Serba Daging Ayam Cegah Anemia
Dalam pengobatan tradisional Cina, daging ayam dipercaya dapat menghilagkan gejala diare, nafsu makan yang menurun, serta ketidakseimbangan hubungan antara kerja limpa dan pankreas. Olahan daging ayam, berupa sup, juga kerap digunakan untuk mengatasi flu.
Sayangnya, beberapa waktu belakangan ini daging ayam dihindari oleh masyarakat gara-gara merebaknya wabah flu burung. Namun,.dengan pengolahan yang benar dan tepat, sebenarnya wabah tersebut tidak akan menular ke manusia.
Dengan pemanasan pada 80 derajat celcius selama 1-2 menit saja virus flu burung sudah mati, apalagi saat penggorengan dalam minya 160-180 derajat celcius.
Banyak manfaat yang didapat dari konsumsi daging ayam. Dalam daging yang termasuk dalam jenis unggas ini terkandung 9 asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh. Asam amino yang tergolong mudah dicerna tersebut diperlukan bagi pertumbuhan dan penggantian sel tubuh yang rusak.
Pada semua jenis unggas dan burung juga terkandung sejumlah asam amino tyrosine, yang dimanfaatkan oleh otak untuk menghasilkan dopamine dan noradrenalin. Zat tersebut membuat orang menjadi lebih mudah untuk berkonsentrasi.
Komposisi lain dalam daging ayam adalah haeme iron (kandungan zat besi haeme) yang juga mudah dicerna bila dibandingkan dengan zat besi yang berasal dari nabati. Haeme iron sangat dibutuhkan tubuh untuk mempertahankan simapanan zat besi, sehingga kita terhindar dari penyakit anemia.
Daging ayam termasuk jenis makanan yang jarang menimbulkan alergi. Aromanya tidak tajam, sehingga digemari oleh semua kelompok umur. Yang terpenting dalam pemilihan daging ayam adalah kesegaran bahannya terjamin dan pengolahannya dilakukan dengan benar.
Sumber : Senior, Dinkes
Fatin Shidqia Lubis - Aku Memilih Setia
12 years ago
0 comments:
Post a Comment
Terima Kasih Telah Memberikan Waktu dan Komentarnya
Thanks for your feedback