Pages

Monday, November 2, 2009

WADUH, SI BESAR MULUT

SELF ESTEEM : (rekan-kantor.com)

Paling sebel kalau di dalam tim kerja kita ada seseorang yang mempunyai perangai negatif, "Besar Mulut". Tentu saja, maksudnya bukan memiliki ukuran mulut yang sangat besar, tetapi sikap yang suka menonjol-nonjolkan dirinya sendiri.

Seolah-olah ia mampu mengerjakan semuanya. Bahkan suka membesar-besarkan masalah yang sebenarnya sepele saja, semata-mata agar orang lain menganggapnya memiliki kelebihan. Yang seringkali menimbulkan kecelakaan adalah perangainya yang mudah mengiyakan setiap tugas dan sering membuat janji yang mungkin tidak mudah ditunaikan.

Di samping itu, bila ada bos ia akan bertingkah sedemikian rupa sehingga tampak sibuk mengerjakan ini itu, bertanya ke sana-kemari, padahal tidak jelas yang ia kerjakan. Meski tampaknya banyak sisi negatifnya, si "Besar Mulut" ini bukannya tak memiliki sesuatu yang patut diteladani.

Hal yang positif adalah semangatnya yang menyala-nyala. Apalagi bila ia sedang menceritakan keberhasilannya dimasa lalu. Semangat yang menyala-nyala ini sering ditunjukkan bila ia membanggakan timnya atau dirinya sendiri.

Apalagi bila ia diminta menceritakan bagaimana pertolongannya terhadap anggtoa tim lain sangat membantu dalam memecahkan persoalan. Meski tak jarang niatnya bukan untuk menceritakan bagaimana bentuk pertolongan itu, namun untuk menujukkan ketidakmampuan orang lain dibanding diirnya sendiri.


Baiklah, meski lebih banyak menyebalkan ketimbang positifnya, kita perlu melakukan sesuatu agar tim kita dapat bekerja selayaknya tanpa harus dibumbui oleh bualan-bualan yang tak perlu. Kita dapat saja melakukan sesuatu terhadap anggota tim lain, yaitu meminta mereka agar lebih pandai menjaga sikap dan berhati-hati terhadap setiap ucapannya.

Namun, kita tak bisa sekedar mengharap ia berubah begitu saja. Itu hampir mustahil terjadi. Pertama kita memang harus ekstra hati-hati terhadap setiap janji dan persetujuannya. Kita harus bersikap tegas untuk menunjukkan kesungguhan kita.

Bila perlu kita tunjukkan apa yang akan terjadi bila ia tak mampu memenuhi janjinya. Tekankan bahwa ia akan mengambil tanggung jawab penuh bila semua janjinya meleset. Memang, biasanya si "Besar mulut" sangat pandai menyalahkan orang lain atau keadaan sebagai penyebab kegagalannya.

Kita pun meminta anggota tim lain untuk bersikap sama kepadanya. Ketegasan bersama ini akan membuatnya berpikir dua kali lipat sebelum menunjukkan komitmennya. Namun, bila ia telah memenuhi janjinya, kita harus mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setulus-tulusnya.

Tunjukkan bahwa pemenuhan janjinya adalah bukti bahwa ia memang dapat diandalkan. Bila memang si "besar mulut" ini payah sekali., maka mungkin sebaiknya kita tidak meminta pertolongan dulu darinya. Jangan berikan tugas dan wewenang yang penting padanya. Namun, tetap berikan tugas-tugas yang tidak membutuhkan pemenuhan yang tinggi.

Namun, cara ini bukannya tanpa resiko,terutama bila si "besar mulut" ini memang ternyata ahli di bidangnya. Oleh karena itu pastikan bahwa ia memang akan memenuhi setiap tugas-tugasnya. Langkah selanjutnya, bila kita mendapat informasi dari si "besar mulut" maka kita pun harus mengkonfirmasikannya dengan informasi-informasi lain.

Jangan ditelan mentah-mentah. Minta ia untuk memberikan informasi pendukung. Mungkin ia tidak bermaksud berbohong tapi cuma bermaksud mendapat pujian. Oleh karenanya, minta ia menggali lebih dalam lagi sembari kita juga mengcrosscheck dengan bagian lain. Karena bila anda tidak melakukan hal ini,sama halnya anda menyebarluaskan sesuatu yang tidak sepenuhnya benar.

Dalam sebuah tim, tidak semua anggotanya memiliki perangai yang sama. Untuk itulah kita sebagai pemimpin sekaligus pemain di dalamnya harus bersikap dan menunjukkan bahwa bagaimana pun besarnya jasa seseorang, kejujuran dan ketulusan bekerja demi tim adalah di atas prestasi apa pun di masa lampau.

Dan, tidak cukup kita hanya bisa menggunjingkan kelemahan oranng lain tanpa bersedia menunjukkan sikap yang dibutuhkan bagi kemajuan tim. Selain itu,boleh jadi orang lain memiliki sesuatu yang tidak kita miliki.

0 comments:

Post a Comment

Terima Kasih Telah Memberikan Waktu dan Komentarnya
Thanks for your feedback