Pages

Sunday, May 24, 2009

HOLA & MAS KAWIN

(thoughtful story) oleh: Anand Krishna

Hola punya fantasi.
Ia akan menikahi seorang wanita yang memiliki Suara Madonna, penampilan Cindy Crawford dan seseksi Demi Moore. Ternyata Tuhan belum pernah menciptakan seorang wanita 3-in-1 seperti itu. Karena itu, Hola pun melajang sampai usia 40 tahun. Ia masih berharap, kelak akan bertemu dengan gadis impiannya.

Pada suatu hari, saya menegur Hola,

  • "Kamu ini gimana sih?" Sudah nggak dapat seperti itu, ya cari yang lain. Lihat saya, anak-anak saya sudah besar. Kamu masih bujangan. Suka bercermin nggak kamu?
    Rambutmu itu sudah beruban, Hola."

Hari itu Holaram baru sadar,

  • "Ya, kelihatannya saya harus menerima apa adanya. Kenalin dong dengan seorang gadis yang cantik."
  • "Hola, saya punya kawan di Surabaya - Mas Punjul. Dia punya beberapa anak, semuanya perempuan. Nanti saya telepon dia. Kalau bisa, kamu keSurabaya saja. Ketemu dulu, lihat-lihat dulu - siapa tahu di antara puterinya itu ada yang kau taksir." Saya menjadi mak comblang.

Esoknya, Holaram sudah berangkat ke Surabaya. Dari Airport, ia langsung ke rumah Mas Punjul. Malam sebelumnya, saya sudah memberitahu dia tentang Hola.

Mas Punjul memperkenalkan salah seorang puterinya. "nak Hola, yang satu ini si bontot, namanya Nyrda usianya 25 tahun. Dan kalau menikahi dia,aku sudah mempersiapkan mas kawin 25.000 dollar untuk orang yang akan meminangnya."

Mas Punjul memang keturunan India dan ia masih mengikuti tradisi leluhurnya. Yang memberi mas kawin bukan pihak laki, tetapi justru pihak perempuan. Pihak laki yang untung, sudah dapat istri, dapat mas kawin lagi. Sebelumnya Hola tidak pernah memikirkan mas kawin. Dalam keadaan Krisis begini, hitung-hitung 25.000 dollar sudah 250 jutaan.

  • "Wah boleh juga nih" -demikian dalam hati, tetapi di luar, ia masih sempat-sempatnya berbasa-basi, "Bapak sebenarnya tidak perlu mempersiapkan mas kawin. Saya jadi merasa berat sekali Pak."
  • "Oh itu tidak apa-apa, memang tradisi. Kami masih memegang teguh traadisi leluhur.
  • Bagaimana nak Hola?" - Mas Punjul mendesak Holaram.
  • "Yah bagaimana ya, kalau soal puteri Bapak sih, saya setuju saja" - Holaram sudah mulai membuat rencana 250 juta itu mau diapakan.
  • "Tunggu dulu nak, sebenarnya saya masih punya anak yang lain.

Nah, yang ini Lyrda usianya 35 tahun dan untuk dia persiapan mas kawinnya 35.000 dollar" - Mas Punjul memperkenalkan puterinya yang satu lagi. Jiwa dagang Holaram mulai terstimuli. Hitung-hitung 35.000 dollar sudah 350 jutaan. Didepositokan saja, bunganya sudah sekian juta setiap bulan. "Memang sih, usianya lebih tua 10 tahun, tetapi mas kawinnya juga lebih ...

Aku pun sudah kepala empat, tidak ada salahnya mengawini dia." Pikiran si Hola sudah mulai kacau. Ia sudah tidak peduli penampilan,suara semuanya terlupakan. Yang terbayang-bayang hanyalah gambar si botak di atas lembaran hijau - uang kertas Amerika Serikat.

"Saya sudah merasa mendapat kehormatan besar sekali. Bapak tidak keberatan mengangkat saya sebagai menantu. Nyrda atau Lyrda - sebenarnya bagi saya tidak ada masalah. Tetapi mengingat usia saya sendiri sudah 40-an, saya akan meminang Lyrda saja. Biar Nyrda mendapatkan jodoh yang lebih muda dan seusia dia" - demikian si Hola.

"Tunggu dulu nak Hola. Jangan tergesa-gesa. Aku masih harus memperkenalkan Fyrda. Dia ini berusia 45 tahun dan aku telah mempersiapkan mas kawin 45.000 dollar untuk calon suaminya."

Holaram tergiur, "Ya deh Pak, Fyrda saja. Saya ingin meringankan beban Bapak. Untuk Lyrda dan Nyrda, mungkin gampang mendapatkan jodoh. Fyrda memang agak berumur, tetapi tidak apa - hanya beberapa tahun di atas saya.

Taka pa lah. Toh yang penting jiwanya, batinnya, bukan umurnya."
"Nak Hola jangan tergesa-gesa. Masih ada lagi. Yang satu ini Syrda.
Usianya 55 tahun., dan mas kawin yang telah kusiapkan adalah sebesar 55.000 dollar."

Kali ini giliran Holaram yang bertanya,

  • "Pak masih ada nggak yang berusia lebih tua, mungkin 65, mungkin 75?" Dalam hati ia berpikir.
    "Kesempatan untuk menjadi milyader nih, jangan sampai terlewatkan."
  • Mas Punjul menjawab, "Wah, sayang Syrda ini yang tertua.
  • Kalau mau Yang lebih tua ya ibu mereka.????!!"

Tergoda oleh pikiran kita sendiri, sering kali kita lupa TUJUAN Keinginan awal apa, jadinya apa?"

Indo community

0 comments:

Post a Comment

Terima Kasih Telah Memberikan Waktu dan Komentarnya
Thanks for your feedback