Pages

Monday, June 22, 2009

Ayo berpikir positif

Kita sering mengatakan, "Ayo berpikir positif dong!", atau mungkin kita senang melihat orang yang mampu bersikap positif, atau tak kalah seringnya kita mendapat nasehat agar bisa menjadi positif.

  • Tapi apakah bersikap positif itu?
  • Apa saja ciri-ciri orang yang bersikap positif?
  • Bagaimana kita mengetahui bahwa kita telah bersikap positif?
  • Apakah bersikap positif itu bisa dipelajari?
  • Apakah semacam seni tertentu?
  • Apa bedanya dari bersikap negatif?

Ternyata tidak mudah menjawab semua pertanyaan di atas. Tak jarang kita hanya sekedar berkata, "Bersikap positif itu seperti itu lho, kamu tahu sendiri deh." Tentu bukan itu jawaban yang ingin kita dengar. Kita ingin tahu batasan-batasannya agar kita pun dapat bersikap positif.

Tak pelak lagi hampir semua dari kita sepakat bahwa bersikap positif adalah kebutuhan bagi kehidupan diri kita sendiri, team kerja, keluarga dan masyakarat. Kita ingin belajar bagaimana dapat bersikap positif. Kita juga ingin bisa memetik hasil dari bersikap positif.

Oleh karena itu, Redaksi secara berkala mempostingkan serial Be Positive # yang berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar bersikap positif. Serial ini merupakan hasil olahan berbagai tulisan dengan merujuk pada sumber utama buku "Be Positive" karya Phil Clements.

Mari kita sama-sama belajar dan menjadikan "Be Positive" sebagai motto kita dalam setiap kesempatan. Semoga serial ini bermanfaat bagi kita juga lingkungan kita. Salam hangat!
(rekan-kantor · eNewsletter untuk inspirasi dan motivasi pekerja Indonesia)

#1. Pendahuluan

  • Tunjukkan pada beberapa orang sebuah gelas yang terisi air separuh, maka beberapa di antara mereka akan adanya yang mengatakan bahwa gelas itu setengah penuh, dan beberapa orang lain akan mengatakannya setengah kosong.
  • Bila dalam suatu rapat seseorang mengemukakan gagasan yang cemerlang dan inovatif, maka kita dapat melihat bahwa sebagian peserta rapat ada yang membahas mengenai keuntungan gagasan itu, dan sebagian peserta rapat akan berusaha sedapat mungkin menggagalkan pelaksanaan gagasan itu.
  • Tanyailah orang-orang yang bekerja sebagai petugas pemasaran mengenai apa pendapat mereka tentang pelanggan yang mereka kunjungi, maka ada sebagian yang memberikan jawaban sinis serta tidak enak didengar seolah-olah para pelanggan lebih sering menyulitkan mreka.

Dari tiga perumpamaan di atas terlihat ada kesamaan umum di antara mereka yang melihat gelas sebagai setengah penuh, mereka yang lebih melihat tantangan ketimbang kesulitan, dan mereka yang sepenuh hati ingin memberikan layanan terbaik pada pelanggannya. Kesamaan mereka adalah, sikap positif.

Mari kita perhatikan berbagai kecakapan yang diperlukan agar kita dapat menjadi seorang manajer yang baik; yaitu, kecakapan berkomunikasi,mengelola waktu, memotivasi, membuat rencana,mendelegasikan wewenang,kepemimpinan, membuat keputusan, negosiasi, dan masih banyak hal lain.

Setiap kecakapan itu hanya akan berhasil bisa sungguh-sungguh berlandaskan pada sikap positif. Sikap positif merupakan prasyarat penting bagi keberhasilan manajemen di abad 20 ini. Bila anda sedang bekerja dalam suatu perusahaan yang sedang membenahi dan mengembangkan diri, maka semua sektor, mulai dari manajer, supervisor dan staff akan merasakan beban tanggung jawab yang lebih berat, pekerjaan lebih banyak, keputusan lebih sulit.

Untuk mengatasi semua ini anda membutuhkan sikap positif untuk menanganinya. Jika anda mau bersikap positif, maka anda tidak punya waktu lagi untuk bersikap negatif. Barangkali anda berkata, "Tetapi saya tidak punya bakat untuk bersikap positif".

Jangan khawatir. Anda dapat belajar untuk menjadi lebih positif sama seperti anda belajar berkomunikasi, mengelola waktu, memotivasi dan berbagai kecapakan manajerial lain. Kita dapat mempelajari apa sebenanrya bersikap positif, bagaimana hal itu dapat dicapai, dan bagaimana sikap positif dapat diterapkan dalam berbagai situasi.

#2. Ciri-ciri Sikap Positif?
Kita tidak mengatakan bahwa orang bersikap positif adalah orang yang selalu tersenyum, atau selalu penuh canda tawa kemana pun ia pergi; tidak juga orang yang tidak pernah melihat sisi negatif dari suatu hal. Orang yang sungguh bersikap positif tidak sekedar melihat sisi-sisi negatif suatu hal namun sekaligus punya kecakapan untuk menangani sisi-sisi negatif tersebut.

Lalu apa ciri-ciri orang yang bersikap positif?
Ada beberapa kata kunci yang dapat kita gunakan untuk menggambarkan sifat-sifat atau ciri-ciri sikap positif, yaitu:

  • Bersikap netral
  • Mampu mengendalikan diri maupun situasi
  • Kreatif dalam berpikir dan berencana
  • Mampu menangani dan mengelola perubahan
  • Optimis
  • Mampu mengkomunikasikan secara efektif semua sifat di atas.

Mari kita bahas sifat-sifat di atas secara ringkas. Selama pembahasan,cobalah anda sendiri berpikir sampai taraf mana sifat itu anda miliki.

#2.1. Bersikap Netral
Orang yang bersikap positif cenderung menggunakan pendekatan yang netral baik terhadap orang lain maupun terhadap situasi yang dihadapinya. Mereka cenderung melihat sisi baik orang lain daripada sisi buruknya, dan berusaha melakukan sesuatu sebaik mungkin walau dalam situasi yang buruk. Dalam bidang manajemen pendekatan seperti itu sangat berharga.

