comments:
Post a Comment
Terima Kasih Telah Memberikan Waktu dan Komentarnya
Thanks for your feedback