Pages

Thursday, July 30, 2009

JANGAN BIARKAN BISA MENJADI TIDAK BISA

Secarik Motivasi:

  • Mulailah mengerjakan sesuatu. Jangan biarkan pertanyaan memenuhi benak anda sehingga melunturkan kemampuan anda untuk melakukan sesuatu.
  • Memang, banyak hal yang tidak bisa kita lakukan saat ini.
  • Karena itu tinggalkan saja.
  • Kerjakan sesuatu yang anda bisa, meski hanya menuliskan sebuah titik.
  • Jangan biarkan sesuatu yang tak bisa anda kerjakan malah menyurutkan niat anda untuk mengerjakan sesuatu yang bisa anda kerjakan.
  • Perhatikan saja keberanian anda untuk mengambil tindakan.
  • Sekecil apa pun langkah pertama yang anda tapakkan adalah langkah besar bagi keberanian anda.
  • Tak perlu disibukkan dengan pertanyaan: mana yang lebih dulu, "Telor" atau "Ayam".
  • Yang perlu anda lakukan adalah melihat apa yang ada dalam genggaman dan menghargainya.
  • Yaitu, dengan mengerjakan sesuatu sebaik-baiknya.
  • Bila telur yang berada dalam genggaman, eramilah hingga ia menetas menjadi seekor anak ayam.
  • Sedangkan, bila ayam yang berada dalam genggaman, peliharalah sampai bisa menghasilkan telur-telur. Lebih dari sekedar mempertanyakannya namun mengerjakannya.


Indo community

BUKAN NASEHAT, TETAPI GENGGAMAN ERAT

Secarik Motivasi:

  • Adakalanya kita khilaf, alpa, dan lalai.
  • Di saat itu biasanya kita akan mencari-cari berjuta alasan untuk membenarkan tindakan kita.
  • Bila toh sepatah dua patah nasehat dilontarkan orang lain untuk menyadarkan kita, kita malah terdorong untuk bertahan.
  • Meski kita tak menolak peringatan itu,namun tak jarang kita anggap orang lain tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.
  • Memang jauh lebih mudah bagi mereka yang tak terjerat persoalan untuk memberikan nasehat, peringatan, bahkan ancaman.
  • Maka, seringkali yang dibutuhkan bukanlah kata-kata manis mengenai indahnya kebenaran.
  • Kita yang khilaf lebih membutuhkan genggaman erat dari seorang rekan yang memompakan keberanian untuk mengatasi masalah.
  • Bukan kalimat-kalimat, seperti, "kau harus begini, kau jangan begitu", melainkan "mari kita selesaikan bersama-sama".
  • Kita butuh seseorang yang mampu menunjukkan bahwa rasa takut itu bisa ditaklukkan; bahwa rasa sakit itu bisa diredakan; bahwa keberanian itu tak harus mengorbankan banyak hal.
  • Kita tak membutuhkan seseorang yang memojokkan kita di kursi pesakitan. Karena setiap orang bisa salah.


Indo community

Berjuanglah, nak

Anakku,
kau telah menentukan jalan hidupmu
kau memilih menjadi perantau
dan meninggalkan kami, ayah dan ibumu

anakku,
kami sadar, bahwa suatu hari,
kau akan pergi jauh meninggalkan kami
dan hari tersebut tibalah kini..

Sejujurnya, hati kami sangat berat melepaskanmu
engkau masih hijau dan lugu

namun,
bila itu memang pilihanmu
kami hanya bisa mendo'akanmu.
Merestuimu.

Demi kebaikanmu
demi keselamatanmu
demi keberhasilanmu
demi kebahagiaanmu
demi tercapainya keinginanmu

ingatlah nak..
Tempat perantauanmu bukanlah tempat yang indah
bukan pula kota yang ramah

di sana, penuh rintangan dan cobaan
penuh onak, duri serta kepalsuan

berjuanglah nak..
Untuk menghadapi kehidupan barumu
kami yakin, dengan ibadahmu, yang kuasa akan selalu mengasihimu,
melindungimu, membimbingmu, dan memberkahimu

meski kau akan menghadapi hidup yang berat dan kejam
namun ingatlah, doa dan amalan baikmu, akan membuat tuhan,
memberikan keringanan dan kemudahan

anakku,
bila suatu hari kau menghadapi kesulitan dan kegagalan,
jangan pernah kau sesali keputusanmu untuk merantau ini, jangan.

Tabahlah, karena itu semua memang takdir tuhan
yang sama sekali tak dapat engkau elakkan

berjuanglah, anakku..
Raihlah cita-citamu
doa dan restu kami selalu bersamamu
kasih dan sayang tuhan akan selalu menyejukkanmu
ibadah dan doamu akan meluruskan langkahmu,
sehingga tuhan akan memberikan yang terbaik untukmu..

Anakku,
selamat berjuang di tempat perantauanmu ...
Ingatlah selalu kepada tuhan..
Ingatlah pula kami, orang tuamu, yang telah membesarkan dan mendo'akanmu....


Indo community

Trik Negosiasi Gaji

NEGOISASI GAJI
Suatu saat, anda sudah berhasil melewati beberapa tahapan wawancara di suatu perusahaan. Sang manajer terlihat antusias dan tertarik untuk merekrut anda. Kemudian dia melontarkan pertanyaan, "Berapa gaji yang anda inginkan ?". Jika tidak mempersiapkan diri untuk pertanyaan ini, pastilah anda bingung, harus menjawab apa.

Negoisasi gaji merupakan salah satu bagian tersulit dalam mendapatkan pekerjaan yang diinginkan. Jika anda menyebutkan angka yang terlalu tinggi,perusahaan mungkin akan mengurungkan niatnya merekrut anda. Sebaliknya, jika jumlah yang diminta terlalu rendah, anda diterima, namun gaji yang didapatkan dibawah standar yang seharusnya dibayarkan perusahaan tersebut.

Setelah bekerja selama beberapa waktu, ternyata anda mengetahui fakta tersebut, pastilah anda akan merasa kecewa. Dan satu lagi yang patut diketahui, meminta kenaikan gaji,walaupun mungkin, bukanlah proses yang mudah. untuk "memenangkan" negosisasi gaji pada saat interview, ikuti petunjuk berikut :

PERATURAN NO. 1 : Dapatkan Informasi
Sebelum wawancara,manfaatkan networking anda. Anda bisa mendapatkan informasi dari teman atau senior anda yang bekerja di perusahaan tersebut/industri serupa, terutama untuk divisi atau posisi yang sama. Sumber lain adalah internet atau tabloid yang memuat mengenai survey/informasi gaji.

PERATURAN NO. 2 : Mendengarkan
Di awal wawancara, jangan pernah langsung menyebutkan berapa gaji yang anda inginkan. Semakin lama anda "menunda", maka semakin banyak informasi yang bisa didapatkan untuk "memenangkan" negoisasi gaji. Langkah awal, pada saat wawacara,anda sebaiknya "mencari tahu" dari sang pewawancara, ada berapa banyak kandidat untuk posisi tersebut, dan telah berapa lama lowongan tersebut dibuka.

Jika lowongan tersebut telah dibuka dalam waktu yang lama, ada kemungkinan perusahaan kesulitan untuk mendapatkan kandidat yang memenuhi kualifikasi. Jika anda high qualified, mungkin anda bisa mendaptkan nominal yang dinginkan.

PERATURAN KE 3 : Berlatih
Anda boleh menyebutkan sejumlah angka pada saat bernegoisasi. Tetapi jangan terlalu tinggi dari standar gaji yang berlaku untuk industri/perusahaan tersebut. Jika ini terjadi, pewawancara malah menganggap anda tidak serius. Ini berarti anda kehilangan kesempatan.

Jika anda menginginkan sejumlah nominal yang tinggi untuk gaji anda,katakanlah sejumlah gaji pada top range, tunjukkah bahwa kualifikasi anda memang pantas untuk itu. Sebelum hari wawancara, anda bisa mempersiapkan "pidato" selama 1-2 menit yang mendeskrisikan apa yang anda bisa berikan untuk perusahaan jika anda diterima bekerja di tempat tersebut.

Satu hal yang harus dingat, pada saat perusahaan memberikan penawaran, anda tidak harus memberikan jawaban saat itu juga. Anda bisa minta waktu untuk mempertimbangkan semuanya dalam mengambil keputusan. Jika tawaran perusahaan lebih rendah dari yang anda harapkan, anda bisa saja menolak.

Apalagi pada saat bersamaan, ada tawaran yang lebih menggiurkan dari perusahan lain. Namun, ada hal lain yang patut dipertimbangkan, apakah posisi yang ditawarkan nerupakan langkah strategis untuk perkembangan karir anda.

BEBERAPA SITUASI DALAM NEGOSISASI GAJI

1. Perusahaan melakukan "secreening phobe call"
Yang harus anda lakukan adalah bertanya dengan sopan mengenai kisaran gaji untuk posisi tersebut. Jika si penelpon tidak memberikan informasi untuk hal tersebut,anda sebaiknya merespon dengan mengatakan, "Berdasarkan informasi yang saya dapatkan mengenai standar gaji untuk industri ini, mencakup gaji pokok, lembur,training, dan fasilitas yang ada, asuransi kesehatan, biaya perjalanan, jenjang karir, bonus, komisi, dan jenis profit sharing lainnya, gaji yang saya inginkan berkisar Rp xxx,- sampai dengan Rp yyy,- (berikan kisaran yang luas). Saya bersedia datang untuk wawancara pada hari X jam Y. Apakah Bapak/ibu bersedia mempertimbangkan ?.

2. Jika pewawancara mengajukan pertanyaan mengenai gaji pada saat awal wawancara, anda punya 3 pilihan :

  1. Berusaha menunda negoisasi dengan mengatakan, "Saya melamar untuk posisi ini karena sangat tertarik akan bidang ini dan perusahaan anda. Tetapi saya rasa saya baru bisa membahas masalah gaji dengan anda setelah kita berdua "yakin" bahwa saya memang memenuhi kualifikasi untuk posisi ini."
  2. Memberikan respon yang tidak spesifik dengan mengatakan, "Selama saya dibayar sesuai standar perusahaan anda dan tanggung jawab yang harus saya penuhi untuk posisi ini, saya rasa tidak ada masalah."
  3. Membalikkan" pertanyaan kepada pewawancara. Jika pewawancara melontarkan pertanyaan di awal wawancara , "Jika anda diterima bekerja di sini,berapa gaji yang anda inginkan ?". Maka anda bisa menjawab seperti ini, "Saya sangat tertarik untuk berkerja di sini, menjadi bagian dari perusahaan ini. Tetapi sebelumnya saya ingin mengetahui, untuk kualifikasi kandidat dengan latar pendidikan dan keahlian seperti saya, berapakah standar gaji diperusahaan ini?".

3. Negoisasi gaji di pertengahan wawancara

  1. Perusahaan menawarkan gaji dalam kisaran yang sesuai/bisa anda terima. Pewawancara mengatakan, "Gaji untuk posisi ini berkisar dari Rp xxx,- sampai dengan Rp yyy,- Apakah anda bersedia menerima tawaran ini ?. Yang harus anda katakan, "Saya sangat menghargai tawaran ini. Saya sangat tertarik untuk mengaplikasikan yang telah saya pelajari selama kuliah di perusahaan ini. Jumlah yang anda sebutkan tadi adalah yang seperti saya harapkan untuk gaji pokok, ditambah dengan beberapa aspek lainnya seperti asuransi, uang lembur, dan fasilitas lainnya.
  2. Anda hanya tertarik pada top range dari gaji yang di tawarkan. Yang harus anda katakan, "Terimakasih atas tawaran anda untuk bergabung dengan perusahaan ini. Saya yakin berbagai keahlian yang saya miliki merupakan benefit bagi perusahaan ini. Berdasarkan apa yang saya ketahui mengenai standar gaji dan penawaran dari perusahaan lain, saya harus mengatakan bahwa saya hanya bisa mengatakan "ya" untuk kisaran atas dari jumlah yang Bapak/Ibu sebutkan tadi.
  3. Jika anda sama sekali tidak tertarik dengan gaji yang ditawarkan. Yang harus anda katakan, "Terimakasih atas tawaran Bapak/Ibu untuk bergabung dengan perusahaan ini. Saya sangat tertarik untuk mengaplikasikan yang telah saya pelajari selama kuliah di perusahaan ini. Namun ada beberapa perusahaan lain yang juga memberikan tawaran kepada saya, untuk posisi yang sama dan gaji yang lebih tinggi. Tentu saja, uang bukan faktor penentu utama, saya juga mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti training, jenjang karir,dan sebagainya.
  4. Pewawancara tidak menyebutkan jumlah kisaran gaji. Yang harus anda katakan, "Dari apa yang saya ketahui, berdasarkan standar industri, gaji pokok untuk posisi ini adalah sebesar Rp xxx. Dan berdasarkan pendidikan dan keahlian yang saya miliki, saya mengharapkan gaji pada middle range, katakanlah Rp yyy. Baagimana menurut Bapak/Ibu ?".
  5. Jika pewawancara memberikan penawaran di akhir wawancara. Ini berarti pewawancara sangat tertarik untuk merekrut anda. Yang harus anda katakan, "Saya siap untuk menerima penawaran terbaik dari perusahaan ini." Dan jika gaji ditawarkan memang seperti apa yang anda inginkan, katakan, "Hal terpenting bagi saya adalah kesempatan untuk bergabung di perusahaan ini, dan saya yakin gaji yang ditawarkan sangat kompetitif."

