Pages

Monday, March 2, 2009

Mengkonsumsi Ikan Dapat Tanggulangi Kerusakan Otak


NEW YORK--Orang dewasa yang berusia lanjut yang rutin mengkonsumsi ikan mungkin memiliki resiko lebih rendah kerusakan otak secara halus yang memberi sumbangan pada "stroke" dan lupa ingatan --selama ikan itu tak digoreng, kata beberapa peneliti Senin.

Dalam satu studi yang dilakukan pada 3.660 orang dewasa yang berusia 65 tahun ke atas, beberapa peneliti Finlandia mendapati bahwa mereka yang memakan lebih banyak ikan menghadapi resiko lebih kecil untuk memperlihatkan "infarct" otak "diam-diam" tertentu --daerah kecil jaringan yang telah mati akibat pasokan darah yang tak memadai--pada
pemeriksaan MRI.

Kerusakan jaringan itu dipandang berlangsung secara diam-diam, atau "subclinical", karena kejadian tersebut tak memperlihatkan gejalan nyata dan hanya dapat dideteksi melalui pemeriksaan otak. Namun itu dapat meningkatkan resiko jangka-panjang seseorang untuk terserang "stroke" atau mengalami lupa ingatan.

Di antara orang dewasa dalam studi saat ini, mereka yang mengatakan mereka menyantap ikan tuna dan ikan "lain" yang dibakar atau direbus sedikitnya tiga kali per pekan seperempat lebih kecil dibandingkan dengan mereka yang jarang makan ikan untuk mengalami "infarct"
subclinical otak pada awal studi.

Pemakan ikan juga memiliki kecenderungan lebih kecil untuk terserang "infarct" baru selama lima pekan berikutnya. Namun, tak ada manfaat semacam itu jika orang memakan ikan goreng,
demikian laporan peneliti tersebut di dalam jurnal Neurology.

Meskipun studi itu tak dapat secara pasti menunjukkan alasan bagi manfaat pada otak, tampaknya asam lemak omega-3 --lemak sehat yang terutama ditemukan pada ikan berminyak-- memainkan peran utama, kata Dr. Jyrki K. Virtanen dan rekannya di University of Kuopio.

Ketika para peneliti tersebut memperkirakan konsumsi dua asam lemak utama omega-3 --EPA dan DHA-- oleh peserta studi, mereka menemukan hubungan antara konsumsi lebih banyak dan resiko lebih rendah "infarct" otak secara diam-diam.

Selain itu, kata para peneliti tersebut, kurangnya dampak perlindungan dari ikan yang digoreng mungk berpangkal dari kenyataan bahwa makanan seperti burger ikan dan potongan ikan secara khusus dibuat dari ikan dengan kandungan omega-3 yang rendah.

Secara keseluruhan, temuan tersebut menambah bukti bahwa ikan yang kaya akan lemak omega-3 --seperti salmon, mackerel dan tuna albacore-- mungkin memiliki "manfaat penting kesehatan", tulis para peneliti itu.

"Temuan sebelumnya telah memperlihatkan bahwa ikan dan minyak ikan dapat membantu mencegah 'stroke', tapi ini adalah salah satu studi yang meneliki dampak ikan pada 'infarct' otak secara diam-diam pada orang lanjut usia yang sehat," kata Virtanen dalam pernyataan tertulis.

"Penelitian lebih lanjut diperlukan mengenai mengapa jenis ikan ini mungkin memiliki dampak perlindungan, tapi asam lemak omega-3 EPA dan DHA tampaknya memiliki peran utama," kata Virtanen.

"Infarct" otak secara diam-diam dapat meningkatkan resiko seseorang akan penurunan kognitif dan "stroke". Sebanyak 30 orang dewasa yang berusia 65 tahun ke atas yang bebas akan "infarct" diam-diam diperkirakan setidaknya akan terbebas dalam kurun waktu lima tahun.

American Heart Association menyarankan agar semua orang dewasa berusaha memakan sedikitnya dua porsi ikan per pekan, terutama ikan berlemak, demi kesehatan cardiovascular mereka. (ant/fif)

http://www.republika.co.id/launcher/view/mid/19/news_id/2849

0 comments:

Post a Comment

Terima Kasih Telah Memberikan Waktu dan Komentarnya
Thanks for your feedback