Sikap netral akan membantu mewujudkan penilaian yang efektif ketika tampaknya tidak ada cara lain untuk mengatakan sesuatu yang buruk mengenai seseorang. Orang yang bersikap positif lebih sedikit meluangkan waktunya untuk membicarakan orang lain dan lebih banyak membicarakan cara-cara bagaimana memecahkan masalah dan merampungkannya.

#2.2. Mampu Mengendalikan Diri maupun Situasi
Orang yang bersikap positif cenderung menampakkan kepercayaan diri terhadap diri dan kemampuan mereka sendiri. Jangan itu diartikan bahwa mereka "berbuat seenaknya"; atau merasa punya posisi untuk mengarahkan dan punya wewenang terhadap segala hal yang berhubungan dengan mereka.

Bukan itu yang dimaksud. Mereka yang bersikap positif dapat mengendalikan orang lain justru karena mereka tidak mempunyai rintangan terhadap kekuasaan mereka sendiri. Oleh karena itu, para manajer yang bersikap positif biasanya mampu melakukan pendelegasian secara efektif.

#2.3. Kreatif dalam Berpikir dan Berencana
Kreatif bukan semata-mata berarti anda pandai melukis atau menulis lagu. Dalam kaitannya dengan kecakapan manajemen, menjadi kreatif berarti mampu berpikir secara kreatif, dan itu berarti mempunyai kemampuan menghasilkan gagasan-gagasan segar, memberi pemecahan dan strategi untuk menghadapi masalah serta tantanagn yang timbul. Orang ayng bersikap positif memiliki wawasan kedepan. Mereka cenderung tahu apa tujuan mereka.

#2.4. Mampu Menangani dan Mengelola Perubahan
Mengelola perubahan menjadi pokok pembicaraan yang telah meminta banyak perhatian para ahli manajemen. Orang yang bersikap positif cenderung menyukai kemungkinan terjadinya perubahan karena perubahanlah yang membuat mereka berkembang. Perubahan memberi peluang untuk menjelajahi bidang-bidang baru, dan mematahkan rintanan-rintangan yang mungkin ada.

Orang yang bersikap positif mampu menangani perubahan karena mereka memiliki kepercayaan diri yang besar, punya kemampuan adaptasi, mampu menangani serta menerapkan kecakapan mereka dalam berbagai situasi yang berbeda. Orang yang bersikap positif tidak melihat perubahan sebagai ancaman bagi mereka.

#2.5. Optimis
Ada pendapat umum yang mengatakan bahwa bersikap positif sama dengan bersikap optimis. Pendapat ini benar. Bahkan, semakin dalam kita mempelajari bagaimana bersikap positif, kita mengetahui bahwa bersikap positif lebih daripada sekedar bersikap optimis. Seorang yang bersikap optimis mempunyai sifat periang, melihat sisi baik dari apa yang dihadapinya, dan biasanya penuh harapan akan masa depan yang lebih baik.

Sampai kadar tertentu sifat itu memang dimiliki oleh orang yang bersikap positif. Namun, ada orang yang bersikap terlalu optimis atau bersikap optimis buta dengan tidak mempertimbangkan kenyataan yang ada. Ini bukanlah sikap positif. Sikap positif berakar kuat pada kenyataan dan memperhitungkan segala sesuatu apa adanya. Manajer yang bersikap positif menunjukkan optimisme yang berlandaskan pada dunia nyata.

#2.6. Mampu Mengkomunikasikan Sifat-Sifat Positif secara Efektif
Point ini merupakan ramuan bagi terciptanya sikap positif yang efektif. Segala sikap kita hanya akan dipahami bila kita mengkomunikasikannya melalui berbagai cara. Kita ambil contoh ekstrim, seandainya seseorang tidak pernah melakukan apa-apa, tidak pernah berbicara, tidak pernah berkomunikasi bahkan secara non-verbal, hampir bisa dipastikan bahwa kita tidak akan pernah tahu sikap orang itu.

Pada kenyataannya kita berkomunikasi setiap saat, baik melalui kata-kata atau tindakan kita. Komunikasi yang efektif merupakan unsur penting dari sikap positif. Boleh jadi kita punya rencana manajemen yang gemilang, sangat efektif, dan berwawasan ke depan yang belum pernah ada, namun bila kita tidak dapat mengkomunikasikannya, maka lupakan saja. Komunikasi sangat erat berhubungan dengan pemikiran kita mengenai sikap positif.

#3. Sikap Positif: Bawaan Lahir atau Bisa Dipelajari?
Pertanyaan-pertanyaan berikut cukup menarik dan banyak menjadi bahan pemikiran para ahli. Apakah seseorang memang dilahirkan sebagai penjahat?. Sungguh adakah orang yang dilahirkan sebagai pemimpin?. Bila anda terlahir pemalu, bukankah itu berarti anda menjadi pemalu selamanya?

Pertanyaan-pertanyaan semacam itu juga berkembang di berbagai bidang psikologi, seperti misal, apakah intelegensi sudah ada sejak lahir – sebagai sifat bawaan si anak - atau dapat berkembang melalui pola pengasuhan yang tepat. Silang pendapat ini dikenal sebagai perdebatan "bawaan – perkembangan (nature - nurture)".

Semua jawaban yang pernah diberikan tidak sepenuhnya menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Namun demikian, dalam kaitannya dengan bersikap positif ini kita mengetengahkan empat asumsi yang merupakan tema pembicaraan.

  • Sikap Positif bukan bawaan lahir;
  • Sikap Positif bisa dipelajari;
  • Sikap Positif adalah pilihan;
  • Kita bisa mempraktekkan sikap positif, bisa juga tidak - itu pilihan anda.

Keempat asumsi ini penting bagi pembahasan kita, karena jika anda tidak sependapat bahwa sikap positif merupakan sesuatu yang adapat anda pilih,maka kecil kemungkinan bagi anda untuk berubah.

Bila anda masih ragu-ragu, cobalah mengerjakan latihan berikut ini: Renungkan sejumlah aspek kehidupan anda. Berilah jawaban, apakah sikap anda sekarang ini memang karena anda terlahir demikian [1]; atau semata-mata merupakan hasil pelajaran atau pengaruh yang anda terima [2]; atau merupakan campuran antara sikap bawaan lahir dan perkembangan kehidupan anda [3]?

