Pages

Wednesday, March 4, 2009

Cara Mengatasi Keracunan Makanan

Keracunan Makanan - 7 Cara mengatasinya
Orang yang pernah mengalami keracunan makanan tentu tahu betapa sakitnya penderitaan yang ditimbulkannya dan berharap agar hal yang sama tidak terulang kembali. Makanan yang anda konsumsi 24 jam terakhir ingin keluar dari dua lubang, di bagian atas dan bawah tubuh anda. Belum lagi, rasa sakit dan kram yang dialami membuat anda ingin cepat mati saja.

Namun ada berita bagusnya, keracunan makanan sangat jarang mengancam hidup.
Dalam beberapa kasus, setelah 24 jam, anda akan kembali sehat seperti semula.

Stafilokokus adalah penyebab utama keracunan makanan. Ini adalah bakteri yang biasanya ditemukan pada kulit dan hidung. Stafilokokus biasanya ditemukan pada makanan yang tidak diolah dengan baik. Gejala keracunan bervariasi, mulai dari pusing dan muntah sampai diare, demam dan rasa sakit di perut.


Salmonella adalah penyebab kedua keracunan makanan. Bakteri ini ditemukan pada saluran pencernaan binatang. Hati-hatilah dengan daging sapi atau ayam yang tidak matang, susu dan telur yang tidak dipasteurisasi. Jagalah agar dapur bersih dan cucilah tangan terlebih dahulu waktu menyiapkan makanan. Di bawah ini terdapat beberapa cara yang dapat anda lakukan untuk meringankan penderitaan anda.

Ganti cairan tubuh
Bila dapat ditampung tubuh, minumlah sebanyak-banyaknya, khususnya bila anda mengalami diare. Terkadang orang mengira, kalau minum banyak, mereka akan banyak muntah atau diare. Padahal, penyakit ini dapat membuat mereka mengalami dehidrasi akut. Karenanya, korbannya dianjurkan minum banyak air, soda tanpa kafein atau teh manis tanpa kafein.

Hindari makanan pedas dan berlemak
Jika perut terasa terganggu, makanan yang berlemak dan berbumbu pedas dapat memaksa anda berulang-ulang ke WC. Kalau lapar, mungkin lebih baik anda mencari makanan ringan yang mengandung banyak air dan lembut, seperti bubur, pisang, kentang halus, atau roti.

Ikuti saja tubuh anda
Jika anda keracunan makanan, maka turuti saja apa kata tubuh anda. Anda tidak perlu membeli obat penghenti diare atau muntah. Tunggu saja, karena tubuh anda akan terasa lebih enak setelah racun dikeluarkan. Satu-satunya obat yang dapat menolong membersihkan toksin dalam perut sebenarnya bukan obat, tetapi tablet norit yang bisa diperoleh dengan mudah di toko obat.
Ini juga tidak akan mengobati tetapi menyerap dan membuang toksin tadi dan mengurangi gejalanya.

Hati - hati obat penghilang rasa sakit
Obat penghilang rasa sakit kram dapat mengakibatkan efek samping, berupa iritasi lambung atau saluran pencernaan. Karenanya, hindarilah obat-obatan ini.

Botol air panas
Botol air panas yang diletakkan di atas perut yang kram dapat membantu meredakan rasa sakit. Namun, botol harus diletakkan dengan menggunakan alas agar kulit tidak terbakar.

Sama seperti sakit perut
Sama seperti sakit perut, tidak ada yang dapat anda lakukan waktu keracunan makanan selain menunggu. Karenanya, istirahat dan bersabarlah.

Makan kalium ( potasium )
Muntah-muntah dan diare dapat menghabiskan persediaan kalium dalam tubuh.
Karenanya, segeralah ganti persediaan ini dengan banyak makan pisang atau minum minuman yang mengandung kalium.

Berikut ini adalah cara mencegahnya :

  • Cucilah buah dan sayur mentah dengan seksama.
  • Masukkan makanan secepat mungkin ke lemari es setelah dibeli.
  • Jangan biarkan cairan daging ayam menetes ke makanan lain.
  • Periksa apakah lemari es anda berfungsi dengan baik
  • Basuh semua permukaan yang tersentuh daging mentah, daging ayam, atau telur dengan menggunakan air hangat bersabun.
  • Cuci tangan setelah mempersiapkan daging dan daging ayam. Lakukan hal yang sama sebelum menyentuh makanan lain.


Indo community

0 comments:

Post a Comment

Terima Kasih Telah Memberikan Waktu dan Komentarnya
Thanks for your feedback