Petunjuk untuk "FRESH GRADUATES".

  1. Perusahaan memilih anda karena kualifikasi yang dimiliki, bukan gaji yang anda sebutkan. Perusahaan menerima anda bekerja adalah untuk meningkatkan profit mereka.
  2. Dalam wawancara, anda harus meyakinkan bahwa anda mampu mengerjakan tugas/tanggung jawab untuk posisi tersebut. Jika tidak, mereka tidak akan memberikan penawaran apapun bagi anda.
  3. Jika anda belum memiliki pengalaman kerja, ingat akan kualitas anda yaitu pendidikan dan keahlian. Dua hal itulah yang akan membuat anda sukses di dunia kerja.
  4. Apa yang membuat perusahaan memutuskan menerima anda ?. 95% nya berdasarkan kepribadian, antusiasme, dan keahlian anda. 5% nya adalah karena keahlian khusus yang anda miliki.

PERATURAN NO. 4 : Jika Penawaran Resmi Telah Dibuat

Jika penawaran resmi telah dibuat, ajukan pertanyaan sebagai berikut :

  1. Apakah ada kesempatan promosi untuk posisi ini ?. Untuk posisi atau level apa ?.
  2. Kapan dan bagaimanakah penilaian kinerja pegawai untuk posisi ini ?.
  3. Apakah penilaian tersebut termasuk untuk review gaji ?.
  4. Seperti apakah peningkatan gaji yang ditawarkan untuk 3-5 tahun mendatang ?.
  5. Pastikan bahwa penawaran gaji telah mencakup keseluruhan dan dalam bentuk
    tertulis.
  6. Pastikan anda telah mengevaluasi keseluruhan kompensasi yang ditawarkan, bukan hanya gaji.

Selain gaji, biasanya perusahaan juga memberikan kompensasi dalam bentuk :

  1. Asuransi kesehatan (dengan atau tanpa mencakup perawatan gigi &mata) .Walaupun perusahaan tidak meng-cover semua biaya, fasilitas ini akan membuat anda membayar lebih murah.
  2. Asuransi jiwa.
  3. Asuransi kecelakaan, terutama untuk pegawai yang sering bepergian/ jenis pekerjaan dengan risiko tinggi.
  4. Peningkatan gaji untuk 3-5 tahun pertama. Apakah hanya peningkatan pertahun?. Atau ada peningkatan gaji/pemberian bonus berdasarkan prestasi kinerja ?.
  5. Fasilitas cuti.
  6. Biaya pensiun (berlaku untuk perusahaan tertentu).
  7. Profit sharing.
  8. Stock option. Beberapa perusahaan menerapkan sistem pembagian saham kepada karyawan.
  9. Training atau pendidikan tertentu.
  10. Uang lembur & transportasi.
  11. Fasilitas kredit kendaraan/rumah.

PERATURAN NO. 5 : Hal lain yang harus diperhatikan

  1. Ucapkan terimakasih atas penawaran yang diberikan.
  2. Jangan langsung bernegoisasi pada saat pewawancara menyebutkan penawaran. Mintalah waktu untuk mempertimbangkan kompensasi secara keseluruhan, bukan hanya gaji.
  3. Pada saat bernegoisasi, jangan katakan, "Saya meminta .". Yang terbaik anda harus mengatakan, "Saya mengharapkan..,".

Terkadang gaji yang ditawarkan mungkin lebih rendah dari yang anda inginkan. Sebelum meng-iya-kan atau menolak, pertimbangkanlah faktor lain seperti reputasi perusahaan, budaya perusahaan, suasana kerja, macam asuransi yang ada, training dan pendidikan, dan sebagainya.


Indo community

ATURLAH WAKTU UNTUK MENGATUR KEHIDUPAN

Secarik Motivasi:

  • Betapa hebatnya waktu mengatur kita.
  • Ketika lonceng jam usai kerja berdering,tanpa diperintah segera kita berkemas.
  • Menyimpan kertas dan pensil dalam laci,lalu meninggalkannya jauh-jauh.
  • Seolah semua persoalan telah terpecahkan untuk hari itu.
  • Padahal masalah tetap terjaga selagi kita pejamkan mata.
  • Namun, esok hari, ketika lonceng jam mulai kerja berdentang, semua tumpukan masalah kita aduk, seolah ia terlampau banyak tidur semalam.
  • Perselisihan pun bolehlah dilanjutkan kembali.
  • Ah, betapa hebatnya waktu menghibur kita.
  • Betapa bergairahnya waktu membangunkan kita.
  • Saat kita mengatur waktu, sesungguhnya kita pun mengatur pikiran, emosi, dan perasaan kita.
  • Karena waktu adalah lingkaran dimana kehidupan kita berjalan,kita atur waktu untuk mengatur kehidupan.
  • Kita rayakan sesuatu karena kita ciptakan hari besar.
  • Kita heningkan diri karena kita tegakkan kesyahduan.
  • Dan,semua itu kita rangkai dalam jalinan waktu.
  • Maka, hanya mereka yang tak kenal akan waktulah yang terjerat dalam persoalan tiada berujung.

( editor rekan-kantor.com )

Apa yang bisa kupersembahkan bagi kehidupan ini ?

Sabtu pagi seperti biasa "kerja bakti kulakukan. Mencuci pakaian, perabotan, beres-beres rumah,menyiram tanaman, membersihkan debu-debu yang tak pernah tersentuh di hari-hari biasa dan banyak lagi. Tapi Sabtu pagi itu aku mengerjakannya seorang diri,sepi. Suami bertugas ke luar kota, sedangkan anak-anak berlibur di rumah neneknya.

Aku setel radio keras-keras agar menutupi kesepian ini. Kupindah-pindahkan channel TV hanya untuk agar terasa ada yang "menemani"…hm hanya berita-berita infotainment yang itu-itu saja.bosan.. Akhirnya jam dua belas siang, semua pekerjaan selesai.

Bosan dan sepi melanda hatiku ini. Tring.. akhirnya aku dapat sebuah ide. Kenapa aku tidak mencari buku saja yah, buku yang sudah lama aku cari-cari yang hanya ada di Salman ITB. "Yessss.mumpung suamiku gak ada

Akhirnya meluncurlah aku ke Salman ITB yang jaraknya lumayan jauh dari rumahku. Tapi kalau tujuan sudah bulat, jarak tak jadi masalah. Sesampai di sana, tentu saja banyak perubahan yang terjadi. Terakhir ke sana sekitar tahun 90-an. Tapi halaman yang sejuk dengan pohon-pohon besar tetap tak berubah. Teduh, asri, bersih, aku kagum pada yang merawatnya.

Ternyata di sana sedang ada kegiatan mempersiapkan Pesantren Kilat untuk anak-anak kecil. Kuperhatikan ikhwan dan akhwat yang sibuk mempersiapkan hiasan-hiasan seperti di TK yang mungkin untuk merubah suasana pesantren untuk anak-anak, agar pesantren tidak monoton dan menjemukan.

Kupandangi akhwat-akhwat yang berpakaian jilbab. Ups ku malu pada diriku sendiri. Aku yang juga memakai jilbab, tapi mengenakan jeans ketat dan kerudung yang "mengikuti mode Memang penggunaan jilbabku akhir-akhir ini mengalami degradasi. Hm akaianku dulu seperti mereka, tapi sekarang

Kutuju toko buku yang dulu sering aku kunjungi. Tapi sudah berubah menjadi lab komputer. Akhirnya atas kebaikan seorang ibu penjaga sandal dan sepatu, aku diantarkan ke toko buku dimaksud yang sudah pindah kelantai dua. Seandainya tak ada ibu itu, aku sulit sekali mencari toko buku yang letaknya sangat tersembunyi.

Kupandangi rak buku satu persatu. Tak ada buku yang kucari. Ah�Emungkin mataku kurang jeli. Kutelusuri kembali rak demi rak, tahap demi tahap, tapi pencarianku nihil. Karena toko itu hampir tutup, maka kuberanikan diri menanyakan keberadaan buku itu pada penjaga toko. Ternyata buku itu tak ada dan tak dikenal. Kenapa sulit sekali mencari buku itu diBandung yah

Dengan langkah gontai kutinggalkan toko itu. Hari menjelang sore. Tapi aku tak mau pulang dengan tangan hampa. Dengan harapan kecil aku berjalan memutar melalui belakang mesjid. Masih sepi. Aku ikuti kemana kakiku melangkah. Dan terlihatlah kios-kios buku kecil berjajar rapi di belakang mesjid itu. Ragu aku mau menghampiri kios itu, karena aku pikir hanya kios buku-buku bekas. Tapi akhirnya aku memberanikan diri tuk bertanya. Dan. ternyata Buku itu ada !!!! Alhamdulillah

Kubaca daftar isinya, beberapa telah kubaca dari kiriman milist DT. Tapi banyak juga yang belum aku baca. Sungguh indah isi buku itu. Banyak hal yang membuat aku trenyuh. Sabar dan syukur banyak dicontohkan dalam buku itu. Sungguh pandai para penulis itu merangkai kata, menyentuh hati. Membuat diri ini makin terasa kecil. Mereka bisa mempersembahkan karya mereka bagi kehidupan. Dengan tulisan mereka mungkin bisa mengubah kehidupan seseorang untuk menjadi lebih baik.

Lalu apa yang bisa kupersembahkan untuk kehidupan ini???

Sejenak aku merenung, di usiaku yang sudah melebihi setengah dari usia Rasulullah ini, apa yang telah aku perbuat untuk orang lain ? Aku tak ada manfaatnya untuk orang lain. Diri ini hanya egois memikirkan kebahagiaan sendiri.

Tiba-tiba hati ini teringat seseorang yang sangat aku kagumi.Yang hidup seorang diri. Tapi kehadirannya selalu didambakan orang banyak. Saudara, sahabat,teman, dan orang-orang yang pernah mengecap budi baiknya. Akhirnya aku menemui dia dan ingin menemaninya di akhir pekan ini. Ungkapan bahagia terpancar ketika kukabarkan aku akan menginap dirumahnya.

Wajah yang terlihat selalu tersenyum, menutupi kerut-kerut halus di seputar matanya. Dirinya yang selalu ingin terlihat tegar, tetap tak dapat menyembunyikan "derita�Edalam hidupnya. Di usianya yang hampir setengah abad, dia tetap hidup seorang sendiri.

Dia bibiku, adik dari ibuku. Dia adalah ibu kedua bagiku. Dia sangat dekat denganku. Dan aku merasakan,akulah keponakan yang paling disayang olehnya. Dia sangat-sangat dekat dengan kehidupanku dulu. Dari mulai mencuci "Bali"ku pada saat aku lahir, dia yang membantu mencuci popokku, menggendongku , mengajakku bermain, dan semua yang selalu dilakukan ibuku padaku.

Saat kakekku yang pegawai swasta pensiun dari pekerjaannya. Bibikulah yang menjadi tulang punggung keluarga kakekku. Sementara kakak-kakaknya yang telah berumah tangga, telah sibuk memikirkan keluarganya masing-masing. Bibiku membanting tulang menghidupi kakek dan nenekku dan ketiga adiknya yang masih bersekolah.

Sampai detik terakhir usia kakekku, dia yang menanggung semua biaya pengobatannya. Kemudian dia berusaha membahagiakan sisa usia nenekku sampai detik terakhir kehidupannya juga. Dia tak pernah memikirkan dirinya. Cita-citanya hanya ingin membahagiakan ayah dan ibunya, juga semua orang yang dikenalnya.

Tahun demi tahun ia lalui dalam kesendirian. Walaupun usianya sudah sangat matang untuk berumah tangga, tapi dia tidak ingin melakukannya sebelum adik-adiknya "mentas�Esemua. Sungguh pengorbanan yang tiada tandingnya.

Selain itu dia pun tak pernah menutup mata melihat keadaan kakak-kakaknya yang kurang mampu. Biaya sekolah keponakannya pun tak jarang ia bantu. Dia membantu keponakan-keponakannya seperti aku. Saat sekolah dulu, dia suka berkirim surat padaku dengan tak lupa menyelipkan uang jajan di sela2 lipatan suratnya. Dan itu dia lakukan untuk semua keponakannya.

Kata-katanya selalu keluar dari bibirnya yang tipis dengan sangat bijak. Anak buahnya pun selalu menjadikan dia tempat curhat yang sangat enak. Gores-gores kecantikan wajahnya membuat tak sedikit pria yang berusaha mendekatinya. Gayanya yang sedikit maskulin, bisa menutupi usia yang sebenarnya.

Tetap cantik, menarik, dan bergaya bak anak muda. Tapi pria-pria itu selalu ditepisnya begitu saja. Dia ingin menyelesaikan "tugas"nya dulu tuk mensukseskan adik-adiknya. Satu persatu adiknya berkeluarga. Demikian juga kami,keponakannya, meninggalkan dirinya tuk membangun bahtera rumah tangga.

Tinggallah dia seorang diri. Sunyi memang selalu dirasakannya. Tapi dia bunuh kesunyian itu dengan berbagi. Berbagi kepada siapa saja yang selalu membutuhkan pertolongan. Tukang kebun, tetangga, office boy, ah�Eterlalu banyak orang yang telah merasakan kebaikannya.

Dia merasa tak ada lagi ladang amal yang besar. Ayah sudah tiada, ibu pun sudah tak ada lagi. Sementara suami dan anak yang diharapkan menjadi ladang amal pun tidak dia miliki. Dia hanya menabur kebaikan. Dia menjadikan hidupnya bermanfa'at bagi semua orang.