  • Cara anda mengambil keputusan [1] [2] [3]
  • Sikap anda terhadap uang [1] [2] [3]
  • Sikap anda terhadap ras [1] [2] [3]
  • Pendapat anda mengenai masalah lingkungan [1] [2] [3]
  • Rasa humor anda [1] [2] [3]
  • Selera musik anda [1] [2] [3]
  • Semangat dan energi anda [1] [2] [3]
  • Surat kabar yang anda baca [1] [2] [3]

Pada dasarnya, cara anda berpikir, selera dan sikap politik anda adalah hasil belajar dan akan terus berkembang selama hidup. Sedangkan rasa humor,semangat dan energi anda - yang merupakan sedikit campuran antara bawaan lahir dan pilihan - merupakan pengecualian. Mungkin anda berpendapat bahwa semua ini agak ekstrim.

Bila anda yakin bahwa sikap positif atau negatif adalah bawaan sejak lahir, dan kebetulan anda sendiri atau karyawan anda mempunyai sikap negatif, maka tidak ada sesuatu pun yang dapat dilakukan untuk mengubahnya. Sebenarnya tidaklah demikian.

Memang faktor genetis juga berperan. Sebagian besar orang bisa menyanyi,namun sedikit sekali yang mampu melantunkan lagu sekaliber Ruth Sahanaya. Banyak orang bisa menggambar, namun hanya segelintir orang yang mampu menggambar sebagus Basuki Abdullah. Semua orang bisa berlari, namun hanya sedikit sekali yang bisa menjadi pelari kelas dunia.

Sekali pun demikian, melalui praktek dan latihan kita akan mampu menyanyi lebih baik, menggambar lebih baik atau berlari lebih cepat. Jadi dengan bersikap positif, anda akan dapat menjadi semakin baik dalam hal-hal yang anda geluti. Sebagai langkah awal, anda perlu bersikap positif pada kemungkinan terjadinya perubahan.

Sikap positif dalam manajemen merupakan suatu sifat yang dapat meningkatkan setiap atau semua bentuk kecakapan manajemen. Namun demikian, sikap positif tidak dapat berdiri sendiri. Oleh karena itu sikap positif berkaitan timbale balik dengan berbagai bentuk kecakapan manajemen.

Mari kita tutup sesi ini dengan mengandaikan anda sebagai manajer personalia yang sedang menghadapi pemogokan karyawan. Bagaimana kecakapan anda dalam menangani masalah tersebut dikaitkan dengan ciri-ciri bersikap positif yang pernah kita bahas di sesi 2? Berilah skor pada setiap ciri mulai dari negatif hingga positif: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

  1. Sangat tidak netral----------------------------------Netral
  2. Tidak mampu menguasai-----------Mampu menguasai
  3. Tidak berpikir kreatif-------------------Berpikir Kreatif
  4. Pesimis---------------------------------------------Optimis
  5. Tidak efektif berkomunikasi---Efektif Berkomunikasi

Tentu saja kita tidak bisa memberi angka yang pasti untuk mengukur tingkat sikap positif anda. Namun, pada taraf tertentu anda harus menilai seberapa positif sikap anda pada saat ini, dan apakah ada hal yang harus diubah agar anda dapat mengingkatkan sikap positif anda. Boleh jadi anda berpikir ada indikasi yang menjadi ciri-ciri lain bersikap positif dan itu sah-sah saja.

Yang penting di sini, semakin tinggi nilai yang anda berikan pada latihan diatas atau ciri-ciri lain yang anda tambahkan, maka semakin besar kemungkinannya anda dapat bersikap positif dalam manajemen anda.

#4. Lima Aturan Utama Untuk Dapat Bersikap Positif
Ada lima aturan utama yang menjadi pilar bersikap positif dalam bermanajemen. Lima aturan tersebut adalah:

  • Bersikap Profesional
  • Memiliki Visi
  • Berorientasi pada Tim
  • Sehat
  • Adil

#4.1. Bersikap Profesional
Kata "profesional" telah mempunyai pengertian yang jauh lebih luas dalam bahasa kita dibandingkan dengan pengertian semula yang hanya mengacu pada pekerjaan-pekerjaan profesi tradisional, seperti misal, pengacara, dokter,dan lain-lain. Kini kata profesional dimaksudkan untuk menggambarkan bagaimana seseorang melaksanakan pekerjaannya.

Apakah profesional itu? Profesional adalah kata yang menunjukkan kualitas. Banyak pakar merumuskan kualitas-kualitas apa saja yang terrangkum dalam kata profesional. Sebagian besar mereka merujuk pada hal-hal yang serupa namun dengan susunan prioritas yang berbeda-beda. Biasanya mereka mendaftar hal-hal berikut sebagai indikasi kualitas profesional: integritas, kualitas, skill, jujur, disiplin, visioner, realistis, dan sebagainya.

Sesungguhnya akan jauh lebih mantap bila kita menyusun sendiri daftar tersebut sesuai
dengan pemahaman kita mengenai profesional. Lebih penting lagi bila kita mau secara jujur menilai bagaimana kualitas profesional kita sekarang.

Apa saja yang menjadi kekuatan kita? Kelemahan apa saja yang perlu diperbaiki? Tampak jelas hubungan antara profesional dan bersikap positif. Semakin baik profesionalitas maka akan semakin positif sikap anda. Sebaliknya, semakin positif sikap anda, maka semakin baik kualitas profesionalisme anda.

#4.2. Memiliki Visi
Sikap positif dalam manajemen akan sering, bahkan dapat dikatakan selalu,diikuti dengan apa yang kita sebut visi. Yang dimaksud di sini adalah memiliki pandangan yang jelas tentang ke mana anda sedang menuju. Jika anda mempunyai sikap positif tentang diri anda sendiri, anda sangat mungkin mengetahui ke mana anda sedang menuju. Bila anda seorang manajer, anda akan mengetahui ke mana tim anda sedang manuju dan mengarah ke mana organisasi anda.

