Pages

Wednesday, April 22, 2009

BERIKAN RASA HORMAT PADA KARYAWAN

Diane Tracy
Prinsip: Berdayakan karyawan dengan memperlakukan mereka dengan penuh martabat dan rasa hormat. Perlakuan yang demikian akan memupuk kesetiaan dan tangung jawab karyawan pada anda. Tentu saja, dengan kesetiaan dan tanggung jawab yang tinggilah anda dapat meraih keberhasilan.

Setiap tindakan anda menunjukkan apakah anda hormat atau tidak pada seseorang. Keburukan yang dilakukan oleh seseorang, atau yang biasa berlaku di dunia usaha dikarenakan sikap dasar yang tidak peka terhadap martabat pribadi. Manajer yang sukses adalah mereka yang mempunyai falsafah yang sudah mendarah daging: menghormati setiap orang.

Tak seorang pun hanya ingin sekedar menjadi roda gigi dalam sebuah mesin. Setiap orang ingin memberikan nilai tambah pada perusahaan. Anda tidak boleh memandang seseorang sebagai sarana untuk menyelesaikan pekerjaan, anda harus menghormati dan memperlakukannya dengan baik.

Kehormatan dan sopan santun umum adalah pelumas untuk membina hubungan yang baik. Tanpa itu tugas yang paling sederhana pun akan menjadi sulit. Anda takkan dapat meraih produktivitas dari seseorang yang perasaannya terluka. Hal ini menjelaskan mengapa banyak karyawan menggerutu meski telah mendapatkan promosi dan kenaikan gaji. Tidak ada sesuatu pun yang mampu menggantikan kehormatan. Kehormatan adalah kebutuhan dominan yang diperlukan semua orang.

Menunjukkan rasa hormat memerlukan kepekaan terhadap kebutuhan orang lain.
Sikap ini didasari pada pemahaman dan wawasan luas akan kebutuhan manusia.
Sebelum ini telah diajukan sembilan prinsip untuk meningkatkan kekuasaan anda, yaitu dengan membagi-bagikannya pada orang lain.

Intinya adalah anda tidak bisa mendapatkan hasil yang baik bila anda tidak menerapkannya dengan penuh rasa hormat. Dan cara anda untuk menunjukkan rasa hormat adalah dengan membagikan kekuasaan anda melalui prinsip-prinsip yang telah disampaikan sebelum ini. Jadi kesepuluh prinsip "Power Pyramid" ini saling berkaitan erat.

Berikut disampaikan beberapa tambahan yang berguna.
1--Hargailah waktu karyawan
Jangan biarkan karyawan menunggu sedangkan sebaliknya mereka boleh menunggu bosnya. Permainan waktu seringkali merupakan permainan kekuasaan. Bila seorang manajer membiarkan karyawannya menunggu itu menunjukkan peas, "saya jauh lebih penting daripada anda. Pekerjaan anda dapat menunggu, namun tidak bagi pekerjaan saya."

2--Jangan merampas wewenang karyawan
Setiap kali anda melimpahkan wewenang, jangan sekali-kali menariknya kembali, kecuali bila karyawan menyalahgunakannya. Wewenang dan harga diri seringkali terikat menjadi satu. Bila anda merusak wewenang anda mengganggu keterpaduan itu.

3--Perhatikan kebutuhan karyawan
Pahamilah perbedaan setiap karyawan. Perlakukan mereka sesuai dengan kebutuhan. Bila kebutuhan karyawan terpenuhi, mereka akan merasa dihormati.

4--Dengarkan karyawan anda
Mendengarkan merupakan salah bentuk rasa hormat tertingi yang dapat ditunjukkan oleh seseorang pada orang lain. Jangan abaikan karyawan anda.

5--Lindungi karyawan
Berilah dukungan saat karyawan anda mengalami masa-masa sulit. Ini sama saja dengan melindungi karyawan anda dari orang lain yang hendak menginjak-injak martabat dan harga dirinya.

6--Hargailah kebebasan pribadi
Setiap orang mempunyai hak atas kebebasan pribadi. Contoh kecil, bila karyawan anda sedang menelepon, mundurlah setapak atau keluarlah dari ruangannya hingga ia selesai.

7--Berikan karyawan hak untuk mengungkapkan perasaannya
Menghormati orang adalah juga menghormati perasaannya. Anda memang tidak harus sependapat dengan perasaan orang lain, namun karyawan memiliki hak untuk menyampaikan perasaannya. Dengan mendengarkan keluhan karyawan anda mendapatkan informasi penting untuk mengatasi masalah karyawan.

8--Hormati kewajiban pribadi karyawan
Bila anda pulang larut malam, maka jangan harapkan karyawan anda pulang di jam yang sama. Janga memaksakan etika kerja yang anda anut pada orang lain.
Mereka memiliki kewajiban-kewajiban pribadi yang harus dipenuhi. Meminta mereka kerja lembur beberapa hari mungkin wajar saja, namun memaksa mereka melakukannya setiap hari akan mengganggu kehidupan pribadinya. Maka karyawan akan merasa tidak perlakukan dengan adil.

(diadaptasi dari "The Power Pyramid: How to Get Power by Giving It Away", Diane Tracy)
___________________________________
make everything as simple as possible,but not simpler

0 comments:

Post a Comment

Terima Kasih Telah Memberikan Waktu dan Komentarnya
Thanks for your feedback