Pages

Friday, August 21, 2009

Pemikir yang terkenal

(thoughtful story)

Dinasti Chou barat 1100 S.M sampai 770 S.M

Pada masa Cina tradisional, sistem feodal diterapkan dengan keras. Rakyat secara terus menerus diingatkan untuk menghormati dewa-dewa, alam semesta, sang kaisar,orang tua dan guru-guru mereka, dengan urutan tersebut. Pada abad kesebelas S.M,semasa pemerintahan dinasti chou barat, seorang bangsawan bernama Tai Gong Wan menerima gelar tuan tanah dan diberi suatu bagian tanah yang besar di Cina Timur.

Di wilayahnya, ada seorang filsuf yang sangat terkenal, Hwa Shi, yang mendukung kebebasan mutlak dan mendorong agar orang tidak menyembah dewa-dewa maupun penguasa apa pun. Filsuf ini memiliki beribu-ribu pengikut yang penuh pengabdian yang memperlakukannya sebagai seorang nabi yang suci.

Tuan tanah yang baru diangkat itu, dengan tulus, mengutus asistennya yang paling cakap untuk mengundang filsuf ini menjadi seorang penasihat, membantunya dalam memerintah rakyatnya, atau untuk menerima posisi akademis yang cocok. Dengan cara ini, si filsuf dan teorinya yang liar akan terbatas dalam bidang pendidikan, dan tidak akan mempengaruhi rakyat banyak.

Tetapi Hwa Shi dengan tegas dan angkuh menolak. Sehingga tuan tanah yang licik itu mereka-reka beberapa kejahatan serius dan segera memerintahkan para pasukannya untuk menahan filsuf ini. Setelah sebuah sidang yang singkat,ia dijatuhi hukuman mati dan dieksekusi tak lama setelah itu. Para penduduk tercengang. Tingkah laku yang sewenang-wenang dari tuan tanah itu menjadi hal yang memalukan rakyat. Ia segera dipanggil kembali ke istana kekaisaran dan dihadapkan kepada perdana menteri.

"Bagaimana anda dapat membantai seorang terkenal seperti dia tanpa pengadilan yang benar?" teriak si perdana menteri. "Para pengikutnya dapat menimbulkan kerusuhan."

Setelah teguran ini, tuan tanah itu menjawab "Yang Mulia, orang ini, yang mendorong orang untuk menjadi egois, terlalu terkenal untuk hidup. Dengan teori-teori kepuasan dirinya yang menyesatkan dan menghasut itu, ia tidak ingin diatur dengan undang-undang kita atau pun dibatasi oleh hukum tertulis dimanapun.

Filsafatnya yang anarkis itu tidak bermanfaat dalam sistem sosial kita yang ketat. Tanpa pengawasan yang benar, ia dengan kharisma dan ambisinya yang besar, dapat berhasil menyebarkan kuman-kuman ketidaktaatan yang jahat itu. Yang pertama-tama terpengaruh mungkin sejumlah intelektual yang tidak menurut aturan,yang berkeinginan untuk memiliki suara di dunia dengan segala cara.

Secara bertahap, kelas yang lebih rendah dan pegawai toko yang tidak berpendidikan yang mengomel mengenai gaji mereka yang amat kecil akan ikut menggugat. Hal ini akan berlipat ganda dengan sangat cepat. Kemudian para petani yang buta huruf dan buruh dapat berbalik melawan kita.

Pada jangka panjang orang itu beserta ide-idenya akan menjadi sangat berbahaya. Jika jumlah
pengikutnya bertambah menjadi cukup besar, mereka dapat mengancam ketentraman masyarakat kita, dan sistem sosial kita dapat runtuh. Mengapa menunggu sampai saat itu terjadi dan mempertaruhkan nyawa kita? Saya harus mencium krisis yang potensial ini dan melenyapkannya demi dinasti kita."

Setelah merenung sejenak, si perdana menteri setuju dengan Wan dan dengan diam-diam menyuruhnya pulang.

(from Wisdom's way by Walton C. Lee)
______________________________________________________________________________
You can at any time decide to alter the course of your life.
No one can take that away from you.
You can do what you want to do. You can be who you want to be.

0 comments:

Post a Comment

Terima Kasih Telah Memberikan Waktu dan Komentarnya
Thanks for your feedback