Jika anda tahu ke mana tujuan anda, maka mereka yang berada dalam tim anda pun memiliki kesempatan yang jauh lebih besar untuk mengetahui ke mana mereka sedang menuju. Jika anda tidak tahu ke mana arah yang anda tuju,bagaimana anggota tim anda dapat diharapkan tahu? Untuk dapat bersikap positif kita harus memiliki visi. Beberapa tips berikut mungkin dapat membantu anda menjadi orang yang punya visi.

  • Luangkan waktu anda untuk memikirkan ke mana anda sedang menuju. Kita akan menemui bahwa ternyata betapa sedikit di antara kita yang mau berhenti sebentar dan berpikir.
  • Pikirkan bahwa tanggung jawab manajemen anda bukanlah hanya untuk mengetahui ke mana anda sedang menuju, melainkan juga mengetahui cara-cara bagaimana anda dapat mengkomunikasikannya dengan baik. Ke mana anda dan tim anda sedang menuju tidak akan jelas terlihat bila anda enggan atau tidak mau mengkomunikasikannya.
  • Berilah inspirasi yang dibutuhkan oleh anggota tim anda agar mereka mau berjalan menuju ke arah yang sama. Kita akan melihat begitu mengetahui dan memiliki tujuan, mereka akan bersikap positif. Tim yang positif akan bekerja sama dengan baik.
  • Pastikan anda dapat menunjukkan kepada anggota tim anda bahwa anda mengetahui tujuan-tujuan, misi-misi atau sasaran-sasaran dari organisasi dan mengambil langkah-langkah aktif untuk mencapai semua itu.

#4.3. Berorientasi pada Tim
Baru saja kita membahas bahwa suatu tim akan bersikap positif bila anggota-anggotanya mengetahui visi yang menjadi tujuan tim. Ini berarti pula bahwa bersikap positif dalam manajemen dapat terwujud bila kita berorientasi pada tim. Berorientasi pada tim adalah berorientasi pada tujuan bersama yang dikerjakan bersama-sama.

Bila semua anggota tim menunjukkan sikap positifnya dengan berorientasi pada tim maka kita akan mendapatkan tim positif yang bekerja dengan efektif. Dengan demikian bersikap positif merupakan benang emas yang menjalin masing-masing anggota tim. Ingat, bahwa sikap positif anda tidak hanya mempengaruhi diri anda sendiri, tetapi juga mempengaruhi tim, dan para anggota tim pun akan saling mempengaruhi. Berikut adalah beberapa ciri-ciri tim efektif:

  • Para anggota tim terlibat secara aktif dan tertarik pada sasaran-sasaran dan tujuan-tujuan yang sedang dituju oleh tim.
  • Pemikiran kreatif diharapkan muncul.
  • Para anggota tim saling mendengarkan.
  • Ketidaksepakatan dicoba diselesaikan langsung dengan orang yang bersangkutan bukannya dimasukkan dalam agenda tersembunyi. Ketidaksepakatan itu diselesaikan atau diterima dengan senang hati.
  • Sebagian besar keputusan strategis atau taktis ditetapkan melalui konsensus dan tidak dipaksakan oleh "sosok" yang berkuasa dalam tim.
  • Kritikan diharapkan selalu konstruktif dan terfokus pada isu-isu bukan pada individu-individu.
  • Para anggota tim mengerti dengan jelas tentang peranan dan tanggung jawab mereka dalam tim.
  • Kepemimpinan tim bisa berpindah sesuai dengan keahlian dan pengetahuan, bukan senantiasa diemban oleh orang yang secara resmi ditunjuk.
  • Evaluasi terhadap apa yang sedang terjadi merupakan bagian dari proses yang diharapkan dan diterima dalam kinerja tim untuk mencapai sasaran.

#4.4. Sehat
Aturan utama ketiga untuk bersikap positif adalah dengan memastikan bahwa diri anda sehat. Atau dengan kata lain menjaga vitalitas diri anda. Ini berarti memberikan peluang terbaik kepada diri anda sendiri untuk dapat menggunakan sikap positif dalam keadaan sehat baik secara mental maupun fisik. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan "Ya" atau "Tidak":

- Apakah anda sering merasa lelah seperti tidak biasanya?
- Apakah anda merasa tidak cukup tidur?
- Apakah anda kadang-kadang lekas marah kepada rekan sekerja?
- Apakah anda kelebihan atau kekurangan berat badan?
- Apakah anda biasa berolahraga secara teratur?
- Apakah anda sering terlambat makan?

Anda bisa tambahkan daftar pertanyaan tersebut. Bila ada jawaban "Ya" untuk pertanyaan manapun maka mungkin ada sesuatu yang dapat lakukan untuk membuang rintangan yang bisa menghalangi sikap positif anda. Ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan. Pertama adalah kelelahan.

Perhatikan, anak-anak kecil pun akan lekas marah bila merasa kelelahan. Mereka akan enggan membantu, tak mau mengatakan bahwa sebenarnya ada masalah; dalam kenyataannya mereka memperlihatkan segala macam sifat negatif. Ini tidak hanya berlaku bagi anak-anak, namun orang dewasa juga dapat menderita karena kelelahan.

Hal ini tidak hanya dapat diselesaikan dengan tidur sejenak. Sadarilah, tubuh kita ini memiliki keterbatasan. Anda akan berhenti sampai batas itu. Oleh karena itu berhati-hatilah. Sikap positif anda akan rusak atau hilang sama sekali bila anda kelelahan.

Kedua, kebiasaan makan buruk. Hampir setiap advis medis mengenai kesehatan dan keselamatan selalu mencakup advis mengenai makanan. Makanlah dengan kadar gizi yang seimbang dan jangan terlalu sering terlambat makan.

Kebanyakan orang sepakat ada kecenderungan besar bahwa kinerja anda akan terganggu bila anda tidak sarapan. Itu berarti bahwa makanan tidak hanya berfungsi sebagai pasokan energi bagi tubuh, namun juga bagi jiwa yang akan menuntun anda bersikap positif. Oleh karena itu, akan menjadi sukar bila jika anda sendiri tidak memiliki sikap positif terhadap pola makanan yang sehat.

Ketiga, kebugaran yang tak terjaga. Anda melihat banyak orang melakukan aktivitas fisik, seperti jogging, fitness, senam, berenang, dan lain sebagainya. Mengapa mereka melakukan itu?

