(Kathy Simmons, Office Hours, Issue No. 398, Copyright © 1999, The Economics Press, Inc., )
Hubungan yang positif dengan bos adalah penting bagi kemajuan karier dan kepuasan kerja anda. Sebagaimana bentuk-bentuk hubungan yang lain, keberhasilan hubungan dengan bos anda ditentukan oleh kedua belah pihak. Bila hubungan anda dengan bos tidak harmonis, jangan mengeluh dan menyalahkan siapa-siapa dulu. Tenang sejenak. Lalu ajukan tiga pertanyaan ini pada diri anda sendiri:
APAKAH ANDA LOYAL?
Dalam diri bos terdapat keunggulan-keunggulan yang dapat anda pelajari dan ambil manfaatnya (jika tidak, ia takkan berada di posisi tersebut, bukan?) Tapi, mereka juga manusia biasa yang mempunyai kelemahan-kelemahan. Anda mungkin membicarakan sisi-sisi baik dan buruk bos yang anda ketahui dengan orang lain.
Cara anda membicarakan tentang bos anda dengan orang lain mencerminkan sesuatu yang penting dalam diri anda terhadap bos anda: loyalitas anda. Karyawan yang dengan seenaknya membicarakan kelemahan bos mereka,keputusan yang keliru, atau hal-hal buruk lain tidak dapat dianggap sebagai karyawan yang loyal. Dan, pada akhirnya hal ini akan mengakibatkan buruk bagi mereka sendiri.
Ambil contoh berikut: Irene adalah manajer mampu bekerja efektif, meskipun ia seorang yang pemalu. Ia memiliki kelemahan dalam berkomunikasi, tetapi secara tulus ia berusaha untuk bergaul dengan para stafnya. Ada seorang staf Irene,Brenda, yang sering membicarakan kekurangan Irene dalam berkomunikasi.
Brenda sering memberikan masukan bukan hanya pada Irene, tetapi juga atasan Irene.
Akibatnya, Brenda tidak hanya kehilangan kepercayaan dari Irene, tetapi juga atasan Irene yang menempatkan nilai tinggi bagi loyalitas. Mereka menganggap Brenda kurang profesional dan sembrono dalam menilai seseorang. Tanpa sadar mereka membuat catatan dalam pikiran mereka untuk tidak membuka peluang kemajuan karier bagi Brenda di departemennya.
APAKAH HARAPAN ANDA CUKUP MASUK AKAL?
Karyawan yang memiliki ambisi pribadi yang tinggi selalu mencari jalan bagi kemajuan kariernya tanpa memedulikan kepada siapa mereka harus bertanggungjawab. Sebaliknya, karaywan yang bersemangat rendah, suka menolak tanggung jawab biasanya malah menyalahkan bos mereka atas kegagalan kariernya.
Hubungan antara bos dan karyawan yang tidak harmonis biasanya disebabkan oleh harapan-harapan yang tidak realistis dari pihak karyawan. Pertanyaanya: apakah harapan-harapan anda cukup realitis?
John sebenarnya adalah supervisor yang baik, tetapi mudah kehilangan motivasinya. Alih-alih berusaha mendorong semangat dirinya, ia lebih suka menunggu bosnya, Karen, berbicara dengannya. Bila perbicaraan dengan Karen tidak mampu menaikkan moralnya, John mudah bermuram durja dan tidak produktif.
Untungnya, Karen sadar John perlu dilecut sedikit. Tetapi karena ia harus menangani banyak karyawan, seringkali ia tidak melakukan hal itu. Malah, ia menganggap John sebagai karyawan yang "terlalu mahal ongkos perawatannya" dan tidak mampu menangani tugas-tugas tambahan.
Kemampuan John dalam pekerjaannya sebagai supervisor menjadi bahan pengamatan Karen. Bagaimana pun, bila John selalu mempunyai masalah dengan tingkat motivasi pribadinya, bagaimana John bisa mengangkat motivasi teamnya sendiri?
BAGAIMANAKAH BENTUK KOMUNIKASI YANG ANDA SUKAI?