Tak hanya materi yang diberikan, tapi petuah dan nasehat pun tak pelit dia berikan pada siapa saja yang membutuhkannya. Dia berprinsip "Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang,lalu kita mati pun harus meninggalkan sesuatu yang orang lain akan tetap mengenang kita

Tapi "deritanya terlihat jelas di akhir pekan itu. Hanya kepada akulah dia mencurahkan isi hatinya.Sungguh.suatu pengorbanan diri yang luar biasa. Setitik air bening mengambang di kelopak matanya. Dia berkata "Jika aku diberi umur panjang nanti, tapi tua dan sakit-sakitan, kirimlah aku ke Panti Jompo

Duh sakit rasanya mendengar kata-kata itu. Dia merasa tak punya siapa-siapa di hari tuanya nanti yang akan merawatnya seperti seorang anak yang akan merawat ibunya. "Jangan berkata seperti itu,Bi, Semua orang tidak akan menyia-nyiakan Bibi. Semua orang sayang Bibi sebagaimana Bibi menyayangi kami semua. Bibi tak akan sendiri di hari tua nanti. Karena Bibi telah bermanfa'at bagi kami semua, dan Bibi sudah mempersembahkan sesuatu untuk kehidupan ini

Rasanya mendengar semua ceritanya, aku sangat tak ada nilai dalam kehidupan ini. Egois, mementingkan kebahagiaan sendiri dan menutup mata pada penderitaan orang lain. Tak ada yang merasakan manfa'atnya dengan keberadaanku. Tak ada yang akan merindukan saat aku meninggalkan dunia ini. Lalu apa yang bisa kupersembahkan bagi kehidupan ini???


Indo community

AKU PERNAH DATANG DAN AKU SANGAT PATUH

Kisah tentang seorang gadis kecil yang cantik yang memiliki sepasang bola mata yang indah dan hati yang lugu polos. Dia adalah seorang yatim piatu dan hanya sempat hidup di dunia ini selama delapan tahun. Satu kata terakhir yang ia tinggalkan adalah 'saya pernah datang dan saya sangat penurut'.

Anak ini rela melepaskan pengobatan, padahal sebelumnya dia telah memiliki dana pengobatan sebanyak 540.000 dolar yang didapat dari perkumpulan orang Chinese seluruh dunia. Dia membagi dana tersebut menjadi tujuh bagian, yang dibagikan kepada tujuh anak kecil yang juga sedang berjuang menghadapi kematian,dan dia rela melepaskan pengobatannya.

Begitu lahir dia sudah tidak mengetahui siapa orang tua kandungnya. Dia hanya memiliki seorang papa yang mengadopsinya. Papanya berumur 30 tahun yang bertempat tinggal di provinsi She Cuan kecamatan Suang Liu, kota Sang Xin Zhen Yun Ya Chun Er Cu. Karena miskin, maka selama ini ia tidak menemukan pasangan hidupnya. Kalau masih harus mengadopsi anak kecil ini, mungkin tidak ada lagi orang yang mau dilamar olehnya.

Pada tanggal 30 November 1996, tgl 20 bln 10 imlek, adalah saat dimana papanya menemukan anak kecil tersebut diatas hamparan rumput, disanalah papanya menemukan seorang bayi kecil yang sedang kedinginan. Pada saat menemukan anak ini, di dadanya terdapat selembar kartu kecil tertulis, 20 November jam 12.

Melihat anak kecil ini menangis dengan suara tangisannya sudah mulai melemah,papanya berpikir kalau tidak ada orang yang memperhatikannya, maka kapan saja bayi ini bisa meninggal. Dengan berat hati papanya memeluk bayi tersebut, dengan menghela nafas dan berkata, "Saya makan apa, maka kamu juga ikut apa yang saya makan". Kemudian papanya memberikan dia nama Yu Yuan.

Ini adalah kisah seorang pemuda yang belum menikah yang membesarkan seorang anak, tidak ada ASI dan juga tidak mampu membeli susu bubuk, hanya mampu memberi makan bayi tersebut dengan air tajin (air beras). Maka dari kecil anak ini tumbuh menjadi lemah dan sakit-sakitan.

Tetapi anak ini sangat penurut dan sangat patuh. Musim silih berganti, Yu Yuan pun tumbuh dan bertambah besar serta memiliki kepintaran yang luar biasa. Para tetangga sering memuji Yu Yuan sangat pintar walaupun dari kecil sering sakit-sakitan dan mereka sangat menyukai Yu Yuan.

Ditengah ketakutan dan kecemasan papanya, Yu Yuan pelan-pelan tumbuh dewasa. Yu Yuan yang hidup dalam kesusahan memang luar biasa. Mulai dari umur lima tahun, dia sudah membantu papa mengerjakan pekerjaan rumah, mencuci baju,memasak nasi, dan memotong rumput.

Setiap hal dia kerjakan dengan baik. Dia sadar dia berbeda dengan anak-anak lain. Anak-anak lain memiliki sepasang orang tua, sedangkan dia hanya memiliki seorang papa. Keluarga ini hanya mengandalkan dia dan papa yang saling menopang. Dia harus menjadi seorang anak yang penurut dan tidak boleh membuat papa menjadi sedih dan marah.

Pada saat dia masuk sekolah dasar, dia sendiri sudah sangat mengerti, harus giat belajar dan menjadi juara di sekolah. Inilah yang bisa membuat papanya yang tidak berpendidikan menjadi bangga di desanya.

Dia tidak pernah mengecewakan papanya, dia pun bernyanyi untuk papanya. Setiap hal yang lucu yang terjadi di sekolahnya diceritakan kepada papanya. Kadang-kadang dia bisa nakal dengan mengeluarkan soal-soal yang susah untuk menguji papanya. Setiap kali melihat senyuman papanya, dia merasa puas dan bahagia. Walaupun tidak seperti anak-anak lain yang memiliki mama, tetapi bisa hidup bahagia dengan papa, ia sudah sangat berbahagia.

Mulai dari bulan Mei 2005 Yu Yuan mulai mengalami mimisan. Pada suatu pagi saat Yu Yuan sedang mencuci muka, ia menyadari bahwa air cuci mukanya sudah penuh dengan darah yang ternyata berasal dari hidungnya. Dengan berbagai cara tidak bisa menghentikan pendarahan tersebut sehingga papanya membawa Yu Yuan ke puskesmas desa untuk disuntik.

Tetapi sayangnya dari bekas suntikan itu juga mengeluarkan darah dan tidak mau berhenti. Di pahanya mulai bermunculan bintik-bintik merah. Dokter tersebut menyarankan papanya untuk membawa Yu Yuan ke rumah sakit untuk diperiksa. Begitu tiba di rumah sakit, Yu Yuan tidak mendapatkan nomor karena antrian sudah panjang. Yu Yuan hanya bisa duduk sendiri di kursi yang panjang untuk menutupi hidungnya.

Darah yang keluar dari hidungnya bagaikan air yang terus mengalir dan memerahi lantai. Karena papanya merasa tidak enak kemudian mengambil sebuah baskom kecil untuk menampung darah yang keluar dari hidung Yu Yuan. Tidak sampai sepuluh menit, baskom yang kecil tersebut sudah penuh berisi darah yang keluar dari hidung Yu Yuan.

Dokter yang melihat keadaan ini cepat-cepat membawa Yu Yuan untuk diperiksa. Setelah diperiksa, dokter menyatakan bahwa Yu Yuan terkena Leukimia ganas. Pengobatan penyakit tersebut sangat mahal yang memerlukan biaya sebesar $ 300.000.

Papanya mulai cemas melihat anaknya yang terbaring lemah diranjang. Papanya hanya memiliki satu niat yaitu menyelamatkan anaknya. Dengan berbagai cara meminjam uang ke sanak saudara dan teman dan ternyata, uang yang terkumpul sangatlah sedikit. Papanya akhirnya mengambil keputusan untuk menjual rumahnya yang merupakan harta satu satunya.

Tapi karena rumahnya terlalu kumuh, dalam waktu yang singkat tidak bisa menemukan seorang pembeli. Melihat mata papanya yang sedih dan pipi yang kian hari kian kurus, dalam hati Yu Yuan merasa sedih.

Pada suatu hari Yu Yuan menarik tangan papanya, air mata pun mengalir dikala kata-kata belum sempat terlontar. "Papa, saya ingin mati". Papanya dengan pandangan yang kaget melihat Yu Yuan, "Kamu baru berumur 8 tahun kenapa mau mati?". "Saya adalah anak yang dipungut, semua orang berkata nyawa saya taknberharga, tidaklah cocok dengan penyakit ini, biarlah saya keluar dari rumah sakit ini."

Pada tanggal 18 Juni, Yu Yuan mewakili papanya yang tidak mengenal huruf, menandatangani surat keterangan pelepasan perawatan. Anak yang berumur delapan tahun itu pun mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan pemakamannya sendiri.

Hari itu juga setelah pulang ke rumah, Yu Yuan yang sejak kecil tidak pernah memiliki permintaan, hari itu meminta dua permohonan kepada papanya. Dia ingin memakai baju baru dan berfoto. Yu Yuan berkata kepada papanya, "Setelah saya tidak ada, kalau papa merindukan saya lihatlah foto ini".

Hari kedua, papanya menyuruh bibi menemani Yu Yuan pergi ke kota dan membeli baju baru. Yu Yuan sendirilah yang memilih baju yang dibelinya. Bibinya memilihkan satu rok yang berwarna putih dengan corak bintik-bintik merah.

Begitu mencoba dia tidak rela melepaskannya. Kemudian mereka bertiga tiba di sebuah studio foto. Yu Yuan kemudian memakai baju barunya dengan pose secantik mungkin berjuang untuk tersenyum. Bagaimanapun ia berusaha tersenyum, pada akhirnya juga tidak bisa menahan air matanya yang mengalir keluar.

Kalau bukan karena seorang wartawan Chuan Yuan yang bekerja di surat kabar Cheng Du Wan Bao, Yu Yuan akan seperti selembar daun yang lepas dari pohon dan hilang ditiup angin. Setelah mengetahui keadaan Yu Yuan dari rumah sakit, Chuan Yuan kemudian menuliskan sebuah laporan, menceritakan kisah Yu Yuan secara detail. Cerita tentang anak yang berumur 8 tahun mengatur pemakamannya sendiri dan akhirnya menyebar ke seluruh kota Rong Cheng.

Banyak orang-orang yang tergugah oleh seorang anak kecil yang sakit ini, dari ibu kota sampai satu negara bahkan sampai ke seluruh dunia. Mereka mengirim email ke seluruh dunia untuk menggalang dana bagi anak ini. Dunia yang damai ini menjadi suara panggilan yang sangat kuat bagi setiap orang. Hanya dalam waktu sepuluh hari, dari perkumpulan orang Chinese di dunia saja telah mengumpulkan 560.000 dolar. Biaya operasi pun telah tercukupi.

Titik kehidupan Yu Yuan sekali lagi dihidupkan oleh cinta kasih semua orang. Setelah itu, pengumuman penggalangan dana dihentikan tetapi dana terus mengalir dari seluruh dunia. Dana pun telah tersedia dan para dokter sudah ada untuk mengobati Yu Yuan.

Satu demi satu gerbang kesulitan pengobatan juga telah dilewati. Semua orang menunggu hari suksesnya Yu Yuan. Ada seorang teman di email bahkan menulis, "Yu Yuan, anakku yang tercinta. Saya mengharapkan kesembuhanmu dan keluar dari rumah sakit. Saya mendoakanmu cepat kembali kesekolah. Saya mendambakanmu bisa tumbuh besar dan sehat. Yu Yuan, anakku tercinta."

Pada tanggal 21 Juni, Yu Yuan yang telah melepaskan pengobatan dan menunggu kematian akhirnya dibawa kembali ke ibu kota. Dana yang sudah terkumpul, membuat jiwa yang lemah ini memiliki harapan dan alasan untuk terus bertahan hidup. Yu Yuan akhirnya menerima pengobatan dan dia sangat menderita di dalam sebuah pintu kaca tempat dia berobat.

Yu Yuan kemudian berbaring di ranjang untuk diinfus. Ketegaran anak kecil ini membuat semua orang kagum padanya. Dokter yang menangani dia, Shii Min berkata, dalam perjalanan proses terapi akan mendatangkan mual yang sangat hebat.

Pada permulaan terapi Yu Yuan sering sekali muntah. Tetapi Yu Yuan tidak pernah mengeluh. Pada saat pertama kali melakukan pemeriksaan sumsum tulang belakang, jarum suntik ditusukkan dari depan dadanya, tetapi Yu Yuan tidak menangis dan juga tidak berteriak, bahkan tidak meneteskan air mata.

Yu Yuan dari lahir sampai maut menjemput tidak pernah mendapat kasih sayang seorang ibu. Pada saat dokter Shii Min menawarkan Yu Yuan untuk menjadi anak perermpuannya ,air mata Yu Yuan pun mengalir tak terbendung. Hari kedua saat dokter Shii Min datang, Yu Yuan dengan malu-malu memanggil dengan sebutan Shii Mama.

Pertama kalinya mendengar suara itu, Shii Min kaget, dan kemudian dengan tersenyum dan menjawab, "Anak yang baik". Semua orang mendambakan sebuah keajaiban dan menunggu momen dimana Yu Yuan hidup dan sembuh kembali. Banyak masyarakat datang untuk menjenguk Yu Yuan dan banyak orang menanyakan kabar Yu Yuan dari email.