Ya, jawabannya adalah bahwa orang-orang itu mulai lebih menghargai kebugaran tubuh sendiri. Banyak orang melakukan olahraga bukan demi kesehatan, kebugaran atau menurunkan berat badan, namun karena olahraga dan aktivitas fisik itu membuat mereka merasa nyaman. Perasaan nyaman akan memudahkan anda bersikap positif.

#4.5. Adil
Secara sempit kita mengartikan adil sebagai persamaan kesempatan. Perhatikan hal-hal berikut: pemilihan yang tak jujur, diskriminasi, gangguan,prasangka. Sikap-sikap tersebut diakibatkan oleh sikap negatif terhadap keadilan. Bila anda seorang manajer, maka anda punya kewajiban hukum dan moral untuk bersikap adil kepada mereka yang bekerja untuk anda.

Tugas anda adalah mengetahui adanya persamaan kesempatan, melaksanakannya dan memeragakannya melalui peranan anda sebagai manajer. Sebagaimana sikap jujur, sikap adil adalah sesuatu yang selalu sesuai pada hampir setiap situasi. Ketidakadilan merupakan penghalang bagi anda untuk bersikap positif dalam manajemen.

Orang-orang barangkali akan memaafkan kesalahan anda atas penundaan, kualitas yang buruk, ketidakcakapan anda,namun jarang sekali anda dimaafkan bila anda bersikap tidak adil. Orang berharap dan mempunyai hak untuk diperlakukan secara adil.

Ada enam saran untuk memeriksa bagaimana sikap kita terhadap keadilan sehingga kita dapat melanjutkannya apakah sikap anda positif atau negatif.

  1. Empati: Empati berbeda dari simpati. Empati adalah usaha untuk mencapai suatu pemahaman tentang bagaimana perasaan orang lain, tanpa perlu merasa apa yang orang lain rasakan. Dengan demikian anda terbebas dari sikap-sikap emosinal yang tidak perlu. Luangkan waktu untuk memikirkan bagaimana seandainya bila anda adalah kelompok minoritas yang mendapat perlakuan tidak adil. Atau sebaliknya bagaimana bila anda termasuk dalam kelompok mayoritas. Bandingkan sikap yang mungkin ditunjukkan.
  2. Pemahaman: Sebagian besar ketidakadilan bukan disebabkan oleh maksud jahat, melainkan banyak disebabkan oleh kurangnya pemahaman mengenai mekanisme yang ada. Pikirkan tentang apakah suatu sikap anda merupakan prasangka atau bukan; macam-macam perilaku yang mengarah pada ketidak adilan; kosekuensi-konsekuensi yang muncul dari sikap tersebut.
  3. Kesadaran: tema implisit dari keseluruhan pembahasan mengenai sikap positif adalah perlunya memiliki kendali terhadap diri sendiri serta perubahan dan pengembangan diri anda. Lanjutkan pemikiran anda pada point b. di atas dengan pertanyaan, darimanakah munculnya prasangka anda; apakah bahasa yang anda gunakan sesuai; apa yang anda ketahui tentang orang lain,harapan dan kebutuhan mereka; apa yang anda ketahui tentang perbedaan budaya-budaya orang-orang disekitar anda; lalu bagaimana sikap anda dalam menerima perbedaan tersebut, apakah sebagai ancaman atau rahmat?
  4. Kepekaan: bila anda berusaha meningkatkan empati, pemahaman dan kesadaran, maka akan menjadi peka. Kepekaan tidak harus berarti kelemahan,namun anda tidak akan bertindak tidak bijaksanan terlampau sering. Karena itu bersikaplah peka terhadap perhatian, kebutuhan, perasaan dan pendapat orang lain khususnya yang berhubungan dengan anda. Hal ini akan membentuk tenunan sikap positif.
  5. Konsekuensi: hampir setiap keputusan yang kita ambil memiliki satu atau beberapa konsekuensi. Komponen penting dari bersikap positif dalam hubungannya dengan bersikap adil adalah membuat usaha sadar untuk mengetahui konsekuensi-konsekuensi dari suatu tindakan apakah akan menimbulkan efek ketidakadilan. Perhatikan, bila anda membuat lelucon, apakah lelucon itu dapat melukai perasaan orang lain? Apakah suatu keputusan akan menimbulkan efek yang sama pada setiap orang? Apakah suatu tindakan ini adil atau hanya sekedar terlihat adil? Perhatian yang besar terhadap konsekuensi-konsekuensi dari apa yang anda lakukan dan katakan seperti di atas akan memberi manfaat yang snagat besar bagi sikap positif anda.
  6. Keinginan untuk adil: point terakhir pada benteng kita untuk melawan ketidakadilan adalah keinginan untuk bersikap adil. Bila anda menginginkan keadilan, maka akan jauh lebih memudahkan anda bersikap adil.

#5. Manfaat Bersikap Positif
Mari kita membahas manfaat apa yang sebenarnya dapat diraih dari bersikap positif? Mula-mula kita akan lihat bagaimana sikap positif memberikan manfaat bagi diri sendiri, kemudian bagi orang-orang yang berhubungan dengan kita.

#5.1. Manfaat bagi Diri Anda Sendiri

  1. Anda akan menjadi seorang yang lebih efektif. Mari kita lihat kembali bab pendahuluan mengenai berbagai kecakapan manajerial yang seharusnya dimiliki, meliputi: kecakapan berkomunikasi, mengelola waktu, memotivasi, membuat rencana, mendelegasikan wewenang, kepemimpinan, membuat keputusan, negosiasi, dan masih banyak hal lain. Dengan bersikap positif maka anda dapat melakukan semua kecakapanitu dengan lebih efektif.
  2. Anda akan nyaman dengan diri anda sendiri. Sikap positif akan memberi rasa nyaman bagi diri anda. Bersikap positif berarti mengetahui ke arah mana anda sedang menuju dalam pekerjaan anda. dengan demikian anda akan melakukan hal-hal yang diperlukan untuk sampai ke tujuan dengan cara yang paling mudah. Sikap positif meningkatkan penghargaan diri anda. Ini akan membuat anda semakin percaya pada diri anda sendiri serta kepada kecakapan manajemen anda. Pada gilirannya akan mempermudah anda untuk mendekati masalah-masalah yang ada dengan sikap yang positif.
  3. Prospek karier anda akan meningkat. Barangkali anda tidak terlalu dipusingkan dan merasa bahagian dengan posisi anda sekarang. Itu tak apa. Peningkatan karier adalah konsekuensi dari sikap-sikap positif anda dalam pekerjaan. Karier selalu dikaitkan dengan kinerja. Bila kinerja anda membaik maka prospek karier anda tentu semakin cerah.

