KAU JUGA BISA
- Sepasang kekasih burung elang sedang santai terbang menikmati pemandangan yang indah di sore yang cerah.
- Tiba tiba melesat seekor burung besar dengan kecepatan yang sangat tinggi (sebenarnya sih, itu pesawat tempur F16) dengan asap yang tebal.......
- Elangwati: "Mas, kau lihat tadi, betapa cepatnya burung yang besar dan gagah itu terbang, wah hebat sekali.. !!!!"
- Elangwan: "Dindaku sayang, tak usah kagum, kau pun bisa terbang secepat itu bila ekormu terbakar ..."
- Suatu saat, di sebuah bis kota yang penumpangnya berjubel, seseorang bertanya kepada salah satu penumpang yang badannya kekar, berambut pendek dan berkaos ketat.
- Penumpang: "Maaf pak, apakah sampeyan Polisi?"
- Si Cepak: "Bukan !"
- Penumpang:"Apakah sampeyan Angkatan Darat?"
- Si Cepak:"Bukan !"
- Penumpang:"Angkatan Laut atau Angkatan Udara, ya??"
- Si Cepak:"Bukaaan...!"
- Penumpang:"Kalau begitu ... DJANGKRIK sampeyan...!!"
- Si Cepak:"Lho kenapa?"
- Penumpang:"Ini sampeyan nginjak kaki saya".
- Tony, duda dengan 2 anak kecil menikah dengan Merry, Janda dengan 2 anak kecil juga.
- Setahun kemudian mereka mempunyai anak kembar 2.
- Lima tahun kemudian, ketika Tony sedang berada di kantor, terjadi keributan dirumahnya.
- Karena merasa tidak dapat mengatasi keributan itu, Merry buru-buru menelepon suaminya.
- "Ada apa, Ma ?? kok kedengarannya Mama khawatir banget?" tanya Tony ketika menerima telepon dari istrinya.
- "Gawat Pa . Anak-anak Papa dan anak-anak Mama mengeroyok anak-anak kita!!",jawab Merry
- Tony: "hhngh ??!!"
- Seorang Jenderal sedang mengajarkan salah satu prajuritnya bagaimana cara meledakkan sebuah granat.
- Jenderal: "Pertama-tama, genggamlah granat dengan erat, lalu tarik cincin pemicu granat, kemudian lemparkan, mengerti?"
- Prajurit: "Siaaap Jenderaaal.... mengerti!!!"
- Jenderal: "Sekarang, coba lakukan sendiri!"
- Lalu prajurit tadi melaksanakan apa yang dikatakan oleh sang jenderal.
Ia menggenggam granat dengan erat, lalu menarik cincin pemicu granat, kemudian berteriak, "Jenderaaal ... tangkaaaap!!!!"
- Seorang lelaki berpakaian jas lengkap dan perlente sedang berjalan kaki menuju ke suatu tempat, ketika tiba-tiba seorang anak muncul di hadapannya dan bertanya: "Maaf oom, boleh tanya kan. Sekarang ini jam berapa sih?"
- Lelaki tersebut melipat lengan kirinya di depan dada, melihat jam tangannya dan berkata: "Sekarang jam tiga kurang seperempat."
- Si anak mengucapkan terimakasih, lalu berkata: "Tepat jam tiga nanti oom boleh mencium pantat saya," katanya sambil melarikan diri.
- Lelaki perlente tersebut merasa dilecehkan dan mengejar si anak untuk memberinya pelajaran.
Ketika sedang berlari mengejar, seorang rekan kantor menghentikannya.
- "Ada apa kamu lari-lari begitu?" tanya rekan tersebut.
Sambil menunjuk si anak, lelaki perlente bercerita: "Anak itu bertanya jam berapa, lalu aku jawab jam tiga kurang seperempat. Eee, dia bilang jam tiga tepat aku boleh mencium pantatnya."
- Temannya melihat jam dan berkata: "Lho, masih sepuluh menit lagi, kenapa buru-buru??"
0 comments:
Post a Comment
Terima Kasih Telah Memberikan Waktu dan Komentarnya
Thanks for your feedback