Celana Boxer
Seorang pria datang menemui dokter untuk mengobati sakit kepala yang sangat hebat.
Setelah diperiksa, dokter kemudian memutuskan untuk mengamputasi kedua buah "aksesori" nya karena "aksesori" tersebut menekan urat saraf yang mengakibatkan sakit kepala tadi. Walaupun sangat keberatan, dia akhirnya memutuskan untuk merelakan "aksesori"nya diamputasi daripada sakit kepala yang tidak berkesudahan.
Beberapa waktu kemudian, setelah operasinya berjalan lancar, dia merasa sangat sehat, tapi sekaligus juga merasa depresi karena kehilangan lambang "kepriaannya". Maka dia memutuskan untuk melakukan sesuatu untuk itu. Akhirnya dia memilih memperbaiki penampilannya, untuk menaikan moral dan citra dirinya.
Dia pergi ke kota ke sebuah toko khusus pria yang terkenal mahal dan mulai me-lihat² ketika seorang pelayan datang menghampirinya. Anda pasti sedang mencari setelan dari perancang terkenal, sapa si pelayan. Si pria tadi kaget dan mengiyakannya. Anda pasti suka dengan koleksi baru kami, lanjut si pelayan. Anda kelihatannya memakai ukuran celana 32-29, jas panjang ukuran 40 dan baju ukuran 16 34-35.
Si pria tadi sangat kagum bagaimana si pelayan bisa tahu dengan tepat ukurannya.
Bagaimana anda bisa tahu? Tanyanya. Pelayan menjawab, itu sudah jadi pekerjaan saya. Kemudian dia melanjutkan, anda pasti suka warna biru dengan corak garis. Wah, lagi² tepat! Bagaimana anda tahu, tanya si pria lagi.
Dan si pelayan kembali menjawab, itu sudah menjadi tugas saya untuk tahu hal² tadi sebagai seorang profesional. Ketika si pria tadi mencoba setelan yang diberikan si pelayan, semuanya cocok dengan ukuran tubuhnya. Bahkan warna dan corak kainnya pun tepat seperti yang diinginkannya. Si pria tadi berkata, anda adalah pelayan istimewa. Anda bisa memilihkan setelan yang benar² saya inginkan.
Kemudian pelayan tadi menawarkan sepatu, anda pasti memakai sepatu berukuran 9AA, mungkin warna hitam dengan tali? Pria tadi benar² kagum dengan kemampuan si pelayan. Dan ketika dicoba, sepatu itu benar² pas dan nyaman dipakai. Sekarang tinggal pakaian dalam, kata si pria. Coba pilihkan untuk saya. Baik, jawab si pelayan. Bapak pasti menggunakan celana dalam no. 32 model boxer kan? Wah, kali ini kamu ternyata salah! Selama ini saya selalu mengenakan celana dalam no.28 model pendek. Tapi Pak, lanjut si pelayan, kalau saya jadi Bapak saya tidak akan melakukan itu. Kalau Bapak menggunakan celana dalam yang seperti itu, Bapak pasti merasa sakit kepala yang sangat hebat! [Blue Admires]
Untung Bukan Malam Hari
Dua orang preman A dan seorang preman B lagi bertemu di penjara Cipinang,mereka semua sudah dijatuhi hukuman. Preman yang satu mengatakan dia dihukum 10 tahun karena mencoba membunuh seorang cukong. Tapi ia merasa beruntung karena pembunuhan tidak terjadi. Kalau terjadi, dia bisa kena 20 tahun.
Preman A yang satu lagi bilang dia dihukum 5 tahun karena mencoba memperkosa istri penjual bakso, tapi dia merasa beruntung karena perkosaan tidak terjadi. Kalau terjadi, dia bisa masuk 10 tahun. Preman C bercerita dia dihukum 13 tahun karena kedapatan naik motor tanpa menyalakan lampu. Tapi untung, katanya, itu terjadi bukan waktu malam hari.
40 tahun lagi
Rosa bercerita pada ibunya bahwa ia telah menetapkan lelaki pilihannya yang menurutnya
bisa menjamin kecukupan hidupnya sepanjang usia. Ibunya memberi nasehat yang bernada filosofis,
- "Rosa, yang terpenting bukanlah harta benda. Tapi kau harus mencari calon suami yang bisa menjamin bahwa cintanya pada waktu empatpuluh tahun nanti tetap sama seperti cintanya pada tahun ini. Apakah mungkin hal itu kau harapkan dari calon suamimu yang kaya raya itu?"
- "Empatpuluh tahun lagi ia sudah tidak bersamaku lagi, mama. Umurnya sekarang enampuluh empat tahun."
Ucapan terima kasih
Udin bergegas menjumpai seorang ahli bedah,
- "Saya mau menyampaikan rasa terima kasih saya yang sebesar-besarnya, dok, atas penanganan dokter. Saya sungguh merasakan manfaatnya yang besar. Dokter itu terkejut dan menjawab,
- "Bagaimana mungkin? Rasanya saya belum pernah bertemu dan mengobati anda?"
- "Ya, benar, dok," balas Udin. "Saya memang belum pernah dokter obati. Yang saya maksud adalah mertua saya, yang berobat pada dokter seminggu yang lalu. Kemarin ia telah meninggal dunia."
______________________________________________________________________________
If you begin to live life looking for the God that is all around you,
every moment becomes a prayer.
indo community
0 comments:
Post a Comment
Terima Kasih Telah Memberikan Waktu dan Komentarnya
Thanks for your feedback