Selama dua bulan Yu Yuan melakukan terapi dan telah berjuang menerobos sembilan pintu maut. Pernah mengalami pendarahan di pencernaan dan selalu selamat dari bencana. Sampai akhirnya darah putih dari tubuh Yu Yuan sudah bisa terkontrol. Semua orang-orang pun menunggu kabar baik dari kesembuhan Yu Yuan.

Tetapi efek samping yang dikeluarkan oleh obat-obat terapi sangatlah menakutkan, apalagi dibandingkan dengan anak-anak leukemia yang lain fisik Yu Yuan jauh sangat lemah. Setelah melewati operasi tersebut fisik Yu Yuan semakin lemah. Pada tanggal 20 Agustus, Yu Yuan bertanya kepada wartawan Fu Yuan,"Tante, kenapa mereka mau menyumbang dana untuk saya?".

Wartawan tersebut menjawab, "Karena mereka semua adalah orang yang baik hati". Yu Yuan kemudian berkata, "Tante, saya juga mau menjadi orang yang baik hati". Wartawan itu pun menjawab, "Kamu memang orang yang baik. Orang baik harus saling membantu agar bisa berubah menjadi semakin baik".

Yu Yuan dari bawah bantal tidurnya mengambil sebuah buku, dan diberikan kepada ke Fu Yuan. "Tante ini adalah surat wasiat saya." Fu Yuan kaget sekali, membuka dan melihat surat tersebut. Ternyata Yu Yuan telah mengatur tentang pengaturan pemakamannya sendiri.

Ini adalah seorang anak yang berumur delapan tahun yang sedang menghadapi sebuah kematian dan diatas ranjang menulis tiga halaman surat wasiat dan dibagi menjadi enam bagian, dengan pembukaan, tante Fu Yuan, dan diakhiri dengan selamat tinggal tante Fu Yuan.

Dalam satu artikel itu nama Fu Yuan muncul tujuh kali dan masih ada sembilan sebutan singkat tante wartawan. Dibelakang ada enam belas sebutan dan ini adalah kata setelah Yu Yuan meninggal. Dia juga ingin menyatakan terima kasih serta selamat tinggal kepada orang-orang yang selama ini telah memperhatikan dia lewat surat kabar. "

Sampai jumpa tante,kita berjumpa lagi dalam mimpi. Tolong jaga papa saya. Dan sedikit dari dana pengobatan ini bisa dibagikan kepada sekolah saya. Dan katakan ini juga pada pemimpin palang merah. Setelah saya meninggal, biaya pengobatan itu dibagikan kepada orang-orang yang sakit seperti saya. Biar mereka lekas sembuh".

Surat wasiat ini membuat Fu Yuan tidak bisa menahan tangis yang membasahi pipinya. "Saya pernah datang, saya sangat patuh", demikianlah kata-kata yang keluar dari bibir Yu Yuan. Pada tanggal 22 Agustus, karena pendarahan dipencernaan hampir satu bulan, Yu Yuan tidak bisa makan dan hanya bias mengandalkan infus untuk bertahan hidup.

Mula-mulanya berusaha mencuri makan, Yu Yuan mengambil mie instant dan memakannya. Hal ini membuat pendarahan dipencernaan Yu Yuan semakin parah. Dokter dan perawat pun secepatnya memberikan pertolongan darurat dan memberi infus dan transfer darah setelah melihat pendarahan Yu Yuan yang sangat hebat. Dokter dan para perawat pun ikut menangis. Semua orang ingin membantu meringankan pederitaannya. Tetapi tetap tidak bisa membantunya.

Yu Yuan yang telah menderita karena penyakit tersebut akhirnya meninggal dengan tenang. Semua orang tidak bisa menerima kenyataan ini melihat malaikat kecil yang cantik yang suci bagaikan air sungguh telah pergi ke dunia lain. Dikecamatan She Chuan, sebuah email pun dipenuhi tangisan menghantar kepergian Yu Yuan.

Banyak yang mengirimkan ucapan turut berduka cita dengan karangan bunga yang ditumpuk setinggi gunung. Ada seorang pemuda berkata dengan pelan "Anak kecil, kamu sebenarnya adalah malaikat kecil diatas langit, kepakkanlah kedua sayapmu. Terbanglah..........." demikian kata-kata dari seorang pemuda tersebut.

Pada tanggal 26 Agustus, pemakaman Yu Yuan dilaksanakan saat hujan gerimis. Didepan rumah duka, banyak orang-orang berdiri dan menangis mengantar kepergian Yu Yuan. Mereka adalah papa mama Yu Yuan yang tidak dikenal oleh Yu Yuan semasa hidupnya.

Demi Yu Yuan yang menderita karena leukemia dan melepaskan pengobatan demi orang lain, maka datanglah papa mama dari berbagai daerah yang diam-diam mengantarkan kepergian Yu Yuan. Di depan kuburannya terdapat selembar foto Yu Yuan yang sedang tertawa. Diatas batu nisannya tertulis, "Aku pernah datang dan aku sangat patuh" (30 November 1996 - 22 Agustus 2005). Dan dibelakangnya terukir perjalanan singkat riwayat hidup Yu Yuan.

Dua kalimat terakhir adalah disaat dia masih hidup telah menerima kehangatan dari dunia. Sesuai pesan dari Yu Yuan, sisa dana 540.000 dolar tersebut disumbangkan kepada anak-anak penderita leukimia lainnya. Tujuh anak yang menerima bantuan dana Yu Yuan itu adalah : Shii Li, Huang Zhi Qiang, Liu Ling Lu, Zhang Yu Jie, Gao Jian, Wang Jie.

Tujuh anak kecil yang kasihan ini semua berasal dari keluarga tidak mampu. Mereka adalah anak-anak miskin yang berjuang melawan kematian. Pada tanggal 24 September, anak pertama yang menerima bantuan dari Yu Yuan di rumah sakit Hua Xi berhasil melakukan operasi.

Senyuman yang mengambang pun terlukis diraut wajah anak tersebut. "Saya telah menerima bantuan dari kehidupan Anda, terima kasih adik Yu Yuan kamu pasti sedang melihat kami diatas sana. Jangan risau, kelak di batu nisan, kami juga akan mengukirnya dengan kata-kata 'Aku pernah datang dan aku sangat patuh'".

Demikianlah sebuah kisah yang sangat menggugah hati. Seorang anak kecil yang berjuang bertahan hidup dan akhirnya harus menghadapi kematian akibat sakit yang dideritanya. Dengan kepolosan dan ketulusan serta baktinya kepada orang tuanya,akhirnya mendapatkan respon yang luar biasa dari kalangan dunia.

Walaupun hidup serba kekurangan, dia bisa memberikan kasihnya terhadap sesama. Inilah contoh yang seharusnya kita pun mampu melakukan hal yang sama, berbuat sesuatu yang bermakna bagi sesama, memberikan sedikit kehangatan dan perhatian kepada orang yang membutuhkan. Pribadi dan hati seperti inilah yang dinamakan pribadi seorang pengasih.


Harry Prasetya, ST

Monday, July 27, 2009

TUJUH DOSA BESAR

(diringkas dari Principle Centered Leadership, Stephen R. Covey)

Mahatma Gandhi pernah mengatakan bahwa ada tujuh hal yang menghancurkan kita. Ke semuanya berkaitan dengan kondisi sosial dan politik. Obat penangkal dari setiap "dosa besar" ini adalah suatu standar eksternal yang eksplisit atau sesuatu yang berdasarkan pada prinsip dan hukum alam, bukan pada nilai-nilai sosial.

1--Kekayaan tanpa kerja.
Ini mengacu pada praktek mendapatkan sesuatu tanpa modal atau usaha, hanya memanipulasi pasar, aset, orang dan barang, sehingga anda tidak harus bekerja atau menghasilkan nilai tambah.

Sekarang banyak profesi yang berkenaan dengan menumpuk kekayaan tanpa bekerja, mengumpulkan banyak uang tanpa membayar pajak, mengambil keuntungan dari dana-dana pemerintah tanpa menanggung bagian beban keuangan yang wajar, dan menikmati semua keuntungan dari status suatu warga negara dan keanggotaan suatu badan hukum tanpa mau memikul resiko atau tanggung jawab apa pun.

Ini semua didasarkan pada suatu rencana cepat kaya atau spekulasi yang menjanjikan pelakunya dengan iming-iming, "Anda tidak perlu bekerja untuk menjadi kaya." Motif emosional yang utama adalah ketamakan. Tingkah laku dan norma-norma sosial yang demikian akan menimbulkan distorsi.

Bagaimanapun apabila anda menjauhi hukum alam, maka cara penilaian anda akan terpengaruh secara negatif. Anda akan mendapatkan ide-ide yang menyimpang. Sering kita ketahui banyak eksekutif yang menceritakan bagaimana mereka meninggalkan hukum dan prinsip-prinsip alam itu selama beberapa waktu, lalu mulai secara berlebihan membangun, meminjam uang dan berspekulasi tanpa benar-benar membaca arus atau memperoleh umpan balik yang obyektif.

Kini mereka menanggung hutang besar. Mungkin mereka harus bekerja keras hanya untuk bertahan hidup. Kembalilah ke hal-hal dasar. Tangan kembali ke bajak. Tak perlu ragu untuk bersikap konservatif, berpegang teguh pada hal-hal yang mendasar, dan lebih suka tetap kecil namun terbebas dari hutang.

2--Kenikmatan tanpa suara hati.
Pertanyaan utama dari orang yang belum matang, egois, dan suka kenikmatan adalah, "Apa manfaatnya bagi saya? Apakah ini akan menyenangkan saya? Apakah ini akan memudahkan saya?" Banyak orang mendambakan kenikmatan namun mengabaikan suara hati dan tanggung jawab, bahkan mereka melupakan atau meninggalkan sama sekali keluarganya dengan alasan mengerjakan urusan mereka sendiri.

Mereka menganggapnya sebagai bentuk kemandirian. Tetapi kemandirian bukan keadaan yang paling dewasa, hanya sebuah posisi di tengah jalan menuju kondisi kesalingtergantungan - kondisi yang paling maju dan matang.

Kenikmatan tanpa suara hati merupakan salah satu godaan bagi para eksekutif saat kini. Banyak orang menganggap dirinya telah sukses lalu merasa bebas untuk melakukan apa yang diinginkannya. Mereka mencari kenikmatan. Padahal kenikmatan tanpa suara hati hanya menimbulkan luka dan sakit hati bagi orang-orang lain.

Suara hati adalah tempat bersemayamnya kebenaran dan prinsip-prinsip abadi monitor internal hukum alam. Belajarlah untuk memberi dan menerima, tidak hidup egois, peka, penuh perhatian.Jika tidak, maka tidak akan ada rasa tanggung jawab sosial dalam kegiatan-kegiatan kenikmatan kita.

3--Pengetahuan tanpa karakter.
Bagaimanapun berbahayanya pengetahuan yang sempit, jauh masih lebih berbahaya pengetahuan tanpa karakter yang kuat dan berprinsip. Perkembangan intelektual yang murni tanpa perkembangan karakter internal yang sepada sama halnya dengan menyerahkan mobil sport bertenaga tinggi ke tangan remaja yang kecanduan obat bius.

Sayangnya ada saja orang yang tak suka dengan pendidikan karakter, karena mereka menganggap, "Itu adalah urusan system nilai anda." Tetapi anda bisa mendapatkan seperangkat nilai umum yang disetujui semua orang, bahwa kebaikan, keadilan, martabat, sumbangsih, dan integritas adalah patut untuk dipertahankan.

Tak seorang pun akan menentang anda dalam hal ini. Jadi, marilah memulai dengan nilai-nilai yang tidak dapat dipertentangkan kemudian memasukkan nilai-nilai itu ke dalam system pendidikan, pelatihan dan pengembangan perusahaan kita. Marilah mencapai keseimbangan yang lebih baik antara perkembangan karakter dan intelektual.

4--Bisnis tanpa moralitas (etika).
Adam Smith, dalam bukunya Moral Sentiments, menjelaskan betapa mendasarnya dasar moral bagi keberhasilan sistem ekonomi; yaitu bagaimana kita saling memperlakukan satu sama lain, semangat untuk berbuat baik, melayani, memberi bantuan.

Apabila kita mengabaikan dan membiarkan sistem ekonomi berjalan tanpa dasar moral serta tanpa pendidikan berkelanjutan, kita akan segera membentuk masyarakat dan bisnis yang tidak bermoral, kalau bukan asusila.

Bagi Adam Smith, setiap transaksi bisnis merupakan tantangan moral agar kedua belah pihak memperoleh hasil yang adil. Keadilan dan kemauan baik dalam bisnis adalah tiang penyangga sistem perdagangan bebas yang disebut kapitalisme.

Sistem ekonomi kita merupakan hasil dari demokrasi konstitusional dengan pemenuhan hak-hak minoritas juga. Semangat menang-menang adalah semangat moralitas, semangat saling menguntungkan,semangat keadilan bagi semua yang terlibat.

5--Ilmu pengetahuan tanpa kemanusiaan.
Apabila ilmu pengetahuan semuanya menjadi teknik dan teknologi, ilmu pengetahuan dengan cepat akan merosot menjadi manusia melawan kemanusiaan. Teknologi berasal dari paradigma ilmu pengetahuan. Jika hanya sedikit sekali tujuan kemanusiaan yang ingin dicapai oleh teknologi, maka kita akan menjadi korban teknologi kita sendiri.