Kita semua mempunyai ciri khas komunikasi sendiri, baik secara verbal maupun tertulis. Amati apakah saat berkomunikasi dengan bos, anda menggunakan cara sesuai kemauan anda, atau bos anda? Bila anda bisa mengetahui bagaimana bentuk komunikasi yang disenangi oleh bos anda, maka pelajari dan gunakan. Anda akan merasakan interaksi yang lebih efektif dan nyaman dengan sedikit usaha saja.
Belakangan ini Jennifer sering frustasi dengan Alice, managernya. Laporan tertulis mingguannya tidak pernah ditanggapi dan mendapat umpan balik dari Alice. Bahkan, mungkin Alice sendiri tidak tahu bila ada laporan semacam itu.
Akhirnya, Jennifer mengubah taktiknya. Ia mendatangani Alice dan menyampaikan laporannya secara tatap muka. Hasilnya, luar biasa. Ternyata, Alice adalah seseorang yang lebih mudah berkomunikasi secara verbal (lisan). Seandainya,Jennifer tahu sejak dulu gaya komunikasi bagaimana yang disukai oleh Alice, ia bisa menghemat lebih banyak energi dan emosi.
APAKAH ANDA SUKA MENGAGETKAN BOS?
Sebagian besar bos tidak menyukai kejutan. Karena, sebagian besar kejutan dalam kerja seringkali berarti adanya sesuatu yang tidak enak. Anda semestinya bias melindungi bos dari apa-apa yang membuatnya terkejut dengan cara memberitahukan persoalan yang mungkin muncul sebelum berubah menjad sebuah krisis.
Ambil contoh, Jeff. Ia bertanggungjawab mengirimkan tagihan bulanan pada ribuan klien perusahaan. Suatu ketika pekerjaannya menumpuk banyak, dan tagihan-tagihan itu terlambat dikirim satu minggu. Jeff menganggap kliennya tidak akan mengeluh akan keterlambatan itu, atau mungkin mereka malah tidak tahu.
Tetapi,ia sama sekali tidak mengatakan hal itupada bos-nya, Rita. Sedangkan Rita ditanyai oleh bagian keuangan mengenai pembayaran dari klien yang terlambat. Rita terkejut sekali dan kelihatan seperti orang tolol yang tidak tahu apa-apa yang sedang terjadi di bagiannya. Gampang ditebak, ia sama sekali tidak suka dianggap demikian. Semestinya ia mendapat pemberitahuan dari Jeff tentang persoalan itu sebelumnya.
Tak peduli seberapa besar persoalan itu, besar atau kecil, memberitahukannya pada bos merupakan sebuah sopan-santun. Sampaikan itu dari mulut anda sendiri.
Jangan sampai bos mendengar dari orang lain.
APAKAH ANDA MEMECAHKAN MASALAH ATAU CUMA MEMBERITAHU SAJA
Para bos cepat sekali menyadari apakah karyawannya telah bertindak proaktif untuk memecahkan persoalan, atau mereka cuma menunjukkan masalah saja.
Biasanya, bos lebih menyukai karyawan yang memecahkan masalah.
Ted benar-benar bingung saat ia tidak mendapat promosi. Bukankah selama ini ia selalu menunjukkan maslaah-masalah yang terjadi pada bosnya, Bettina. Sepertinya, kemampuan Ted yang pandai mendengus masalah dipandang berbeda oleh Bettina yang lebih membutuhkan karyawan yang mau memberikan masukan dan bantuan untuk memecahkan masalah. Bettina menganggap Ted sebagai orang yang suka memberikan masalah saja. Akhirnya Bettina memutuskan untuk mencari pengganti Ted.
Kunci untuk menciptakan atmorfer yang produktif dan positif dalam departemen anda adalah mengambil tanggung jawab penuh dalam menjaga hubungan baik dengan bos anda. Bila anda bisa melakukan sesuatu yang membuat bos anda senang, anda pun ikut senang. Itulah yang membuat hari-hari anda tampak menyenangkan.
Fatin Shidqia Lubis - Aku Memilih Setia
12 years ago
0 comments:
Post a Comment
Terima Kasih Telah Memberikan Waktu dan Komentarnya
Thanks for your feedback