#5.2. Manfaat bagi Mereka yang Anda Kelola

  1. Mereka akan giat bekerja bagi manajer dan pemimpin yang baik. Ada baiknya anda menyusun daftar sifat-sifta orang yang anda sukai sebagai pemimpin. Misal, tulus, rasa hormat dan lain-lain. Semua itu terjalin dalam sikap positif. Orang lebih menyukai bekerja pada pemimpin yang baik daripada yang sebaliknya.
  2. Mereka akan bekerja lebih efektif dalam suatu tim kerja. Bila anda senantiasa berorientasi pada tim maka orang-orang anda akan terdorong lebih mudah untuk bekerja dalam suatu tim pula.
  3. Mereka akan lebih termotivasi. Sikap positif akan mempengaruhi motivasi anda dan pada gilirannya akan mempengaruhi motivasi orang-orang yang anda kelola.
  4. Mereka akan mempunyai panutan (teladan). Kita mengenal pola kepemimpinan dengan contoh (teladan). Orang-orang anda akan lebih mudah menemukan panutan bagi mereka untuk menentukan berbagai sikap dalam pekerjaannya. Dan contoh itu adalah anda sendiri.

#5.3. Manfaat bagi Mereka yang Mengelola Anda

  1. Para manajer atau atasan anda akan dapat mengandalkan anda untuk menyelesaikan sesuatu hal dalam hubungannya dengan kebijakan perusahaan atau organisasi.
  2. Kualitas dan efisiensi dari pelayanan dan hasil yang merupakan tanggung jawab mereka akan meningkat.
  3. Masalah-masalah yang harus diselesaikan menjadi berkurang. Hal ini akan memberikan lebih banyak waktu bagi pengembangan proaktif dan konstruktif bukannya keterbatasan yang destruktif dan reaktif.
  4. Sasaran-sasaran organisasi lebih besar kemungkinannya untuk dicapai. Sikap positif yang ditunjukkan oleh anda dan orang-orang akan membentuk iklim positif bagi seluruh organisasi.
  5. Manajemen menjadi manajemen berdasarkan kualitas, bukan sekedar manajemen berdasarkan pengawasan.

#5.4. Manfaat bagi Klien dan Pelanggan
Tentu sikap positif akan memberikan pengaruh bagi perbaikan banyak hal yang pada ujungnya akan memperbaiki hubungan anda dengan klien dan pelanggan. Ini berarti membuka peluang dan tantangan-tantangan baru, yang meliputi efisien yang lebih tinggi, pelayanan yang lebih baik, kualitas yang lebih baik dan kepercayaan yang lebih besar.

Bukan hanya itu, barangkali ada banyak orang di luar sana yang memiliki kepentingan pada perusahaan anda. Maka, sudah jelas bahwa suatu lembaga yang bersih akan lebih mudah untuk melangkah dan menepis isu-isu yang tidak perlu. Daftar ini dapat diperpanjang sampai hampir-hampir tak terbatas. Namun, sekali lagi itu hanya dapat dicapai bila kita senantiasa bersikap positif.

#6. Seni Bersikap Positif
Mari kita bahas bersikap positif dari sudut yang lebih praktis dan pelaksanaannya.

#6.1. Keberhasilan dan Kegagalan
Bagaimana anda menentukan keberhasilan dan kegagalan? Mengejutkan juga bahwa banyak orang yang menentukan kedua hal itu secara berbeda, tetapi suatu pandangan yang seimbang serta penuh pertimbangan mengenai keberhasilan dan kegagalan tetap merupakan unsur penting dari sikap positif. Coba pertimbangkan beberapa contoh berikut. Apakah keputusan anda: keberhasilan,kegagalan, atau tidak begitu saja menjatuhkan pilihan?

Kasus 1: Selama beberapa tahun Alice melakukan pekerjaan yang sama dan ia mulai merasakan keinginan untuk melakukan pekerjaan lain. Ada dua lowongan baru dalam perusahaannya yang hanya ditawarkan kepada orang dalam dan lowongan itu bisa menjadi promosi bagi Alice. Lowongan pertama memberikan promosi dan gaji besar serta tergolong kelompok manajemen.

Lowongan kedua memberikan sedikit peningkatan gaji dan akan tetap menempatkannya dalam jenis pekerjaan supervisi bukan manajemen. Ia diperbolehkan untuk melamar kedua lowongan itu, dan sangat mengharapkan lowongan pertama karena merasa memenuhi kualifikasi untuk pekerjaan itu. Ternyata yang disodorkan kepadanya adalah pekerjaan kedua. Menurut anda, Alice adalah contoh keberhasilan atau kegagalan.

Kasus 2: Chris sangat mementingkan karier. Ia membutuhkan kekuasaan dan pengaruh serta sangat terdorong untuk mencapai tujuan itu. Seluruh energi ia curahkan untuk meniti kariernya. Begitu suatu promosi diraih, ia mengerahkan seluruh perhatian untuk memperoleh promosi berikutnya.

Ia pun tidak peduli akan ornag-orang yang menghalanginya ; ia pun tidak punya waktu untuk memberikan kontribusi bagi pengembangan orang-orang di sekitarnya karena itu terfokus pada dirinya sendiri. sering ia membuahkan keberhasilan bisnis bagi perusahaannya, sehingga akhirnya ia berhasil mencapai posisi puncak. Menurut anda, Chris adalah contoh keberhasilan atau kegagalan?

Kasus 3: Profesi yang dijalankan Deborah adalah perawat para lanjut usia. Ia tidak berambisi dipromosikan meski penilaian tahunannya memenuhi syarat untuk mendapat promosi ke posisi manajerial. Tapi ia tidak begitu tertarik meski memiliki kesempatan untuk memperoleh penghasilan yang lebih besar. Ia lebih suka mengabdi secara tulus merawat para lanjut usia. Karenanya Deborah hanya memiliki sedikit harta. Menurut anda, Deborah adalah contoh keberhasilan atau kegagalan?

