Pages

Monday, June 22, 2009

WANITA KARIR DAN PRIA

(relationship)

Pernahkan anda merasa terintimidasi dengan adanya atasan wanita ? Perasaan seperti itu normal-normal saja. Terutama jika ditilik dari sejarah pria yang dari zaman purba sudah dianggap sebagai yang kuat dan pencari nafkah. Oleh karena itulah pria mempunyai ego yang biasanya cukup menonjol.

Wanita karir merupakan simbol dari independence, keberanian, dan kecerdasan. Hal-hal yang telah sering dicoba untuk ditekan keberadaannya pada wanita. Seperti di Indonesia sebelum jaman Kartini. Jangankan di Indonesia, di Amerika yang mengaku demokratispun cukup lama dan berat perjuangan yang ditempuh agar wanita boleh mengikuti pemilu dan berpendapat dalam pemerintahan.

Konsep ibu rumah tangga sebenarnya agak kuno dan membosankan. Banyak wanita yang
akan mengernyitkan dahi bila mendengar ketiga kata ini. Mereka membayangkan seorang ibu yang seharian tinggal di rumah dan mendedikasikan dirinya untuk mendidik anak-anak dan membuat senang suaminya. Sebenarnya hal ini saja sudah merupakan pekerjaan yang mulia. Namun, ternyata wanita menginginkan lebih.

Mereka menginginkan lebih karena memang mereka mempunyai potensial untuk itu.
Mungkin juga dengan berkembangnya waktu, wanita juga belajar dari pria untuk mengembangkan egonya. Sepertinya statement ini sombong sekali ya. Ternyata banyak wanita yang dapat membuat keseimbangan yang sangat tepat dan sensitive antara kehidupan keluarga dan pengembangan karir yang maksimal.

Sebenarnya tidak ada alasan mengapa pria harus merasa takut pada wanita bekerja,kecuali karena pengambilan lahan pekerjaan. Banyak pria yang telah dapat menerima atasan wanita. Mungkin mereka memang benar-benar menerimanya, atau mereka terpaksa.

Apapun itu, banyak pria yang menyatakan tidak keberatan menjadi bawahan wanita bila ia dapat menjadi seseorang yang rasional, dan pintar berstrategi. Selain itu, bukan hanya pria yang harus dapat mengesampingkan penilaian berdasarkan gender, namun juga wanita tersebut.

Ia harus dapat melihat semua bawahannya sama, tanpa adanya pilih kasih untuk bawahannya yang sesama wanita. Seperti hal-hal lainnya di alam ini, kunci kelanggengan adalah keseimbangan. Pria harus bersikap sportif, dan wanita harus pengertian dan bijaksana. (Citi)


Indo community

0 comments:

Post a Comment

Terima Kasih Telah Memberikan Waktu dan Komentarnya
Thanks for your feedback