Bagaimana pun teknologi harus bersandar pada dinding yang benar; yaitu kemanusiaan. Bila tidak, maka evolusi atau bahkan revolusi dalam ilmu pengetahuan takkan atau sedikit sekali membawa pada kemajuan manusia yang nyata dan berharga.

Satu-satunya hal yang belum berevolusi adalah hukum dan prinsip-prinsip alam, misal, sebelah utara pada kompas tak pernah berubah. Ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengubah wajah hampir semua yang lain. Tetapi hal yang mendasar masih tetap berlaku seiring dengan berlalunya waktu.

6--Agama tanpa pengorbanan.
Tanpa pengorbanan kita mungkin aktif dalam kelompok agama namun tidak hidup beriman. Kelompok agama hanyalah tirai sosial agama belaka. Tidak ada kerja sama nyata dengan orang-orang, atau berusaha lebih keras lagi, atau mencoba memecahkan masalah-masalah sosial kita. Melayani kebutuhan orang lain memerlukan pengorbanan, setidaknya pengorbanan kesombongan dan prasangka diri kita sendiri.

Jika sebuah agama hanya dilihat sebagai suatu sistem hierarki biasa,pemeluknya tidak akan memepunyai semangat pelayanan atau semangat ibadah yang mendalam. Sebaliknya mereka akan memusatkan perhatian pada ritual lahiriyah dan semua bentuk-bentuk luar agama yang bisa dilihat.

Namun,mereka bukan orang-orang yang berpusat pada Tuhan atau prinsip. Peimpin-pemimpin tangguh yang bersemangat pengabdian tinggi memiliki kerendahan hati. Dan, ini adalah tanda-tanda orang yang benar-benar beriman.

Ada banyak CEO yang merupakan pemimpin abdi yang rendah hati, yang mengorbankan kebanggaan dan membagi kekuasaan mereka. Mereka memiliki pengaruh baik di dalam dan di luar perusahaan. Sedihnya banyak orang menginginkan "agama" atau paling tidak berpenampilan beragama tanpa mau melakukan pengorbanan apa pun. Mereka menginginkan spiritualitas yang besar namun tak mau berpuasa sedikit pun atau diam-diam memberikan pelayanan.

7--Politik tanpa prinsip.
Anda lihat banyak politisi menghabiskan banyak uang untuk membangun citra,meskipun citra itu dangkal, tiada isi, hanya untuk memperoleh suara dan jabatan. Bila ini terjadi, maka sistem politik akan bekerja terlepas dari hukum-hukum alam.

Padahal Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat menulis,"Kami percaya kebenaran-kebenaran ini dengan sendirinya, bahwa Manusia diciptakan stara, bahwa mereka diberkati oleh Pencipta dengan Hak-hak tertentu yang melekat pada diirnya, antara lain hak akan kehidupan, kemerdekaan, dan pencarian kebahagiaan."

Kunci bagi masyarakat yang sehat adalah menciptakan kemauan sosial, system nilai, selaras degan prinsip-prinsip yang benar. Apabila tak ada prinsip,tidak ada yang bisa anda jadikan tempat bergantung. Prinsip adalah kompas penunjuk arah utara yang sejati. dan indikator bagi landasan tempat kita membangun sistem nilai. Dan, keduanya berjalan selaras.

Adalah ironi, bila banyak perusahaan mencanangkan pernyataan misi yang agung, tetapi di jalan raya orang ditodong di siang bolong, atau banyak orang yang dirampas harga diri, uang, dan jabatannya tanpa melalui proses yang semestinya.

Dalam film The Ten Commandements, Nabi Musa berkata pada Firaun, "Kami harus dipimpin oleh hukum Allah, tidak olehmu." Sesungguhnya ia berkata, "Kami tidak akan diperintah oleh seseorang kecuali jika orang itu merupakan penjelmaan hukum."

Di dalam masyarakat dan organisasi-organisasi yang terbaik, hukum alam dan prinsip-prinsip berlaku - inilah konstitusi – dan bahkan orang-orang puncak harus tunduk pada prinsip-prinsip itu. Tak seorang pun lebih tinggi dari hukum.


Indo community

KEBAHAGIAAN

(motivation)

Kebahagiaan adalah tidak adanya ketidak-bahagiaan. Ketidak-bahagiaan adalah keadaan di mana hadir kekhawatiran dan atau ketakutan. Dengan demikian kita bisa disebut berbahagia bila kita bisa terlepas dari rasa khawatir atau rasa takut. Dan ternyata memang benar, tidak mungkin seseorang bisa menyebut dirinya berbahagia, bila kualitas hidupnya terlukai oleh hadirnya rasa khawatir atau rasa takut.

Rasa khawatir adalah bibit dari rasa takut. Dan rasa khawatir yang tidak dikelola dengan baik akan tumbuh menjadi sebuah ketakutan, yang kemampuan merusaknya jauh lebih besar dari rasa khawatir.

Bagaimana caranya kita merusak kualitas hidup kita dengan rasa khawatir? Mudah. Dan sebetulnya telah banyak kita lakukan, yaitu dengan tidak melakukan apapun untuk mengatasi penyebab rasa khawatir itu.

Lalu, apakah semua upaya untuk mengelola rasa khawatir dan takut itu akan menghilangkan penyebab timbulnya perasaan-perasaan itu? Belum tentu. Memang ada hal-hal yang berada di luar kemampuan terbaik kita. Dan untuk hal-hal itu kita hanya diminta untuk bisa menerima dengan baik, dan menyerahkannya kepada Pemilik Hidup ini.

Itu sebabnya ada doa untuk keadaan seperti itu, Yang Maha Pengasih, berilah aku kekuatan untuk menyelesaikan hal-hal yang bisa aku selesaikan, berilah aku kelapangan hati untuk menerima hal-hal yang tidak bisa aku selesaikan,dan berilah aku kebijakan untuk dapat membedakan antara keduanya.

Hidup ini demikian penuh dengan alasan untuk merasa khawatir dan merasa takut, sehingga bila suatu hari kita mendapati hati ini terbebas dari rasa khawatir, sama sekali tidak merasa khawatir, ... justru itu-lah saat untuk mulai merasa khawatir.

Kedengarannya sebagai sebuah double-standard, karena kenyataan yang satu membatalkan yang lain. Sebetulnya tidak. Yang dari luar tampak sebagai sebuah standar ganda,sebetulnya lebih sering berupa pengamatan tentang dua titik ekstrim dari sebuah kontinum. Seperti, membalas atas kejahatan orang kepada kita itu dibenarkan, tetapi akan lebih baik bagi kita apabila kita memaafkan.

Dalam peliknya kehidupan bisnis dan profesional seperti saat ini, akan sangat aneh mendengar orang meregangkan tangannya dan berkata lantang, "Aaah ..., sudah tidak ada lagi yang bisa saya khawatirkan! Saya sudah sangat tenang, sangat berbahagia, dan tidak merasa perlu mengkhawatirkan apapun!" Itu, baru aneh.

Akan selalu ada hal yang berubah dari keadaannya sekarang. Dari sesuatu yang tidak menjadi masalah, bisa berubah menjadi sebuah sumber masalah yang sangat besar. Itu sebabnya kita harus berhati-hati menjaga hal-hal yang sekarang memberikan kebaikan kepada kita, baik itu benda, modal, hubungan baik dengan orang lain, atau sebuah sumber pendapatan bagi kehidupan kita.

Tanpa perawatan, sesuatu yang baik belum tentu berubah menjadi sesuatu yang lebih baik, tetapi lebih sering berubah menjadi sesuatu yang mengkhawatirkan. Orang yang benar-benar khawatir akan berupaya lebih sungguh-sungguh. Jadi, ... kawatirlah

Untuk itu, mohon maaf bila hal-hal yang dibahas berikut ini bisa mengganggu ketenangan anda. Meskipun sebetulnya, semakin anda merasa khawatir, semakin baik. Apakah ada orang yang lebih muda usianya daripada kita, tetapi lebih berhasil daripada kita?

  • Padahal dia datang dari lingkungan yang lebih sulit daripada lingkungan kita dulu.
  • Padahal kita telah diberikan banyak kesempatan oleh perusahaan untuk belajar dan membuktikan pemikiran dan janji-janji kita. Apakah kita tipe orang yang bersandar kepada kekayaan keluarga, dan menggunakannya untuk merendahkan orang yang lebih pandai daripada kita?
  • Padahal kita tahu bahwa kekayaan itu adalah kekayaan orang tua, yang bisa saja sebetulnya hanya penampilan luar dari sebuah kredit macet di bank yang belum sampai pada masa perhitungannya.
  • Padahal kita tahu bahwa bila bukan karena kita ini anaknya, orang dengan kualifikasi seperti kita tidak akan pernah diberikan ijin untuk melalui masa percobaan. Apakah pernah kita sadari bahwa anak buah kita itu adalah orang-orang yang mungkin lebih pandai daripada kita, tetapi hanya karena sopan santun, mereka mau mendengarkan celoteh tidak bermutu yang kita sampaikan dengan kesombongan karena pangkat kita lebih tinggi?
  • Padahal kita tahu bahwa kedudukan kita juga hanya sementara, tergantung dari kesukaan orang di atas kita, yang juga mungkin tidak bermutu, tetapi berwenang untuk mengangkat, mengganti, atau memberhentikan kita.
  • Padahal bila kita perhatikan dengan baik, anak buah kita juga bisa melihat bagaimana kita menyabarkan diri mendengar celoteh tidak bermutu dari atasan kita, karena kita hanya bawahan.
  • Padahal kita tahu bahwa kita tertawa untuk lelucon atasan kita yang tidak lucu, hanya karena kita bawahannya. Lalu, mengapa kita tidak melihat bahwa anak buah kita berlaku sama untuk lelucon kita yang tidak lucu? Apakah kita tidak merasa khawatir akan kecepatan maju rekan-rekan kita yang kurang bicara tetapi banyak bekerja?

Berlomba untuk menjadi yang paling banyak bicara bisa membuat kita naik pangkat, memang, bahkan mengalahkan orang yang benar-benar bekerja. Tetapi itu hanya berlaku di satu perusahaan saja. Orang-orang yang berpangkat tinggi karena hanya pandai bicara hanya bisa selamat selama masih berada di antara orang-orang yang telah lama mendapat perawatan kepalsuan darinya. Bila orang-orang itu berganti, maka dia harus memulai strategi kepura-puraannya dari awal.

Sedangkan orang-orang yang bekerja dengan sungguh-sungguh, bila tidak dikenali dengan baik di perusahaan ini, akan dikenali baik oleh perusahaan-perusahaan lain. Tetapi tidak sama halnya dengan orang yang hanya banyak bicara.

Apakah kita semakin menua, tetapi belum mencapai sesuatu yang penting untuk diingat orang setelah kita pergi nanti? Tidak semua orang harus menjadi kaya, atau berkedudukan tinggi. Tidak banyak orang yang bisa membangun nama besar, atau yang bisa membangun klinik bagi yang sakit dan miskin. Tidak banyak orang yang bisa mencapai ketenaran karena menulis sebuah buku best seller, atau karena mencapai puncak Himalaya.

Memang tidak banyak orang seperti itu. Tetapi tidak semua orang kaya mempunyai pewaris yang baik dan hormat kepadanya. Tidak sedikit orang berkedudukan tinggi yang prihatin atas rendahnya kualitas anak-anaknya.

Tidak sedikit orang tenar yang dipermalukan oleh perilaku buruknya sendiri. Dan, tidak sedikit orang yang hebat dengan buku dan ceramahnya yang tidak bisa dicontoh perilakunya. Apakah kita termasuk orang-orang yang selalu menghibur diri sendiri dengan perkataan: "Rejeki orang itu lain-lain", saat melihat rekan kita mencapai keberhasilan lebih baik daripada kita?

  • Padahal sebetulnya kita iri.
  • Padahal sebetulnya kita bisa mencapai hal yang sama atau lebih baik, tetapi enggan untuk bekerja lebih keras hanya karena kita telah puas menjadi raja kecil.
  • Padahal sebetulnya kita merasa lebih rendah, dan kemudian harus menutupi rasa rendah diri itu dengan kesombongan seolah-olah tidak tertarik untuk menyamai keberhasilan orang lain.
  • Padahal keberhasilan rekan kita itu membuat kita sulit tidur di malam hari. Apakah kita termasuk orang-orang yang sudah merasa tidak perlu lagi untuk mengikuti training, seminar, atau ceramah untuk pengembangan diri?
  • Padahal kita khawatir akan perubahan semangat kerja dari rekan yang mengambil nilai baik dari pencerahan-pencerahan baru.
  • Padahal kita merasa ketinggalan saat kita tidak mengerti sebuah konsep baru yang disampaikan seorang rekan.
  • Padahal kita harus banyak melakukan akrobatik penyelamatan diri, saat anak buah atau kolega bertanya mengenai penerapan sebuah kosep baru untuk peningkatan hasil usaha.
  • Padahal kita pernah merasa lega karena bisa menyebutkan judul dari sebuah konsep baru, walaupun belum betul-betul mengerti. Apakah kita sering membanggakan keberhasilan kita sebagai keberhasilan pribadi sendiri?
  • Padahal tidak ada orang besar yang tidak pernah dibantu orang.
  • Padahal tidak ada ilmu yang kita miliki. Karena semua pengetahuan dibangun di atas pengetahuan sebelumnya, dan bahkan bila kita 'menemukan' sesuatu yang baru, akan selalu ada paralel dari konsep itu dalam disiplin ilmu yang lain.
  • Padahal bila kita berhasil, sebetulnya kita hanya diijinkan berhasil. Bila ijin itu kemudian ditarik, disebut apakah kita? Apakah kita termasuk orang-orang yang mudah memutuskan hubungan dengan orang lain?
  • Padahal seorang yang kuat adalah orang yang 'memiliki' paling banyak orang yang bisa membantunya.
  • Padahal kita memerlukan bantuan orang lain untuk bisa terus hidup, dan dengan bantuan yang kita berikan kepada orang itu-lah, kita mengharapkan bantuan kembali untuk kepentingan kita.
  • Padahal sebetulnya dunia ini akan tetap berjalan tanpa bantuan dari kita,atau bahkan tanpa kehadiran kita sekalipun.
  • Padahal sering kita alami keadaan di mana orang-orang yang kita benci justru sebenarnya adalah orang-orang yang paling bisa membantu kita.
  • Padahal tidak ada satu-pun orang mulia diturunkan dari langit yang tidak disediakan oleh-Nya, sahabat-sahabat untuk menjadi pendamping. Apakah kita termasuk orang-orang yang mati hatinya dari kesediaan untuk memaafkan?
  • Padahal kita juga tidak terbebas dari kemungkinan melakukan kesalahan kepada orang lain.
  • Padahal kita juga membutuhkan pemaafan dari orang lain atas kesalahan-kesalahan kita.
  • Padahal setelah dicermati, kita juga mempunyai peran penyebab dalam kesalahan yang dilakukan orang kepada kita.
  • Padahal mungkin penyesalan orang yang bersalah kepada kita itu, telah menyiksanya lebih pedih daripada luka yang dulu disebabkannya kepada kita. Mengapa?


