Pages

Monday, February 16, 2009

KEBERHASILAN PRIBADI UNTUK KEBERHASILAN TEAM

Meski ia adalah pemain bola hebat, menyandang ban kapten kesebelasan, selalu berada pada posisi tepat, bermain dalam team yang berkeyakinan penuh untuk menang... seberapa pun sempurnanya semua keadaan... ia takkan mampu mencetak sebuah goal pun, bila tak ada pemain lain yang mau memberikan umpan padanya. Ia hanya bisa berlari ke sana-kemari tanpa arti. Bila ia cukup angkuh, bolehlah ia memaki-maki. Atau, keluar lapangan menyadari kesia-siaannya.

Seberapa pun tinggi kedudukan anda jabat, itu tak berguna bila tak ada orang mau memberikan umpan yang dapat anda tendang jadi sebuah goal. Kemenangan bukanlah kemenangan bagi anda seorang, namun milik seluruh pemain, pelatih, bahkan penonton yang bersorak-sorak. Karenanya, apakah anda sedang bermain untuk diri sendiri atau team kerja anda? Jawaban itu dapat anda gunakan untuk memahami apa arti sebuah keberhasilan.


APA YANG MEMBUAT ANDA SULIT MENGAMBIL KEPUTUSAN?
Ada banyak hal yang menyebabkan kita sulit mengambil keputusan.

Pertama,bila kita tidak memiliki cukup bahan dan dukungan atas keputusan tersebut. Bila anda menekankan hal ini, anda adalah seorang yang cukup berhati-hati dalam mengambil keputusan. Anda merasa harus memiliki cukup data dan mempertimbangkan banyak hal agar keputusan anda benar-benar mantap. Namun, perlu anda sadari bahwa dalam beberapa hal, kita perlu mempunyai keberanian dalam mengambil keputusan meski pun tidak cukup data dan dukungan atas keputusan kita. Keyakinan kitalah yang menjadi pendukung atas keputusan kita.

Kedua, di saat kita tak mampu mengendalikan emosi. Contohnya adalah kebimbangan. Hal ini biasanya dialami bila kita dihadapkan untuk memilih satu dari beberapa alternatif yang tersedia. Meski kita merasa telah memiliki semua informasi dan pertimbangan atas alternatif-alternatif tersebut, seringkali kita dilanda kebimbangan untuk memilih. Kebimbangan membuat kita sulit mengambil keputusan. Namun, kebimbangan dapat dikalahkan dengan keputusan itu sendiri.
Maksudnya, bila anda telah mengambil keputusan, maka kebimbangan semestinya sirna. Oleh karena itu, keyakinanlah yang menjadi landasan bagi pengambilan keputusan.

Ketiga, bila ada konflik kepentingan dalam keputusan tersebut, terutama kepentingan pribadi. Seringkali kita begitu sulit memutuskan sesuatu yang mudah hanya karena kepentingan pribadi kita berseberangan dengan kepentingan perusahaan. Ini adalah gejala yang manusiawi. Keputusan kita mencerminkan dimana kita berpijak. Pada umumnya kita memang harus mendahulukan kepentingan organisasi. Namun, adakalanya kita harus mendahulukan kepentingan pribadi. Untuk itu diperlukan kemampuan untuk menimbang-nimbang urgensi dari masing- masing persoalan.

Keempat, bila tidak ada aturan dan prosedur yang jelas. Memang bila semua prosedur sudah jelas, maka mudah saja bagi kita mengambil keputusan. Justru itulah gunanya sebuah keputusan diambil: untuk membuka jalan, membuat terobosan, membongkar kebuntuan. Bila keputusan dibuat semata-mata karena prosedur, maka betapa banyak kemacetan yang terjadi, karena persoalan selalu mendahului kebijakan.

Selanjutnya anda bisa tambahkan sendiri berbagai macam hal yang membuat anda sulit mengambil keputusan. Menurut kami, semestinya tidak ada keputusan yang sulit untuk diambil. Yang ada adalah keputusan yang "pahit", yaitu keputusan yang harus "mengorbankan" salah satu hal demi mencapai hal yang lain. Kepahitan inilah yang membuat kita berat atau sulit untuk mengambil keputusan.

Namun, jika keputusan tersebut memang harus diambil, maka kita harus berkeyakinan kuat untuk memutuskannya. Menurut kami, situasi yang paling menyulitkan kita untuk mengambil keputusan - padahal kita tahu bahwa keputusan itu harus diambil adalah jika kita tak memiliki wewenang dan dapat bertanggung jawab penuh atas keputusan tersebut. Semua persoalan betapa pun beratnya, selama berada dalam kewenangan kita seharusnya bisa dipecahkan.

Data dan bahan pendukung yang tak cukup, emosi yang tak terkendali, aturan yang kurang jelas, justru adalah obyek bagi pengambilan keputusan kita. Memang untuk mengambil keputusan diperlukan berbagai pertimbangan, namun yang paling diperlukan adalah wewenang dan tanggung jawab, tanpa itu kita bukanlah orang tepat untuk memutuskan. Maka,bila kami ditanya apa yang membuat kami sulit mengambil keputusan, jawaban kami adalah: tidak adanya wewenang dan tanggung jawab untuk mengambil keputusan tersebut.
sumber:milis indo community

0 comments:

Post a Comment

Terima Kasih Telah Memberikan Waktu dan Komentarnya
Thanks for your feedback