Sangat boleh jadi anda menjawab semua kasus di atas dengan "Tidak sesederhana itu". Ternyata keberhasilan atau kegagalan tidak selalu persis seperti apa yang tampak. Orang mendefinisikannya secara berbeda. Yang penting adalah cara anda mendefinisikanya tidak perlu sama dengan orang lain. Jadi sebagai manajer anda perlu menampung pendapat-pendapat lain mengenai keberhasilan dan kegagalan. Apa sesungguhnya yang dimaksud dengan kasus di atas?

Tanggapan kasus 1: Meski tidak berhasil mencapai sesuatu yang diharapkan,Alice tetap mencapai sesuatu. Pertanyaannya adalah apakah harapannya itu realistis? Namun, hasil positifnya adalah ia telah melakukan sesuatu. Dengan pengembangan positif, mungkin ia memperoleh pekerjaan sebagaimana yang diangankan.

Tanggapan kasus 2: Melihat penampilan luarnya, Chris adalah contoh orang berhasil. Namun kita tidak tahu banyak tentangnya. Sangat boleh jadi ia adalah orang yang paling gagal bila dilihat dari kontribusinya sebagai manajer para bawahannya.

Tanggapan kasus 3: Dalam penilaian banyak orang, Deborah termasuk orang yang gagal. Tetapi dilihat dari pemenuhan motivasinya,ia sungguh berhasil dan memperoleh pemenuhan diri.

#6.2. Seni Menerima Umpan Balik Positif
Mari kita mulai dengan sebuah kasus. Anggap saja anda berhasil melakukan sesuatu dengan baik. Kemudian salah seorang staff yunior bawahan langsung anda menghampiri dan mengatakan bahwa anda melakukan sesuatu dengan sukses dan betapa ia menghargainya. Bagaimana tanggapan anda terhadap pujian itu?

  1. Tersinggung karena pujian disampaikan oleh staff yang masih hijau ___
  2. Senang karena dipuji ___
  3. Tidak butuh pujian, karena anda digaji untuk melakukan itu ___
  4. Agak malu ___
  5. Ini adalah ejekan ___
  6. Termotivasi untuk bekerja lebih sering lagi ___
  7. Curiga, jangan-jangan ada udang di balik batu ___
  8. Merasa mereka itu penjilat ___
  9. Merencanakan agar lebih berhasil ___
  10. Berterima kasih ___

Jika anda merasa tersinggung, tidak butuh pujian, agak malu, terejek,curiga, tersinggung, maka anda perlu melatih diri agar dapat menerima umpan balik positif. Kebanyakan dari kita sangat terbiasa bekerja dalam dunia yang hanya berfokus pada segi-segi negatif sehingga sulit meneirma umpan balik positif.

Jika anda sulit menerima umpan balik positif dari orang lain,hampir dipastikan anda menghadapi kesulitan dalam memberikan umpan balik positif. Kita lanjutkan pembahasan ini dengan bagaimana memberi umpan balik positif dan bersikap tulus.

#6.3. Seni Memberi Umpan Balik Positif
Umpan balik positif meliputi:

  • menentukan bagaimana sikap yang baik terhadap pekerjaan dan memberi ganjaran yang sesuai;
  • menentukan bagaimana sikap yang tidak semestinya dan membantu orang yang bersangkutan untuk mengetahui penyebabnya;
  • menempatkan fokus pada perilakunya, bukan orangnya;
  • bersikap jujur tanpa menimbulkan keguncangan;
  • bersikap spesifik dan tidak membuat generalisasi negatif.

Dengan selalu mempertimbangkan kelima poin yang tercakup dalam umpan balik positif, cermatilah masing-masing umpan balik berikut ini, lalu tentukan apa yang salah atau apa yang boleh jadi salah.

  1. "Setiap kali mendengar anda berbicara dengan seorang pelanggan ditelepon, saya terganggu oleh sikapmu" [ __ ]
  2. "Jujur saja saya katakan, anda tidak pernah membuat kesan baik karena anda selalu tampak seperti sekarung kentang" [ __ ]
  3. "Anda tidak bisa menepati batas waktu, bukan? Akuilah, anda tidak dapat diandalkan" [ __ ]
  4. "Ya, memang anda bekerja seperti apa yang diminta, tetapi itu tidak melebihi apa yang diharapkan. Apa yang saya inginkan adalah hal-hal apa yang bisa anda tingkatkan." [ __ ]
  5. "Nah, anda ternyata membuat gusar pelanggan lagi. Saya tak habis piker mengapa ini selalu terulang." [ __ ]

Anda bisa menilai bahwa dalam setiap kasus di atas, umpan balik yang disampaikan jauh dari sifat positif. Bahkan secara lebih spesifik (ingat bahwa bersikap spesifik merupakan ciri umpan balik positif), anda pasti bisa menangkap hal-hal berikut:

Komentar a. Umpan balik yang disampaikan bersifat mengeneralisasi, tidak spesifik dan negatif. Kesannya, orang yang menerima umpan balik seolah-olah selalu melakukan hal yang mengganggu. Benarkah demikian? Umpan balik seperti itu tidak ada gunanya.

Komentar b. Seringkali kita mengatakan, "jujur saja saya katakan bahwa.." sebagai pancingan untuk menyampaikan sesuatu yang bersifat merusak. Dalam beberapa kasus kejujuran memang diperlukan tapi jangan lakukan itu dengan cara yang bisa dirasakan sebagai serangan terhadap pribadinya. Selain itu bila anda memang bermaksud jujur, sebaiknya itu disampaikan tidak dalam keadaan marah.

Komentar c. Umpan balik seperti ini mengarah kepada orangnya bukan perilakunya. cara positif untuk menangani kasus seperti ini adalah mencoba mencari tahu mengapa batas waktu itu tak dapat ditepati dan mengemukakan kapan kita pernah memenuhi batas waktu tersebut. Biasanya kegagalan tersebut bukan semata-mata akibat kegagalan orang yang bersangkutan. Jadi, adakah hal yang bisa anda bantu?