Indo community

Badai Pasti Berlalu

Semua orang pasti akan menyambut datangnya sukses dengan tangan terbuka. Sebaliknya, banyak orang akan berusaha agar tidak mengalami kegagalan. Kenyataannya, sukses dan gagal merupakan "satu paket" yang tidak bisa dipisahkan. Lalu, mengapa kita harus takut pada kegagalan? Yang perlu kita ketahui adalah apa yang harus kita lakukan ketika kegagalan datang. Simak yang berikut.

Jika kita sadar bahwa kegagalan itu merupakan bagian dari sukses dan kegagalan merupakan guru yang terbaik, maka kita tidak akan takut ketika kegagalan datang.

  • Hidup kita seolah berada di sebuah Perahu yang berada di tengah samudra luas.
  • Perlu perjuangan untuk membuat perahu tersebut melaju menuju pulau impian yang kita tuju.
  • Jika tidak, Perahu hanya akan terombang-ambing entah kemana.
  • Kita perlu terus menjadikan Perahu bergerak dan mengarahkannya kearah pulau impian kita.
  • Namun, kadang badai datang, membuat Perahu kita oleng bahkan hampir tenggelam.

Namun perahu kehidupan memiliki sebuah keajaiban. perahu kehidupan tidak akan pernah tenggelam selama kita memiliki harapan. Oleng mungkin tetapi tenggelam tidak jika kita masih memiliki harapan bahwa kita akan sampai ke tujuan yang kita impikan.

Jika badai begitu lama menggoncang perahu kita,jangan pernah menyerah, karena menyerah adalah satu cara pasti perahu kita tenggelam. Harapan, membuat perahu kita tidak akan pernah hancur dihantam gelombang dan tidak akan membuat perahu kita karam.

Lalu, dari mana datangnya harapan? Harapan ada pada diri kita, sebab tidak ada badai yang melebihi kekuatan diri kita. Sebesar-besarnya badai masih dibawah kemampuan kita semua. Tuhan telah memberikan kekuatan yang sangat dahsyat pada diri kita atau mendatangkan badai yang besarnya masih ada dibawah kemampuan kita. Tuhan tidak pernah memberikan cobaan yang melebihi kemampuan kita.

Jagalah harapan bahwa selalu ada jalan keluar. Yakinlah bahwa kita bisa bertahan. Pasti ada sesuatu hikmah besar dibalik kesulitan yang kita hadapi. Semakin besar kesulitan, mungkin semakin besar dan bernilai hikmah yang akan kita dapatkan nanti. Jagalah harapan, karena badai pasti berlalu.

yakinlah Pada Badai yang datang menghampiri kita adalah sebuah media pelatihan diri untuk mencapai apa yang kita inginkan. Orang tidak akan pintar jika tidak di latih, dan Badai yang menghampiri hidup kita adalah media pendidikan yang tepat, yang dikirim tuhan agar kita siap untuk menajadi sukses, Tidak ada orang pintar tanpa pendidikan, Tidak Ada orang yang bisa menyanyi tanpa latihan, Burung Elang yang perkasa tidak akan bisa terbang tinggi tanpa terjatuh.

Maka Persiapkan Perahu kita untuk dapat menembus Badai Kehidupan yang akan menerjang kita dari arah yang tidak bisa di prediksi. Karena biasanya setelah badai akan ada hari yang indah. Walau terkadang jawaban dari tuhan tidak seperti yang kita harapkan, tetapi keindahan akan kita dapatkan jika kita menyadarinya
Ea, Depok 28 aAPRIL 2008
===============================================================

KEJAHATAN KECIL PUN BUTUH UPAYA BESAR

Secarik Motivasi:

  • Pernahkah anda merencanakan sebuah keburukan? Atau kejahatan?
  • Tentu saja kita tidak sedang berbicara bagaimana membuat rencana buruk anda itu
    berhasil.
  • Namun, mengajak untuk melihat apa yang terjadi dalam diri kita sewaktu berencana jahat.
  • Bisa jadi kita akan memeras pikiran keras-keras mencari cara agar rencana itu terujud.
  • Atau, bisa jadi kita menyusun jalan lain bila rencana itu gagal.
  • Atau, bisa jadi kita memutar otak untuk mencari alasan penyelamat, jika orang lain memergoki.
  • Atau, bisa jadi kita mempersiapkan mental sebaik-baiknya agar cukup tegar hati melakukan sesuatu yang kita sendiri tak ingin tertimpanya.
  • Mari perhatikan diri kita secara lembut dan hati-hati.
  • Bahkan untuk sebuah kejahatan kecil pun kita harus mengerahkan usaha besar agar berhasil.
  • Tidak ada kejahatan kecil yang terjadi begitu saja tanpa pertimbangan dari empunya.
  • Lantas untuk apa kita perlu memahami gejolak batin di saat kejahatan terencana dalam benak?
  • Tak lain tak bukan, adalah untuk mengurainya, dan mengubah energi agar senantiasa berbagi kebaikan.


Indo community

PEMIMPIN YANG TUMBUH BERSAMA-SAMA KITA

Secarik Motivasi :

  • Jelas sekali bahwa bukan tugas bagi seorang pemimpin untuk membangun sebuah kerajaan bagi dirinya sendiri.
  • Tugas pemimpin yang paling utama adalah membuat sebuah perbedaan; perbedaan yang benar-benar dibutuhkan bagi lingkungan dimana ia tumbuh dan berkembang.
  • Dan yang dimaksud dengan perbedaan bukanlah maju dari satu langkah menuju satu depa; melainkan melompat melintasi keterbatasan-keterbatasan, menyibak kekhawatiran akan
    kegagalan, serta menjelajahi imajinasi dan visi.
  • Karena itulah, yang kita dambakan bukanlah pemimpin yang tiba-tiba datang dari tempat yang jauh di sana.
  • Namun, pemimpin yang lahir dari tanah dimana kita sama-sama belajar mengenai kehidupan; pemimpin yang tumbuh dari air dimana kita sama-sama meneguk pengalaman; pemimpin yang merekah dari udara dimana kita sama-sama menghirup suka duka.
  • Perubahan terbaik hadir dari pemimpin yang menyemaikan jiwanya pada ladang tempat ia dan pengikutnya sama-sama mencangkul. (Editor Rekan-Kantor.com - 16042002)


Indo community


SIAPA YANG SEHARUSNYA MENGALAH?

Secarik Motivasi:

  • Dua kendaraan, truk besar dan becak ringkih, bertemu di sebuah puncak jembatan sempit.
  • Harus ada yang mau mundur ke ujung jembatan.
  • Bila tidak, jangan harap mereka bisa melintas.
  • Supir truk minta pengayuh becak mau mengalah.
  • Lebih mudah bagi becak kecil untuk mundur.
  • "Tapi, aku harus kepayahan mendaki jembatan ini lagi!" tolak pengayuh becak.
  • Sebaliknya, ia malah menyuruh supir mau memundurkan truknya.
  • Bukankah, tak ada kesulitan bagi tenaga mesin untuk bergerak?. "
  • Tentu saja, tetapi sulit bagiku untuk memundurkan kendaraan sebesar ini!"
  • Supir truk bersikeras.
  • Menurut anda, siapakah yang harus mengalah? Yang kuat? Atau, yang lemah?
  • Bicara soal mengalah, bukan bicara siapa yang kuat atau lemah.
  • Namun, siapa yang berkenan memenangkan hati dan pikirannya dari keinginan untuk mengalahkan orang lain.
  • Mengalah tak selalu lemah dan kalah. Lebih sering mengalah membutuhkan ketegaran dan kekuatan jiwa. (editor rekan-kantor.com)


Indo community

TEMPAT KERJA KITA, RUMAH KITA

Secarik Motivasi:

  • Apalah bedanya perilaku di rumah dan di tempat kerja?
  • Pagi hari, di rumah kita sapa adik, kakak dan orang tua yang baru bangun tidur.
  • Kita matikan lampu-lampu demi menghemat listrik.
  • Kita bersihkan lantai, kursi, dan meja agar ruangan terasa nyaman.
  • Kita simpan pisau, barang pecah belah dan perlengkapan lain ditempatnya masing-masing.
  • Kita senandungkan lagu ceria agar rumah penuh cahaya.
  • Kita bekerja dan berlelah-lelah, kita bermain dan bersenang-senang tanpa berhitung-hitung satu sama lain.
  • Karena itu kita tuliskan, "rumahku swargalolaku".
  • Lalu mengapa kita harus berbeda di tempat kerja?
  • Bukankah kita semestinya menyapa rekan, bawahan dan atasan tanpa terkecuali.
  • Kita pun bekerja seefisien mungkin.
  • Kita rapikan ruang kerja, kita jaga keselamatan sesama, dan ciptakan keceriaan agar tempat kerja bermandikan cahaya.
  • Kita bekerja dan berlelah-lelah tanpa harus kehilangan kebersenang-senangan kita.
  • Karena itu kita boleh tuliskan, "tempat kerjaku, rumahku jua".


Indo community

NOT LETTING GO

Some years ago on a hot summer day in south Florida, a little boy decided to go for a swim in the old swimming hole behind his house. In a hurry to dive into the cool water, he ran out the back door, leaving behind shoes, socks, and shirt as he went.

He flew into the water, not realizing that as he swam toward the middle of the lake, an alligator was swimming toward the shore. His mother in the house was looking out the window saw the two as they got closer and closer together.

In utter fear, she ran toward the water, yelling to her son as loudly as she could. Hearing her voice, the little boy became alarmed and made a U-turn to swim to his mother. It was too late. Just as he reached her, the alligator reached him.

From the dock, the mother grabbed her little boy by the arms just as the alligator snatched his legs. That began an incredible tug-of-war between the two. The alligator was much stronger than the mother, but the mother was much too passionate to let go. A farmer happened to drive by, heard her screams, raced from his truck, took aim and shot the alligator.

Remarkably, after weeks and weeks in the hospital, little boy survived. His legs were extremely scarred by the vicious attack of the animal,and on his arms, were deep scratches where his mother's fingernails dug into his flesh in her effort to hang on to the son she loved.

The newspaper reporter who interviewed the boy after the trauma, asked if he would show him his scars. The boy lifted his pant legs. And then,with obvious pride, he said to the reporter, "But look at my arms. I have great scars on my arms, too. I have them because my Mom wouldn't let go."

You and I can identify with that little boy. We have scars, too. No,not from an alligator, or anything quite so dramatic. But the scars of a painful past . Some of those scars are unsightly and have caused us deep regret. But, some wounds, my friend, are because God has refused to let go.

In the midst of your struggle, He's been there holding on to you. The Scripture teaches that God loves you. You are a child of God. He wants to protect you and provide for you in every way. But sometimes we foolishly wade into dangerous situations.

The swimming hole of life is filled with peril - and we forget that the enemy is waiting to attack. That's when the tug-of-war begins and if you have the scars of His love on your arms be very, very grateful. He did not and will not - let you go.

If you see someone without a smile, stop ... and give them yours (:-) God has blessed you, so that you can be a blessing to others. You just never know where a person is in his/her life and what they are going through.


Thought of the Day
"We pass a treasure when we pass on our faith." --Jewell Willhite (Kansas)


Indo community

Yuk Konsentrasi agar kita bisa sukses

Dalam beberapa hari ini saya dituntut dengan kegiatan pekerjaan yang agak padat, sehingga dituntut untuk dapat berkonsentrasi penuh untuk mendapatkan hasil yang maksimal. yah saat ini sedang mempelajari dan mengimplementasi JSOX Sistem (Sebuah Regulasi baru di jepang tentang penerapan system internal control atas laporan keuangan), tapi permasalahannya terkadang konsentrasi itu terganggu karena adanya hal-hal lain yang harus diselesaikan dalam waktu yang bersamaan.

