Pages

Wednesday, December 2, 2009

Istri Tak Menarik, Gairah Hilang

Seksologi: Istri Tak Menarik, Gairah Hilang
Oleh: Prof. DR. Dr. Wimpie Pangkahila, Dokter Ahli Andrologi dan Seksologi

Melihat istri bertubuh kurus dan tampak lebih tua dari umurnya, ia tak bergairah lagi untuk berhubungan intim. Maka gadis muda, tinggi, dan montok yang jadi penggantinya. Bagaimana caranya jika ia ingin kembali bergairah pada istri?

Kasus:
"Saya seorang suami yang sudah punya dua orang anak. Istri saya berperawakan kurus sehingga di mata saya dia tampak lebih tua dari umur yang sebenarnya. Akhir-akhir ini saya tidak senang lagi dengan penampilan istri. Tidak ada lagi yang saya anggap menarik. Ketidaksenangan itu merembet pada gairah saya untuk melakukan hubungan seks dengan istri.

 
Saya jadi malas dan tidak bergairah sama sekali begitu memandang istri. Suatu saat saya bertemu dengan seorang gadis, muda, tinggi, dan berisi (montok). Saya tak kuasa melihat gadis itu, kebetulan dia juga memberi reaksi positif terhadap keinginan saya.

Akhirnya kami pacaran, dan saya membiayai kebutuhan hidupnya karena dia bukan dari keluarga yang berkecukupan. Hampir dua tahun saya pacaran dengannya dan setiap ada kesempatan kami sering melakukan hubungan badan.


Saya tahu ini tidak benar, tetapi juga tidak mampu menahan hasrat melihat gadis yang montok. Pertanyaan saya, apakah wajar saya tertarik melihat gadis montok? Apakah hubungan perkawinan kami bisa diselamatkan, sebab sebenarnya saya tidak sampai hati meninggalkan istri dan anak-anak? Apakah saya dan istri harus berkonsultasi untuk sama-sama membangun kembali kehangatan rumah tangga kami?"

(Budi, Jakarta)

Jawab:
Faktor Psikis
Fungsi seksual hampir selalu dipengaruhi oleh faktor fisik dan faktor psikis. Bahkan kedua faktor itu saling berkaitan dengan erat. Banyak hal yang tergolong faktor fisik dan psikis.

Sebagai contoh faktor fisik adalah keadaan kesehatan tubuh, adanya rangsangan fisik seperti ciuman dan rabaan yang dapat membangkitkan rangsangan seksual. Namun, faktor fisik yang baik dan mendukung tidak akan mampu membangkitkan rangsangan seksual bila terdapat hambatan psikis, misalnya berupa perasaan tidak senang atau jemu terhadap pasangan.

Faktor fisik dan psikis harus baik dan mendukung agar fungsi seksual menjadi baik. Nah, kalau terdapat faktor fisik atau psikis yang menghambat, fungsi seksual pun menjadi terganggu.

Perasaan senang atau tidak melihat penampilan fisik pasangan merupakan suatu faktor psikis yang penting. Kalau tidak senang melihat penampilan fisik istri, berarti Anda mengalami hambatan psikis.

Mudah dimengerti kalau Anda merasa tidak mempunyai dorongan seksual untuk melakukan hubungan seksual dengan istri. Jangankan melakukan hubungan seksual, memandang saja, Anda mengaku sudah merasa malas.

Sebaliknya, kalau Anda tertarik melihat penampilan gadis itu, juga mudah dimengerti. Mengapa? Karena ada sesuatu yang menarik dan memberikan rangsangan seksual kepada Anda, yaitu sesuai pengakuan bahwa dia masih "muda, tinggi, dan berisi".

Ternyata faktor psikis yang berasal dari penampilan fisiknya itu sangat bertolak belakang dengan penampilan istri Anda. Jadi tidak aneh bila Anda kemudian sampai terlibat dalam hubungan yang cukup jauh itu.

Butuh Kemauan
Namun, tentu saja hubungan seksual yang Anda lakukan itu dapat berakibat buruk bagi hubungan Anda dengan istri. Masalahnya, selama ini hubungan Anda dan istri telah terganggu. Paling tidak, kehidupan seksual Anda dan istri telah terganggu karena Anda sudah tidak tertarik lagi kepadanya.

Apalagi kalau sebelumnya hubungan seksual Anda dengan istri juga mengalami masalah, walaupun mungkin tidak pernah terungkap. Syukurlah kalau Anda masih memikirkan keluarga Anda. Itu berarti Anda masih mempunyai kesempatan untuk menghindari akibat buruk yang mungkin terjadi dalam hidup perkawinan Anda.

Kini diperlukan langkah nyata agar akibat buruk itu tidak terjadi. Pertama,berusahalah menjauhi gadis itu dengan cara yang tidak menyakiti atau menghancurkan masa depannya. Kalau Anda memang berniat beramal membantu biaya hidupnya, lakukanlah tanpa harus menuntut balas jasa.

Kedua, binalah kembali komunikasi dengan istri. Melalui komunikasi yang baik Anda dapat memberitahu istri mengenai penampilan fisiknya yang tidak Anda senangi. Dengan demikian dia menjadi mengerti dan mau melakukan sesuatu untuk meningkatkan penampilannya. Banyak cara yang tersedia kini untuk memperbaiki atau meningkatkan penampilan fisik seseorang.

Ketiga, melalui komunikasi juga Anda harus dapat mengetahui apakah selama ini istri Anda dapat menikmati kehidupan seksualnya atau tidak. Bukan tidak mungkin justru dia yang tidak dapat menikmati kehidupan seksual selama ini,sehingga membuat dia tidak bergairah mengurus penampilannya.

Keempat, ajaklah dia memeriksakan diri untuk mengetahui kemungkinan adanya penyakit yang membuat dia menjadi kurus. Tentu saja faktor terpenting adalah kemauan Anda untuk menyelamatkan hubungan Anda dengan istri. Tanpa kemauan baik, jangan harap hubungan Anda dengan gadis itu berhenti dan jangan harap hubungan dengan istri menjadi baik kembali.

Satu hal lagi yang perlu Anda renungkan adalah bahwa penampilan fisik memang tidak mungkin berlangsung selamanya. Suatu saat gadis itu pun akan mengalami penurunan dalam penampilan fisiknya, sama seperti yang dialami oleh istri Anda. @ Copyright © 2002 PT. Kompas Cyber Media

0 comments:

Post a Comment

Terima Kasih Telah Memberikan Waktu dan Komentarnya
Thanks for your feedback