Komentar d. Kedengarannya si pemberi umpan balik memberikan pujian namun ia langsung melanjutkan dengan mengatakan hal-hal yang negatif bukan memberikan kesempatan bagi si penerima untuk merasakan nikmatnya menerima umpan balik positif.

Komentar e. Umpan balik ini menunjukkan tidak adanya usaha untuk memahami apa yang salah. Umpan balik positif akan berusaha mencari tahu penyebab kegusarannya tanpa menyalahkan siapa pun dengan tujuan menghindari situasi yang sama di kemudian hari.

#6.4. Bersikap Tulus
Menerapkan berbagai kecakapan manajemen dengan sikap positif tak dapat dipungkiri menuntut anda untuk bersikap jujur dan tulus. Ketidaktulusan dan sinisme tidak mempunyai tempat dalam mengembangkan sikap positif untuk manajemen anda. Orang-orang yang kita hadapi biasanya jauh lebih mengerti daripada yang kita perkirakan.

Pikirkan saat-saat dimana anda mengetahui bahwa seseorang sedang tidak jujur dalam sikapnya pada anda; apa yang membuat kita tahu bahwa mereka sedang tidak jujur. Kata-kata yang mereka gunakan? Nada suaranya? Isi perkataannya? Sikap tubuh yang diperagakan? atau kurangnya kontak mata?

Setelah itu, luangkan waktu untuk mengetahui sejauh mana kejujuran anda dalam memperlakukan orang-orang yang di bawah pengelolaan anda, dengan berusaha mnejawab pertanyaan-pertanyaan ini:

  • Pernahkah anda memanipulasi orang untuk menuruti cara anda sendiri?
  • Apakah perhatian anda terhadap suatu keberhasilan tim ditujukan pada kerja tim atau hasil kerja anda untuk tim?
  • Apakah anda pernah memuji sambil menggerutu?
  • Apakah bila ada anggota tim yang berhasil, anda berharap seandainya itu anda yang melakukan?
  • Apakah anda benar-benar yakin setuju dengan budaya dan tujuan perusahaan,atau hanya sekedar berpura-pura setuju?
  • Apakah anda merugikan orang yang tidak anda senangi walaupun mereka itu bawahan anda?
  • Apakah anda berusaha bersikap adil?

Pokok permasalahan pertanyaan-pertanyaan di atas adalah walaupun kita berusaha sekuat tenaga kita tidak bisa selalu bersikap tulus sebagai manajer seperti yang kita harapkan, dan ini akan menimbulkan sikap negatif bukannya positif.

#6.5. Mengembangkan Citra diri Positif
Jika anda tidak menghormati dan merasa baik tentang diri anda sendiri,sebagai manajer, maka akankah anda dapat menghormati dan merasa baik pada orang lain? Terlalu sering manajer bersikap negatif terhadap orang lain dikarenakan mereka merasa frustasi atau negatif terhadap dirinya sendiri,dan bila orang-orang lain yang menjadi tnaggungjawabnya terlihat bekerja denganbaik, mereka tidak mau berusaha mengakuinya. Inilah sebabnya mengapa mengembangkan citra diri positif bagi diri sendiri menjadi penting.

Mari kita daftarkan ciri-ciri orang yang memiliki citra diri yang sehat, dan karenanya mereka jauh lebih dapat menggunakan sikap positif pada kecakapan manajemen yang mereka miliki; yaitu:

  • Biasanya memiliki pandangan yang dipegang dan dipertahankan dengan kukuh, namun pada saat yang sama memiliki kemampuan untuk mendengarkan dan menghargai pandangan orang lain.
  • Bersedia berubah bila mereka terbukti bersalah.
  • Mempunyai kepercayaan diri dalam keputusan yang mereka buat dan tidak cenderung merasa bersalah atau menyesal telah membuat keputusan itu.
  • Menerima kesalahan sebagai bagian dari proses belajar, tanpa menjadi berlarut-larut dalam kesalahan tersebut, dan bertekad menemukan apa penyebab terjadinya kesalahan dengan tujuan perbaikan.
  • Merasa semua orang lain sama saja, tanpa mempertimbangkan ketrampilan maupun kualifikasi mereka dan dapat menerima pencapaian mereka dengan senang hati.
  • Mau menerima umpan balik positif.
  • Berpikiran bahwa sesama manusia lain penting dan cenderung berusaha mencari yang terbaik dalam diri sesama.
  • Tidak malu bila sedang emosi dan tidak memandang emosi sebagai kelemahan.
  • Tidak didominasi oleh orang lain.

Orang dengan citra diri positif sehat dapat menjadi manajer dengan sikap positif yang menyenangkan. Jika anda tidak merasa sesuai dengan semua diatas, cobalah beberapa tips berikut ini:

  • Pandanglah diri anda sendiri dengan baik dan jujur. Teliti kembali siapakah diri anda sebenarnya, bukan sebagai orang yang anda cita-citakan. Ini berarti anda harus berusaha dan memiliki harapan yang realistis.
  • Perhatikan sifat-sifat baik anda, yaitu sifat-sifat yang anda senangi,kemudian sifat-sifat yang disenangi oleh orang lain.
  • Secara sadar tolaklah aspek-aspek dalam diri anda yang tidak membuat anda bahagia.
  • Belajarlah menghadapi situasi yang anda rasa sulit atau hindarilah.
  • Tetapkanlah sasaran-sasaran yang realistis.
  • Belajarlah untuk selalu mengatakan hal-hal baik mengenai diri anda sendiri dan juga pencapaian-pencapaian anda.

#6.6. Bersikap Positif Tidak Sama dengan Tidak Bersikap Negatif
Ada satu poin penting yang perlu dicatat di sini, yaitu bahwa bagian dari seni bersikap positif dalam kecakapan manajemen anda adalah mengakui bahwa bersikap positif tidak dapat disamakan dengan tidak bersikap negatif. Bersikap positif merupakan hal yang dinamis dan bukan hanya tidak bersikap negatif.

Indo community

0 comments:

Post a Comment

Terima Kasih Telah Memberikan Waktu dan Komentarnya
Thanks for your feedback