Pages

Monday, November 30, 2009

Bunga Bakung

(motivation - strory) Oleh : N.N

Seorang anak sambil menangis kembali ke rumah. Ia menangis semakin keras ketika
bertemu ibunya. Ia merasa segala usahanya tidak dihiraukan baik oleh guru maupun
teman-teman kelasnya. Ia telah berusaha, namun seakan-akan usahanya tidak layak
dihargai. Ia menjadi benci akan teman-temannya. Ia menjengkeli gurunya.

Setelah mendengar keluhan anaknya, sang ibu bertanya: 'Pernahkan engkau
memperhatikan kembang bakung milik tetangga di lorong jalan ke rumah kita?'
Anak itu menggelengkan kepala.

'Bakung itu berkembang setiap pagi, dan di akhir hari kembang bakung tersebut
akan layu dan mati. Namun sebelum mati, ia telah memberikan yang terbaik, ia
telah memancarkan keindahannya.' Anak itu berhenti menangis dan mendengarkan
dengan penuh hati.

'Setiap hari ia memberikan keindahan yang sama. Setiap hari ia memberikan
keharuman yang sama walau kadang tak dihiraukan orang. Keindahannya tak pernah
berkurang karena engkau tak pernah memperhatikannya.

Ia tidak pernah bersedih bila tak diperhatikan orang, karena ia tahu bahwa dalam hidupnya ia cuman punya satu misi yakni memberikan keindahan.' Anak itu memahami maksud ibunya.

****************************************************************

Indo community

0 comments:

Post a Comment

Terima Kasih Telah Memberikan Waktu dan Komentarnya
Thanks for your feedback