Kita terlahir dengan dua mata didepan
sebab kita tak selalu harus lihat kebelakang,
tapi menatap kemuka, bahkan dibalik kita sendiri.
Kita dilahirkan dengan dua telinga - satu kiri, satu kanan
sehingga kita bisa mendengar kedua belah pihak,
mengumpulkan baik pujian maupun kritik,
agar tahu mana yang benar.
Kita terlahir dengan otak tersembunyi dalam tengkorak
jadi tak perduli betapapun miskin, kita masih tetap kaya,
sebab tak seorangpun mampu mencuri isi otak kita,
terisi lebih banyak perhiasan dan cincin daripada yang bisa kau pikirkan.
Kita terlahir dengan dua mata, dua kuping, tapi satu mulut,
sebab mulut itu senjata tajam, bisa menyakiti, merayu, membunuh,
ingatlah petuah ini: bicara sedikit, lebih banyak dengar dan lihat.
Kita terlahir dengan hanya satu hati, terlindungi dalam kerangka iga,
itu mengingatkan agar kita menghargai dan memberikan cinta dari dalam.
Let us appreciate what we have today,
Mari kita menghargai apa yang miliki hari ini,
Diantara teman sahabat yang tawa ria dan saling mendengarkan.
(JM)
Fatin Shidqia Lubis - Aku Memilih Setia
12 years ago
0 comments:
Post a Comment
Terima Kasih Telah Memberikan Waktu dan Komentarnya
Thanks for your feedback