Pages

Wednesday, March 4, 2009

Sakit Maag Tak Cuma Karena Stress

Sakit Maag Tak Cuma Karena Stress

Bila Anda terserang sakit maag (gastritis), jangan langsung berasumsi bahwa Anda sedang stress, lantas Anda abai dengan hal itu. Salah besar bila Anda beranggapan rasa sakit pada perut Anda akan hilang seiring dengan hilangnya rasa stress Anda.

Memang, banyak yang beranggapan stress dan maag adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan. Namun, kata Kepala Sub Bagian Gastroenterologi Bagian Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM dr Chudahman Manan, SpPD, KGEH, penyebab rasa sakit di perut lebih luas ketimbang hanya sekedar stress. Boleh jadi, ada tumor ganas yang sedang menggerogoti pankreas Anda. Karena, gejala tumor ganas yang menyerang pankreas sama dengan sakit maag.

"Kami sedang mencoba meneliti berapa persen pasien di RSCM dengan gangguan sakit perut yang berkembang menjadi masalah serius," kata Chudahman ketika ditemui di Jakarta belum lama ini.

Umumnya, ada beberapa hal yang perlu diwaspadai kemungkinan munculnya tumor ganas. Pertama, bila datangnya rasa sakit terjadi berulang-ulang dengan frekuensi yang semakin lama semakin sering. Kedua, rasa sakit disertai pula dengan pendarahan dan demam. Ketiga, maag dengan mata kuning dan penurunan berat badan yang hebat, sekitar enam sampai tujuh kilogram dalam satu bulan.

Jadi, sekali lagi, pesan Chudahman, bila Anda terserang sakit maag,waspadalah. Boleh jadi di balik rasa sakit itu ada hal yang jauh lebih serius. Apalagi saat ini banyak obat-obat maag yang dijual secara bebas. Obat-obat tersebut terkadang membuat seseorang lupa untuk memeriksakan diri ke dokter.

Sebetulnya, kata Chudahman, mengkonsumsi obat maag yang dijual bebas bukan seseuatu yang membahayakan. Begitu pula upaya pengobatan sendiri dengan obat alternatif/ konvensional. Tetapi, bila dalam jangka waktu 2 sampai 4 minggu tidak memberikan hasil yang baik, lebih baik Anda segera periksa ke dokter.

Lagi pula, meskipun obat untuk mengatasi masalah pencernaan itu banyak jenisnya, aturan mainnya berbeda-beda. Masing-masing harus dikonsumsi sesuai dengan petunjuknya. Ada pengobatan untuk empat minggu, delapan minggu, dll. Sehingga daya kerjanya bisa efektif.

Satu hal lagi, bila seseorang mengkonsumsi obat maag padahal ia tak sekedar menderita sakit maag, obat yang ia konsumsi tidak akan berfungsi efektif.
Artinya, kemungkinan besar ia tak akan sembuh.

Hal lain, bila seseorang mengalami sakit maag kronis secara berulang-ulang,ini harus segera ditelusuri penyebabnya. Mungkin saja hal tersebut adalah tanda awal sebuah proses menuju ke arah yang lebih berat. Sebab, sakit maag bisa bersifat fungsional, bisa juga organik. Jika bersifat fungsional, maka perkembangan penyakitnya tak akan menjadi serius dan hebat. Tapi bila organik, perkembangannya bisa menjadi fatal. Salah satunya, tumor ganas pada pankreas.

Mengenai penyebab munculnya penyakit maag, kata Chudahman, bias bermacam-macam (multifaktor). Di antaranya, pola hidup yang cenderung mengkonsumsi makanan berlemak tinggi, atau orang yang memang memiliki kecenderungan untuk sakit perut, seperti orangtua yang berusia di atas 60 tahun. Orang-orang tua ini umumnya sudah terserang reumatik (sakit sendi).
Sehingga mereka diharuskan mengkonsumsi obat-obat reumatik. Padahal, beberapa jenis obat reumatik banyak yang menggganggu pencernaan. Obat-obat tersebut sering menyebabkan luka-luka halus pada lambung. [nri]

Republika Online

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Solusi alternatif untuk Maag: konsumsilah makanan berserat alami
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

0 comments:

Post a Comment

Terima Kasih Telah Memberikan Waktu dan Komentarnya
Thanks for your feedback