Dalam mengerjakan sesuatu, dalam menggapai mimpi, menggapai sukses kita akan dituntut dengan konsentrasi yang tinggi, mengapa konsentrasi dibutuhkan. Kemampuan kita dalam berkonsentarsi akan mempengaruhi kecepatan dalam menangkap materi yang kita butuhkan. Seorang pelajar / mahasiswa yang punya kemampuan bagus dalam berkonsentrasi akan lebih cepat bisa menangkap materi yang seharusnya ia serap. Seorang karyawan yang bisa berkonsentrasi, ia akan cepat menangkap (menguasai) berbagai jenis keahlian yang ia butuhkan.

1. Konsentrasi, adalah sumber kekuatan.

Apa hubungannya antara konsentrasi dengan kekuatan? Satu dari sekian penjelasan yang bisa menggambarkannya itu adalah cara kerja pikiran. Konon, pikiran kita akan bekerja berdasarkan "ingat" dan "lupa". Pikiran kita tidak bisa bekerja untuk lupa dan untuk ingat dalam satu waktu.

Lupa dan ingat akan dilakukan secara bergantian dalam tingkat kecepatan yang sangat maha super. Kalau anda ingat kebaikan orang, saat itu juga kita melupakan kejelekannya. Sebaliknya, kalau kita mengingat kejelekannya, maka saat itu juga kita melupakan kebaikannya.

Teori Neouroscience-nya mengatakan bahwa otak manusia ini berubah sesuai dengan penggunaan. Kemana kita mengarahkan konsentrasi akan diikuti dengan perubahan struktur fisik otak itu (Neuroscience, Funderstanding, 1998-2001)

2.Konsentrai meningkatkan ketahanan.

Kaitan konsentrasi dengan katahanan seseorang terletak pada porsi dan frekuensinya. Kalau pikiran ini lebih sering kita gunakan untuk mengingat atau melihat hal-hal positif dari diri kita, dari keadaan dan dari orang lain di sekitar kita, maka kesimpulan yang tercetak di dalam diri kita adalah kesimpulan positif. Kalau sudah kesimpulan ini yang terbentuk, maka energi yang muncul adalah energy positif. Kekuatan dalam menghadapi kerasnya kenyataan hidup ini terkait dengan energi positif.

ketika kita gagal, Jika yang kita ingat dan yang kita lihat adalah sisi-sisi yang mengecewakan dari kegagalan itu dan dari keadaan itu, maka sekuat apapun fisik kita pasti akan terasa berat untuk melangkah ke opsi lain. Akan beda rasanya ketika kita masih bisa melihat opsi dan alternative lain atau bisa mengingat-ingat tujuan hidup kita dalam potret yang lebih besar (perspektif jangka panjang).

Meski kegagalan itu tetaplah kegagalan, tetapi energi yang keluar dari diri kita berbeda. Yang satu menambah kekuatan dan yang satunya malah mengurangi kekuatan. Untuk bisa mengingat yang positif, untuk bisa cepat melupakan hal yang negatif, dan untuk bisa melihat yang positif, tentu ini terkait dengan kemampuan berkonsentrasi.

Mahatma Gandhi menggunakan teknik "ingat" dan "lupa" untuk memperkuat perjuangannya. Ketika dirinya hampir mau putus asa menghadapi penjajahan, Gandhi kemudian memprogram pikirannya untuk ingat bahwa perjuangan menegakkan kebenaran itu selalu akan berakhir menang meski kelihatannya kalah di babak awal.

Dengan kata lain, ketahanan seseorang itu tidak semata-mata terkait dengan kekuatan fisiknya. Bukti-bukti yang ada lebih sering menunjukkan bahwa ketahanan itu terkait dengan kemana seseorang memfokuskan konsentrasinya.

Konsentrasi, karena itu disebut sumber kekuatan. Kalau anda melihat kesulitan sebagai sebagai kesulitan, ini rasanya seperti bara api. Tapi kalau kita melihat kesulitan sebagai rangkaian yang terpisahkan dari tujuan yang kita inginkan, ini rasa-batinnya akan beda. Kesulitan di sini kita anggap sebagai tantangan bukan sebagai tekanan.

3. Keseimbangan
Semakin bagus kemampuan Anda dalam berkonsentrasi, maka semakin cepat Anda bisa menangkap signal dari dalam diri tentang apa yang kurang, apa yang kebablasan, apa yang perlu dilakukan atau apa yang perlu dihindari, apa yang baik dan apa yang tidak baik.

Dengan ini semua maka hidup kita cepat seimbang atau stabil. Sopir yang punya kemampuan berkonsentrasi bagus akan tajam sensitivitasnya. Kalau membaca penjelasan para ahli seputar Kecerdasan Multiple (Multiple Intelligence), konsentrasi ini terkait dengan apa yang mereka sebut dengan istilah Intra-personal intelligence, yaitu: kemampuan seseorang untuk bisa "connect" dengan dirinya

Sebenarnya tidaklah mudah untuk bisa mempertahankan konsentrasi dengan baik. Ada banyak hal yang dapat membuat konsentrasi seseorang melemah ataupun menjadi pecah, dan akhirnya setiap karya seseorang tidak memberikan hasil yang maksimal. Agar konsentrasi bisa tetap terjaga, beberapa hal bisa kita lakukan

  • Sebelum kita mulai melakukan aktivitas, sedapat mungkin hindarilah hal-hal yang dapat mengganggu konsentrasi kita
  • Cobalah bersikap tenang dan melupakan semua masalah yang kita hadapi sebelumnya. Kita bisa meluangkan waktu sejenak untuk kembali menstabilkan emosi kita
  • Buang jauh-jauh semua hal negatif yang dapat mengganggu pikiran kita.
    Kalimat-kalimat negatif seperti "Saya takut" atau "Saya takut gagal" sebaiknya dibuang jauh-jauh karena hanya akan mematikan motivasi dan mengurangi semangat kita dalam bekerja. Percayalah pada semua kemampuan dan potensi yang ada dalam diri kita dan hadapilah semua tugas kita dengan rasa yang optimis
  • Jangan sampai kita merasa bosan, karena hal itu hanya akan membuat pikiran melayang tak tentu arah dan akhirnya justru menghilangkan konsentrasi kita sama sekali. Untuk itu, buatlah jeda selama beberapa menit saat bekerja dengan cara melakukan hal lain yang berbeda dengan apa yang kita kerjakan sebelumnya.

Terkadang kita sulit untu berkonsentrasi apa yang menyebabkan kita sulit berkonsentrasi menurut saya adalah sebagai berikut:

1. Emosi tidak stabil
Berbagai studi telah mengungkap bahwa stress, distress, depresi dan lain-lain bisa merusak memori (impaired memory) dan konsentrasi (inability to concentrate). Kalau kita kembalikan ke awal (akar), munculnya berbagai gangguan mental itu terkait dengan persoalan pola hidup sehat (positif).

Ini sepertinya sudah semacam "hukum alam". Semakin banyak pikiran negatif, sikap negatif, atau tindakan negatif yang kita biarkan, ya semakin rentan kita terhadap berbagai gangguan itu. Apa ada orang yang selalu positif? Tentu tidak ada. Yang membedakan adalah kemampuan "membersihkan" diri. Konon,60-75 % penyakit fisik itu terkait dengan soal pikiran yang tidak sehat.

2. Kekosongan emosi
Seseorang yang tidak punya tujuan hidup, tidak punya mimpi hidup, apa tujuan besar hidupnya, apa program-program pribadinya untuk mencapai target itu,akan cenderung mudah merasa kosong batinnya, hambar hidupnya, atau kecil kepeduliaannya terhadap kehidupannya. konsentrasi sukses pun rendah. Peduli akan memunculkan kemauan yang keras. Kemauanlah yang membuat hidup kita dinamis, selalu terisi dari waktu ke waktu.

3. Mengatur pikiran
Konon menurut ilmunya, pikiran kita itu memproduksi 60.000 ¨Can percikan pemikiran (thought) dalam setiap harinya. Jumlah yang sebanyak itu tentu ada yang melawan dan ada yang mendukung. Nah, supaya bisa mendukung, maka dibutuhkan manajemen. Salah satu unsur manajemen yang paling mendasar disini adalah kemampuan menangkap (catching).

Menangkap di sini maksudnya kita mengetahui apa yang dikerjakan oleh pikiran kita. Kita menyadari apa yang sedang dipikirkan oleh pikiran kita. konsentrasi kita bisa rusak lantaran kita tidak cepat mengetahui dan menyadari apa yang sedang dipikirkan oleh pikiran kita.

Dalam konsentrasi, kita mengumpulkan semua energi yang terpencar untuk focus hanya kepada satu hal. Apabila kita benar - benar menguasainya, konsentrasi memiliki manfaat yang luar biasa terhadap hidup kita. Konsentrasi dapat meningkatkan produktivitas dan memberikan ketenangan pikiran. dan dalam berkonsentrasi dapat dilakukan dengan salah satu tips berikut:

1. Fokus
Konsentrasi berarti kita dapat memfokuskan pikiran kepada satu hal. Konsentrasi mencakup konsentrasi dalam tulisan dan menyelesaikan masalah. Apapun aktivitas kita, criteria yang paling penting adalah untuk fokus,konsentrasi dan atentif kepada aktifitas yang sedang berlangsung.

Konsentrasi akan menjadi tidak berarti apabila kita diganggu oleh beberapa hal lain pada saat yang bersamaan. Untuk dapat berkonsentrasi, kita harus berhenti mencoba melakukan beberapa hal pada saat yang sama.. Apabila kita dapat fokus, kita akan bisa mendapatkan intensitas luar biasa

2. Perjelas Tujuan Anda
Tujuan di sini banyak kegunaannya. Selain akan menjadi bimbingan, ia pun bisa mendinamiskan hidup. Dikatakan bimbingan karena kita tidak bisa menyuruhkan pikiran ini berkonsentrasi kalau tidak ada sasarannya. Target adalah sasaran untuk dipikirkan oleh pikiran kita.

Pikiran yang kita gunakan untuk memikirkan sasaran demi sasaran akan membuat hidup dinamis. Orang yang hidupnya dinamis dengan target-target yang dimiliki akan jauh dari gangguan dan kekosongan emosi. Jadi, beri tugas pada pikiran untuk memikirkan sasaran, program atau target yang Anda buat.

3. belajar Mengontrol Pikiran
Batu sandungan yang utama terhadap konsentrasi adalah gangguan yang tidak diinginkan yang muncul dalam pikiran kita. Gangguan ini akan menghalangi usaha kita untuk mencapai konsentrasi penuh. Solusi satu - satunya adalah belajar untuk mengontrol dan menenangkan pikiran kita.

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah kita tidak memiliki pilihan untuk menerima ato menolak pikiran; jangan sampai kita merasa menjadi korban dari pikiran kita sendiri. Hal kedua adalah kita harus mengawasi pikiran kita secara sadar dan mencegah diri kita agar tidak terpengaruh gangguan apapun yang dapat mempengaruhi konsentrasi kita.

Pada saat kita memulai suatu project,sangatlah mudah untuk bermimpi dan kehilangan fokus. Yang kita butuhkan adalah ketekunan untuk berkonsentrasi tanpa pikiran yang mengganggu. Apabila kita memiliki keinginan itu, konsentrasi akan menjadi lebih mudah.

4. Sering-sering berkomunikasi dengan diri sendiri
Ini misalnya meditasi (bukan menyendiri). meditasi di sini maksudnya Anda memberi ruang dan kesempatan untuk diri sendiri supaya berbicara dengan diri sendiri, self-dialog, self-talk, meditasi, evaluasi, koreksi, refleksi, dan lain-lain.

Ini berarti kita tidak perlu ke gunung untuk menyepi. Menyepi dalam pengertian yang luas bisa kita lakukan di tengah keramaian, misalnya di kampus, di kendaraan umum, di perpustakaan, dan lain-lain. Yang penting esensinya di sini adalah kita "ingat" pada diri kita, memikirkan diri kita,memikirkan target kita, memikiran apa yang sudah kita lakukan.

Banyak orang yang hampir tidak pernah memikirkan dirinya dalam arti yang positif. Dari pagi sampai malam yang dipikirin orang lain, ingat orang lain, ngobrol kesana ke mari tentang orang lain, dan seterusnya. Mestinya yang bagus adalah seimbang.

5. Tingkatkan kepedulian
Kenapa peduli ini penting? Alasannya, ketika kita menolak peranan yang seharusnya kita lakukan berdasarkan status kita, maka yang muncul adalah konflik di batin, stress, depresi, distress, dan lain-lain. Ini biasanya diikuti oleh rombongannya, katakanlah seperti: keinginan yang tidak realistis dan akurat, pikiran yang tidak jelas fokus dan sasarannya, hasil yang tidak pasti, munculnya pikiran-pikiran negatif terhadap diri sendiri,terhadap orang lain dan terhadap keadaan.

6.Perhatikan Kondisi Fisik
Kekuatan konsentrasi bergantung kepada kondisi fisik kita. Apabila kita merasa lelah atau kurang sehat, konsentrasi akan menjadi lebih sulit. Konsentrasi tentu saja masih dapat dilakukan, hanya saja akan menjadi lebih sulit. namun kita harus mencoba membuat hidup lebih mudah untuk diri kita sendiri; kita harus memberikan prioritas kepada kesehatan kita – cukup tidur, jaga tubuh agar tetap fit.

Olahraga membantu kita untuk meningkatkan konsentrasi. Mengurangi berat badan, menjernihkan pikiran dan menciptakan dinamisme juga akan sangat membantu. Apabila Anda merasa sulit untuk berkonsentrasi, kami menyediakan solusinya; tubuh yang sehat dan olahraga dijamin akan membantu meningkatkan kekuatan konsentrasi.

