Pages

Monday, November 30, 2009

BUAT APA BERSYUKUR, TERIMA KASIH??!

  • "Aku kan tidak usah berterima kasih pada siapapun juga untuk segala yang kumiliki," begitulah si kaya namun pelit itu mengomel sendiri. "Semuanya lewat kerja banting tulangku sendiri -- jerih payah keringatku sampai2 dikening. Bersyukur ?!"
  • "Tapi siapa yang memberimu keringat itu?" tanya tetangganya balik.
Si kaya tua kikir itu diam tertunduk. Kini baru ia sadar ia tak bisa mengabaikan fakta bahwa Allah jugalah yang memberinya keringat, yang memberinya kekuatan untuk kerja keras dan mendapatkan harta materi.

Memang, keberadaan kita atau apa yang kita miliki hanyalah berkat cinta kasih kebaikan Allah. Oleh karena itu, adalah baik sekali bila kita semua hening sejenak, setidaknya sekali dalam setahun, dan berkata "Terima kasih, Allah." Sebenarnya, setiap hari semestinya dan wajar jadi waktu untuk bersyukur. Kenapa? Ya karena segala berkat spirituil maupun materiil [yang kita terima se-hari2].

Ibu Green berterimakasih pada Tom, anak muda pembantu ditoko meracang, sebab ia yang mengantarkan roti. "Ah, janganlah terima kasihpadaku. Bersyukurlah pada Pak Jones," senyum Tom. " Dia yang memberi roti itu untuk kuantar."

Tapi waktu ia mengucap terima kasih pada pemeracang, ia bilang,"Lho, aku dapat roti itu dari Pak Brown, dari bakeri dan toko roti Brown. Dia yang membuat, sepantasnya dia yang harus menerima terima kasih." Jadi pergilah Ibu Green untuk bersyukur pada tukang roti itu.

Tapi ia memberitahu bahwa penggiling Milliganlah yang musti diberi terima kasih. "Wah, tanpa tepungnya tukang giling tepung Milligan, mana mungkin aku bisa membuat roti?" jawab pak Brown.

Penggiling tepung itu sebaliknya nyuruh dia mengucap syukur pada petani Foster sebab ia membuat tepung dari gandumnya Foster. Tapi lalu petani Foster juga protes, dia berseru, "Jangan, jangan terima kasih pada saya; pada Allah itu lho," terus, lanjutnya....., "Coba kalau saya tak dikasih tanah pertanian, sinar matahari dan hujan, gimana aku bisa menumbuhkan gandum?"

Benar, bahkan sepotong roti yang biasa saja bisa kita telusuri kembali kehadirat Allah.

DOA
Betapa indahnya mengetahui Engkau tetap memperhatikanku,Tuhan. Terima kasih engkau menjagaku siang dan malam. Disaat kutaruh kepalaku dibantal, Engkau ada disana. Disaat aku bangun pagi hari, aku boleh menyapaMu dan berterima kasih untuk hari yang baru. Betapa kumuliakanMu untuk kasih cinta setiaMu. Engkau tak pernah capai bosan menjagaku. HadiratMu sudah begitu melewati batas. Saat nuntun lewat hari2ku, Kau mengajarku untuk mendengar agar aku tidak salah jalan.

Tuhan, di-saat2 kelemahanku Engkau menjadi kekuatanku. Dalam perjalanan hidupku ini Engkaulah Penuntunku. Terima kasih aku boleh berlindung dalam dirimu -- yang memberi kebutuhan2ku, memberiku makanan jasmani maupun rohani. Aku tak akan takut menatap esok hari,sebab Engkau membentangkan semua hari2 didepanku. Aku hidup dari hari kehari percaya padaMu.

Karena itu, pada "Hari Sjukuran" istimewa ini, aku naikkan suaraku untuk memuji, memuliakan, menghormati dan mensyukuriMu, Penyelamat dan Allahku!



Indo community

0 comments:

Post a Comment

Terima Kasih Telah Memberikan Waktu dan Komentarnya
Thanks for your feedback