Pages

Tuesday, August 11, 2009

Mana lebih penting Kualitas atau kuantitas pertemanan ????

(thougthful)


Sore itu Ria (24 th) bolehlah merasa bingung. Bagaimana tidak jika dirinya yang dikenal sebagai pribadi yang supel itu seolah bak sebatang kara. Padahal, saat itu Ria betul-betul membutuhkan yang namanya dukungan serta nasihat. Ria yang kebetulan tidak punya pacar ini ingin sekali menumpahkan segala uneg-uneg-nya tentang masalah di kantor.

Maklumlah, sejak satu minggu ini first asisten manager di sebuah bank swasta ternama itu tengah diserahi tugas baru yang membuatnya sedikit uring-uringan. Tidak heran jika dirinya ingin berbagi cerita dengan teman-temannya. Ya siapa tahu lewat diskusi yang terjalin, Ria bisa mendapat masukan-masukan yang positif.

Namun sayangnya harapan tinggal harapan. Ria baru menyadari kalau ternyata dirinya tidak memiliki teman yang bisa diajaknya berdiskusi. Dengan kata lain, Ria tak memiliki teman dekat! Kalaupun ada Sinta, Katty, Tami, Runi, Bonni, Stefi atau bahkan Citra yang satu kos dengannya itu ternyata sekadar teman biasa.

Teman yang hanya enak diajak untuk menonton, jalan-jalan ke mall atau pun ngedugem. Selebihnya? Untuk sekadar mendengarkan keluh-kesah saja mereka tak cukup waktu, apalagi berdiskusi dan bertukar pikiran. Kalau sudah begini Ria baru menyesali sendiri, kenapa dirinya tidak memiliki teman karib sama sekali. Kenapa teman banyak yang dimilikinya seolah sambil lalu saja?

Konon, berteman dengan sepuluh ribu orang memang lebih mudah ketimbang memiliki satu orang sahabat saja. Kalimat bijak yang pernah diucapkan oleh penyanyi top tahun 60-an Joan Baez itu ternyata ada benarnya.

Ya, tidak sedikit orang yang bernasib sama halnya dengan Ria. Secara kuantitas, bolehlah berbangga memiliki banyak teman. Namun jangan lupa, kualitas pertemanan juga penting. Bahkan mungkin lebih penting dari sekadar kuantitas saja.

Glenn Van Ekeren dalam bukunya yang berjudul 12 Simple Secrets of Happiness mengatakan bahwa memiliki teman yang bisa membuat kita tertawa sungguh suatu hal menyenangkan. Namun akan lebih menggembirakan jika kita memiliki teman yang bisa memberikan nasihat yang tulus.

Pendapat Van Ekeren tersebut tentunya merujuk pendapat bahwa kualitas pertemanan itu ternyata memang lebih penting ketimbang sekadar kuantitas. Namun,bagaimana pula kita menguji sebuah pertemanan hingga bisa dikatakan telah mencapai kualitas persahabatan?
Simak jurus yang diberikan oleh Van Ekeren berikut ini:

  • Teman yang baik adalah mereka yang bersedia menyediakan waktunya untuk berbagi dengan Anda. Entah itu sekadar mendengarkan atau bahkan memberi masukan positif.
  • Pun, mereka adalah orang-orang yang berani mendorong Anda untuk menjadi yang terbaik dari diri Anda sendiri. Artinya lagi, mereka adalah seseorang tidak akan menghalangi jalan Anda kecuali Anda menuju jalan yang salah.
  • Teman yang baik adalah teman yang tidak segan-segan memberikan kritiknya. Tentu saja kritik yang dilontarkan tersebut bersifat positif dan membangun.

Ingatkah berapa lama Anda telah menjalin pertemanan dengan seseorang? Biasanya persahabatan akan selalu terbangun dan terbina meski telah melewati bilangan waktu yang cukup panjang


indo community

0 comments:

Post a Comment

Terima Kasih Telah Memberikan Waktu dan Komentarnya
Thanks for your feedback