Pages

Friday, July 24, 2009

Kumpulan humor 130

(joke) metik mangga

Ani pada siang hari itu sedang kepingin banget makan Mangga. Kebetulan dihalaman rumah Pak Rahmat tetangganya, ada pohon mangga yang telah berbuah dan matang. Segera saja, si Ani bertamu ke rumah pak Rahmat. Tetapi sudah sekitar 5 menit pintu rumahnya diketok, nggak ada jawaban.

Saking nggak sabarannya si Ani akhirnya memutuskan untuk mengambil mangganya lebih
dahulu, untuk urusan minta ijin ke pak Rahmat belakangan saja. Dengan penuh konsentrasi, si Ani berusaha meraih buah mangga yang letaknya paling pendek.

Tapi ternyata tak satupun yang bisa dijangkaunya. Sedangkan untuk manjat pohon, si Ani kelihatannya nggak berani. Soalnya, ada banyak semut merah yang merayap pada batang pohonnya. Sedang asik mikirin bagaimana cara ngambil mangga tiba-tiba ada suara orang lain di belakang Ani.

"Ehm, lagi ngapain neng Ani ?", ternyata pak Rahmat. Si Ani jadi malu sendiri, "Maaf pak, boleh nggak saya minta mangganya ?". Sambil tersenyum pak Rahmat hanya berkata : "Silahkan neng, ambil ajah, soalnya mangganya terlalu banyak jika hanya untuk Bapak sendiri".

Tapi si Ani menjawab :"Tapi maaf pak, saya tidak bisa mengambilnya karena saya tidak bisa manjat pohon. Lagian ada banyak semut merahnya". Pak Rahmat tertawa,"ha ha, kalo gitu biar bapak bantuin ngambilin ya .. ?".

Pak Rahmat yang siang itu hanya mengenakan kaos oblong dan sarung, segera saja memanjat pohon mangganya. Hanya dalam hitungan detik, pak Rahmat telah sampai di atas pohon. Dengan cekatan pak Rahmat mulai memetik mangga.

Tapi karena tidak membawa kantung untuk menampung mangga, maka sarungnya digulung ke atas sebagai tempat mangga yang telah dipetik. Saking asyiknya pak Rahmat lupa kalo beliau tidak mengenakan CD ataupun celana pendek dibalik sarungnya.

Terus ajah beliau menggulung sarungnya. Si Ani yang berada di bawah pohon yang melihat "pemandangan" ini jadi malu sendiri. Bingung untuk bilang, si Ani cuma ngomong : "Ihhh.. Pak ! Besar Amat !".

Dengan tenangnya pak Rahmat menjawab : "Memang Neng, kalau masak di pohon emang begitu".


Indo community

0 comments:

Post a Comment

Terima Kasih Telah Memberikan Waktu dan Komentarnya
Thanks for your feedback