(inspiration) Penulis: GedePrama
Menyusul beredarnya kaset saya yang berjudul : Memimpin Dengan Hati, ada banyak sekali rekan yang menyempatkan diri berkomentar.
Dari pertanyaan kenapa tiba-tiba saya mengambil porsi nasi rohaniwan , kekhawatiran jangan-jangan tidak berapa lama lagi saya akan pensiun dari dunia nyata ke dunia rohani, dan masih ada lagi komenter lain. Namun, dari demikian banyak komentar yang muncul, musik yang menjadi latar belakang pemaparan ide dalam kaset ini, mengundang banyak decak kagum.
Seorang sahabat petinggi di sebuah majalah bisnis bahkan menyatakan keheranannya pada puteranya yang masih balita. Sering kali sang anak minta diputarkan kaset musik yang ada omong-omongnya, yang tak lain adalah kaset tersebut di atas.
Salah seorang sahabat di Surabaya, juga mengemukakan perkara musik yang sama. Beliau mengira kalau musiknya hasil ciptaan Kitaro, padahal hanya hasil ciptaan seorang rekan pemusik di Grogol Jakarta Barat yang tidak terlalu terkenal.
Tertarik oleh komentar-komentar ini, saya dengarkan kembali secara berulang-ulang kaset ini. Ternyata benar, kombinasi ide dengan musiknya yang relatif pas, membuat hati terhanyut ke dalam sebuah lorong inspirasi yang tampaknya sejauh ini banyak yang tersembunyi. Jangankan orang lain, saya yang menjadi pembuat naskah sekaligus pembacanya saja, ikut dirubah oleh kombinasi ide dengan musik ini.
Entah Anda menyukai musik atau tidak, bagi saya musik adalah sebuah kekuatan yang luar biasa. Ia memang tidak selugas ide. Tidak seterang beda antara siang dan malam. Tidak juga semudah warna dalam hal diterka.
Namun, disadari atau tidak, ia menghadirkan daya rubah pada kehidupan banyak orang. Penulis buku The Mozart effect For Children , setelah mengutip sana-sini, dan didukung data dan bukti yang layak dipercaya bahkan berani menyimpulkan secara meyakinkan, bahwa musik bisa meningkatkan kecerdasan anak-anak.
Sayang sekali saya awam betul dalam hal musik. Sehingga tidak bisa berbicara banyak soal musik. Namun, melengkapi daya dukung musik yang mulai diyakini besar, saya ingin mengajak Anda bertutur tentang musik yang lain.
Yakni sejenis musik yang bisa menggetarkan jiwa. Musik terakhir bernama tertawa. Anda boleh mengernyitkan alis dalam hal ini tanda belum jelas. Mengacu pada pengalaman dan bacaan- bacaan saya,ketika kita tertawa ada substansi psikis yang masuk ke dalam jiwa secara menyejukkan dan menenteramkan.
Entah dia masuk melalui jendela dan pintu jiwa yang mana, yang jelas begitu kita tertawa ada bagian- bagian jiwa yang tergetarkan. Perasaan bahagia, senang, tenteram, sejuk hanyalah sinyal- sinyal permukaan dari tergetarnya jiwa oleh kegiatan tertawa.
Studi yang mendalami dampak tertawa terhadap jiwa memang masih sangat terbatas.
Sehingga masih perlu ditunggu sampai kesimpulan saya ini didukung basis penelitian yang lebih meyakinkan.
Dan sambil menunggu hasil penelitian,saya termasuk orang yang tidak mau melewatkan terlalu banyak waktu tanpa tertawa. Sebab, tanpa tertawa kita sedang membuang makanan-makanan bergizi yang menyehatkan jiwa. Tidak hanya rugi, namun juga kehilangan kesempatan.
Dan yang perlu diwaspadai tentunya, kita tertawa dengan bahan yang bagaimana. Tertawa dengan cara menjelek- jelekkan orang lain, bukanlah cara tertawa yang direkomendasikan.
Ada jenis tertawa yang paling sehat yang saya tahu, yakni tertawa dengan mentertawakan diri sendiri. Manfaatnya ada dua. Pertama, memperkuat keyakinan dan percaya diri. Kedua, tertawa menyehatkan tanpa menyinggung perasaan orang lain.
Dengan basis kesadaran seperti inilah, dalam renungan- renungan saya kerap menyempatkan diri untuk mencari bahan tertawaan yang bersumber dari dalam diri. Rambut saya yang agak jarang-jarang di bagian depan kepala sering diberi sebutan gusti (gundul sedikit tapi indah).
Lafal bicara ala orang Bali yang khas dan mengundang tawa, kerap menjadi bahan pelesetan yang mengundang tawa. Dialek bicara yang mirip dialek orang Batak, plus bentuk muka seperti Toyota Hardtop sering membuat orang mengira saya orang Batak.
Dan saya katakan bangga dikira bersuku Batak. Sebab, Batak itu kepanjangannya banyak akal tidak akan kelaparan. Dan masih ada banyak sumber tertawaan yang bersumber dari dalam diri.
Apapun komentar orang lain, saya bahagia dengan cara tertawa seperti ini. Dan setiap orang memiliki cara tawa yang berbeda-beda. Mr. Bean melakukannya dengan menggoblok- goblokkan diri. Miing (Dedi Gumelar), sahabat saya, tertawa dengan lawakan intelek khas Miing. Demikian juga dengan pabrik-pabrik canda lainnya. Semua memiliki cara dan ciri khas masing-masing. Demikian juga Anda saya kira.
Melewati tahapan-tahapan renungan seperti ini, mungkin ada baiknya bagi Anda yang pelit tertawa merenungkan kembali kepelitan terakhir.
Apapun alasannya dari perasaan tidak bisa melucu, kurang bisa tertawa, tidak punya sahabat dan partner tertawa, sampai dengan tidak punya bakat humor . sebaiknya direnungkan kembali. Sebab, tanpa tertawa Anda tidak hanya rugi hidup, tetapi juga kehilangan musik yang menggetarkan jiwa.
Serupa dengan sentuhan-sentuhan indah musik Kitaro, Kenichi dan lain-lain yang terasa menyejukkan, demikian juga dengan tertawa. Sebagaimana telah dikemukakan di atas, ada substansi psikis menyejukkan jiwa yang dibawa masuk oleh kegiatan tertawa. Disamping menyejukkan, ia juga menyehatkan bukan ?
***********************************************
Fatin Shidqia Lubis - Aku Memilih Setia
12 years ago
0 comments:
Post a Comment
Terima Kasih Telah Memberikan Waktu dan Komentarnya
Thanks for your feedback