Waktu berumur 64, penulis novel Inggris, William Somerset Maugham,memutuskan bahwa ia lebih baik mulai menulis otobiografinya, meskipun kesehatan tubuhnya masih baik. Ia lakukan itu dan bukunya dia beri judul "The Summing Up" yang kira2 berarti "Penjumlahan".
Tapi kenapa meringkas dan sudah mulai menghitung hidup pada usia 64 tahun? "Sekali2," katanya, "bila kita secara iseng melihat iklan berita kematian, kita akan menarik kesimpulan bahwa usia sekitar 60'an sudah bisa sangat tidak sehat." Ya memang itu boleh jadi benar, tapi Maugham masih bertahan hidup 27 tahun lagi dan ia meninggal diusia 91 tahun.
Tidak perduli berapa muda atau tuanya kita, selalu baik apabila kita sekali-sekali kembali meninjau dan menilai ulang hidup kita. Sampai dimana dan sudah kemana saja ziarah kita dalam perjalanan dibumi ini? Sudahkah kita mencapai tujuan2 hidup kita? Sudahkah kita berkembang tumbuh menjadi orang2 sesuai cita2 kita?
Namun begitu, jauh lebih penting adalah pertanyaan, apakah kita sedang bertumbuh menjadi pria dan wanita sesuai kehendak Allah. Apakah kita benar2 memanfaatkan kesempatan2 didepan kita kesempatan dan peluang untuk hidup di akhirat nanti, melayani sesama kita, dan memuliakan Allah baik dalam kata-kata maupun perbuatan. Karena sesungguhnya hidup ini begitu singkat, ibarat menguapnya uap, akan arif dan bijaklah untuk benar2 memanfaatkan hari2 yang terbatas.
Kita memang tidak bisa merubah lagi apa yang sudah terlanjur lewat dimasa lalu. Tetapi mulai dari saat ini, kita bisa dengan penuh doa dan keteguhan hati memohon rahmat Allah dan memenuhi kehendak-Nya dalam hidup kita. Kita memiliki saat-saat sekarang ini – marilah kita benar-benar pergunakan!
** Ada berapa banyak waktu? Kita tak pernah 'kan tahu,Tetapi paling tidak kita masih punya hari ini Untuk berusaha melakukan kehendakNya,Dalam segala kerja dan kata.
(JM)
Indo community
0 comments:
Post a Comment
Terima Kasih Telah Memberikan Waktu dan Komentarnya
Thanks for your feedback