Meski kita sering mengasosiasikan konsentrasi itu dengan cara kerja pikiran, tetapi kalau perasaan kita terluka atau terganggu, akibatnya pikiran juga terganggu. Banyak hal yang tidak bisa kita pikirkan dan tidak bisa kita lakukan dengan bagus karena kita sedang menyimpan perasaan yang tidak bagus.

Apapun yang kita kerjakan, ataupun kita ingkinkan dengan meningkatkan konsentrasi maka kita akan lebih mudah dalam melakukannya. dan berlatih konsentrasi adalah sebuah langkah awal untuk menggapai sukses,dengan konsentrasi hal kita akan bisa melakukan sesuatu sesuai dengan pengharapan kita.

The secret to success in any human endeavor is total

Best Regard
Erwin Arianto,SE

Saturday, July 25, 2009

Kumpulan humor 132

nice lesson .....

Jika Anda tertangkap basah sedang tertidur di kantor, berikut ini apa yang perlu Anda ucapkan:

  1. "Perawat di PMI (Palang Merah Indonesia) tadi mengatakan bahwa ini bisa terjadi setelah seseorang mendonorkan darahnya."
  2. "Tadi itu istirahat efektif seperti yang diajarkan di program pelatihan manajemen yang saya ikuti atas perintah Bapak."
  3. "Saya nggak tidur kok. Tadi itu sedang meditasi untuk mencari solusi tentang masalah yang sedang dihadapi oleh kantor kita ini."
  4. "Kopinya habis sih...."
  5. "Ya ampun, pengaruh obat batuk yang aku minum tadi malam kok nggak hilang-hilang ya..."
  6. "Pasti ada orang iseng yang memasukkan pil tidur di gelas saya tadi."
  7. "Orang yang gila kerja memang mempunyai jam biologis yang unik."
  8. "Saya nggak tidur kok, tapi sedang latihan yoga untuk menghilangkan stres."
  9. "Saya tadi sedang berusaha mengambil lensa kontak tanpa memakaitangan."
  10. "Maklum penganten baru"
  11. "Amin." Sambil mengusapkan kedua tangan di wajah

Owe Pusing
Pada suatu hari datang dinas kesehatan untuk memeriksa babi-babi di sebuah peternakan. Maka bertanyalah petugas itu kepada pengusaha peternakan

  • "Tolong dijelaskan babi-babi ini dikasih makan apa?".
  • Pengusaha itu menjawab, "you tahulah... babi-babi ini setiap ari owe kasih sisa-sisa makanan sajalah"
  • "Wah, engga boleh donk. Mana sehat". Gertak petugas. Pengusaha mulai kesal tahu maksud si petugas ini.
  • "Okelah nanti owe pebaiki.. sekalang ini ceban buat you beli loko.". Petugas pergi dengan senang dapat sepuluh ribu.

Sebulan kemudian datang petugas dengan pertanyaan yang sama. Pengusaha ini kali menjawab

  • "you tak pelu takut lah... babi-babi sudah owe kasih makan sedap-sedap setiap hari"
  • "Wah gimana sich...rakyat masih banyak yang kelaparan koq babi dikasih makan enak." kembali petugas menjawab dengan muka garang. Sekali lagi petugas kena disogok dengan cebanan lalu pergi.

Sebulanberikutnya datang lagi si petugas ini.

  • "sekarang saya musti periksa dengan seteliti-telitinya, babi-babi ini dikasih makan apa saja". Dengan tegas dan nada keras si pengusaha menjawab
  • "Owe pusing dikasih makan ini salah, dikasih makan itu salah....sekarang owe kasih setiap babi goceng-goceng suruh cari makan sendiri-sendiri diluar.


Indo community

Kumpulan humor 131

Milik kita Milikku
Humor, Ani dan Iwan baru saja menikah. Ada satu kebiasaan Iwan yang selalu menekankan barang-barang yang menjadi miliknya dengan sebutan "ku" yang lama-lama membuat Ani tidak nyaman.

  • Seperti "Mah, lihat kunci mobilku nggak...?"
  • atau ..... "Sebentar nih aku lagi betulin komputerku.."
  • kadang....."Tolong dong ambilin cellphoneku di meja."
  • dan masih banyak lagi.. selalu semua pakai "ku"

Karena nggak tahan Ani pun protes pada Iwan.

  • "Mas, aku nggak suka kalau kamu selalu menekankan barang-barang yang ada di rumah ini dengan sebutan "ku" terus lagian kita kan sudah menikah... nggak usah
    bilang milikku atau milikmu, yang ada hanya milik Kita..."

Suatu hari Ani melihat suaminya yang baru saja selesai mandi sibuk mencari-cari sesuatu...

  • "Mas, cari apaan sih kok sibuk amat...?"
    "Ah, nggak kok nggggg..."
  • "Bilang aja, nanti aku bantu cariin.." ....."Eh anu, aku lagi cari celana dalam kita."

N A B R A K !!!
Paijo malam itu pulang agak kemaleman, mana hujannya lebat banget, lampu jalan pada mati lagi. Terpaksa Paijo menjalankan mobilnya berpatokan pada mobil di depannya. Sedang asyiknya berkendaraan, tiba-tiba mobil di depannya berhenti mendadak dan tabrakan pun tak dapat dihindari. Dengan badan basah dan muka marah si Paijo menghampiri si pengemudi sambil pegang kerah si sopir (wah boleh juga nih si Paijo)

  • Paijo: "Apa-apan sih lu pake berhenti mendadak segala, lu bisa nyetir kagak!" (suara si Paijo sok digalak-galakin)
  • Sopir: "Lu udah nabrak marah lagi. Lu tau gak dimana sekarang. Lu sekarang ada di garasi gue!"

Neraka dan Surga

Kiamat sudah tiba, orang surga sama orang neraka ngadain pertemuan untuk menbangun sebuah jembatan yang menghubungkan orang surga dan neraka agar meraka bisa melihat gimana rasanya di surga dan neraka, dalam pertemuan itu sudah disepakati tanggal dan bulannya serta jembatan yang di bangun setengah orang neraka dan setengah orang surga, dan tepat hari H-NYA orang-orang neraka sudah pada bangun jembatan dan malah sudah selesai hari itu juga, selang satu bulan,jembatan orang surga belum juga dibangun, karena merasa seakan dipermainkan, orang-orang di neraka berteriak ke orang-orang yang di surga,

  • " Hai, orang-orang yang di surga kenapa kalian belum juga membangun jembatan?
  • Orang-orang di surga balik jawab," Gimana mau bangun jembatan, kontraktornya Ada disitu semua".


Indo community

joke collection – 79

(joke) A cat's guide to human beings

1. Introduction: Why Do We Need Humans?
So you've decided to get yourself a human being. In doing so, you've joined the millions of other cats who have acquired these strange and often frustrating creatures. There will be any number of times, during the course of your association with humans, when you will wonder why you have bothered to grace them with your presence. What's so great about humans, anyway? Why not just hang around with other cats? Our greatest philosophers have struggled with this question for centuries, but the answer is actually rather simple:

THEY HAVE OPPOSABLE THUMBS.
Which makes them the perfect tools for such tasks as opening doors, getting the lids off of cat food cans, changing television stations and other activities that we, despite our other obvious advantages, find difficult to do ourselves. True, chimps, orangutans and lemurs also have opposable thumbs, but they are nowhere as easy to train.

2. How And When to Get Your Human's Attention
Humans often erroneously assume that there are other, more important activities than taking care of your immediate needs, such as conducting business, spending time with their families or even sleeping. Though this is dreadfully inconvenient, you can make this work to your advantage
by pestering your human at the moment it is the busiest. It is usually so flustered that it will do whatever you want it to do, just to get you out of its hair. Not coincidentally, human teenagers follow this same practice.

Here are some tried and true methods of getting your human to do what you want:
Sitting on paper: An oldie but a goodie. If a human has paper in front of it,chances are good it's something they assume is more important than you. They will often offer you a snack to lure you away. Establish your supremacy over this wood pulp product at every opportunity. This practice also works well with computer keyboards, remote controls, car keys and small children.

Waking your human at odd hours: A cat's "golden time" is between 3:30 and 4:30 in the morning. If you paw at your human's sleeping face during this time, you have a better than even chance that it will get up and, in an incoherent haze,do exactly what you want. You may actually have to scratch deep sleepers to get their attention; remember to vary the scratch site to keep the human from
getting suspicious.

3. Punishing Your Human Being
Sometimes, despite your best training efforts, your human will stubbornly resist bending to your whim. In these extreme circumstances, you may have to punish your human. Obvious punishments, such as scratching furniture or eating household plants, are likely to backfire; the unsophisticated humans are likely to misinterpret the activities and then try to discipline YOU.

Instead, we offer these subtle but nonetheless effective alternatives: Use the cat box during an important formal dinner. Stare impassively at your human while it is attempting a romantic interlude. Stand over an important piece of electronic equipment and feign a hairball attack. After your human has watched a particularly disturbing horror film, stand by the hall closet and then slowly back away, hissing and yowling. While your human is sleeping, lie on its face.

4. Rewarding Your Human: Should Your Gift Still Be Alive?
The cat world is divided over the etiquette of presenting humans with the thoughtful gift of a recently disemboweled animal. Some believe that humans prefer these gifts already dead, while others maintain that humans enjoy a slowly expiring cricket or rodent just as much as we do, given their jumpy and playful movements in picking the creatures up after they've been presented.

After much consideration of the human psyche, we recommend the following: cold blooded animals (large insects, frogs, lizards, garden snakes and the occasional earthworm) should be presented dead, while warm blooded animals (birds, rodents, your neighbor's Pomeranian) are better still living. When you see the expression on your human's face, you'll know it's worth it.

5. How Long Should You Keep Your Human?
You are only obligated to your human for one of your lives. The other eight are up to you. We recommend mixing and matching, though in the end, most humans (at least the ones that are worth living with) are pretty much the same. But what do you expect? They're humans, after all. Opposable thumbs will only take you so far.
______________________________________________________ _________

Indo community

joke collection – 80

(joke) microsoft's janitor

An unemployed man goes to apply for a job with Microsoft as a janitor. The manager there arranges for him to take an aptitude test (Section: Floors,sweeping and cleaning). After the test, the manager says, "You will be employed at minimum wage, $5.15 an hour.

Let me have your e-mail address, so that I can send you a form to complete and tell you where to report for work on your first day. Taken aback, the man protests that he has neither a computer nor an e-mail address. To this the MS manager replies, "Well, then, that means that you virtually don't exist and can therefore hardly expect to be employed.

Stunned, the man leaves. Not knowing where to turn and having only $10 in his wallet, he decides to buy 25 kg of tomatoes at the supermarket. Within less than 2 hours, he sells all the tomatoes individually at 100% profit. Repeating the process several times more that day,he ends up with almost $100 before going to sleep that night.

And thus it dawns on him that he could quite easily make a living selling tomatoes. Getting up early every day and going to bed late, he multiplies his profits quickly. After a short time he acquires a car to transport several dozen boxes of tomatoes, only to have to trade it in again so that he can buy a pick-up truck to support his expanding business. By the end of the second year,he is the owner of a fleet of pick-up trucks and manages a staff of a hundred former unemployed people, all selling tomatoes.

Planning for the future of his wife and children, he decides to buy some life insurance. Consulting with an insurance adviser, he picks an insurance plan to fit his new circumstances. At the end of the telephone conversation, the adviser asks him for his e-mail address in order to send the final documents electronically.

When the man replies that he has no e-mail, the adviser is stunned,

"What, you don't have e-mail? How on earth have you managed to amass such wealth without the Internet, e-mail and e-commerce? Just imagine where you would be now, if you had been connected to the Internet from the very start!"
After a moment of thought, the tomato millionaire replied, "Why, of course! I would be a floor cleaner at Microsoft!"

Moral of this story:

  • The Internet, e-mail and e-commerce do not need to rule your life.
  • If you don't have e-mail, but work hard, you can still become a millionaire.
  • Since you got this story via e-mail, you're probably closer to becoming a janitor than you are to becoming a millionaire.
  • If you do have a computer and e-mail, you have already been taken to the cleaners by Microsoft.

THE GRASS MAY ONLY LOOK GREENER

(thoughtful story) From: "John & Mely"

From God's Little Devotional

A story has been told of Freddie Follow-the-Leader. Freddie went to the university of his friends' choice. He did a history degree solely because his girlfriend had also chosen that subject. He took a job with a certain company because his friend thought it was a good firm.

Freddie moved into a large new home because a colleague had just bought one. He bought a new car because the neighbors had one. Before long,Freddie found himself in deep water financially and he was sinking fast!

One of his friends told him about a new multilevel sales company and told him that he was making a killing. So Freddie signed on. He had never sold anything, and he wasn't all that sure about the product or the scheme,but he thought, "All my friends are doing it." He borrowed money to get started.

Several months later when the company folded, Freddie not only lost the money he had invested, but also his job. He had been devoting too much time and energy to his new enterprise. This in turn caused him to lose his new house and fancy car.

And the friends Freddie had been following? They were nowhere in sight. God created each one of us with unique gifts and He has a unique plan for each of our lives. Pursue only what you know is right for you.

That's the road to success --- your road. [Remember] "The grass may look greener on the other side, but it still has to be mown." "...be content with such things as you have."

Shared by Joe Gatuslao