Pages

Tuesday, June 30, 2009

Latihan Menata hati

(inspiration) Sumber info : forum daarut-tauhiid

Menghadapi Orang yang Menyakiti Hati
Pada sebuah tulisan saya tahun yang lalu saya memberikan beberapa contoh sikap yang mulia jika kita disakiti/didholimi. Ada 4 tingkatan sikap yang masing-masing menunjukkan tingkatan kualitas diri kita. Saya telah menuliskan bahwa sikap yang bisa kita lakukan jika didholimi adalah:

1. Membalas dengan setimpal.
2. Memaafkan.
3. Membalas dengan kebaikan.
4. Mendo'akan dengan kebaikan.

Sebagai orang yang didholimi, tentu saja wajar jika kita merasa kecewa dan tidak nyaman. Apalagi jika yang berbuat dholim adalah orang dekat kita, yang kita pikir tidak akan mungkin melakukannya. Barangkali kita sudah begitu banyak melakukan kerjasama, saling berbagi rasa dalam berbagai hal bahkan merencanakan masa depan.

Wajar saja jika kita ingin membalas kedholiman itu, karena memang kita punya hak. Tapi apakah jika kita melakukannya keadaan menjadi lebih baik? Jika suatu saat secara tidak sengaja ada orang lain yang merasa terdholimi, apakah kita juga siap menerima hukumannya?

Saya akan memberikan penekanan pada poin keempat yaitu mendo'akan dengan kebaikan. Ini berangkat dari rumus yang sangat penting yaitu: Do'a orang yang didholimi adalah do'a yang sangat potensial dikabulkan oleh Allah. Tentu saja ini potensi yang sangat menarik dan menjanjikan. Bagaimana tidak,bukankah ini adalah saat yang sangat kita tunggu?

Latihan yang sangat penting untuk kita lakukan adalah menjaga agar pemanfaatan do'a ini adalah untuk kebaikan. Walau sebesar apapun penderitaan yang kita rasakan akibat kedholiman itu, sebaiknya kita berikan porsi khusus untuk kita do'akan.

Dan diantara do'a yang sangat penting kita lakukan adalah meminta kepada Allah agar kita mudah memaafkan kedholimannya. Doa kedua yang juga penting adalah memohon kepada Allah agar dia menyadari kesalahannya dan tidak mengulanginya di saat lain.

Ini tentu saja bukan untuk membenarkan kesalahan yang telah dilakukannya tetapi lebih diupayakan sebagai latihan kita untuk mengurangi sekecil mungkin kebencian kita kepada saudara kita yang bersalah.

Ini juga bagian dari usaha mengurangi penderitaan kita, supaya tidak terbelenggu oleh kesalahan masa lalu. Ini juga bagian latihan yang sangat menantang dan hanya bisa tercapai dengan usaha yang sungguh-sungguh dan memohon pertolongan Allah.

Untuk memperbaiki kesalahan yang telah dilakukannya kita bisa memilih cara-cara lainnya yang bijaksana. Kita juga bisa meminta orang lain untuk membantu mengingatkan kekhilafannya.

0 comments:

Post a Comment

Terima Kasih Telah Memberikan Waktu dan Komentarnya
Thanks for your feedback