(thoughtful story)
- Alkisah suatu ketika, Kapak, Gergaji, Palu, dan Nyala Api sedang mengadakan perjalanan bersama-sama.
- Di suatu tempat, perjalanan mereka terhenti karena terdapat sepotong besi baja yang tergeletak menghalangi jalanan.
- Mereka berusaha menyingkirkan baja tersebut dengan kekuatan yang mereka miliki masing-masing.
- "Itu bisa aku singkirkan," kata Kapak.
- Pukulan-pukulannya keras sekali menghantam baja yang kuat dan keras juga itu.
- Tapi tiap bacokan hanya membuat kapak itu lebih tumpul sendiri sampai ia berhenti.
- "Sini, biar aku yang urus," kata Gergaji.
- Dengan gigi-gigi yang tajam tanpa perasaan, iapun mulai menggergaji.
- Tapi kaget dan kecewa ia, semua giginya jadi tumpul dan rontok.
- "Apa kubilang," kata Palu, "Kan aku sudah omong, kalian tak bisa.
- Sini, sini aku tunjukkan caranya."
- Tapi baru sekali ia memukul, kepalanya terpental sendiri,dan baja tetap tak berubah.
- "Boleh aku coba?" tanya Nyala Api.
- Dan iapun melingkarkan diri, dengan lembut menggeluti, memeluk, dan mendekapnya erat-erat tanpa mau melepaskannya.
- Baja yang keras itupun meleleh cair.
Renungan :
- Ada banyak hati yang cukup keras untuk melawan kemurkaan dan amukan kemarahan demi harga tinggi.
- Tapi jarang ada hati yang tahan melawan nyala api cinta kasih yang hangat.
- Betapa arif bijak ada dalam sebuah kelembutan dan kehangatan, seperti api mencairkan hati yang dingin.
- Ah, tak ada yang tahan menampik nyala cinta kasih.
Indo community
0 comments:
Post a Comment
Terima Kasih Telah Memberikan Waktu dan Komentarnya
Thanks for your feedback