Pages

Friday, October 30, 2009

Kumpulan humor 142

TITIPAN ISTRI
Suatu hari ada penumpang laki-laki di mikrolet yang sedari tadi tangan kanannya
itu selalu saja mengembang dan seakan-akan mencengkeram seperti memegang bola.
Dan jika ada goyangan atau tersenggol oleh penumpang yang turun dia nampak
sewot.

Penumpang lain berpikir bahwa ada yang sakit di tangan kanannya tersebut
sehingga toh maklum saja. Namun tak lama kemudian tangan kirinya pun
ditangkupkan untuk membentuk ukuran yang sama dan persis seperti yang kanan.
Setelah selesai tangan kanan pun agak disandarkan dan kelihatan rileks, dan
gantian tangan kiri yang nampak seperti memegang bola.

Hal ini membuat penumpang lain menjadi penasaran. "Kenapa ini orang, tangan
kanannya khan ternyata tidak terlihat sakit sama sekali.."

Lalu setelah sampai di depan pertokoan dia memberi aba-aba pada si sopir
mikrolet untuk berhenti. Lalu ada seorang penumpang yang memberanikan diri untuk
bertanya. "Bang, kenapa ya tangan kirinya kok dari tadi tampak tegang terus?!".

Lalu dijawab oleh orang laki-laki tadi. "Ini lho mas, saya ini dapat titipan dari istri saya untuk beliin BH buat dia..."

Penumpang lainnya pun hanya bisa bengong, "???"


Tukang Cukur
Seorang pendeta pergi ke seorang tukang cukur untuk memotong rambut.
"Berapa ongkosnya?" tanya pendeta seusai dicukur.
"Nggak usah bayar, Pak Pendeta," kata si tukang cukur.
"Saya anggap ini sebagai pengabdian pada Tuhan," lanjutnya.
Keesokan paginya ketika ia tiba di tempat kerjanya, si tukang cukur mendapati
puluhan buku doa kiriman Pak Pendeta beserta sebuah kartu ucapan terima kasih.

Beberapa hari kemudian seorang polisi datang ke tempat itu.
"Berapa ongkosnya?" tanya si polisi setelah rambutnya dipotong rapi.
"Nggak usah bayar, Pak. Saya anggap ini sebagai pengabdian pada masyarakat,"
jawab si tukang cukur.

Dan ketika keesokan pagi ia tiba di tempat kerjanya, si tukang cukur menerima
kiriman lusinan donat dari Pak Polisi beserta kartu ucapan terima kasih.

Selang beberapa hari kemudian, seorang anggota DPR datang ke tempat itu.
"Berapa ongkosnya?" tanya anggota DPR itu.
"Gratis, Pak. Saya anggap ini sebagai pengabdian pada negara," kata si tukang
cukur.
Keesokan harinya ketika ia tiba di tempat kerjanya, si tukang cukur melihat
puluhan anggota DPR ngantri ingin dicukur.



Indo community

0 comments:

Post a Comment

Terima Kasih Telah Memberikan Waktu dan Komentarnya
Thanks for your feedback